Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

KESESUAIAN IMPLEMENTASI PROGRAM LAPAK PETANI HEBAT PRODUK UNGGUL (PATAH PINGGUL) DI KECAMATAN RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU Iqbal; Dedi Kusuma Habibie
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5359

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kesesuaian adanya Program PATAH PINGGUL dengan pengimplementasian program ini kepada kelompok tani di Kecamatan Rengat. Tujuan adanya penelitian ini untuk mendeskripsikan kesesuaian implementasi Program Lapak Petani Hebat Produk Unggul (PATAH PINGGUL) di Kecamatan Rengat. Penelitian ini menggunakan konsep model kesesuaian dari David C. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer dan sekunder dari wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat tidak adanya kesesuaian program ini dari tiga unsur implementasi program dari mulai belum sesuai dengan apa yang di butuh kan oleh kelompok tani, terdapat dua dari tujuh Tim Pelaksana Program PATAH PINGGUL tidak sesuai antara tugas yang disyaratkan program ini dan tidak sesuai syarat yang ditetapkan program ini dengan pengimplementasiannya secara langsung.
Kapasitas Kelembagaan Dalam Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Di Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Khairul Amri; Tutut Ismi Wahidar; Ahmad Fuadi; Dedi Kusuma Habibie; Geovani Meiwanda
Jurnal Niara Vol. 15 No. 2 (2022): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.39 KB) | DOI: 10.31849/niara.v15i2.10852

Abstract

Pariwisata sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan tersebut melalui suatu kegiatan yang harus melibatkan antara lain pelaku, proses penyelenggaraan, kebijakan, politik, dan sosial budaya yang saling berinteraksi, dan akan lebih realistis bila dilihat sebagai sistem dengan berbagai subsistem yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Khususnya Kabupaten Bengkalis yang memiliki potensi alam masih sangat bagus. Dengan demikian maka pemerintah harus memperhatikan kapasitas kelembagaan dalam pengembangan Pariwisata dalam rangka akselarasi mensejahterakan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Kapasitas Kelembagaan Dalam Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, dan untuk mengetahui serta menganalisis faktor Penghambat Kapasitas Kelembagaan Dalam Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Penentuan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Analisis data menggunakan teknik interaktif yang dikemukakan oleh Creswell. Hasil penelitian Wisata Desa Teluk Rhu telah memiliki kapasitas baik kapasitas organisasi maupun kapasitas individu. Kapasitas organisasi tidak akan berjalan secara efektif apabila kapasitas individu tidak memenuhi kapasitas yang dibutuhkan, sebaliknya kapasitas individu tidak akan berjalan dengan efektif jika tidak didukung dengan kapasitas organisasi.
Collaboration Innovation for Optimizing Village Potentials through the Bermasa Program in Bengkalis Regency Adianto; Mayarni; Dedi Kusuma Habibie; Risky Arya Putri; Ahmad Hadi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the Collaborative Innovation approach for optimizing village potentials through the BERMASA program in Bengkalis Regency by using the bibliometric analysis research method to find research gaps and novelty as well as empirical and secondary analysis, namely using a qualitative approach. Problem-solving plans and research objectives from this research to promote collaborative innovation effectively within the context of the BERMASA program in Bengkalis Regency, it is essential to identify and address the barriers that hinder collaborative efforts. This research found that the village government plays the most significant role in the collaborative innovation process in government as the front guard and the actor closest to the community. This collaborative innovation approach is considered capable of meeting sustainability standards and improving community welfare in an integrated manner following the development vision of the Bengkalis Regency government through the BERMASA program. Therefore, this research recommends the Pentahelix approach to maximize innovation-based collaboration, which can increase the role of actors in a more structured manner according to their tasks and functions, both explicitly and in general. It is also hoped that equal access to internet networks and transportation in remote villages in Bengkalis Regency will be immediately addressed to optimize innovations initiated by the village government and the community.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Pengembangan Potensi Lokal di Desa Kesumbo Ampai Sujianto; Adianto; Hasim As'ari; Gusliana HB; Umami, Irwin Mirza; Kusuma Habibie, Dedi; Risky Arya Putri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4593

