Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Fenomena Citizen Journalism dalam Membantu Jurnalisme Konvensional Membangun Berita Bermutu Bagi Masyarakat Ulfa Rizkayana; Eko Harry Susanto; Ahmad Junaedi
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2450

Abstract

Citizen journalism dapat didefinisikan sebagai praktik jurnalistik yang dilakukan oleh orang biasa bukan wartawan profesional yang bekerja di sebuah media. Fenomena citizen journalism yang terjadi pada saat ini berkaitan dengan participatory media culture theory yang dikemukakan oleh Henry Jenkins. Teori ini menguraikan cara-cara di mana budaya media baru menawarkan khalayak untuk secara bersama-sama mengambil peran sebagai konsumen media dan produsen media sekaligus. Dalam participatory media culture masyarakat dapat lebih mudah merespon dan memberikan konstribusi dan pesan kepada media. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dalam program berita citizen journalism di Metro TV. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa citizen journalism turut memiliki andil dan peranan besar dalam penyajian berita oleh media konvensional kepada masyarakat.
Pembingkaian Berita Politik di Media Online (Analisis Framing Pemberitaan Pidato Jokowi Pada Rapat Umum Relawan 4 Agustus 2018 di Mediaindonesia.Com, Tribunnews.Com dan Okezone.Com) Erwin Erwin; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3901

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis framing tentang pemberitaan pidato yang dilakukan oleh Jokowi saat Rapat Umum Relawan 4 Agustus 2018 pada media online Mediaindonesia.com, Tribunnews.com, dan Okezone.com. Dalam pidato tersebut terdapat ucapan “kalau diajak berantem juga berani” yang akhirnya kontroversial dan menimbulkan berbagai tanggapan pro dan kontra. Dengan menggunakan analisis framing Robert N. Entman dapat terlihat bagaimana masing-masing media membingkai pemberitaan tersebut. Secara garis besar, Mediaindonesia.com membela dan membenarkan pidato tersebut serta menyudutkan pihak oposisi sebagai sumber masalah dalam kontroversi pidato itu, Tribunnews.com terlihat lebih condong membela ucapan tersebut namun tidak secara langsung dan lebih mengarah pada kepentingan bisnis, dan Okezone.com membela dan membenarkan pidato tersebut namun masih terdapat unsur bisnis di dalam pemberitaannya.
Analisis Komunikasi Organisasi pada Tempat Pelatihan Bulu Tangkis Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC) Vincent Vincent; Eko Harry Susanto; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3945

Abstract

Salah satu cara untuk berinteraksi dengan individu lain adalah komunikasi. Setiap situasi dalam kehidupan dipengaruhi oleh komunikasi. Komunikasi organisasi menjadi aspek penting dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama dalam organisasi. Dengan komunikasi organisasi dapat mencegah terjadinya pertentangan di antara anggota organisasi. Penelitian ini membahas tentang analisis komunikasi organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk aliran informasi dan budaya organisasi yang terdapat di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dengan metode penelitian fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan narasumber, observasi non partisipan, studi pustaka dan data online. Hasil dari penelitian ini adalah budaya organisasi yang sama diterapkan oleh anggota organisasi mencegah munculnya pertentangan.
Fungsi Media Online di Komunitas LGBT (Analisis Wacana Berita Pada Media Online Suara Kita) Dewi Winu Wulan; Eko Harry Susanto; Ahmad Djunaidi
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1391

Abstract

Kehadiran  media  baru yang  begitu  pesat, tidak  membuat media baru seperti majalah, website, ataupun yang lainnya mati. Majalah  tetap  bertahan  bahkan  bermigrasi ke  majalah online. Segmentasinya  pun  beragam  mulai  dari  khusus  wanita, pria, remaja, anak-anak, keluarga, hingga LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Kehadiran  majalah, koran atau website khusus LGBT menuai  banyak   kontra daripada pro dari masyarakat umum termasuk di Indonesia. Lagi-lagi karena aktivitas kaum ini dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama. Terlepas dari pro  dan  website  khusus  LGBT tetap  eksis  dan  telah menjalankan fungsinya  sebagai  media  massa.  Karena  memiliki  kelebihan  yaitu  audiens yang  sangat  tersegmentasi sehingga isu-isu  yang  dimuat  dalam  website ini juga  sangat  spesifik dan tetap  akan  dicari karena menjadi  kebutuhan  bagi audiens  khusus.   Dengan  website,  tergambar juga bahwa  kaum  minoritas seperti  LGBT  semakin  mengukuhkan  keberadaan  mereka  meski  banyak mendapat  tentangan.  Justru  melalui  media  ini,  kaum LGBT  dapat  dengan bebas mengekspresikan  diri  dan  identitas gender  mereka  sekaligus memberikan pengaruh bagi pembacanya.
Komunikasi Antarpribadi Pedagang-Pedagang Etnis Tionghoa di Kawasan Pasar Pagi Lama Patricia Frederika; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3931

