Alex Sobur
Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Tanda Budaya Batak pada Film "Ngeri-Ngeri Sedap" Salsabila; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7543

Abstract

Abstract. Abstract. The research entitled “The Meaning of Batak Cultural Signs in the Film `Ngeri-Ngeri Sedap`” is motivated by Indonesia which has a variety of cultures, so that not a few Indonesian people do not know about other cultures that are far from everyday life. The purpose of this study is to find out the meaning of the signs contained in the film which will later take the required scene cuts. First, the level of reality which gets the meaning of Batak culture starting from Pak Domu who often visits the lapo, the traditional head covering of the Batak uis culture. Second, the level of representation where aspects of Batak culture can be seen from the average shooting technique using close-up medium to show the expressions or gestures of the film actors. Finally, aspects of Batak culture which can be seen from the ideological level, namely the patriarchal social system that exists within Pak Domu as the head of the family dominates all decisions to be made by family members. Abstrak. Penelitian berjudul “Makna Tanda Budaya Batak pada Film `Ngeri-Ngeri Sedap`” dilatarbelakangi oleh Indonesia yang memiliki ragam akan kebudayaannya, sehingga tidak sedikit masyarakat Indonesia tidak mengetahui kebudayan lain yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna tanda yang terkandung dalam film yang nantinya akan mengambil potongan scene yang dibutukan. Pertama, level realitas yang dimana mendapatkan makna budaya batak mulai dari Pak Domu yang sering mengungjungi lapo, kain penutup kepala khas budaya Batak uis. Kedua, level representasi yang dimana aspek budaya batak terlihat dari tenik pengambilan gambar rata-rata menggunakan medium close-up untuk memperlihatkan ekspresi ataupun gesture pemeran film tersebut. Terakhir, aspek budaya batak yang terlihat dari Level ideologi, yaitu sistem sosial patriarki yang ada dalam diri Pak Domu selaku kepala keluarga mendominasi seluruh keputusan yang akan di ambil oleh anggota keluarga.
Makna Syukur dalam Musik Video Yura Yunita di Youtube Ranti Fazrin; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8056

Abstract

Abstract. The research entitled The Meaning of Gratitude in Yura Yunita's Music Video on Youtube is motivated by how the signs presented as gratitude through music videos are currently in demand by a wide audience. Music videos are a medium for musicians to convey meaningful messages to their listeners. This study aims to determine the meaning of gratitude in the music video “Dunia Tipu-Tipu” through John Fiske's semiotic theory and approach. The research method used is qualitative. Observation and Documentation as data collection techniques in this study as well as data analysis techniques in terms of the level of reality, the level of representation and the level of ideology. The results of the study show that the meaning of gratitude in the music video "Dunia Tipu-Tipu" is seen from the level of reality through the code of gestures, clothing, appearance, expression and sound. describes the presence of the closest people such as parents, partners and friends who are always there under any circumstances and conditions. Then at the representation level through the camera code, music, lighting and sentences show the meaning of gratitude in form of attention by paying attention to each other’s condition, warm hugs and holding hands. And at the ideology level, it can be concluded that the music video for "Dunia Tipu-Tipu" has an ideology of being grateful for the feelings you have for those closest to you. Abstrak. Penelitian yang berjudul Makna Syukur dalam Musik Video Yura Yunita di Youtube ini dilatarbelakangi oleh bagaimana tanda-tanda dihadirkan sebagai rasa syukur melalui musik video yang sedang diminati saat ini oleh khalayak luas. Musik video menjadi salah satu media bagi musisi untuk menyampaikan pesan yang memiliki makna kepada para pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna syukur pada musik video “Dunia Tipu-Tipu” melalui pendekatan teori semiotika John Fiske ditinjau dari dari level realitas, level representasi dan level ideologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Observasi dan Dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan makna syukur pada musik video “Dunia Tipu-Tipu” ditinjau dari level realitas melalui kode gesture, pakaian, tampilan, ekspresi dan suara. Digambarkannya atas kehadiran orang-orang terdekat seperti orang tua, pasangan dan sahabat yang selalu ada dalam keadaan dan kondisi apapun. Lalu pada level representasi melalui kode kamera, music, lighting dan kalimat ditunjukkannya makna syukur dalam bentuk perhatian dengan memperhatikan kondisi satu sama lain, pelukan hangat dan genggaman tangan. Dan dalam level ideologi dapat disimpulkan bahwa musik video “Dunia Tipu-Tipu” memiliki ideologi bersyukur atas rasa yang dimiliki terhadap orang-orang terdekat.
Makna Waktu Luang dalam Komunikasi Keluarga Mezaluna Zahwa Putri Legawa; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8444

