Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal

Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini dapat Mempengaruhi Pendidikan Agama Islam Pada Usia Remajanya Asep Andi Rahman; Imas Masripah
Jurnal al-Thullab Vol 6, No 2 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v6i2.15869

Abstract

Every early childhood must experience various stages of development in his life, from several kinds of development, one of which is the aspect of emotional intelligence. Modern times like today have an impact on the decline in children's awareness to control their emotional intelligence. Thus, controlling children's emotional intelligence must be taught fasting from an early age. In addition, children are also directed to stimulate their emotional intelligence. This study was conducted to determine whether children who are able to increase their emotional intelligence from an early age can influence Islamic religious education in their teens. The purpose of this study was to determine how effective the implementation process of increasing emotional intelligence in early childhood affects Islamic religious education at the age of teenagers. This research uses a qualitative descriptive method with a case study approach. The data collection technique used is the method of observation, interviews and documentation. The research method uses a triangulation technique, namely an approach to the teacher and field observations. The results of this study, that in an effort to increase the emotional intelligence of early childhood physiologically, then when a teenager will be seen the level of honesty, responsibility, visionary, discipline, cooperate with teachers, parents and friends, and he has behaved fairly and cares about the call. the teacher. When he was a teenager he would diligently fast without being asked and he would easily achieve his goals. Setiap anak usia dini pasti mengalami berbagai tahapan pada perkembangan dalam hidupnya, dari beberapa macam perkembangan salah satunya adalah aspek kecerdasan emosional. Zaman modern seperti saat ini berdampak pada menurunnya kesadaran anak untuk mengendalikan kecerdasan emosionalnya. Sehingga, mengontrol kecerdasan emosional anak harus diajarkan puasa sejak dini. Selain itu anak juga diarahkan untuk menstimulus kecerdasan emosionalnya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah anak yang mampu meningkatkan kecerdasan emosinya sejak usia dini dapat mempengaruhi Pendidikan Agama Islam pada usia remajanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif proses pelaksanaan meningkatkan kecerdasan emosi anak usia dini yang mempengaruhi Pendidikan Agama Islam pada usia remajanya. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode penelitian dengan teknik triangulasi yakni pendekatan ke guru dan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian ini, bahwa dalam upaya meningkatkan kecerdasan emosi anak usia dini secara fisiologis, maka ketika remaja akan terlihat tingkat kejujuran, tanggungjawab, visioner, disiplin, bekerjasama dengan guru, orang tua dan teman-temannya, serta ia telah berperilaku adil dan peduli terhadap seruan gurunya. Ketika remaja ia akan rajin berpuasa tanpa disuruh dan ia akan dengan mudah mencapai cita-citanya.
PENERAPAN MEDIA VISUAL FLIPCHART UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nurhamzah Nurhamzah; Asep Andi Rahman
Jurnal al-Thullab Vol 1, No 1 (2016): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v1i1.2440

Abstract

Permaslahan dalam penelitian ini adalah dalam penggunaan media ketika waktu pembelajaran belangsung. Dimana guru terlihat tidak pernah memakai media dalam proses pembelajaran. Sehingga hal terseut berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar yang tidak efktif dan membuat siswa jenuh sehingga tidak terlatihnya siswa di dalam memecahkan masalah.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan sejauh mana penggunaan media dalam pembelajaran khususnya media Visual Flipchart mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Metode yang digunkana dalam penelitian ini adalah eksperimen semu yang bersifat kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa media Visual Flipchart mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini terlihat adanya peningkatan yang sidnifikan di kelas eksperimen.
Bimbingan orang tua dalam mengembangkan kepribadian anak Jamaluddin Jamaluddin; Acep Komarudin; Asep Andi Rahman
Jurnal al-Thullab Vol 4, No 2 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v4i2.5575