Abstract

Artikel ini membahas mengenai implementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang dilaksanakan di Desa Kesumbo Ampai. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya yang tersedia, sehingga mereka mampu mengambil keputusan dan tindakan yang mendukung kesejahteraan desa secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti Ubi Manggalo, program ini berfokus pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam menggali dan mengembangkan potensi desa yang selama ini belum dimaksimalkan. Melalui pendekatan partisipatif, program ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, sehingga tidak hanya meningkatkan kemandirian, tetapi juga membangun kapasitas dan keterampilan dalam pengelolaan sumber daya lokal secara berkesinambungan. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kemandirian masyarakat serta adanya keinginan yang kuat untuk memanfaatkan potensi lokal, yang diiringi dengan peningkatan keterampilan dan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi desa dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
Evaluasi Penyelenggaraan Pembinaan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru Fiona Grecia Pakpahan, Sofhi; Kusuma Habibie, Dedi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19103

Abstract

Evaluasi terhadap penyelenggaraan pembinaan narapidana penting untuk memastikan efektivitas rehabilitasi serta pencegahan residivisme. Program pembinaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan psikologis, keterampilan, pendidikan, dan keagamaan narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan dan mengidentifikasi faktor penghambat dalam pelaksanaan pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru. Teori yang digunakan adalah teori evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn, dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan telah dilaksanakan berdasarkan prinsip rehabilitasi, reintegrasi sosial, dan pemberdayaan narapidana. Namun, masih terdapat berbagai hambatan dalam pelaksanaannya. Faktor penghambat tersebut meliputi kondisi overkapasitas penghuni lapas, keterbatasan jumlah staf pembinaan, serta rendahnya tingkat kesadaran narapidana dalam mengikuti program. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sumber daya manusia, fasilitas, dan pendekatan yang lebih personal dalam pelaksanaan pembinaan agar tujuan pemasyarakatan dapat tercapai secara optimal.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REKAYASA LALU LINTAS : STUDI KASUS SISTEM SATU ARAH DAN U-TURN DI KOTA PEKANBARU Lailatul Indriani; Dedi Kusuma Habibie
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1286

Abstract

This study aims to analyze the Implementation of Traffic Engineering Policy: A Case Study of One-Way and U-Turn Systems in Pekanbaru City and identify inhibiting factors in its implementation. The background of this study is based on traffic problems such as congestion and accidents that are increasing along with the growth of motorized vehicles that are not balanced by adequate road infrastructure. The Pekanbaru City Government through the Transportation Agency has implemented various traffic engineering policies, including the one-way system and the closure of U-Turns at certain points. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the implemented policies have had a positive impact, but their implementation still faces obstacles such as lack of public awareness, limited infrastructure, and less than optimal coordination between institutions. This study recommends the need for more massive socialization and increased synergy between institutions to support the successful implementation of traffic engineering policies.
PENGELOLAAN SAMPAH DALAM RANAH KEBIJAKAN PUBLIK Tiberius Zalukhu; Dedi Kusuma Habibie
Jurnal Kebijakan Publik Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v15i1.8467

Abstract

Sampah dan pengelolaannya masih menjadi masalah utama dalam aspek lingkungan, kesehatan, sosial, dan budaya yang sampai saat ini belum terselesaikan. Pengelolaan sampah merupakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan meliputi pengurangan sampah dan penanganan sampah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan persampahan diantaranya masih terjadinya penumpukan sampah di TPS, pengangkutan sampah tidak maksimal, belum berfungsinya TPS 3R, belum adanya kegiatan pengolahan sampah, serta belum adanya TPA di Kabupaten Nias Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengelolaan Sampah Oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Utara. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan bersifat analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Newman dalam (Firmansyah & Mahardhika, 2018) dengan lima indikator yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pengadaan atau pengumpulan sumber daya, pengarahan, dan pengawasan. Berdasarkan dari hasil penelitian, kemudian disimpulkan bahwa Pengelolaan Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Utara belum berjalan dengan maksimal. Adapun faktor penghambat dalam Pengelolaan Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Utara meliputi minimnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, kurangnya personil dan kemampuan SDM dalam melakukan kegiatan pengolahan sampah, dan minimnya partisipasi masyarakat, swasta, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan dalam pengelolaan sampah.