Abstract

Abstract. Time is one of the important things in the family, family members in living their daily lives definitely need free time. The film Keluarga Cemara 2 tells the story of Abah who has a new job, but has consequences from his work, namely Abah does not have much free time to take care of things outside of work, such as paying attention to his children, namely Euis, Ara, and Agil. This research was motivated by the meaning of leisure in family communication in the film Keluarga Cemara 2, this film received a nomination for best drama film at the Indonesian journalist film festival in 2022. This prompted the author to know the meaning of leisure contained in the film Keluarga Cemara 2. The purpose of this study was to find out the meaning of leisure in the film Keluarga Cemara 2. The method used in this study is to use qualitative methods with Roland Barthes's semiotic analysis approach, to find out denotations, connotations, and myths in the meaning of leisure. Abstrak. Waktu merupakan salah satu hal yang penting dalam keluarga, anggota keluarga dalam menjalani keseharian nya pasti membutuhkan waktu luang. Film Keluarga Cemara 2 menceritakan mengenai Abah yang memiliki pekerjaan baru, tetapi memiliki konsekuensi dari pekerjaan nya yaitu Abah tidak memiliki banyak waktu luang untuk mengurusi hal-hal yang diluar pekerjaan, seperti memberi perhatian kepada anak-anak nya yaitu Euis, Ara, dan Agil. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh makna waktu luang dalam komunikasi keluarga pada film Keluarga Cemara 2, film ini mendapatkan penghargaan nominasi film drama terbaik pada festival film wartawan Indonesia pada tahun 2022. Hal ini mendorong penulis untuk mengetahui makna waktu luang yang terkandung dalam film Keluarga Cemara 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna waktu luang dalam film Keluarga Cemara 2. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes, untuk mengetahui denotasi, konotasi, dan mitos dalam makna waktu luang.
Analisis Makna Membohongi Diri pada Lirik Lagu Suci Puji Lestari; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8587

Abstract

Abstract. The arrival of music in one's life is nothing new. Every region and culture in the world has certain music that is spoken, heard, or played at an event or historical event and in one's life journey. A songwriter can interact with his listeners with a song. Because with song lyrics, the writer can express himself about events that are happening in the world. In their creation, the songwriters use their language creativity in taking diction and integrating phenomena in society and the natural surroundings. Musicians have some meaning in arranging their lines and verses in this way, as well as their use of words, symbols, metaphors, etc. Lyrics or lyrics made by a musician must have meaning because the words used by musicians are a form of emotional expression contained in sound and words. One of Indonesia's indie musicians is Fiersa Besari, who started his career in 2021. His name skyrocketed in 2013. Then collaborated with Feby Putri and created a song called "Runtuh" with lyrics that have a deep meaning and can touch Indonesian music listeners , one meaning that is clearly visible is the meaning of deceiving oneself. The purpose of this study was to find out the meaning of self-deception in the song "Crlapse" through Roland Barthes' semiotic theory. The data collection techniques used to obtain the findings are observation, documentation, and library research. Abstrak. Datangnya musik dalam kehidupan seseorang bukan suatu hal yang baru. Setiap daerah dan budaya di dunia yang memiliki musik tertentu yang dituturkan, didengar, atau dimainkan di suatu peristiwa atau kejadian bersejarah dan dalam perjalanan hidup seseorang. Dengan lirik lagu, penulis dapat mengekspresikan dirinya terhadap kejadian yang telah terjadi. Dalam penciptaannya, para penulis lagu menggunakan kreativitas berbahasanya dalam mengambil diksi dan memadukan fenomena dalam masyarakat maupun alam sekitarnya. Lirik yang dibuat oleh seseorang musisi pasti memiliki arti karena kata-kata yang digunakan oleh musisi merupakan bentuk ekspresi emosi yang terkandung dalam suara dan kata-kata. Salah satu musisi indie Indonesia Fiersa Besari, yang mengawali karier nya pada tahun 2021, Namanya melejit pada tahun 2013. Lalu berkolaborasi bersama Feby Putri dan menciptakan sebuah lagu berjudul “Runtuh” dengan lirik yang memiliki makna yang dalam dan bisa menyentuh para pendengar musik Indonesia, salah satu makna yang terlihat jelas adalah makna membohongi diri. Makna membohongi diri ini bisa menjadi suatu hal yang buruk ataupun baik dalam sebuah realitas sosial. Tujuan “Runtuh” melalui teori semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan hasil temuan yaitu observasi, dokumentasi, dan studi pustaka.
Praktik Jurnalisme Lingkungan dalam Pemberitaan Pembangunan Bendungan Bener, Desa Wadas, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah Eriza Reziana; Alex Sobur
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 3, No. 1, Juli 2023 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v3i1.1789