Abstract

Keluarga sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama, keberadaannya menentukan masa depan anak. Dengan tanpa perhatian yang serius dan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tua terutama, maka sudah barang tentu pada gilirannya akan sulit terjadi pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan mental anak yang sehat dan normal, yang akhirnya sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak itu sendiri. Munculnya permasalahan perilaku menyimpang pada anak dan remaja merupakan gambaran dari efek gagalnya bimbingan orang tua di rumah. Salah satu bentuk kepedulian pemerintah Putrajawa terhadap hal tersebut bekerja sama dengan tim PKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan memberikan sebuah pelatihan bimbingan orang tua dalam mengembangkan kepribadian anak. Metode kegiatan dalam pelatihan berupa seminar dan diskusi serta simulasi seminar diberikan kepada peserta dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana membimbing perkembangan anak yang tepat. Materi yang akan disajikan sebanyak enam materi mulai dari konsep sampai implementasi. Hasil pelatihan ini dapat dinyatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari: (1) kehadiran peserta sesuai dengan target yaitu 92% (2) hasil pelatihan dinyatakan sangat baik. (3) Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilihat dari keseriusan mengikuti pelatihan.
Pola Asuh Pondok Pesantren Terhadap Kedisiplinan Santri pada Shalat Berjamaah Ine Sinthia; Dadan Nurulhaq; Asep Andi Rahman; Imas Masripah
Jurnal al-Thullab Vol 5, No 2 (2020): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v5i2.9366

Abstract

The purpose of this study was to determine (1) the attitude of santri toward parenting boarding schools (2) discipline in congregational prayers (3) the attitude of santri towards parenting boarding schools in relation to their discipline in congregational prayer at Islamic boarding school students of the Qur'an Orphans and dhuafa Al-Lathifah. This study uses a quantitative approach. The method used in this study is the correlation research method which is a study comparing the measurement results of the two variables whether there is a relationship between variable X (students' attitudes toward boarding school parenting) and Y variable (discipline in congregational prayer). Based on the results of the study, it was concluded that (1) the attitude of students toward parenting boarding schools obtained an average value of 4.16, with positive qualifications because it is in the interval from 3.40 to 4.19, (2) discipline in congregational prayer obtains a value of 4.5 with high qualifications because it is in the interval 3.40 - 4.19 (3) Whereas students' attitudes toward the boarding school parenting relationship with discipline in prayer in congregation are (a) the correlation coefficient value of 0.34 with low qualifications because are at intervals (0,200 - 0,399), (b) Hypotheses are accepted. This means that the more positive attitude of students towards parenting boarding schools, the higher the level of discipline in congregational prayer, because it shows tcount 2.40> ttable 0.29 and (c) the degree of influence between variable X and Y variables there is a significant relationship that has an influence by 6% means that it is estimated that there are still other influences of 94% which affect both internal and external factors on discipline in congregational prayer.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) sikap santri terhadap pola asuh pondok pesantren (2) kedisiplinan dalam salat berjamaah (3) sikap santri terhadap pola asuh pondok pesantren hubungannya dengan kedisiplinan mereka dalam salat berjamaah pada santri Pondok Pesantren Qur’an Yatim piatu dan dhuafa Al-Lathifah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasi yaitu penelitian yang membandingkan hasil pengukuran dari dua variabel apakah ada hubungan antara variabel X (sikap santri terhadap pola asuh pondok pesantren) dan variabel Y (kedisiplinan dalam salat berjamaah). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, disimpulkan bahwa (1) sikap santri terhadap pola asuh pondok pesantren memperoleh nilai rata-rata 4,16, dengan kualifikasi positif karena berada pada interval 3,40 – 4,19, (2) kedisiplinan dalam salat berjamaah memperoleh nilai 4,5 dengan kualifikasi tinggi karena berada pada interval 3,40 – 4,19 (3) sikap santri terhadap pola asuh pondok pesantren hubungannya dengan kedisiplinan dalam salat berjamaah adalah (a) nilai koefisien korelasinya sebesar 0,34 dengan kualifikasi rendah karena berada pada interval (0,200 – 0,399), (b) Hipotesis diterima. Artinya semakin positif sikap santri terhadap pola asuh pondok pesantren maka semakin tinggi pula tingkat kedisiplinan dalam salat berjamaah, karena menunjukkan thitung 2,40 > ttabel 0,29 dan (c) derajat pengaruh antara variabel X dan variabel Y terdapat hubungan yang signifikan yaitu memiliki pengaruh sebesar 6% artinya diperkirakan masih ada pengaruh lain sebesar 94% yang mempengaruhi baik dari faktor internal maupun eksternal terhadap kedisiplinan dalam salat berjamaah.