Claim Missing Document
Check
Articles

Collaborative Governance in Public Health Policy Implementation: A Literature Review in the Southeast Asia Region Including Indonesia Arianny, Margaretha Porman; Adisasmito, Wiku
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 5 No. 7 (2024): Devotion: Journal of Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v5i7.760

Abstract

In the context of Indonesia, public health issues necessitate a comprehensive and coordinated strategy involving various stakeholders. Collaborative Governance serves as a means to materialize this approach. The purpose of this study is to identify instances of Collaborative Governance that have been implemented or are currently underway in public health improvement programs. research used a qualitative methodology, with data acquired through an exhaustive literature review. Data reduction, presentation, and conclusion form the three stages of data analysis. Findings from this literature review indicate that Collaborative Governance has been implemented in several public health programs in Indonesia. These programs involve stakeholders from both the government and non-governmental sectors, including communities, non-profit organizations, and industry associations. Collaborative Governance is achieved through regular meetings, coordination committees, and the use of digital platforms to facilitate information exchange and monitor program implementation. Successful examples of Collaborative Governance in public health programs in Indonesia include initiatives for infectious disease control, where the government collaborates with international organizations, pharmaceutical companies, and local communities to enhance health awareness.
Menghadapi Ancaman Pandemi: Analisis Sumber Daya Rumah Sakit Rujukan Avian Influenza di Jakarta Adisasmito, Wiku; Sari, Mega Purba; Su’udi, Amir
Kesmas Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga kini, di Indonesia, pandemi Avian Influenza (AI) masih menjadi ancaman yang dapat menimbulkan banyak korban manusia dan kerugian ekonomi yang besar. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu persiapan dari rumah sakit rujukan AI secara matang khususnya di Jakarta yang merupakan provinsi dengan jumlah kasus AI terbesar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan sumber daya yang dimiliki rumah sakit rujukan AI RSPI Dr. Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan dan RSPAD Gatot Soebroto dalam menghadapi ancaman pandemi AI. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional, mengamati sumber daya rumah sakit meliputi fasilitas tempat tidur, peralatan, alat proteksi diri, dan obat-obatan. Metode perhitungan estimasi kebutuhan sumber daya menggunakan formula Radonovich LJ, et al. Hasil penelitian menunjukkan masih terbatasnya ketersediaan tempat tidur baik ICU maupun non ICU, APD, serta oseltamivir, amoxicillin dan cairan Intravena di rumah sakit rujukan khusus AI apabila terjadi pandemi AI di DKI Jakarta. Dalam rangka siap siaga menghadapi pandemik influenza, disarankan menambahkan rumah sakit rujukan AI di DKI Jakarta dengan mempertimbangkan hasil penelitian ini dan menggunakan pendekatan scenario planning. Avian Influenza (AI) pandemic has been threatening Indonesia people and may cause human fatality as well as huge economic lost. To anticipate any loss, a careful hospital preparation needs to be measured. The objective of this research was to explore the AI referral hospital resource capacity in Jakarta to cope with AI pandemic. The hospitals involved in this resource capacity study were Dr. Sulianti Saroso Infectious Hospital, Persahabatan Hospital, and Gatot Soebroto Hospital. This cross sectional research aimed at measuring the capacity of the hospital beds, ICU, equipments, personal protective equipments (PPE) and drugs. The Radonovich formula was used in the calculation. The results showed that the resource capacity of the AI referral hospitals in Jakarta was limited, especially in the number of ICU and non ICU beds, PPE, oseltamivir antiviral, amoxicillin and normal saline if AI pandemic occurred in Jakarta. In order to increase the capacity of Jakarta for pandemic influenza preparedness, it is suggested to assign more hospitals for AI in Jakarta to consider the data of this research and the scenario planning approach.
Pengembangan Instrumen Sumber Daya Rumah Sakit dengan Pendekatan Systematic Review Terintegrasi Manajemen Bencana dan Pandemi Influenza Suswandono, Agus; Adisasmito, Wiku; Aisyah, Dewi Nur
Kesmas Vol. 5, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi influenza yang terjadi sejak tahun 2009 dan berbagai kejadian bencana karena kondisi geografis Indonesia membutuhkan integrasi komponen sumber daya rumah sakit terintegrasi untuk mengatasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen sumber daya rumah sakit menggunakan data Riset Fasilitas Kesehatan (Risfaskes) 2011 yang memuat komponen terkait manajemen bencana dan pandemi influenza. Instrumen ini dikembangkan dengan prinsip Client Oriented Research Activity, studi literatur serta diskusi pakar dan tim ahli di tingkat lokal dan nasional. Instrumen ini kemudian diintegrasikan ke dalam manajemen bencana dan pandemi influenza dengan pendekatan systematic review. Dalam integrasi ini, instrumen asli mengalami beberapa modifikasi menghasilkan 49 halaman instrumen rumah sakit yang komprehensif. Instrumen terintegrasi ini dapat digunakan untuk mengamati indeks kinerja rumah sakit yang hasil analisis dan simulasinya bermanfaat untuk meningkatkan perencanaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan pandemi influenza di Indonesia. The rise of influenza pandemic since 2009 and various disasters prevalence in Indonesia due to its geographical condition call for an instrument designed for integrated registry of hospital resources required for overcoming the disasters. The aim of this research was to develop an instrument of hospital resources registry using Health Facility Research (Risfaskes) 2011 data which contains components related to disaster management and influenza pandemic. The instrument was developed using Client Oriented Research Activity principles, literature study, and discussion with international and national experts. This instrument was further integrated into disaster management and influenza pandemic using systematic review approach. In this integration, several modifications to the original instrument were made resulting in a comprehensive 49 page hospital instrument. The integrated instrument can be employed to observe hospital’s performance index, from which the analysis and simulation results will also contribute to the improvement of disaster and influenza pandemic planning and preparedness in Indonesia.
Kajian Pemetaan Literatur Dampak Pemotongan Bantuan Kesehatan AS terhadap Program USAID dan PEPFAR di Indonesia Salsabila, Anggitaningtyas Dzaky; Adisasmito, Wiku Bakti Bawono
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4111

