Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal JKFT

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KUNJUNGAN IBU DENGAN ANAK BALITA KE POSYANDU DALAM KEGIATAN PENIMBANGAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURADITA KECAMATAN CISAUK KABUPATEN TANGERANG Wahidin Wahidin
Jurnal JKFT Vol 2, No 2 (2017): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v2i1.693

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Posyandu perlu direfitalisasi kembali sedemikian rupa. Keberadaan Posyandu  mampu  memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan secara terpadu dan komprehensif di tingkat komunitas. Konsistensi Kehadiran ibu ke Posyandu setiap bulannya dapat memaksimalkan kondisi kesehatan ibu dan anak.Penelitian Dilakukan Untuk Menggali Dan Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dan memengaruhi Tingkat Kunjungan Ibu Dengan Anak Balita Ke Posyandu Dalam Kegiatan Penimbangan.Kegiatan penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional pengembangan kearah tipe deskriptif analitik yang bersipat mixed methode riset antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa kunjungan ibu balita ke posyandu di Wilayah Kerja PKM Suradita relative sudah tinggi.Tidak semua faktor yang diduga berkaitan terbukti secara signifikan berhubungan dengan Kunjungan ibu dalam penimbangan balita ke posyandu.  Tingkat Kunjungan Ibu dalam Penimbangan Balita ke Posyandu dipengaruhi secara dominan oleh adanya Dukungan Keluarga, 0.498/49.8%,Sikap Ibu 0.302/30.2%,Jumlah tanggungan 0.190/19.0%  ,dan Pekerjaan ibu 0.156/15.6%. Keywords : Faktor-faktor, Tingkat Kunjungan Ibu, Kegiatan penimbangan Posyandu.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEAKTIFAN PEUGAS PEMANTAU JENTIK DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI KABUPATEN TANGERANG Wahidin Wahidin
Jurnal JKFT Vol 3, No 1 (2018): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v3i1.1013

Abstract

Kabupaten Tangerang termasuk endemis DBD dari 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang hampir separuhnya terjadi kasus Demam berdarah, pada tahun  2016  Kabupaten  ini  terjadi  KLB  DBD  sehingga  Pemerintah  Daerah mengerahkan Petugas Pemantau Jentik dalam jumlah yang cukup banyak. Paneitian ini dilakukan di Kabupaten Tangerang bertujuan mengetahui sekaligus menganalisis faktor-faktor keaktifan petugas Pemantau Jentik dalam pengendalian DBD, penelitian menggunakan metode survai analitik dengan quisioneer sebagai instrument utama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keaktifan petugas dalam pengendalian DBD di Kabupaten Tangerang sudah berjalan cukup baik, ditemukan faktor yang secara dominan memengaruhi Keaktifan petugas Pemantau Jentik, faktor tersebut adalah sistem kepemimpinan sebesar 41,4%,   pengetahuan petugas 26,9%, dukungan keluarga 18,8% dan motipasi pribadi sebesar 13,3%. .Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi keaktifan petugas pemantau jentik di Kabupaten Tangerang terdiri dari sistem kepemimpinan, pengetahuan petugas, dukungan keluarga dan motipasi pribadi sedangkan faktor dominan yang memengaruhi petugas pemantau jentik adalah sistem kepemimpinan dan pengetahuan petugas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI IUD (INTRA UTERINE DEVICE) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALEMBARAN JAYA KABUPATEN TANGERANG BANTEN TAHUN 2019 Dina Raidanti; Wahidin Wahidin
Jurnal JKFT Vol 4, No 1 (2019): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v4i1.2016