Abstract

Abstract. The local government's plans for the Bener dam construction project require mining of andesite rocks in Wadas Village. Conditions heated up when residents responded to the refusal, leading to clashes involving the police and residents. The media is busy reporting on this land acquisition conflict as awareness of environmental problems. This research focuses on framing the practice of environmental journalism in reporting on the construction of the Bener dam by Viva.co.id and Okezone.com media. This study uses a qualitative research type with the Robert N. Entman model framing analysis approach consisting of four elements Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgment, and Treatment Recommendation. The primary data source is the news on the construction of the Bener Dam on Viva.co.id and Okezone.com media. The results of the study found the framing of the Bener dam construction news from two different points of view. Viva frames the practice of environmental journalism which leads to eco-populism which favors the interests of the people whereas, Okezone leads to eco-developmentalism which focuses on environmental development. Abstrak. Rencana pemerintah daerah terkait proyek pembangunan bendungan Bener memerlukan proses penambangan batuan andesit di Desa Wadas. Kondisi semakin memanas ketika warga merespon penolakan, hingga terjadilah aksi bentrok melibatkan aparat kepolisian dengan warga. Media ramai memberitakan konflik pembebasan lahan ini sebagai kesadaran akan permasalahan lingkungan hidup. Penelitian ini berfokus pada pembingkaian praktik jurnalisme lingkungan hidup pada pemberitaan pembangunan bendungan Bener media Viva.co.id dan Okezone.com. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Robert N. Entman terdiri dari empat elemen Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, dan Treatment Recommendation. Sumber data primer yakni pemberitaan pembangunan bendungan Bener pada media Viva.co.id dan Okezone.com. Hasil penelitian menemukan pembingkaian berita pembangunan bendungan Bener dengan dua sudut pandang yang berbeda. Viva membingkai praktik jurnalisme lingkungan yang mengarah pada eco-populism yang memihak kepada kepentingan rakyat sedangkan, Okezone mengarah pada eco-developmentalism yakni memfokuskan pada pembangunan lingkungan.
Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan Naufal Fahrurrobby; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8823

