Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Interpersonal dan Komunikasi Antarbudaya di Antara Pasangan Suami Istri Berbeda Kewarganegaraan Harlyn Yolanda; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2432

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai komunikasi interpersonal pada pernikahan berbeda kewarganegaraan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari teori-teori yang berkaitan dengan komunikasi antara lain fungsi komunikasi, hambatan komunikasi, komunikasi interpersonal, tujuan dan fungsi komunikasi interpersonal, hambatan komunikasi interpersonal, komunikasi verbal dan nonverbal, komunikasi antarbudaya, tujuan dan fungsi komunikasi antarbudaya, hambatan komunikasi antarbudaya dan pernikahan campuran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil observasi penulis dan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan tiga pasangan suami istri berbeda kewarganegaraan sebagai key informant. Sedangkan data sekunder berupa data yang diperoleh dari buku dan sumber lain termasuk dari internet. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, penelusuran data online dan studi kepustakaan. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi hambatan komunikasi dalam pernikahan pasangan berbeda kewarganegaraan. Hambatan komunikasi meliputi perbedaan bahasa dan pola pikir, sehingga membutuhkan penyesuaian diri dari masing-masing pasangan suami istri berbeda kewarganegaraan. 
Strategi Komunikasi Politik Partai Baru (Studi Kasus Perolehan Suara Partai Solidaritas Indonesia di DPRD DKI Jakarta Pada Pemilu 2019) Bella Adha Hendriana Moneter; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6508

Abstract

The 2019 legislative elections participated by many political parties in Indonesia, one of which was the Indonesian Solidarity Party (PSI). The more parties that participate in the General Election, the competition between each one of them become more strict in order to get a seat in parliament. Due to that reason, PSI did not pass on the DPR RI election level but somehow managed to get a 6.68% vote and get eight seats on the Jakarta DPRD election level. In this case, the purpose of this research is to study the political communication strategy of PSI Jakarta regarding the vote they got on Jakarta DPRD election level in 2019 General Election. This research is using the conceptualization of political policy, the conceptualization of political communication strategy, conceptualization of political policy, and conceptualization of political policy. political policy, and conceptualization of general elections as the theoretical basis. The research method in this research is a case study and the research approach in this research is descriptive-qualitative. The conclusion of this research shows that the political communication strategy used by PSI Jakarta to gain votes is by paying attention to the figures, stabilizing the institution, and creating togetherness. They also combined their politics communication strategy with the politics communication itself, in order to gain a lot more votes. Pemilu Legislatif Tahun 2019 diikuti banyak partai politik di Indonesia salah satunya partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Semakin banyak partai politik mengikuti Pemilu, semakin ketat kompetisi antar partai untuk mendapatkan kursi di parlemen. PSI tidak lolos memperebutkan kursi DPR RI, tetapi berhasil mendapatkan suara 6,68% atau delapan kursi di DPRD DKI Jakarta. Penelitian ini ingin mengetahui strategi komunikasi politik PSI Jakarta atas perolehan suara di DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2019. Landasan teoritik yang digunakan adalah konseptualisasi komunikasi politik, konseptualisasi strategi komunikasi politik, konseptualisasi partai politik, dan konseptualisasi pemilihan umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi politik PSI Jakarta untuk memperoleh suara yakni dengan merawat ketokohan, memantapkan kelembagaan, dan menciptakan kebersamaan. PSI Jakarta juga mengkombinasikan strategi komunikasi politik dengan unsur komunikasi politik.
Transmedia Tokoh Wayang pada Budaya Populer (Karakter Gatotkaca pada Komik Garudayana) Henry Gunawan; Eko Harry Susanto; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6209

Abstract

Transmedia merupakan sebuah proses penyaduran, translasi, dan upaya untuk menyampaikan gagasan sebuah cerita menjadi bentuk lain. Penelitian ini bertujuan untuk membahas proses transmedia pada tokoh wayang di budaya popular karakter Gatotkaca pada komik Garudayana. Penelitian ini menggunakan landasan teori tradisi lisan, alih wahana, budaya popular, komik, tokoh, dan simbol. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif dengan strategi penelitian analisis wacana dan studi kasus untuk melengkapi pengumpulan data penulis. Penulis melakukan wawancara mendalam, observasi, penelusuran data online, dan studi kepustakaan. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah Garudayana merupakan hasil transmedia dari cerita Mahabharata.
Partisipasi Politik Generasi Milenial di Instagram dalam Pemilu 2019 Nadia Laksmitha; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6218