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai komunikasi antarpribadi yang terjadi di antara pedagang-pedagang etnis Tionghoa di kawasan Pasar Pagi Lama. Mayoritas pedagang di kawasan Pasar Pagi Lama berasal dari etnis Tionghoa, yang berarti mereka berasal dari latar belakang budaya yang sama. Namun, meskipun secara garis besar mereka berasal dari etnis yang sama,  masing-masing dari mereka memiliki kesukuan yang berbeda, yang mana mereka memiliki bahasa dan kebiasaannya masing-masing. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi antarpribadi, daya tarik kesamaan, bahasa, kebiasaan dan hubungan antarpribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dan dengan metode penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi non-partisipan, studi kepustakaan dan penelusuran data online. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi antarpribadi yang terjadi pada pedagang-pedagang etnis Tionghoa di kawasan Pasar Pagi Lama berjalan dengan baik meskipun memiliki perbedaan suku. Mereka juga tetap saling menjaga dan membangun hubungan yang baik melalui penyesuaian bahasa dan kebiasaan dalam budaya Tionghoa yang masih dilakukan, yaitu kebiasaan pada saat Hari Raya Tahun Baru Imlek. Selain itu, juga tidak ada rasa ketertarikan yang lebih kepada pedagang yang berasal dari etnis ataupun suku yang sama.
Penerapan Kode Etik Jurnalistik Media Online Tribunnews dan Efek Pemberitaan pada Pembacanya Rachel Yolanda Silalahi; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8144

Abstract

Freedom of the press is one thing that is a journalist's right which is regulated in Law of the Republic of Indonesia No. 40 of 1999 concerning the Press to weigh the rights obtained by members to carry out their duties as a connector between the community and what is most recent done there. In carrying out their duties, journalists must still determine the rules that have been made, while the right to freedom of the press is given equality. The rules are written in a journalistic code of ethics established by the Indonesian Press Council, where one of the codes of ethics requires journalists to report accurate matters, which means that the approved writing must have proven its truth. This research uses qualitative with content analysis methods. Theories used to support this research are mass media theory, journalism, online journalism, news, and news accuracy. The results showed that news about the virus that was published on the tribunnews.com news portal was actually in accordance with the journalistic code of ethics set by the Indonesian Press Council, and also in accordance with the theory put forward by Romli which actually happened.Kebebasan pers merupakan salah satu hal yang menjadi hak jurnalis yang telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers untuk menimbang hak-hak yang didapat anggota pers untuk menjalankan tugasnya sebagai penyambung antara masyarakat dengan keadaan terbaru yang terjadi di sekitar. Dalam menjalankan tugasnya, jurnalis harus tetap mengacu pada aturan-aturan yang telah dibuat, meskipun hak kebebasan pers diberikan mutlak. Aturan tersebut tertulis dalam kode etik jurnalistik yang ditetapkan oleh Dewan Pers Indonesia, yang mana salah satu kode etiknya mengharuskan jurnalis untuk memberitakan hal-hal akurat, yang mana berarti tulisan yang dipublikasikan harus sudah teruji kebenarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah teori media massa, jurnalistik, jurnalisme online, berita, dan akurasi berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita mengenai virus corona yang dipublikasikan di portal berita tribunnews.com aktual dan sudah sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku yang ditetapkan oleh Dewan Pers Indonesia, dan juga sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Romli bahwa berita yang dipublikasikan harus sesuai dengan apa yang sebenar-benarnya terjadi.
Penggunaan Media Sosial Tinder dan Fenomena Pergaulan Bebas di Indonesia Cervia Ferdiana; Eko Harry Susanto; Sisca Aulia
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6622

Abstract

Tinder is an online dating social media that is used by the majority of young people. The presence of Tinder at the moment, has an unconscious influence on daily life. The existence of Tinder can help someone to find a friend or life partner. However, now there is a phenomenon of the function of social media online dating that is misused by the public. The purpose of this study is to find out the shift in function of social media Tinder, the choice of social media Tinder as medium to find promiscuity friends, and an increase in promiscuity among young Indonesians using social media Tinder. This study is a qualitative study with phenomenological methods. Data collection techniques in this study were in-depth interviews, participant observation, literature and the online data article. The results of this study are that there is an increase in promiscuity among young people in Indonesia using social media dating online Tinder because the majority of Tinder users has an open mindset then has high curiosity of something that has never been felt, and last because the environmental factors that support the individual to enter promiscuity. Tinder merupakan media sosial kencan daring yang digunakan mayoritas kalangan anak muda. Media sosial kencan daring Tinder dapat membantu seseorang untuk menemukan teman ataupun pasangan hidup. Namun, kini muncul fenomena fungsi media sosial kencan daring Tinder yang disalahgunakan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui adanya pergeseran fungsi dari media sosial Tinder, pemilihan media sosial Tinder sebagai sarana untuk mencari teman pergaulan bebas, dan adanya peningkatan pergaulan bebas yang terdapat di kalangan anak muda Indonesia menggunakan media sosial Tinder. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipan, studi pustaka dan juga penelusuran data secara daring. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat adanya peningkatan pergaulan bebas di kalangan anak muda Indonesia dengan menggunakan media sosial kencan daring Tinder. Hal ini karena mayoritas pengguna Tinder mempunyai pemahaman atau pola pikir yang terbuka, rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi untuk mencoba sesuatu yang baru, dan faktor lingkungan yang mendukung individu untuk memasuki pergaulan bebas.
Jurnalisme Damai Pemberitaan Tragedi Bom Surabaya Mei 2018 (Analisis Wacana Media Siber Kompas.com, Okezone.com, Liputan6.com) Sherin Vania Angjaya; Eko Harry Susanto; Kurniawan Hari Siswoko
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3937