Abstract

Abstract. This research is entitled Interpersonal Communication Meaning in Building Friendship (Roland Barthes' Semiotics Analysis in The Bad Guys Film). The purpose of this research is to find out denotative meaning, connotative meaning and interpersonal communication myth in building friendship in The Bad Guys film. The Bad Guys film describe the friendship story of a famous animal bandits, The Bad Guys, the members are Mr. Wolf, Mr. Snake, Mr. Shark, Mr. Piranha and Mrs. Tarantula. This film tells there is a conflict that arise because of the misunderstanding among the gang and it causes the strained of their friendship, thus the characters in this film applied interpersonal communication in solving the conflict. Constructivist paradigm is applied to this research with qualitative descriptive method and Roland Barthes' semiotics approach. The data collecting technique employed in this research is observing and literary study. The researcher did the direct research to the research object intended to collect the required information. The result of this research shows there are denotative meaning, connotative meaning, and the meaning of interpersonal communication myth in building friendship in "The Bad Guys" film. This film also depicts there are openness, empathy, supportive attitude, positive attitude and equality. The interpersonal communication meaning can be seen from the sign and meaning which have been analyzed with Roland Barthes' theory of semiotics. Abstrak. Penelitian ini berjudul Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film “The Bad Guys”). Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos komunikasi antarpersona dalam membina hubungan persahabatan pada film “The Bad Guys”. Film “The Bad Guys” menggambarkan kisah persahabatan geng penjahat hewan terkenal dengan nama The Bad Guys yang beranggotakan Mr. Wolf, Mr. Snake, Mr. Shark, Mr. Piranha, dan Mrs. Tarantula. Dalam film ini menceritakan adanya konflik yang timbul akibat kesalahpahaman diantara kelima sahabat tersebut dan menyebabkan hubungan persahabatan mereka menjadi renggang sehingga tokoh dalam film ini menggunakan komunikasi antarpersona dalam menyelesaikan konflik tersebut. Pada penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi dan studi pustaka. Penulis melakukan penelitian langsung terhadap objek penelitian untuk mendapat informasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan terdapat makna denotasi, konotasi, dan mitos makna komunikasi antarpersona dalam membina hubungan persahabatan pada film “The Bad Guys”. Film ini juga menggambarkan adanya keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Makna komunikasi antarpersona tersebut dapat dilihat dari tanda dan makna yang telah dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes.
Makna Motivasi pada Lirik Lagu “Diri” Karya Tulus Viola Rezkhika Aulia Putri Kurnia Viola; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8981

Abstract

Abstract. This research is motivated by the many suicide attempts in 2020, which states that many people do not love themselves. Therefore, Tulus released his latest album entitled "Manusia" which has the meaning of representing the various flavors and dynamics of human life. One of the songs contained in the album "Manusia" is "Diri" which means how to recognize yourself until you realize that yourself is the most valuable thing. Indirectly, this song has also campaigned for mental health. This song is widely discussed by most people because it is considered in accordance with the feelings of the listeners. This research uses a qualitative research method with a semiotic approach. The data collection technique used is interviews with data analysis techniques, namely descriptive qualitative using qualitative data validity tests including tests, credibility, transferability, dependability, and confirmability. The semiotic analysis technique that researchers will use in this study is semiotic analysis according to Ferdinand De Saussure. Saussure places signs in the context of human communication by selecting what is called signifier and signified. The reason researchers use Ferdinand De Saussure's semiotic analysis theory is because with a background in linguistics and language studies, Saussure places language as the basis of the sign system in his semiotic theory. This research aims to find out the meaning of motivation in sincere songs in the lyrics of the song "Diri" and to find out whether the meaning of motivation exists in real life. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya aksi percobaan bunuh diri pada tahun 2020, yang menyatakan banyaknya orang yang tidak menyayangi diri sendiri. Oleh karena itu, Tulus merilis album terbarunya yang berjudul “Manusia” yang memiliki arti mewakili beragam rasa dan dinamika kehidupan manusia. Salah satu lagu yang terdapat di dalam album “Manusia” yakni “Diri” yang memiliki makna bagaimana mengenali diri sendiri sampai menyadari bahwa diri sendiri lah hal yang paling berharga. Secara tidak langsung, lagu ini pun telah mengkampanyekan Kesehatan Mental. Lagu ini banyak diperbincangkan oleh kebanyakan masyarakat karena dinilai sesuai dengan perasaan para pendengarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan Teknik analisis data yaitu kualitatif deskriptif menggunakan uji keabsahan data kualitatif meliputi uji, credibility, transferability, dependability, dan Confirmability. Teknik analisis semiotika yang akan peneliti gunakan pada penelitian ini adalah analisis semiotika menurut Ferdinand De Saussure. Saussure meletakan tanda dalam konteks komunikasi manusia dengan melakukan pemilihan apa yang disebut signifier (penanda) dan signified (petanda). Alasan peneliti menggunakan teori analisis semiotika Ferdinand De Saussure adalah karena dengan latar belakang kajian linguistik dan bahasa, Saussure menempatkan bahasa sebagai dasar dari sistem tanda dalam teori semiotika yang dibuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna motivasi dalam lagu tulus dalam lirik lagu “Diri” dan untuk mengetahui apakah makna motivasi tersebut ada dalam kehidupan nyata.
Karakter Mikologi (Ahli Jamur) yang Diperankan Christine Hakim dalam TV Series “The Last of Us” Marshanda Aulia Purnomo Putri; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9429