Abstract

Penelitian ini mengangkat mengenai partisipasi politik generasi milenial di Instagram dalam Pemilu 2019. Menjelang Pilpres 2019, banyak unggahan pengguna media sosial yang menyatakan dukungan terhadap salah satu kandidat presiden. Bentuk unggahan tersebut antara lain adalah memberikan informasi mengenai profil kandidat capres, meme calon presiden, atau sekedar komentar. Apa yang dilakukan para pengguna media sosial dalam mengunggah dukungan terhadap calon presiden tertentu bisa dikatakan sebagai partisipasi politik di era media sosial karena apa yang dilakukan mereka adalah bentuk partisipasi yang tujuannya mempengaruhi opini orang. Selain itu, dengan adanya bantuan media sosial kita dapat berpartispasi politik dalam bentuk lain misalnya turut serta menandatangani petisi- petisi online. Intinya, media sosial membuat orang lebih mudah berpartisipasi politik. Dari reaksi generasi milenial ini dapat dikatakan bahwa generasi milenial proaktif terhadap informasi politik dan mereka juga memiliki keyakinan dengan partisipasi yang mereka lakukan dapat membawa perubahan bagi masa depan bangsa. Tetapi dengan seiring berkembangnya teknologi tentu cara penyampaian partisipasi tiap generasi berbeda. Salah satunya dengan adanya internet yang mampu menjangkau segala penjuru dengan sangat cepat merupakan sarana media yang sangat mudah untuk kita menunukan partisipasi kita.
Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa Micshir Leen; Eko Harry Susanto; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3923

Abstract

Kucing Hoki dianggap menjadi simbol keberuntungan bagi Etnis Tionghoa dan sering sekali ditemukan pada tempat usaha atau toko-toko. Komunikasi antar budaya yang terjalin pada budaya Kucing Hoki ini adalah dimana orang-orang Etnis Tionghoa yang mempunyai latar belakang ekonomi, politik, kepercayaan dan lainnya berusaha bergabung dengan menjalankan budaya Kucing Hoki. Simbol akan memiliki makna jika seseorang menaruh nilai terhadapnya khususnya Kuicng Hoki yang mempunyai arti sebagai simbol keberuntungan yang telah disepakati bersama. Penelitian ini berusaha untuk mengungkap apa yang menyebabkan budaya Kucing Hoki tersebar, pemaknaan yang berbeda dari Kucing Hoki, serta tujuan yang berbeda dari penggunaan Kucing Hoki. Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, studi kepustakaan. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah Kucing Hoki merupakan suatu budaya Etnis Tionghoa karena didalamnya mengandung karakteristik budaya serta penyebaran budaya Kucing Hoki disebabkan oleh berbagai saluran (keluarga, teman, agama dan lainnya). Kepercayaan seseorang menentukan pemaknaan pada Kucing Hoki sehingga nilai yang ditimbulkan akan mendorong tindakan komunikasi serta dampak yang ada pada Kucing Hoki yaitu keberuntungan bagi yang mempercayainnya. Kucing Hoki juga merupakan budaya yang terus berkembang dengan kebutuhan.
Budaya Organisasi SEJUK.ORG dalam Memproduksi Berita Bernilai Keberagaman Nathania Nathania; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3928

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh SEJUK yang merupakan salah satu portal berita media online swasta berjaringan di Indonesia. SEJUK merupakan singkatan dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman. SEJUK menjunjung tinggi konten berita yang bernilai keberagaman. Berita keberagaman tersebut meliputi nilai agama, gender, HAM dan multikulturalisme. Sebagai suatu wadah media online yang menampung dan membahas suatu isu keberagaman, SEJUK berpegang teguh dengan tidak memberitakan berita yang dapat mendiskriminasi karena hal tersebut dapat merusak keberagaman. Sebuah perusahaan harus mampu menerapkan suatu budaya organisasi bagi para pekerjanya, begitu pula dengan SEJUK.ORG. Budaya organisasi diperlukan bagi pekerja sebagai pedoman dan juga panduan dalam menghasilkan berita yang bernilai keberagaman. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis budaya organisasi di SEJUK.ORG menggunakan dua asumsi dari teori budaya organisasi yang dikemukakan oleh Michael Pacanowsky & Nick O’Donnel Trujillo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode etnografi karena penulis mengamati secara langsung dalam kurun waktu yang kurang lebih adalah dua bulan.
Strategi Dita Maharani Membentuk Personal Branding dalam Membangun Dita Maharani Language Academy di Instagram Salsabila Afifa Hidayat; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10669

