Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZERS BAGI SISWA SMK DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI MASA PANDEMI COVID-19 Kori Yati; Kriana Efendi; Dwitiyanti Dwitiyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8496

Abstract

Abstrak: Masa Pandemi COVID-19 beberapa fasilitas dan pelayanan publik dibatasi dan ditutup, termasuk kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk tetap berada di rumah dan melakukan semua aktifitas dari rumah. Berbagai protokol kesehatan diperketat diberbagai tempat, mencegah penyebarannya mulai dari diri sendiri, keluarga sampai lingkungan sekitar. Kebutuhan hand sanitizers mulai terjadi peningkatan sejak terjadinya peningkatan kasus wabah penyakit Covid-19. Seiring dengan perkembangan, dengan menurunnya angka infeksi, pemerintah mulai melonggarkan aktivitas menuju new normal termasuk aktifitas PTM di sekolah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada Siswa SMK muhammadiyah Cariu dalam membuat hand sanitizers untuk memenuhi kebutuhan di sekolah dalam rangka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19. Pada kegiatan Pengabdian ini, yang akan menjadi objek 20 orang siswa SMK Muhammadiyah Cariu Bogor. Fokus dalam kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan hand sanitizers untuk kebutuhan di sekolah selama PTM. Hasil dari kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas siswa siswi dan terampil dalam membuat hand sanitizers sehingga akan tumbuh jiwa kewirausahaan bagi siswa SMK. Selain itu diharapkan juga dapat diaplikasikan dalam kegiatan ekonomi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.Abstract: Some public facilities and services were limited and closed during the Covid-19 outbreaks, including direct learning activities in schools. This requires people to stay at home and do all activities from home. The health protocols have been tightened in various places, preventing the spread from ourselves and our families to the surrounding environment. The need for hand sanitizers has started to increase since the increase in cases of the Covid-19 disease outbreak. Along with the decreasing number of infections, the government has started implementing activities towards the new normal, including direct learning activities in schools. This community service aims to provide training for SMK Muhammadiyah Cariu students in making hand sanitizers in making hand sanitizers to meet school needs in prepare the Direct Learning (PTM) during the COVID-19 pandemic. In this service activity, there will be 20 students of SMK Muhammadiyah Cariu Bogor that will be the objects. The focus in this activity is training on making hand sanitizers for school needs during Direct Learning. The results of this activity can foster the creativity of students and are skilled in making hand sanitizers so that an entrepreneurial value will grow for vocational students. In addition, it is also hoped that it can be applied in economic activities to earn additional income.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Hidroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) terhadap Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Tembakau (Nicotiana tabaccum L.) dan Aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans Yati, Kori; Jufri, Mahdi; Gozan, Misri; Mardiastuti, Mardiastuti; Dwita, Lusi Putri
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 5, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tobacco extract had been proven to have antimicrobial activity against Streptococcus mutans. To maximize the use of tobacco extract on topical use as an antibacterial, it could be formulated into a pharmaceutical preparation. This study aimed to formulate tobacco extract in gel preparation by using Hidroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) as a gelling agent and to test its activity on S. mutans. The tobacco extract gel was prepared in 3 formulas with variations of HPMC concentration of 1.5% (F1), 2% (F2) and 2.5% (F3). The research began with tobacco extraction, then continued with characteristics evaluation. The extract was formulated in gel form and evaluated for 12 weeks of physical stability. Antibacterial activity was tested using the diffusion method. The evaluation results of tobacco extract gel showed that all formulas were stable during 12 weeks storage. Antimicrobial activity against S.mutans showed inhibitory diameter of F1, F2 and F3, were 9,07 mm, 19,53 mm, and 11,57 mm respectively. The test was continued by determining the relative potential of F2 compared to erythromycin. The test results showed 1.2 x 10-2 relative potential compare to erythromycin. Based on the results of this study, it can be concluded that HPMC concentration difference did not give significant difference to the physical stability of tobacco gel, with the best antibacterial activity on S. mutans obtained from F2.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN HERBAL RAMAH LINGKUNGAN DI KAMPUNG LOJI DESA GEKBRONG CIANJUR JAWA BARAT Nining Nining; Tahyatul Bariroh; Ristianti Azharita; Kori Yati; Fujianti Fujianti; Ema Dewanti; Agustin Yumita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11319

