Nirwani Soenardjo
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Jenis Mangrove Di Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang Shahwatul Majid; Nirwani Soenardjo; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.44115

Abstract

Ekosistem Mangrove merupakan suatu ekosistem yang berada di wilayah pesisir dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Kondisi ekosistem mangrove di Tapak mengalami penurunan keanekaragaman. Meningkatnya aktivitas manusia (antropogenik) dan peningkatan tekanan faktor kemis, fisis dan biologis dapat mempengaruhi kondisi keanekaragaman mangove. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman mangrove dan kualitas lingkungan serta hubungannya terhadap keanekaragaman mangrove pada ekosistem mangrove di Tapak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Penelitian dilaksanakan pada wilayah ekosistem mangrove di Tapak, Kelurahan Tugurejo pada Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 famili dengan total 7 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia marina, Sesivium portucalastrum dan Terminalia cattapa. Indeks keanekaragaman (H') mangrove berkisar antara 0,06 – 0,68 termasuk kategori rendah. Jenis mangrove yang menunjukkan mayoritas adalah Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Tipe substrat pada lokasi penelitian termasuk dalam kategori pasir berlumpur dan berlumpur. Kualitas lingkungan menunjukkan tidak memiliki pengaruh secara nyata terhadap keanekaragaman mangrove. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kondisi Keanekaragaman mangrove Tapak Kelurahan Tugurejo termasuk dalam kategori sedang hingga tertekan.
Mangrove Health Index di Kawasan Mangrove Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Twiki Husnu Indrazora; Adi Santoso; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43270

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi yang dapat tumbuh dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Keberadaan mangrove memiliki peran utama sebagai nilai ekologis, fisik, dan ekonomis yang tinggi, namun jika tidak dikelola dengan bijak, mangrove sangat rentan dengan kerusakan. Ekosistem mangrove di sekitar pantai utara jawa merupakan salah satu ekosistem mangrove yang mengalami degradasi. Pengelolaan kawasan hutan mangrove diperlukan agar hutan mangrove tetap lestari dan dapat bermanfaat bagi masyarakat hingga masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks kesehatan mangrove di kawasan hutan mangrove Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023. Lokasi pengamatan terbagi menjadi 2 stasiun. Pada Stasiun 1 didominasi mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata sedangkan pada Stasiun 2 ditemukan mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Data yang digunakan dalam dasar pengelolaan kawasan hutan mangrove dapat berasal dari menghitung Mangrove Health Index (MHI). Data yang digunakan meliputi diameter rata-rata batang, kerapatan anakan, tutupan kanopi mangrove, dan parameter perairan (suhu, pH, dan salinitas). Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan pengamatan secara langsung disertai dengan analisis dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memiliki kategori Mangrove Health Index (MHI) moderate dengan rata-rata nilai 54,25%. The mangrove ecosystem is vegetation that can grow under the influence of sea tides. The existence of mangroves has a major role as high ecological, physical and economic value, but if not managed wisely, mangroves are very vulnerable to damage. The mangrove ecosystem around the north coast of Java is one of the mangrove ecosystems that is experiencing degradation. Management of mangrove forest areas is necessary so that mangrove forests remain sustainable and can be useful for the community in the future. The aim of this research is to determine the mangrove health index in the mangrove forest area of Bedono Village, Sayung District, Demak Regency. This research was carried out in November 2023. The observation location was divided into 2 stations. At Station 1, mangroves are dominated by the Rhizophora mucronata type, while at Station 2, mangroves are found with the Rhizophora mucronata and Avicennia marina types. The data used in basic management of mangrove forest areas can come from calculating the Mangrove Health Index (MHI). The data used include average stem diameter, tiller density, mangrove canopy cover, and water parameters (temperature, pH, and salinity). The research method used is the observation method with direct observation accompanied by analysis and presentation of data. The research results show that Bedono Village, Sayung District, Demak Regency has a moderate Mangrove Health Index (MHI) category with an average value of 54.25%.
Kajian Persentase Tutupan Kanopi Mangrove Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Desa Sambiroto dan Desa Keboromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah Muhamad Fajar Azmi Kassagi; Raden Ario; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.35424

