Diah Puji Nali Brata
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEGIATAN TAMBAHAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DI SDN PULOREJO 1 KOTA MOJOKERTO Frelanditho Rahmat Surya Putra; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sekedar untuk tuntutan saja tetapi juga suatu kebutuhan yang pokok. Permasalahan literasi yang muncul karena pengembangan kemampuan membaca masih dipersepsikan sebagai bagian dari tanggung jawab mata pelajaran bahasa saja.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (a) kondisi literasi di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto, (b) kondisi berfikir kritis di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto, (c) bentuk kegiatan tambahan literasi di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto, (d) dampak kegiatan tambahan literasi pada berfikir kritis peserta didik di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kondisi literasi di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto terlaksana kurang baik. (2) Kondisi berfikir kritis pada peserta didik sebelum terlaksana dengan baik kegiatan tambahan literasi yaitu peserta didik hanya mampu memahami suatu permasalahan dengan cara pandang yang lemah. (3) Bentuk kegiatan tambahan literasi pada peserta didik di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto yaitu dengan kegiatan membaca buku cerita yang ada di sudut baca kelas selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. (4) Dampak yang muncul dari kegiatan tambahan literasi pada berfikir kritis peserta didik adalah mereka telah mampu menyimpulkan dan menafsirkan persoalan yang dihadapi.
PENINGKATAN BUDAYA LITERASI MELALUI KEGIATAN KAMPUS MENGAJAR 3 DI SDN BRUDU Tri Andini Agusti; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya literasi sangat penting untuk di terapkan kembali bagi kalangan peserta didik, khususnya literasi pada peserta didik tingkat sekolah dasar. Kegiatan kampus mengajar 3berupaya untuk  mendukung  meningkatnya proses literasi yang ada disekolah SDN Brudu. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kondisi literasi di SDN Brudu (2) untuk mengetahui budaya literasi yang ada di sekolah dan (3) untuk mengetahui dampak peningkatan budaya literasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi sesuai objek yang diteliti.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi literasi yang ada di sekolah sudah memadahi, dengan adanya fasilitas sekolah seperti pojok baca dan perpustakaan sekolah. (2) budaya literasi sudah di terapkan dengan baik terbukti dengan aturan wajib baca selama 15 menit sebelum pembelajaran dan rutin berkunjung ke perpustakaan sekola, dan (3) dampak peningkatan dari adanya budaya literasi yaitu, peserta didik mampu berfikir secara kritis, mampu menceritakan hasil dari literasi yang dilakukan dan mampu mengemplementasilkan hasil literasi yang telah di lakukan. Pentingnya pembahasan mengenai budaya literasi pada peserta didik tingkat sekolah dasar adalah untuk membangun,memotivasi, peserta didik  serta dapat membangun kembali budaya literasi pada peserta didik tingkat sekolah dasar.
STRATEGI GURU DALAM PENGUATAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DI MTS Siti Dzurriyatul Imlah; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan salah satu tempat untuk membentuk karakter peserta didik. Penguatan karakter di sekolah dapat berhasil secara optimal jika pelaksanaannya diintegrasikan melalui kegiatan-kegiatan disekolah seperti kegiatan keagamaan. Strategi guru sangat penting dalam pembelajaran. Guru saat disekolah menjadi teladan bagi peserta didik. Strategi yang diterapkan guru dapat membentuk karakter tanggung jawab peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi karakter tanggung jawab, (2) untuk mengetahui strategi guru dalam penguatan karakter tanggung jawab, (3) untuk mengetahui faktor penghambat dalam penguatan karakter tanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara, oberservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) kondisi karakter tanggung jawab dapat  diinternalisasi  secara  utuh diri peserta didik melalui kegiatan keagamaan, (2) strategi guru dalam penguatan karakter tanggung jawab melalui rutinitas sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah, program tahfidz juz 30, (3) faktor penghambat dalam penguatan karakter tanggung jawab ada dua faktor yaitu minimnya perhatian orang tua, pengaruh lingkungan sekitar. Pentingnya pembahasan mengenai topik strategi guru dalam penguatan karakter tanggung jawab di MTs agar dapat mengikuti kegiatan keagamaan sebagai salah satu bentuk strategi dalam penguatan karakter tanggung jawab.