Abstract

Indonesia adalah negara berkembang dengan laju pertumbuhanfertilitas penduduk relative tinggi dan penyebaran yang tidak merata. Fertilitas penduduk yang tinggi dan penyebaran tidak meratamempersulit upaya peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat, keluarga berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi kesehatan, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan/pengaruh pengetahuan dan dukungan suami dengan pemakaian kontrasepsi KB IUD (Intra Uterine Device) di wilayah kerja Puskesmas Salembaran Jaya Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel dependen: pemakaian kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) dan variabel independen: pengetahuan dan dukungan suami.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta KB aktifdi wilayah puskesmas Salembaran Jaya sebanyak 7.297 orang, sampel diambil sebanyak 100 orang. Data primer diambil dengan kuesioner dan wawancara mendalam.Hasil Penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positip antara pengetahuan ibu (p=0,021), dan dukungan suami (p=0,000) dengan pemakaian kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) di wilayah kerja Puskesmas Salembaran Jaya tahun 2019.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HAEMORAGIK POST PARTUM PADA IBU BERSALIN DI RSUD CIBINONG Muninggar Muninggar Muninggar; Imella Annisah Annisah; Dina Raidanti Raidanti; wahidin wahidin wahidin
Jurnal JKFT Vol 8, No 1 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i1.8915

Abstract

  ABSTRAKHaemoragik post partum merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan menjadi masalah kesehatan dengan prioritas khusus. Haemoragik post partum adalah hilangnya darah lebih dari 500 ml dalam 24 jam pertama setelah lahirnya bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Haemoragik Post Partum pada ibu bersalin di RSUD Cibinong Tahun 2023. Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, pengolahan dan analisis data univariat bivariat dilakukan dengan bantuan computer sampel sebanyak 95 orang. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dari 95 orang ibu 80,0% nya mengalami haemoragik post partum dan hanya 20,0% saja yang tidak mengalami haemoragik post partum, 67,4% terjadi pada usia 20 tahun – 35 tahun, Hasil analisa bivariat (alfa = 0,05) diperoleh hasil, umur {p-value = 0,071, paritas {p-value = 0,044 OR = 3,322 (95% CI = 1,138  - 9,696) anemia {p-value = 0,019 OR = 3,932 (95% CI = 1,342 – 11,525) jarak kelahiran {p-value = 0,033 OR = 4,317 (95% CI = 1,161 – 16,056) atonia uteri {p-value = 0,009 OR = 4,538 (95% CI = 1,479 – 13,923) sisa plasenta {p-value = 0,26 OR = 3,714 (95% CI = 1,269 – 10,869) laserasi jalan lahir {p-value = 0,31 OR = 3,497 (95% CI = 1,226 – 9,972. Kesimpulan dan Saran : kejadian haemoragik post partum di RSUD Cibinong mayoritas dipengaruhi oleh paritas, anemia, jarak kelahiran, atonia uteri, sisa plasenta dan laserasi jalan lahir. Pembinaan oleh petugas kesehatan pada ibu dengan usia reproduksi sehat, audit maternal dan anamnesa lengkap harus terus dilakukan untuk menekan kejadian perdarahan pasca persalinanAbstraksPostpartum hemorrhagic is one of the causes of maternal death and is a health problem with special priority. Post partum hemorrhagic is the loss of blood of more than 500 ml in the first 24 hours after the birth of the baby. This study aims to determine the factors associated with Post Partum Haemorrhagic events in mothers giving birth at Cibinong Hospital in 2023. The research used an analytical method with a cross sectional approach, processing and analysis of univariate bivariate data was carried out with the help of a computer for a sample of 95 people. The results of the study showed that out of 95 mothers, 80.0% had postpartum hemorrhage and only 20.0% did not experience postpartum hemorrhage, 67.4% occurred at the age of 20 years - 35 years. Results of bivariate analysis (alpha = 0.05) results, age {p-value = 0.071, parity {p-value = 0.044 OR = 3.322 (95% CI = 1.138 - 9.696) anemia {p-value = 0.019 OR = 3.932 (95% CI = 1.342) – 11.525) birth spacing {p-value = 0.033 OR = 4.317 (95% CI = 1.161 – 16.056) uterine atony {p-value = 0.009 OR = 4.538 (95% CI = 1.479 – 13.923) residual placenta {p-value = 0.26 OR = 3.714 (95% CI = 1.269 – 10.869) lacerations of the birth canal {p-value = 0.31 OR = 3.497 (95% CI = 1.226 – 9.972). Conclusions and suggestions: the majority of post partum hemorrhagic events in Cibinong Hospital influenced by parity, anemia, birth spacing, uterine atony, retained placenta and lacerations of the birth canal.Construction by health workers for women of healthy reproductive age, maternal audit and complete anamnesis must continue to be carried out to reduce the incidence of postpartum hemorrhage.   
Perbedaan Edukasi Dengan Media Video Animasi dan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Edukasi Seks Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual Batlajery, Jomima; Maryanah, Maryanah; Masitoh, Siti; Raidanti, Dina Dina; Wahidin, Wahidin
Jurnal JKFT Vol 8, No 2 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i2.10100