Abstract

ABSTRAKSabun herbal merupakan sabun yang diproduksi dari tanaman berkhasiat obat secara sederhana tanpa penambahan bahan sintetik atau bahan aditif lainnya. Kegiatan ini merupakan pelatihan dalam pembuatan sabun herbal yang ramah lingkungan kepada masyarakat Kampung Loji Desa Gekbrong Cianjur sebagai bagian yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Tematik Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun 2022. Tujuannya adalah untuk menyampaikan pengetahuan dan keterampilan dalam pabrikasi produk sabun herbal dengan berbagai bahan aktif seperti kopi, teh hijau, dan sereh. Kegiatan ini dilakukan dengan metode observasi dan penyuluhan secara langsung dengan sasaran masyarakat Kampung Loji. Kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai sabun herbal ramah lingkungan dan dilanjutkan dengan simulasi pembuatan sabun herbal menggunakan variasi bahan aktif seperti teh hijau, kopi, dan sereh. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta terhadap teknologi pembuatan sabun herbal yang akan dipraktikkan dan keberhasilan capaian kegiatan. Peserta sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Secara statistik, terdapat rata-rata peningkatan nilai dari pretest ke posttest sebanyak 12,00 poin (positive ranks) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 (p-value ≤ 0,005) menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Dengan demikian, hasil evaluasi menunjukkan strategi pelatihan dalam kegiatan ini tepat untuk diterapkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pembuatan sabun herbal ramah lingkungan. Kata kunci: sabun herbal; ramah lingkungan; pengabdian masyarakat; kampung loji. ABSTRACTHerbal soaps are soaps that are produced from simple medicinal plants without the addition of synthetic ingredients or other additives. This activity is training in producing environmentally friendly herbal soap for the Loji community, Gekbrong Village, Cianjur, as an integrated part of the Thematic Student Real Work Lecture (KKNM) of the Faculty of Pharmacy and Science, UHAMKA in the Merdeka Campus Competition Program (PKKM) 2022. This activity applies direct observation and counselling methods with the Loji community target. This activity aims to impart knowledge and skills in producing herbal soap products with various active ingredients such as coffee, green tea, and lemongrass. The activity began with the educational delivery of environmentally friendly herbal soap. It continued with a simulation of producing herbal soap using various active ingredients such as green tea, coffee, and lemongrass. The evaluation was conducted to determine the extent of the participant's knowledge of the technology for producing herbal soap to be practiced and the success of the activities. Participants were very enthusiastic during the activity. Statistically, there is an average increase in scores from the pretest to the posttest of 12.00 points (positive ranks) with an Asymp value. Sig. (2-tailed) 0.000 (p-value 0.005) using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Thus, the evaluation results indicate that the training strategy in this activity is appropriate to be applied to increase the participants' knowledge about producing environmentally friendly herbal soaps. Keywords: herbal soap; environmentally friendly; community dedication; loji village.
Perbandingan VCO, Minyak Zaitun dan Minyak Jagung terhadap sifat fisik balsem stik dengan pengikat Vaselin Alba atau Adeps Lanae Pramulani Mulya Lestari; Kori Yati; Mimil Rosanti
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4175.762 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.36

Abstract

Penggunaan balsem dengan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit dapat menyebabkan rasa panas dan lengket di jari tangan. Pembuatan balsam stick merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Balsem stick dipengaruhi oleh komponen-komponen yang digunakan yaitu minyak, lilin dan lemak. Penggunaan minyak dan lemak yang memiliki kandungan asam lemak dan bobot molekul yang berbeda akan mempengaruhi sifat fisik balsem stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan VCO, minyak zaitun dan minyak jagung dengan pengikat antara Adeps lanae dan Vaselin alba terhadap sifat fisik balsem stick metil salisilat. Semua sediaan balsem stick dibuat dengan metode yang sama dan dievalusi meliputi uji organoleptik, homogenitas, kekerasan dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan titik lebur dan kekerasan, namun semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik balsem stick. Formula dengan VCO dan variasi Adeps lanae menunjukan titik lebur dan kekerasan tertinggi yaitu 65,760C dan 2,13 mm. Hasil data statistik Kruskal Wallis menunjukkan sig < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan dari setiap formula. Berdasarkan hasil pengamatan disimpulkan bahwa VCO dengan Adeps lanae dalam kombinasi Carnauba wax dan Cera alba memberikan titik lebur, kekerasan dan nilai yield value yang tinggi
PENDAMPINGAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DI WILAYAH PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH Hari Sulistiyono; Kori Yati; Gufron Amirullah; Rara Aulia Syifa; Rizkia Adelina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16941

Abstract

Abstrak: Berlokasi di wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Pengurus Cabang Muhammadiyah Bukit Duri merupakan daerah dengan kelembaban 76%, dan masuk kategori daerah dengan kelembaban optimal untuk kehidupan nyamuk dan zona waspada Demam Berdarah Dengue.UHAMKA melaksanakan pengabdian ke masyarakat dalam upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan lilin aromaterapi yang ditujukan untuk pengusir nyamuk alami. Kegiatan dilaksanakan dengan sasaran adalah Pengurus Cabang, Ranting, Guru SD, Madrasah, dan TK Muhammadiyah di wilayah Bukit Duri berjumlah 34 orang. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dilanjutkan dengan wokshop pembuatan lilin aromaterapi, dan tahap evaluasi serta follow up. Hasil kegiatan, peserta mengetahui tentang lilin aromaterapi, terampil membuat lilin aromaterapi untuk pengusir nyamuk, dan kreatif dalam menemukan peluang bisnis produk lilin aromaterapi. Hasil kuisioner menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilaksanakan kegiatan sebesar 94%. Dapat disimpulkan, kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dalam pemanfaatan lilin aromaterapi.Abstract: Located in the Bukit Duri area, Tebet, South Jakarta, the Muhammadiyah Bukit Duri Branch Management is an area with 76% humidity, and is categorized as an area with optimal humidity for mosquito life and a Dengue Fever alert zone.UHAMKA carries out community service in an effort to increase community knowledge, understanding, and skills in the use of aromatherapy candles aimed at natural mosquito repellents. The activity was carried out with the target of the Muhammadiyah Branch, Branch, Elementary School, Madrasah, and Kindergarten Administrators in the Bukit Duri area totaling 34 people. The implementation of the service was carried out with a counseling method followed by a workshop on making aromatherapy candles, and an evaluation and follow-up stage. The results of the activity, participants know about aromatherapy candles, are skilled in making aromatherapy candles for mosquito repellents, and are creative in finding business opportunities for aromatherapy candle products. The questionnaire results showed an increase in community knowledge and understanding after the activity of 94%. It can be concluded, this activity is beneficial for the community in the utilization of aromatherapy candles
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS SERTA EDUKASI PENGGUNAAN OBAT KOLESTEROL, ASAM URAT, DAN GULA DARAH BAGI WARGA Kori Yati; Septianita Hastuti; Nurhayati Nurhayati; Sevty Syera
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15749