Abstract

Artikel ini menyajikan pemetaan literatur terpadu mengenai dampak kebijakan pemotongan bantuan kesehatan global Amerika Serikat, khususnya melalui USAID dan PEPFAR di era Presiden Donald Trump, terhadap sistem kesehatan Indonesia. Pemotongan mendadak ini telah menimbulkan kekhawatiran luas, sebagaimana terlihat di Afrika Sub-Sahara dan Timur Tengah, di mana pemotongan donor mengganggu program HIV/AIDS, TB, serta kesehatan ibu-anak dan memicu pemutusan hubungan kerja tenaga lapangan. Hingga kini kajian akademik yang secara khusus membahas dampaknya terhadap Indonesia masih terbatas dan didominasi grey literature. Tujuan kajian ini adalah (1) menilai dampak nyata pemotongan terhadap layanan kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk program TB, HIV/AIDS, dan KIA, serta implikasinya pada tenaga kesehatan; dan (2) mengidentifikasi risiko jangka panjang berupa kesenjangan pembiayaan, keterputusan rantai pasok obat, serta meningkatnya ketidaksetaraan kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain scoping review mengikuti pedoman PRISMA-ScR, dengan pencarian literatur dari 2017–2025 melalui PubMed, Scopus, ProQuest, Google Scholar, laporan kebijakan, dokumen LSM, dan media internasional. Dari 196 sumber awal, 11 publikasi peer-reviewed dianalisis secara mendalam, ditambah 19 grey literature sebagai pelengkap konteks. Hasil menunjukkan bahwa Indonesia mengalami donor exit vulnerability, tercermin pada gangguan layanan HIV/TB, pemangkasan lebih dari 500 petugas komunitas, serta keterlambatan distribusi ARV di wilayah terpencil. Upaya mitigasi melalui kemitraan baru, misalnya dengan Australia, masih parsial dan belum menutup kesenjangan pembiayaan. Temuan ini menegaskan urgensi menyusun roadmap transisi pembiayaan jangka panjang berbasis diversifikasi dana domestik, penguatan kapasitas komunitas, dan integrasi program untuk memastikan kemandirian dan ketahanan sistem kesehatan Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian bantuan luar negeri.
Implementation of the primary health care system in various countries: a systematic review Setya Budi, Rocky; Adisasmito, Wiku Bakti Bawono
BKM Public Health and Community Medicine Vol 39 No 04 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v39i04.7168

Abstract

Purpose: Primary health care (PHC) focuses on the community as individuals, families, and communities, which prioritizes health promotion and disease prevention over treatment, rehabilitation, and palliative care. PHC implementation often sacrificed the prevention approach because it was hampered by health medicalization. Methods: This Systematic Review follows the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. The author searched five databases: EMBASE, ProQuest, ScienceDirect, Scopus, and PubMed, to discover the primary health care system implementation in various countries. Result: Searches on the EMBASE database included 193 articles, ProQuest 347 articles, PubMed 589 articles, ScienceDirect 294 articles, and Scopus 293 articles. Reports were assessed for eligibility, the remaining 39 full-text articles were reviewed, and the authors chose ten relevant and suitable articles for further review. Conclusions: The medicalization of health, a shortage of skilled health workers, poor services, a weak referral system, treatment that does not meet the needs of the community, a lack of public-private partnerships in the provision of health services, and a lack of stakeholder involvement in policy-making continues to impede PHC implementation. In the future, stakeholders should cover the gap between public health and primary care through integration.
Analisis Kesiapan Organisasi terhadap Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Kota Bekasi Khairunnisa, Atikah; Adisasmito, Wiku Bakti Bawono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.16413

