Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN OBAT UNTUK KASUS SWAMEDIKASI Wima Anggitasari; Iski Weni Pebriarti; Lindawati Setyaningrum; Aninda Fellysia Wibowo; Falakh Noferyana Hartania Wati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6680

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mencegah dan mengobati bgejala maupun penyakit ringan dimana tidak memerlukan konsultasi medis dan dapat meminimalkan biaya. Dalam proses swamedikasi, masyarakat tidak bertemu langsung dengan tenaga medis. Masyarakat melakukan diagnosis terhadap penyakitnya sendiri dan memilih obat yang tepat untuk penyakit yang diderita oleh pasien tersebut. Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam dimana para santri akan tinggal dan belajar bersama. Kegiatan ini diharapkan mampu mengedukasi santri di Pondok Pesantren Shofa Marwa untuk dapat melakukan proses swamedikasi dengan benar. Kegiatan ini dilakukan di Pondok Pesantren Shofa Marwa dimana dilakukan edukasi pada 20 pengurus pondok. Sebelum kegiatan dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan survey untuk mengetahui penyakit yang diderita oleh santri selama satu bulan terakhir. Pada pertemuan selanjutnya diberikan edukasi terkait swamedikasi pada beberapa kasus, seperti flu, batuk, demam, pusing/sakit kepala, maag/dyspepsia, nyeri dan diare. Sebelum proses edukasi dilakukan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait swamedikasi sebelum pemberian edukasi. Setelah proses edukasi dilakukan post test untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait swamedikasi sesudah pemberian edukasi. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa adanya edukasi dapat meningkatkan tingkat pengetahuan terkait swamedikasi.  
Formulasi dan Uji Aktivitas Antijamur Sediaan Gel Ekstrak Etanol Kopi Robusta (Coffea canephora) pada Jamur Candida albicans Amalia Wardatul Firdaus; Lindawati Setyaningrum; Nur Azizah Perdani Puteri Syahuri
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17062

Abstract

Ketombe adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans dan dapat menyebabkan gatal pada kulit kepala. Candida albicans merupakan flora normal yang ditemukan di kulit kepala dan bersifat oportunis pada keadaan kulit kepala lembab dan berkeringat. Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia. Ekstrak etanol kopi robusta memiliki kandungan  flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas anti jamur terhadap Candida albicans. Ekstrak etanol kopi robusta diformulasi dalam sediaan gel untuk meningkatkan kenyamanan saat diaplikasikan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula serta uji aktivitas antijamur dari sediaan gel ekstrak etanol kopi robusta 10% (F1), 15% (F2), 20% (F3) dan 25% (F4). Semua formula sediaan gel memberikan hasil uji mutu fisik yang sesuai dengan persyaratan.  Pada uji aktivitas anti jamur, digunakan ketokonazol sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. F1 memberikan zona hambat 8,0767±0,1 mm, F2 memberikan zona hambat 8,3067±0,07 mm, F3 memberikan zona hambat 8,0067±0,16 mm, F4 memberikan zona hambat 8,8500±0,28 mm. Sedangkan kontrol positif memberikan zona hambat 9,6900±0,00 mm dan kontrol negatif 0,000 mm. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua formula memberikan hasil uji mutu fisik yang sesuai dengan persyaratan dan memberikan  aktivitas antijamur kategori sedang.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT UNTUK KASUS SWAMEDIKASI Wima Anggitasari; Iski Weni Pebriarti; Lindawati Setyaningrum; Aninda Fellysia Wibowo; Falakh Noferyana Hartania Wati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6680

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mencegah dan mengobati bgejala maupun penyakit ringan dimana tidak memerlukan konsultasi medis dan dapat meminimalkan biaya. Dalam proses swamedikasi, masyarakat tidak bertemu langsung dengan tenaga medis. Masyarakat melakukan diagnosis terhadap penyakitnya sendiri dan memilih obat yang tepat untuk penyakit yang diderita oleh pasien tersebut. Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam dimana para santri akan tinggal dan belajar bersama. Kegiatan ini diharapkan mampu mengedukasi santri di Pondok Pesantren Shofa Marwa untuk dapat melakukan proses swamedikasi dengan benar. Kegiatan ini dilakukan di Pondok Pesantren Shofa Marwa dimana dilakukan edukasi pada 20 pengurus pondok. Sebelum kegiatan dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan survey untuk mengetahui penyakit yang diderita oleh santri selama satu bulan terakhir. Pada pertemuan selanjutnya diberikan edukasi terkait swamedikasi pada beberapa kasus, seperti flu, batuk, demam, pusing/sakit kepala, maag/dyspepsia, nyeri dan diare. Sebelum proses edukasi dilakukan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait swamedikasi sebelum pemberian edukasi. Setelah proses edukasi dilakukan post test untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait swamedikasi sesudah pemberian edukasi. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa adanya edukasi dapat meningkatkan tingkat pengetahuan terkait swamedikasi.  
Calcium Extract Characterization from Rajungan Crab Shell (Portunus pelagicus) and Bakau Crab Shell (Scylla serrata) using Calcination as Effervescent Mohammad R. Usman; Muhamad D. Permana; Aditya F. Ardinsyah; Mega T. Wulandari; Aliyah Purwanti; Lindawati Setyaningrum; Ima F. Lestari; Stephanie D. Artemisia
Jurnal Akademika Kimia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2022.v11.i2.pp122-128