Abstract

Keberagaman sangat erat dengan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai budaya, latar belakang, etnis, dan agama yang disebut dengan multicultural. Hal tersebut membuat masyarakat belajar untuk hidup harmonis dengan sesama, namun adanya perbedaan tetap berpotensi memicu konflik bahkan perpecahan. Ditambah dengan kemajuan teknologi dan informasi yang terjadi terutama pada media komunikasi dan informasi media siber berita dalam memberitakan suatu peristiwa berkaitan dengan keberagaman. Media siber berita pada prinsipnya memberikan informasi yang penting diketahui kepada masyarakat berdasarkan fakta dan independen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun pemberitaan media siber juga dibuat oleh jurnalis yang memiliki perspektif dan interpretasinya sendiri serta dipengaruhi juga oleh latar belakangnya dan bahkan adanya kepentingan media itu sendiri yang seharusnya tidak boleh diterapkan sehingga objektifitas dan independen media mulai bergeser. Dalam penelitian ini, peneliti membahas penerapan jurnalisme damai pada media siber Kompas.com, Liputan6.com, Okezone.com mengenai pemberitaan tragedi Bom Surabaya Mei 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis wacana, serta untuk menguatkan validitas data yang telah diamati, peneliti juga melakukan wawancara terarah, peneliti menemukan bahwa pemberitaan tiga media siber tersebut bersifat faktual dan hati-hati terutama pada berita terkait isu keberagaman seperti penerapan jurnalisme damai pada media siber tersebut.
Analisis Framing Pemberitaan Hary Tanoesoedibjo di Liputan6.com dan Okezone pada Juli 2017 Novietasari Fransisca; Eko Harry Susanto; Kurniawan Hari Siswoko
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2033

Abstract

Media online memiliki banyak kelebihan dalam menyampaikan suatu berita, salah satunya adalah kecepatan berita yang jauh melampaui media konvensional seperti surat kabar. Pemberitaan di media online dipengaruhi oleh ideologi dan ekonomi politik media yang terlihat dari framing berita yang dilakukan oleh media. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana framing pemberitaan yang dilakukan oleh media dalam menyampaikan sebuah peristiwa. Selain itu penelitian ini juga ingin mendapatkan gambaran sejauh mana pengaruh ideologi dan ekonomi politik media terhadap upaya untuk mendekati objektivitas dan posisi netral dalam pemberitaan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis-kritis dengan metode kualitatif. Analisis framing dilakukan dengan model Pan dan Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing yang dilakukan oleh Okezone.com terhadap pemberitaan status tersangka Hary Tanoe dalam kasus SMS bernada ancaman sangat berpihak pada kepentingan Hary Tanoe, sementara framing yang dilakukan oleh Liputan6.com menunjukkan adanya usaha untuk melakukan cover both sides dan pendekatan pada objektivitas media.
Komunikasi Antarpribadi yang Dilakukan PSK untuk Menarik Minat Pengguna Jasa (Studi Kasus Prostitusi Online di Jakarta) Restya Lova Kusumaningkirani; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2038

Abstract

Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tak terkecuali, Pekerja Seks Komersial (PSK), yang berupaya menarik minat pengguna jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana komunikasi yang dilakukan PSK dalam menarik minat pengguna jasa, cara mengatasi perbedaan makna,  mengembangkan hubungan, penyebab putusnya hubungan antara PSK dengan pengguna jasa, dan cara memutuskan hubungan antara PSK dan pengguna jasa. Dengan konsep komunikasi antarpribadi, penulis mengamati komunikasi yang dilakukan PSK dan pengguna jasa dari kedua sisi. Melalui teori yang membahas mengenai pesan verbal dan nonverbal, teori atraksi, tahap hubungan, cara mengembangkan hubungan dan memutuskan hubungan, penyebab putusnya suatu hubungan, dan bagaimana cara memutuskan suatu hubungan. Melalui penelitian kualitatif, dengan metode studi kasus, peneliti menjelaskan “mengapa” dan ‘’bagaimana’’ suatu hal atau keadaan dapat terjadi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minat pengguna jasa tidak hanya berasal dari daya tarik fisik, namun juga cara berkomunikasi. Perbedaan makna yang terjadi diselesaikan melalui cara berkomunikasi yang baik dan sopan. Demikian pula saat mengembangkan hubungan, memutuskan hubungan beberapa PSK dan pengguna jasa menarik diri, bahkan menghapus kontak. Dapat disimpulkan bahwa hubungan antara PSK dengan pengguna jasa tidak hanya transaksional namun antarpribadi.