Abstract

Nowadays, English has been a main concern for people. Besides the value of an English language as an universal language english language is a tool of communication. A very supported growth by a technology make some communication activities become easier with an Internet and social media. Within using internet and social media, we can make it as a branding in sharing and marketing about anything. In this research case will study about Dita Maharani, a person whose using social media to build her personal branding throughout Instagram. This case study will be approach by qualitative method by an intens interviewed and participated observered. The theories will be using are personal branding, interpersonal communications, and self-presentation. This research stated that Dita Maharani did some strategies and interpersonal communications in building her personal branding through Instagram until she has a credibility to get audience interested and want to join her class in Dita Maharani Language Academy (DMLA).Saat ini, Bahasa Inggris menjadi fokus utama bagi sejumlah orang. Selain dinilai sebagai bahasa universal, Bahasa Inggris juga dijadikan sebagai alat untuk berkomunikasi. Didukung dengan adanya teknologi yang berkembang pesat menjadikan kegiatan komunikasi menjadi lebih mudah dengan adanya internet dan media sosial Dengan memanfaatkan internet dan media sosial bisa dijadikan sebagai branding dalam sharing atau memasarkan apapun. Penelitian ini membahas Dita Maharani yang merupakan seseorang yang memanfaatkan media sosial untuk membangun personal branding lewat Instagram. Penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara yang cukup intens melalui virtual dan observasi partisipatif. Sejumlah konsep digunakan pada penelitian yaitu personal branding, komunikasi interpersonal dan teori presentasi diri. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa Dita Maharani menerapkan strategi dan komunikasi antarpribadi dalam membentuk personal branding melalui Instagram hingga memiliki kredibilitas yang cukup dan dapat menarik audience untuk bergabung dengan sekolah Bahasa Inggrisnya di Dita Maharani Language Academy (DMLA).
Analisis Model Komunikasi Dalam Foto Jurnalistik Derli Omega Sombu; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6400

Abstract

Today's technological developments make access to information quicker and faster, with no space and time constraints. Mass Media is one of the channels for most people to know the latest information. Each media has a different model of communication and a separate way of delivering information to attract audiences. The presence of photojournalism in the news becomes one of the fascinations for media audiences when reading news. The selection of phototypes and elements of supporting value in journalistic photographs can affect the reaction (feedback) and emotions of the reader. Tempo.co is one of the media that uses the work of photojournalism in the news to captivate its rise.  The garbage Problema Bantargebang becomes a difficult thing to overcome. Functioning as a means of educating and providing information on the media community has its way of addressing this problem, one of which is Tempo.co. Communication is considered effective if there is feedback from the intent of the communicator. The purpose of this research is to analyze the communication model in photojournalism used by Tempo.co related to Bantargebang garbage edition Friday, April 5, 2019, and Friday 6 September 2019 against audience feedback. This research is a qualitative study that uses the foundation of phenomenology theory. Researchers want to understand the communication model used from the news of Bantargebang Garbage by Tempo.co for the audience, feedback arising from the preaching, and whether there is awareness from the audience to reduce the use of plastic as a form of Response to the news. After conducting various research and interviews, researchers get data and statements that are the answer to the problem. The results of this study were the differences in reactions arising from the different communication models used in photojournalism. Awareness in society to reduce the use of plastic waste. Perkembangan teknologi masa kini membuat akses terhadap informasi menjadi semakin cepat dan pesat, tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Media massa menjadi salah satu saluran bagi orang kebanyakan untuk mengetahui informasi terkini. Setiap media memiliki model komunikasi yang berbeda-beda dan cara tersendiri dalam menyampaikan informasi agar dapat menarik perhatian khalayak. Kehadiran foto jurnalistik dalam berita menjadi salah daya pikat bagi khalayak media ketika membaca berita. Pemilihan jenis foto dan unsur pendukung nilai dalam foto jurnalistik dapat berpengaruh terhadap reaksi (umpan balik) dan emosional dari pembaca. Tempo.co merupakan salah satu media yang menggunakan karya foto jurnalistik dalam beritanya untuk memikat khalayaknya.  Problema sampah Bantargebang menjadi hal sukar untuk diatasi. Berfungsi sebagai sarana dalam mengedukasi dan memberi informasi pada masyarakat media memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan permasalahan ini, salah satunya Tempo.co. Suatu komunikasi dianggap efektif bila ada umpan balik yang sesuai dengan maksud komunikatornya. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisa model komunikasi dalam foto jurnalistik yang digunakan oleh Tempo.co terkait pemberitaan sampah Bantargebang edisi Jumat 5 April 2019 dan Jumat 6 September 2019 terhadap feedback khalayak.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memakai landasan teori fenomenologi. Peneliti ingin memahami model komunikasi yang digunakan dari pemberitaan sampah Bantargebang oleh Tempo.co bagi khalayak, feedback yang timbul dari pemberitaan itu, dan apakah ada kesadaran dari khalayak untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai bentuk dari respon terhadap berita tersebut. Setelah melakukan berbagai penelitian dan wawancara, peneliti mendapatkan sebuah data dan pernyataan yang menjadi jawaban atas permasalahan yang ada. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan reaksi yang timbul dari akibat perbedaan model komunikasi yang digunakan dalam foto jurnalistik. Adanya kesadaran dalam masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.
Penyingkapan Diri Kaum Lesbian Melalui Media Baru Facebook Gisela Winy Massie; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3909