Abstract

Abstract. This study discusses the character of the mycologist or mushroom expert played by Christine Hakim in the TV series "The Last of Us". Observations were made on the character Ratna Pratiwi (Christine Hakim) who was involved in episode 2 "The Last of Us". The method used is qualitative through observation, documentation, and literature study. The purpose of this study was to analyze the character of the mycologist played by Christine Hakim in the TV series "The Last of Us" by using Christian Metz's syntagmatic analysis model, namely The Grand Syntagmatique. The findings of this study show that in the TV series "The Last of Us" involving Christine Hakim, there are autonomous shots that are used to narrate all scenes into a single unit in the storyline, bracket syntagma that shows Ratna's character changes in one shot, descriptive syntagma that shows the opening scene in episode 2 which describes the situation in Jakarta in 2003, alternative syntagma which displays several shots alternately at the same time, the scene is shown from the beginning of Ratna's appearance which has a storyline with a specific time and place that shapes Ratna's attitude, episode sequence namely when the initial conflict between Ratna and Agus Hidayat appeared about a yeast infection, and the usual sequence, namely after Ratna left the observation room for a woman who was infected with a fungus. Meanwhile, parallel syntagma is not found in Ratna's storyline, but this syntagm can be found in all episodes of 2 of the TV series "The Last of Us", because it does not present a storyline that has elements of a relationship with space and time in the scene. This can be seen as a whole when the Indonesian scene is included as a prologue which then presents the story of Joel and Ellie's journey in the United States. Abstrak. Penelitian ini membahas mengenai karakter mikolog atau ahli jamur yang diperankan Christine Hakim dalam TV series “The Last of Us”. Pengamatan dilakukan kepada tokoh Ratna Pratiwi (Christine Hakim) yang terlibat dalam episode 2 “The Last of Us”. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakter mikolog yang diperankan oleh Christine Hakim dalam TV series “The Last of Us” dengan menggunakan analisis model sintagmatik Christian Metz, yaitu The Grand Syntagmatique. Hasil temuan penelitian ini menjukan bahwa pada TV series “The Last of Us” yang melibatkan Christine Hakim terdapat autonomous shot yang digunakan untuk menarasikan seluruh adegan menjadi satu kesatuan pada alur cerita, bracket syntagma yang menunjukan perubahan karakter Ratna pada satu shot, descriptive syntagma yang menunjukan adegan pembuka pada episode 2 yang mendeskripsikan keadaan di Jakarta pada tahun 2003, alternative syntagma yang menampilkan beberapa shot secara bergantian dalam waktu yang sama, scene ditampilkan dari awal kemunculan Ratna yang memiliki alur cerita dengan waktu dan tempat yang spesifik yang membentuk sikap Ratna, episode sequence yaitu ketika awal kemunculan konflik antara Ratna dan Agus Hidayat tentang infeksi jamur, dan ordinary sequence yaitu setelah Ratna keluar dari ruang observasi wanita yang terinfeksi jamur. Sedangkan parallel syntagma tidak ditemukan pada alur cerita Ratna, namun sintagma ini dapat ditemukan pada keseluruhan episode 2 TV series “The Last of Us”, karena tidak menampilkan alur cerita yang memiliki unsur hubungan dengan ruang dan waktu dalam adegan. Hal ini terlihat secara keseluruhan ketika scene Indonesia dimasukan sebagai prolog yang kemudian menampilkan kisah dari perjalanan Joel dan Ellie di Amerika Serikat.
Analisis Pesan Moral pada Video Klip Pastikan Riuh Akhiri Malammu oleh Grup Band Perunggu Efiana Salfini; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.7929