Abstract

One of the prevention of osteoporosis is by taking calcium supplements. Crab shells are calcium sources that can be processed into supplements. Calcium extraction used the calcinations method at 900°C temperature for 4 hours. After calcining the crab shell powder, it was analyzed by using XRD and processed with the Highscore Plus application by using Rietveld method. The best calcium crystals will be used as raw material for effervescent powder. The results showed that calcium crystals from rajungan crab shells contained 0.4% CaCO3 with a crystallite size of 25.9001 nm and 99.6% CaO with a crystallite size of 82.7183 nm with a GoF value of 1.69979. Calcium crystals produced from bakau crab shells were 100% CaO with a crystallite size of 77.3397 nm with a GoF value of 1.90266. Calcium crystals from bakau crab shells were used as effervescent raw materials with 2 different formulations. The results of the organoleptic test from both effervescents showed the same results, namely in the form of a pale yellow powder with a orange scent and sour taste The results of the dispersion time test showed that the 2 formulations had met the requirements with the dispersion time of formula 1 being 31.67 seconds and formula 2 being 32.33 seconds. The results of the water content test of the two formulas met the requirements with the water content of formula 1 being 0.071% and formula 2 being 0.067%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) Wima Anggitasari; Lindawati Setyaningrum; Sholihatil Hidayati; Aliyah Purwanti; Rizki Indah Rahayu; Lulut Sasmito
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.1871

Abstract

Radikal bebas bersifat sangat tidak stabil dan reaktif. Radikal bebas yang bertemu dengan senyawa ataupun molekul lain akan mengakibatkan terbentuknya radikal baru dan menjadi reaksi yang berantai (chain reaction). Apabila reaksi tersebut berlangsung terus menerus di dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Antioksidan mampu menghambat terjadinya radikal bebas dengan cara menetralkan radikal bebas. Flavonoid merupakan salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki beberapa kandungan senyawa termasuk flavonoid. Penelitian ini menggunakan sampel daun salam yang diperoleh dari Banyuwangi dengan menggunakan pelarut metanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari Ekstrak Metanol Daun Salam (EMDS) dan kuersetin dengan metode DPPH serta menganalisis flavonoid total dari EMDS. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kuersetin memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 6,627 ppm sedangkan EMDS memiliki aktivitas antioksidan yang lebih rendah dengan nilai IC50 sebesar 85,112 ppm. Hasil analisis flavonoid total dalam EMDS adalah sebesar 27,13 mgQE/g ekstrak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya aktivitas antioksidan daun salam termasuk dalam katagori kuat. Adanya aktivitas antioksidan ini berkaitan dengan kandu1ngan flavonoid total EMDS. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam penelitian selanjutnya terkait aktivitas farmakologi dari EMDS yang berhubungan dengan antioksidan.  
PEMBERDAYAAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN HERBAL ANTIMIKROBA PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA DI KABUPATEN JEMBER Lindawati Setyaningrum; Sholihatil Hidayati; Wima Anggitasari; Aliyah Purwanti; Diah Yuli Pangesti; Khrisna Agung Cendekiawan; Iski Weni Pebriarti; Shinta Mayasari; Dina Trianggaluh Fauziah; Nafisah Isnawati; M. Rofik Usman; Dhina Ayu Susanti
Jurnal SADEWA Vol 2 No 02 (2024): Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/js.v2i2.812

Abstract

Soap is a material used for washing clothes, furniture, the body, etc. which is made from a mixture of alkali and triglycerides from fat. However, as time goes by, today's people are using ready-to-use sponges and washing soap in various forms and their respective advantages. Currently, many dishwashing soaps use herbal ingredients as their active substances. Coriander seeds and orange oil are herbal ingredients that can be used as antibacterial ingredients which can be used as active ingredients in making dishwashing soap. The village community's lack of knowledge regarding herbal ingredients and how to make dish soap has closed down business opportunities in Kopang Kebun Hamlet, Kemuning Lor Village, Arjasa District, Jember Regency. Therefore, village communities need training to process these herbal ingredients into products that are safe for the environment. The aim of this program for making liquid dish washing soap is to empower the women of Kopang Kebun Hamlet, most of whom are housewives, so that with this outreach, the community can make their own liquid soap to meet their daily needs and can also be used as a home industry.
Evaluation of Traditional Medicine Label Compliance Based on CPOTB: Post-Market Surveillance in the Working Area of BPOM Kediri Lindawati Setyaningrum; Fenti Indah Nirwana; Dian Reny Agustina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6852

Abstract

Introduction. Post-market surveillance of traditional medicines is an essential regulatory activity to ensure product quality, safety, and the accuracy of information provided to consumers. One critical component of such surveillance is evaluating the compliance of product labels with applicable regulatory requirements. Aim. This study aimed to assess the conformity of traditional medicine labeling with the implementation of Good Manufacturing Practices for Traditional Medicines (CPOTB) within the working area of BPOM Kediri as part of a risk-based post-market regulatory strategy. Method. This applied observational study employed a descriptive cross-sectional design. Data were obtained from post-market surveillance activities through sampling of 30 traditional medicine products collected from pharmacies, herbal shops, modern retailers, and traditional markets within the BPOM Kediri jurisdiction during 2023–2025. Label conformity was evaluated using a CPOTB-based checklist in accordance with BPOM Regulation No. 25 of 2021. Data were analyzed descriptively to identify compliance profiles and dominant non-compliance categories. Result. A total of 30 findings of non-compliance were identified from 30 product samples, demonstrating an increasing trend over the three-year period. The most frequent non-compliance indicators were excessive or misleading claims (30.0%), absence of batch or lot numbers (26.7%), and absence or misuse of marketing authorization numbers (23.3%). These findings indicate potential risks related to consumer protection, product traceability, and regulatory assurance. Conclusion. Systematic evaluation of traditional medicine labeling through post-market surveillance serves as a strategic regulatory instrument to strengthen oversight, enhance consumer protection, and support effective implementation of CPOTB in Indonesia.