Abstract

Abstrak: Pimpinan Ranting Duren Seribu berada lingkungan perumahan dengan sebaran warga usia dewasa dan lanjut usia yang mengidap penyakit komorbid seperti kolesterol, asam urat, dan gula darah. Untuk meningkatkan kesehatan warga, perlu dilakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta edukasi penggunaan obat terutama obat kolesterol, asam urat, dan gula darah. Diharapkan peserta dapat meningkatkan pemahaman tentang penggunaan obat agar obat menjadi lebih efektif. Kegiatan dimulai dengan memberikan edukasi melalui penyebaran leaflet, menyanyi lagu 5O, dan ceramah interaktif. Pada minggu berikutnya dilaksanakan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, kolesterol, asam urat, kadar glukosa darah, dan pengobatan gratis. Peserta diberikan obat serta edukasi penggunaan obat dan penataan pola hidup sehat. Total peserta 161 orang dengan distribusi 30% berusia 40-50 tahun, 39% berusia 51-60 tahun, dan 21% berusia 61-70 tahun. Sebanyak 85 orang hasil pemeriksaannya diatas nilai normal, mereka mendapatkan obat dan edukasi tentang penggunaan obat komorbid. Hasil untuk kegiatan ini secara kualitatif dapat diperoleh kesimpulan bahwa pemahaman warga tentang penggunaan obat bertambah setelah dilakukan edukasi, hal ini terlihat hasil tanya jawab yang dilakukan pada warga sebelum dan setelah edukasi dilaksanakan.Abstract: The leader of Ranting Duren Seribu visited a housing ward with a population of advanced, adult, and older adults who suffer from comorbid conditions like high cholesterol, uric acid, and Diabetes Mellitus. The goal was to promote better health by providing accessible medical examinations and treatments and educating them on the proper use of drugs, especially for their comorbid conditions. The program started with distributing leaflets, singing songs, and interactive lectures to help participants understand drug use and make them more effective. The following week, medical checkups were conducted, including testing blood pressure, cholesterol, uric acid, and glucose levels. Participants received medicine and education on proper drug use and healthy living patterns. Of 161 participants, 30% were aged 40-50, 39% were aged 51-60, and 21% were aged 61-70. 85 people with above-average values were given medicine and educated on using comorbid drugs. The program increased citizens' understanding of medicine, as evidenced by positive question-and-answer results from the education sessions.
Pengaruh Variasi Gliseril Monostearat pada Krim Ekstrak Kulit Buah Naga Merah Super (Hylocereus costaricensis) dan Uji Antioksidannya Nugrahaeni, Fitri; Yati, Kori; Sukmara, Sukmara
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 13, NOMOR 1, FEBRUARI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v13i1.6099

Abstract

A Glyceryl monostearate can be used as an emulsifier because it can affect the increase in antioxidant activity. The study aims to determine the effect of fluctuations in the concentration of glyceryl monostearate (GMS) on the physical properties of cream preparations containing 70% ethanol extract from the skin of super red dragon fruit and their antioxidant activity. The research methods carried out experimentally include the manufacture of extracts from super red dragon fruit peel, phytochemical screening using thin layer chromatography, formulations using various concentrations of glyceryl monostearate 8%, 10%, 12% then the physical quality of the cream and antioxidant activity test using the DPPH method. The results of one-way ANOVA for pH, dispersion, adhesion, and viscosity tests showed a p-value of> 0.05, indicating that there was no significant difference. The IC50 results obtained with equations 1, 2, and 3 are 3.69 mg/L, respectively. 3.98mg/L; and 4.78mg/L. Formula 3 is the best formula and estimates the antioxidant activity of Vitamin C, which is a positive control, at a value of 5.83 mg/L. The results of the irritation test showed that none of the formulations caused irritation. The preference test results showed that the respondents liked all the formulas. The conclusion of this study is that increased fluctuations in the concentration of glyceryl monostearate did not affect the physical properties of super red dragon fruit skin extract cream, but did affect its antioxidant activity.