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis yang   dapat tumbuh dan beradaptasi pada daerah pasang surut. Keberadaan mangrove penting sebagai sumber nutrient bagi kelangsungan hidup biota di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove di Desa Sambiroto dan Desa Keboromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah melalui analisis persentase tutupan kanopi mangrove. Stasiun pengamatan terbagi mejadi tiga stasiun mengunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di 2 lokasi, yaitu Desa Sambiroto (SB) dan Desa Keboromo (KB) yang terdiri dari 4 stasiun penelitian. Pengambilan data persentase tutupan kanopi mangrove mengunakan metode Hemispherical Photography. Hemispherical Photography merupakan metode fotografi yang digunakan untuk melihat tutupan kanopi mangrove melalui foto dengan lensa fisheye (kamera HP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 spesies mangrove di lokasi penelitian, 2 diantaranya di temukan di dalam plot. Spesies mangrove yang ditemukan di dalam plot yaitu Aviccenia marina dan A. alba yang di dominasi oleh A. marina. Nilai kerapatan mangrove berkisar antara 1.167 – 6.567 ind/ha .Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) dan Indeks Keseragaman (J’) termasuk rendah, Indeks Dominansi (D) di setiap stasiun >0,5 menunjukkan adanya kecenderungan dominansi jenis tertentu. Hasil persentase tutupan kanopi mangrove di Desa Sambiroto dan Desa Keboromo memiliki nilai sebesar 67,61 % dan termasuk ke dalam kategori sedang sesuai kriteria baku kerusakan mangrove (Keputusan Menteri LH No.201 Tahun 2004). The existence of mangrove forests is very important as a source of nutrients for the survival of the biota in it. This study aims to determine the condition of the mangrove ecosystem in Sambiroto and Keboromo Village, Pati Regency, Central Java through analysis of the percentage of mangrove canopy cover. The observation stations were divided into three stations using purposive sampling. This research was conducted by descriptive method. This research was conducte in 2 research locations, Sambiroto Village (SB) and Keboromo Village (KB), which consisted of 4 research stations. Data collection on the percentage of mangrove canopy cover using the Hemispherical Photography method. Hemispherical photography is a photography method used to see the mangrove canopy cover through photos with a fish eye lens (HP camera). The result showed that 6 species of mangrove were found in the study site, 2 of which were found in the plot. The mangrove species found in the plot were Avicennia marina and Avicennia alba which were dominated by Avicennia marina. The value of mangrove density ranges from 1.167 – 6.567 ind/ha. The values of the Diversity Index (H’) and the Uniformity Index (J’) are low, the Dominance Index (D) at eatch station >0.5 indicates a tendency for the dominance of certain species. The results of the percentage of mangrove canopy cover in Sambiroto Village and Keboromo Village have a value of 67.61% and are included in the moderate category according to the standard criteria for mangrove damage (Minister of Environment Decree No.201 of 2004).  
Variasi Morfometrik dan Distribusi Ukuran Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Mangkang, Semarang Auliya Afrianti; Sri Redjeki; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.45099

Abstract

Kepiting Bakau merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Mangkang Wetan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Salah satu hasil tangkapan yang berpotensi di Mangkang Wetan yaitu kepiting bakau. Produksi kepiting bakau sebagian besar berasal dari sektor penangkapan. Permintaan terhadap komoditi kepiting bakau di pasar lokal maupun mancanegara dari tahun ke tahun meningkat. Tingginya permintaan pasar mengakibatkan terjadinya peningkatan penangkapan tanpa memperhatikan ukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran karapas, hubungan lebar dan berat karapas, serta nisbah kelamin kepiting bakau yang dilaksanakan pada tanggal 09 Februari – 07 Maret 2024 di Desa Mangkang Wetan, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Pengamatan kepiting bakau dilakukan pada salah satu pengepul di Desa Mangkang Wetan. Hasil penelitian diketahui dari 950 ekor kepiting bakau paling banyak ditemukan dengan ukuran lebar karapas 72-81 mm dan berat tubuh berkisar 73-114 gram. Pola pertumbuhan kepiting bakau yang didapatkan yaitu allometrik negatif pada jantan dan isometrik pada betina. Nisbah kelamin kepiting bakau jantan dan betina memiliki nilai 0.99:1.01 yang menandakan seimbang.  Mangrove crabs are one of Indonesia's fisheries commodities that have high economic value. Mangkang Wetan is a village located in Tugu District, Semarang City. One of the potential catches in Mangkang Wetan is mud crab. Most of the mud crab production comes from the fishing sector. Demand for mud crab commodities in local and foreign markets increases from year to year. High market demand results in an increase in fishing regardless of size. This research aims to determine the distribution of carapace size, the relationship between carapace width and weight, and the sex ratio of mud crabs which was carried out on 09 February - 07 March 2024 in Mangkang Wetan Village, Semarang City. This research uses a survey method with random sampling techniques. Observations of mangrove crabs were carried out at one of the collectors in Mangkang Wetan Village. The results of the research showed that from 950 mud crabs, the most common ones were found with a carapace width of 72-81 mm and a body weight ranging from 73-114 grams. The growth pattern of mud crabs obtained is negative allometric in males and isometric in females. The sex ratio of male and female mud crabs has a value of 0.99:1.01 which indicates balance.
Pendugaan Stok Karbon Mangrove Menggunakan Citra Sentinel-2A Di Segara Anakan, Cilacap Mohammad Aji Prakoso Niti Semito; Nirwani Soenardjo; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.47702