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari internet merupakan salah satu perkembangan teknologi yang sangat mempengaruhi proses komunikasi seseorang. Banyaknya media baru membuat individu dalam suatu kelompok minoritas dapat mengubah perilaku komunikasi mereka, salah satunya dalam perilaku penyingkapan diri (Self Disclosure). Sebelum media baru berkembang, kelompok minoritas senantiasa menutup diri dikarenakan keterbatasan ruang. Akan tetapi, dengan adanya media baru yang saat ini terakomodir dalam media sosial Facebook, misalnya, terlihat keefektifan penyingkapan diri di mana mereka senantiasa membagikan perasaan dan juga memberikan pendapat melalui posting-an status, foto, serta memberikan tanggapan mengenai topik pembahasan yang menyinggung perasaan mereka. Penelitian ini menggambarkan penyingkapan diri di kalangan minoritas yaitu Lesbian. Analisis dilandaskan pada konsep komunikasi antar pribadi serta konsep penyingkapan diri. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif melalui metode penelitian studi kasus bagi kalangan lesbian. Temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah penyingkapan diri kaum lesbian tidaklah mudah dikarenakan monoritisasi dalam kalangan masyarakat, akan tetapi terlihat pergeseran terjadi saat kemunculan media baru khususnya Facebook, yang memberikan ruang yang sangat besar bagi kalangan lesbian mengungkapkan setiap gagasan dan perasaan serta keresahaan hati mereka, walaupun pada dasarnya keterbukaan yang mereka lakukan tidak membuat kalangan lesbian ini menunjukan jati dirinya yang sebenarnya.
Fenomenologi Pengguna Vape pada Perempuan di Komunitas @Dragoncloudz.id Winna Tedjasukmono; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6451

Abstract

The phenomenon of the use of vape is one of the things widely discussed by the public. This research wants to see a vape user community consisting of women who are members of the Instagram group @ dragoncloudz.id because the community is one of the communities that shows Vape Trick to its members. The purpose of this study was to determine the meaning of vape on female vape users on Instagram social media. This type of research is descriptive qualitative. Research data were collected using observations, interviews, literature studies, and documentation. The data collected was then tested for its validity using triangulation of data sources by Vaper Influencer sources and Vaper women. The results showed that the meaning of vaping activities for women vape users was as an art, hobby and could be used as a profession. Saat ini muncul suatu tren di kalangan para perokok yaitu rokok elektrik atau vape. Penggunaan vape merupakan salah satu hal yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Penelitian ini melihat satu komunitas pengguna vape yang terdiri dari perempuan. Dalam media sosial Instagram @dragoncloudz.id komunitas tersebut merupakan salah satu komunitas yang memperlihatkan vape trick kepada para anggotanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna vape pada perempuan pengguna vape di media sosial Instagram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber data dengan narasumber influencer vape dan para perempuan pengguna vape. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dari kegiatan vaping bagi perempuan pengguna vape tersebut adalah sebagai seni, hobi dan dapat dijadikan sebagai profesi.