Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Quality of Tea Fermented Drink from Natural Fermentation of Banana (Musa paradisiaca) and Fuji Apple (Malus domestica) Karina Bianca Lewerissa; Monika Rahardjo; Regina Natasya Budi; Rafaelle Jovanka; Bintang Carouline
JFCN: Journal of Food, Culinary, and Nutrition Vol 1, No 2: April 2025
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jfcn.v1i2.12524

Abstract

Bananas and apples are fruits that are easily found in Indonesia. Those fruits are sometimes wasted during peak seasons. This research aims to increase the additional value of bananas and apples by using them as a starter for fermented tea drinks. Twenty percent of bananas and apples (1:1 ratio) were immersed in a 5% sucrose solution at room temperature. The solution was stirred daily and harvested after 72 hours of fermentation. Results show that the resulting starter contained 2.9 x 1011 CFU/ml lactic acid bacteria with 83 + 9.5% lactic acid content and a total of 1.7 x 1012 CFU/ml microbes. The pH of the starter was 3.7 + 0.1. Microscopic observations show that most microorganisms were yeast and  Gram-positive bacteria (rod and sphere). The starter was then diluted into tea drinks sweetened by glucose 10% with four types of dilution ratios, namely a ratio of 1:5, 1:10, 1:15, and 1:20 (tea: starter). The organoleptic tests on 20 untrained panelists showed that the most preferred tea was the one with 15 times dilution in terms of taste, aroma, and color. The number of lactic acid bacteria in fermented tea with a 1:15 ratio still met the requirements of a probiotic drink.
Nanopartikel perak (AgNPs) dalam formulasi sabun antibakteri: Tantangan formulasi dan arah riset masa depan Dewi Kurnianingsih Arum Kusumahastuti; Karina Bianca Lewerissa; Emmanuel Hernanda Yustisia Susanto; Gecia Ovi Wulandari; Sevia Ester Sumilat
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i1p36-47

Abstract

Sabun merupakan salah satu produk pembersih yang berperan penting dalam pengendalian mikroorganisme. Penggunaan nanopartikel perak (AgNPs) sebagai agen antibakteri dalam formulasi sabun telah banyak dilaporkan, namun sebagian besar kajian masih berfokus pada sifat intrinsik AgNPs tanpa mempertimbangkan peran sistem sabun sebagai matriks aktif. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara kritis penggunaan AgNPs dalam formulasi sabun antibakteri dengan menekankan aspek formulasi dan relevansi aplikatif. Penulisan review ini menggunakan metode narrative review dengan pendekatan kritis, berdasarkan penelusuran literatur pada basis data Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect terhadap artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun 2010–2024. Artikel yang direview diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang mencakup relevansi terhadap sistem sabun, formulasi berbasis surfaktan, dan evaluasi aktivitas antibakteri, dengan total sekitar 30–40 artikel utama dianalisis secara kualitatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kinerja antibakteri AgNPs dalam sabun sangat dipengaruhi oleh interaksinya dengan surfaktan, kondisi pH basa, homogenitas dispersi, serta stabilitas selama penyimpanan dan penggunaan. Review ini mengidentifikasi kesenjangan penelitian utama terkait kurangnya pendekatan formulasi yang rasional, metode uji antibakteri yang aplikatif, serta minimnya kajian keamanan dan dampak lingkungan. Dengan demikian, artikel ini menawarkan kerangka konseptual dan arah riset masa depan untuk pengembangan sabun antibakteri berbasis AgNPs yang lebih efektif, stabil, dan berkelanjutan