Abstract

Mangrove sebagai salah satu ekosistem penyerap karbon dengan kapasitas besar memiliki potensi dalam kontribusi penurunan emisi karbon di atmosfer. Segara Anakan, salah satu kawasan ekosistem mangrove terbesar di Pulau Jawa memiliki kontribusi dalam penurunan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan mangrove dan stok karbon di Segara Anakan, sehingga dapat disusun langkah untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Penelitian dilakukan dengan analisis data citra satelit Sentinel-2A. Perubahan yang diamati yaitu kondisi tutupan mangrove dan stok karbon secara temporal pada tahun 2019, 2021, dan 2023. Tutupan mangrove menurun pada tahun 2021 dan meningkat pada tahun 2023. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank pada kandungan biomassa dan stok karbon menunjukkan adanya peningkatan tidak signifikan pada tahun 2021 (P>0,05) dan peningkatan signifikan pada tahun 2023 (P<0,05). Dengan penelitian ini harapannya dapat disusun langkah yang tepat, baik dari pemangku kebijakan dan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Garam Krosok Sebagai Pengawet Dalam Mempertahankan Warna dan Tekstur Caulerpa racemosa (Forsskål) J. Agardh, 1873 Tondo Tedjo Raharjo; Rini Pramesti; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.50504

Abstract

Rumput laut C. racemosa memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam industri komestik, farmasi, dan pangan. Namun, C. racemosa memiliki masa simpan cukup singkat karena karakteristiknya mudah layu, berair, dan cepat membusuk. Salah satu metode pengawetan yang efektif adalah perendaman dalam air garam yang mampu memperpanjang masa simpan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas garam krosok dalam meningkatkan kualitas, penurunan susut bobot dan karakteristik fisik selama penyimpanan. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan konsentrasi garam krosok perlakuan (10%,20%,30%,40%) dan kontrol. Masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi garam krosok, semakin baik hasil yang diperoleh dalam menekan laju susut bobot, mempertahankan karakteristik fisik, dan meningkatkan penerimaan hedonik. Perlakuan garam 30% dan 40% memberikan hasil terbaik dalam menekan laju susut bobot terkecil 30,62% - 27,62% dibandingkan 10% dan kontrol mencapai 38,44% - 62,20% (p<0,05). Uji karakteristik fisik perlakuan 30% dan 40% menunjukkan warna hijau mengkilap, segar, dan tekstur elastis kuat. Uji hedonik menunjukkan panelis menyukai konsentrasi perlakuan warna paling banyak 40% (3,7), aroma 30% (3,57), rasa 30% (3,47), dan tekstur 40% (3,81). The seaweed Caulerpa racemosa has high economic value and is widely utilized in the cosmetic, pharmaceutical, and food industries. However, C. racemosa has a relatively short shelf life due to its perishable nature, high water content, and rapid spoilage. One effective preservation method is soaking in saltwater, which can extend its shelf life. This study aims to analyze the effectiveness of coarse salt in improving quality, reducing weight loss, and maintaining physical characteristics during storage. The research employed a laboratory experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatment concentrations of coarse salt (10%, 20%, 30%, 40%) and a control, each with three replications. The results showed that higher concentrations of coarse salt led to better outcomes in reducing weight loss, preserving physical characteristics, and increasing hedonic acceptance. The 30% and 40% salt treatments produced the best results, minimizing weight loss to 30.62% - 27.62% compared to 10% and the control, which reached 38.44% - 62.20% (p<0.05). The physical characteristics test for the 30% and 40% treatments showed a glossy green color, fresh appearance, and strong elastic texture. The hedonic test indicated that panelists preferred the 40% concentration for color (3.7), the 30% concentration for aroma (3.57) and taste (3.47), and the 40% concentration for texture (3.81).
Analisis Vegetasi dan Struktur Kommunitas Mangrove Di Taman Nasional Karimunjawa Fathia Drajati; Nirwani Soenardjo; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.40705