Abstract

Abstract. The research entitled Moral Messages in Rock Music Video Clips Semiotic Analysis of Roland Barthes in Video Clips Ensure Noisy End Your Night By Bronze Band Group is motivated by how signs are presented as moral messages through video clips that are currently in demand by a wide audience. Video clips are one of the media for musicians to convey meaningful messages to their listeners. This study aims to find out how the moral message in the video clip "Pastikan Riuh Akhiri Malammu" through Roland Barthes's semiotic theory approach is viewed from three meanings, namely, denotative meaning, connotative meaning, and mythical meaning. The research method used is qualitative. Observation and Documentation as data collection techniques in this study. The results of the study show that the moral message in the video clip "Make Sure the Boisterous End Your Night" is seen from the meaning of the denotation through clothing, and appearance. He described the close relationship between his father and his only daughter. Then on the connotative meaning through body language, music, and if there is a sentence shown. And in terms of myth, it can be concluded that the video clip "Pastikan Riuh Akhiri Malammut" has a moral message not to forget the services of our parents. Abstrak. Penelitian yang berjudul Pesan Moral Dalam Video Klip Musik Rock Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Video Klip Pastikan Riuh Akhiri Malammu Oleh Grup Band Perunggu ini dilatar belakangi oleh bagaimana tanda-tanda dihadirkan sebagai pesan moral melalui video klip yang sedang diminati saat ini oleh khalayak luas. Video klip menjadi salah satu media bagi para musisi untuk menyampaikan pesan yang memiliki makna kepada para pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan moral yang ada pada video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” melalui pendekatan teori semiotika Roland Barthes ditinjau dari tiga makna yaitu, makna denotasi, makna konotasi, dan maknamitos. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Observasi dan Dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pesan moral pada video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” dilihat dari makna denotasi melalui pakaian, dan tampilan. Lalu pada makna konotasi melalui bahasa tubuh, musik, dan jika ada kalimat yang ditunjukukkan. Digambarkannya atas kedekatan hubungan antara ayah dan putri semata wayangnya. Dan dalam makna mitos dapat disimpulkan bahwa video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” memiliki pesan moral yang untuk jangan melupakkan jasa orang tua kita.
Perlawanan Kaum Perempuan terhadap Dominasi Patriarki dalam Novel Vera Sukma Maghfirah; Alex Sobur
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 3, No. 2, Desember 2023 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v3i2.2705

Abstract

Abstract. Women often get dominance from men in various social life. This happens because there is a patriarchal culture that considers women to have more power. Patriarchal domination often harms women, which ultimately leads to treatments that make women marginalized. The existence of patriarchal domination, makes women have to defend themselves. This is illustrated in the novel Woman at Zero Point by Nawal El Saadawi, which describes women's resistance to patriarchal domination in Egypt. The purpose of this study is to find out how women's resistance to patriarchal domination in the novel Women at Point Zero. The method used in this study is a qualitative method using Sara Mills' critical discourse analysis approach. The form of women's resistance to patriarchal domination is found in the novel Women at Point Zero in terms of the subject-object and reader positions. This form of resistance is through the sentences conveyed and described by Firdaus who is the main character in the novel Abstrak. Perempuan kerap kali mendapatkan dominasi dari kaum laki-laki di berbagai kehidupan sosial. Hal tersebut terjadi karena adanya budaya patriarki yang menganggap memiliki kekuasan lebih terhadap kaum perempuan. Dominasi patriarki kerap merugikan pihak kaum perempuan, yang akhirnya menimbulkan perlakuan-perlakuan yang membuat kaum perempuan termarjinalkan. Adanya dominasi patriarki, membuat kaum perempuan harus mempertahankan dirinya. Hal ini tergambar dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi, yang menggambarkan perlawanan kaum perempuan terhadap dominasi patriarki di Mesir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlawanan kaum perempuan terhadap dominasi patriarki dalam novel Perempuan di Titik Nol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Bentuk perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki ditemukan dalam novel Perempuan di Titik Nol ditinjau dari posisi subjek-objek dan pembaca. Bentuk perlawanan tersebut ialah melalui kalimat-kalimat yang disampaikan dan digambarkan oleh Firdaus yang merupakan tokoh utama dalam novel.