ANALISIS ASESMEN PSIKOMOTOR TERINTEGRASI BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS DI MODUL AJAR GURU SMP SEKOLAH PENGGERAK Diah Puji Nali Brata; Edy Setiyo Utomo; Ahmad Farhan
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyeksi proses pembelajaran dapat dilihat dari asesmen yang dilakukan guru. Asesmen psikomotor dalam konteks sekolah adalah proses penilaian yang digunakan untuk mengukur keterampilan fisik, motorik, dan perilaku siswa dalam berbagai bidang. Namun, tidak sedikit guru belum memberikan indiaktor yang jelas dalam melakukan asesmen psikomotor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis asesmen psikomotor terintegrasi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas dalam modul ajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 26 guru SMPN 2 Mojokerto dari berbagai bidang studi. Instrumen utama adalah peneliti, dan instrumen pendukung terdiri dari lembar kuesioner dan pedoman wawancara. Teknik pengambilan data meliputi pemberian kuesioner melalui google form dan wawancara. Pengecakan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan teknik asesmen psikomotor dengan 73,1% subjek penelitian lebih mengarah pada teknik praktek. Artinya, guru sudah melakukan asesmen psikomotor yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan setiap mata pelajaran. Namun, jumlah guru yang belum memasukkan kriteria atau indikator kreavitasn dan inovatif masih belum maksimal karena masih terdapat 50% guru yang menyatakan tidak. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian khusus terutama kepala sekolah sebagai supervisi utama dalam identifikasi keberhasilan guru dalam proses pembelajaran yang dapat dilihat dalam modul ajar
PELATIHAN PEMAHAMAN SUBSTANSI DIMENSI NILAI PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SEKOLAH PENGGERAK MELALUI CERITA ANIMASI INTERAKTIF Diah Puji Nali Brata; Edy Setiyo Utomo; Ahmad Farhan
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimensi Profil Pelajar Pancasila memiliki makna yang signifikan bagi Sekolah Penggerak terutama dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas pada kurikulum Merdeka Belajar. Internalisasi setiap dimensi, elemen dan sub elemen dari Profil Pelajar Pancasila masih dapat dikatakan belum maksimal. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan penguatan dan pemahaman tentang subtansi Profil Pelajar Pancasila serta implementasinya melalui cerita animasi interaktif. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SMP Negeri Satu Atap Jipurapah pada 16 guru mata pelajaran dan muatan lokal. Metode pelaksanaan pengbadian terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Indikator keberhasilan dari kegiatan bahwa hasil angket lebih dari 70%. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru-guru sangat tertarik dengan model cerita animasi interaktif yang berjudul “Cerita Si Panca dan Asyla di Bukit Jipurapah”. Dalam cerita animasi interaktif menyajikan alur cerita yang mudah di adaptasi oleh siswa karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Di samping itu, cerita animasi interkatif ini disajikan dalam bentuk online maupun offline melalui media handpone maupun laptop. Dari 16 guru di SMPN Satu Atap Jipurapah menyatakan kegiatan pengabdian sangat baik sebanyak 12 guru atau sebanyak 73%, sedangkan yang menyatakan baik sebanyak 4 guru atau sebesar 27%. Adapun tidak ada guru yang menyatakan kurang baik atau sebesar 0%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat dikatakan berhasil dan sukses karena sudah melampaui batas minimal dari indikator yaitu 70%.  Dengan kata lain bahwa adanya peningkatan pemahaman dari guru-guru di SMPN Satu Atap Jipurapah terhadap dimensi, elemen dan sub elemen nilai Profil Pelajar Pancasila.
DAMPAK PENGUATAN KARAKTER TOLERANSI BAGI PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 1 JOMBANG Awwalu Rahmatika; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter toleransi harus dimiliki oleh peserta didik terlebih generasi milenial. Toleransi bermakna memungkinkan membangun sebuah kelompok yang dipastikan,sosok, kekayaan juga komponen- komponen yang sedikit ada di masyarakat. Penguatan toleransi yang diajarkan guru dimaksudkan agar berdampak positif untuk peserta didik, dan mengajarkan peserta didik agar mampu menghadapi kehidupan sosial yang akan mereka temui. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan bentuk penguatan toleransi bagi peserta didik, (2) untuk mendeskripsikan perubahan perilaku peserta didik, (3) untuk mendeskripsikan dampak penguatan karakter toleransi bagi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan dan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Bentuk penguatan karakter toleransi bagi peserta didik dilakukan dengan penguatan dan pengajaran tentang Kebhinnekaan, semboyan bangsa Indonesia yaitu berbeda- beda tetapi tetap satu jua, penguatan toleransi agar tidak terjadi perpecahan, dan memberikan contoh perilaku bersikap toleransi (2) Perubahan perilaku peserta didik lebih memiliki karakter toleransi yang tinggi, dan bersosialisasi tanpa memandang perbedaan, dan bertindak dengan baik (3) Dampak penguatan karakter toleransi bagi peserta didik memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap pada peserta didik. Perubahan tersebut menjadikan peserta didik semakin mengerti dan lebih memahami bahwa sebagai peserta didik harus memiliki sikap toleransi dalam menghargai, memiliki rasa kepedulian tinggi, dan mau menerima perbedaan
NILAI SOSIAL DAN BUDAYA PADA TRADISI NYADRAN DUSUN PARAS Refi Ika Maulia; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan merupakan cara hidup masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Permasalahan yang terjadi adalah arus modernisasi menjadi kekuatan yang sangat besar dalam mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (a)  kepercayaan tradisi nyadran, (b) komponen tradisi nyadran, dan (c) nilai sosial dalam pelaksanaan tradisi nyadran. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dgunakan oleh peneliti sesuai dengan teknik analisis data kualitatif yaitu, reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitan menunjukkan bahwa (a) kepercayaan masyarakat terhadap tradisi nyadran yaitu untuk menghilangkan bala’ atau musibah serta budaya nyekar sebelum hajatan dipercaya untuk melindungi acara dari hal buruk, (b) Pelaksanaan tradisi nyadran mengandung lima komponen religi, yaitu emosi keagamaan, sistem ritual dan upacara, sistem keyakinan, peralatan ritual dan upacara, serta umat agama dan (c) Nilai sosial dalam pelaksanaan tradisi nyadran masyarakat Dusun Paras yaitu sebagai pendorong, petunjuk arah, dan sebagai benteng perlindungan dengan menjunjung tinggi sikap kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan tradisi nyadran . Manfaat penelitian ini bagi masyarakat adalah agar dapat menambah khazanah pengetahuan kepada masyarakat Dusun Paras tentang komponen-komponen serta nilai sosial yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi nyadran