Abstract

Mangrove tumbuh di daerah bersalinitas dan masih terpengaruh pasang surut atau biasa disebut daerah litoral. Ekosistem mangrove di Taman Nasional Karimunjawa tumbuh di sepanjang pesisir pantai dan muara sungai. Keberadaan ekosistem mangrove  penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kondisi Ekosistem mangrove di Taman Nasional Karimunjawa tergolong baik dan rapat.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove di Taman Nasional Karimunjawa. Metode eksplorasi ialah menjelajah seluruh kawasan stasiun penelitian sehingga diharapkan mewakili kondisi keseluruhan populasi dari objek yang diteliti. Stasiun penelitian terbagi menjadi empat yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Data vegetasi dilakukan menggunakan teknik plot sampling di setiap stasiun dengan plot ukuran 10x10 m. Setiap individu kategori pohon dan anakan di dalam plot diukur keliling batang dan tingginya sementara kategori semai dihitung jumlah masing-masing jenisnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022. Hasil penelitian ditemukan 9 jenis mangrove 8 diantaranya ditemukan dalam plot yaitu Lumnitzera racemosa, Bruguiera gymnorizha, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Excoecaria agallocha dan Xylocarpus granatum. Mangrove yang mendominasi lokasi penelitian ialah Rhizophora sp. Nilai Indeks Keanekaragaman tergolong kategori sedang dengan nilai keanekaragaman 0,932-1,464 dan Indeks Keseragaman tergolong kategori sedang dan tinggi dengan nilai yaitu 0,61 dan 0,88. Secara umum kondisi vegetasi magrove dalam kondisi baik.
Co-Authors Abdino Putra Utama Abdul Faqih Hanan Adi Santoso Ahmad Saddam Habibi Ali Ridlo Ananta, Raditya Rizki Arifin, Muhammad Yusuf Auliya Afrianti Bambang Jati Laksono Bambang Yulianto Candy Helena Chrisna Adhi Suryono Desni Elfrida Samosir Devtiana Marchelia Ardang Drajati, Fathia Dyah Wijaya Edi Fahrur Rozy Edi Wibowo Ega Hagita Testi Endang Supriyantini Eva Widayanti Widayanti Farahdita, Wanda Laras Fathia Drajati Gagas Tri Pamungkas Gunawan Widi Santosa Hadi Endrawati Hanan, Abdul Faqih Hidayat, Noer Chozin Hilda Yuli Hermayanti, Hilda Yuli Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ita Riniatsih Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Kassagi, Muhamad Fajar Azmi Koesoemadji Koesoemadji Laraswati, Yuli Mada Triandala Sibero Meli Ayu Pangestika Mohammad Aji Prakoso Niti Semito Muhamad Fajar Azmi Kassagi Muhammad Yusuf Arifin Muksin Purnama Narendra Prasidya Wishnu Noer Chozin Hidayat Nur Taufiq-Spj Oky Yuripa Pradana Oky Yuripa Pradana Pramudito, Wisnu Adjie Purnama, Muksin Raden Ario Raditya Rizki Ananta Refinda Juliant Mentari Retno Hartati Ria Azizah Tri Nuraini Riana Mentarijuita Rini Pramesti Rudhi Pribadi Ruri Jupriyati Sabrina Arifiani Nurtania Sari Poncowati Satria Sakti Budi Leksono, Satria Sakti Budi Shahwatul Majid Sri Redjeki Sri Sedjati Subagiyo Subagiyo Suryono Suryono Testi, Ega Hagita Tondo Tedjo Raharjo Twiki Husnu Indrazora Utama, Abdino Putra Victorina Yulina Santi Vira Meillyana Mustofa Vita Fitriana Mayasari Wanda Laras Farahdita Wijaya, Dyah Wilis Ari Setyati Winda Ariesta Nur Fadilla Windy Indra Ardiansyah Windy Indra Ardiansyah Wisnu Adjie Pramudito Wiwid Andriyani Lestariningsih Yanuar Sandy Perdana Yuli Laraswati