Abstract

Angka kejadian IMS di Jakarta Selatan untuk semua kalangan  mengalami kenaikan sebanyak dua kali lipat pada tahun 2020 hingga 2021 yaitu sebanyak 4.350 menjadi 8.691 kasus termasuk dengan berkembang pesatnya jumlah kasus IMS pada remaja dengan rentang usia 15-24 tahun. Salah satu faktor dalam upaya peningkatan pengetahuan remaja mengenai IMS yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan pada remaja seperti menggunakan poster dan podcast. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perbedaan media poster podcast terhadap pengetahuan remaja tentang IMS di SMA Bunda Kandung Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental (pretest and postest with control group design). Sampel menggunakan proportionate/ proposional sampling dengan teknik sistem random sampling sebanyak 40 sampel untuk satu kelompok. Sebanyak 80 respoden yang dikelompokkan menjadi dua kelas yaitu media poster dan podcast terdapat perbedaan nilai akhir setelah dilakukan intervensi dengan p-value 0,001. Penggunaan media podcast lebih efektif (47,90 mean rank) dibandingkan dengan media poster (33,10) dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menggunakan media seperti poster dan podcast dalam memberikan edukasi dan promosi kesehatan terutama di wilayah sekolah.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA MINAT IBU DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PMB C KOTA TANGERANG TAHUN 2022 Muninggar, Muninggar; Anisah, Imella; Raidanti, Dina Dina; Wahidin, Wahidin
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v9i1.11411

Abstract

Latar Belakang: AKDR adalah alat kontrsepsi jangka panjang yang dimasukkan kedalam rahim, berukuran kecil, sering berbentuk huruf T, mengandung tembaga atau levonorgestrel. Berdasarkan data pendahuluan di PMB C selama 1 bulan (1 Januri-30 Januari 2023) didapatkan data primer yaitu dari 143 akseptor kb. 95,8 % (37 orang) menggunakan KB suntik, dan 4,2 % (6 orang) menggunakan pil. Tujuan Penulisan: untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, paritas dn sosial ekonomi dengan minat ibu dalam pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di PMB C Kota Tangerang Tahun 2022. Metode Penelitian: ini merupakan penelitian Kuantitatif, dengan pendekatan Crossectional, menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sample 91 responden, memakai data yaitu data primer (kuesioner), analisis menggunakan Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik Chi-Square terdapat hubungan Pendidikan nilai p-value (0,003), pengetahuan nilai p-value (0,021) dukungan suami nilai p-value (0,036), dan social ekonomi  nilai p-value (0,042) dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Tidak ditemukan hubungan paritas nilai p-value (0,977) dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Kesimpulan: penelitian ini yaitu dari lima variable, empat diantaranya ditemukan hubungan Pendidikan, pengetahuan dukungan suami dan social ekonomi dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR dan satu variabel lainnya tidak terdapat hubungan Pendidikan dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Saran: diharapkan tenaga Kesehatan dapat lebih meningkatkan lagi kuantitas dan kualitasnya dalam memberikan Pendidikan dan penyuluhan tentang AKDR kepada masyarakat.Kata Kunci : AKDR, Minat, pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, paritas, ekonomi.