Abstract

Seluruh Puskesmas yang terletak di Kota Bekasi telah merencanakan persiapan dalam melakukan implementasi rekam medis elektronik untuk memenuhi Permenkes No. 24 Tahun 2022 yang mengharuskan setiap fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia menerapkan RME paling lambat 31 Desember 2023. Kesiapan organisasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan implementasi RME dengan berhasil. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mengetahui kesiapan implementasi RME di Puskesmas Kota Bekasi dalam kapasitas manajemen, keuangan dan anggaran, operasional, teknologi serta keselarasan organisasi. Penelitian menggunakan metode wawancara mendalam kepada 12 orang informan dari 12 Puskesmas di tiap kecamatan Kota Bekasi yang berbeda, informan dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa kapasitas manajemen memiliki skor rata-rata 19,6; kapasitas keuangan memiliki skor rata-rata 10,5; kapasitas operasional memiliki skor rata-rata 10,75; kapasitas teknologi memiliki skor rata- rata 7; dan keselarasan organisasi memiliki skor rata-rata 14. Didapatkan rata-rata skor kesiapan organisasi di 12 Puskesmas di Kota Bekasi adalah 61,92 dari 75. Hal ini mengindikasikan bahwa Puskesmas Kota Bekasi secara organisasi telah siap dalam aspek kapasitas manajemen dan keselarasan organisasi, namun belum siap dalam aspek kapasitas keuangan dan anggaran, operasional dan teknologi. Untuk melakukan implementasi RME di Puskesmas secara efektif diperlukan beberapa langkah strategi yang perlu diterapkan oleh Puskesmas.
Hubungan Kepuasan Pengalaman, Loyalitas, dan Willingness to Pay Pasien Jaminan Kesehatan Nasional di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit UKRIDA Clementius, Brandon; Adisasmito, Wiku Bakti Bawono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.16846

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan manfaat pembiayaan pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS) termasuk pada layanan rawat jalan. Komposisi pasien rawat jalan (RJ) RS UKRIDA hampir seluruhnya menggunakan penjaminan program JKN. Berdasarkan analisa kondisi finansial RS, selain menjaga pemasukan dari program JKN, perlu adanya dorongan pemasukan dari komposisi pasien berbayar pribadi (out of pocket). Secara regulasi, pasien JKN diperkenankan iur biaya untuk layanan rawat jalan eksekutif. Oleh karena itu penelitian ini ingin melihat gambaran serta hubungan kepuasan pengalaman pasien / patient experential satisfaction (PES), loyalitas pasien (LP), dan willingness to pay (WTP) untuk peningkatan layanan pada pasien layanan RJ RS UKRIDA. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Sampel adalah pasien RJ RS UKRIDA yang menggunakan jaminan program JKN pada lima poli yang ditetapkan. Sampling dilakukan dengan metode convenient sampling selama bulan Mei 2024. Persepsi responden terhadap variabel independen dari PES sudah baik. PES dan LP juga sudah digambarkan baik oleh responden. Responden juga menunjukkan kesediaan membayar untuk peningkatan layanan yang ditawarkan dengan nilai rerata sebesar Rp 140.968,-. PES berpengaruh positif dengan large effect size terhadap LP dan tidak berpengaruh terhadap WTP. LP berpengaruh positif dengan small effect size terhadap WTP. PES berpengaruh positif dan signifikan terhadap WTP dengan LP sebagai variabel mediasi. RS perlu mempertahankan dan meningkatkan PES dari pasien yang berobat sehingga terbentuk LP yang akan membangun budaya WTP pada pasien JKN untuk peningkatan layanan. Minat bayar tersebut dapat disalurkan melalui pengembangan layanan poliklinik eksekutif di RS.
Peran Pemasaran Sosial dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Tinjauan Lingkup Pembelajaran dari Masa Pandemi COVID-19 Listya Tresnanti Mirtha; Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Wachyu Sulistiadi; Adik Wibowo
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 73 No 6 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.73.6-2024-1219

Abstract

Introduction: The most common cause of worry for health in modern culture is non-communicable diseases (NCDs). Effective management of risk factors is essential when dealing with NCDs. Addressing NCDs requires a multifaceted approach, involving a range of solutions from different perspectives and at various levels, encompassing both individual and national dimensions.Method: Five databases were searched: JBI, Embase, Emcare, Medline, and Cochrane Systematic Reviews. The papers included reviews of social marketing in any form or empirical information about how social marketing affects the prevention of non-communicable illnesses.Result: Five papers were chosen from a pool of 36 titles and abstracts. Among the papers, 11 (45.8%) were observational studies conducted in various settings such as communities, hospitals, and clinics, while the remaining articles were from different healthcare facilities. The collected study designs encompassed systematic reviews, narrative reviews, brief communications, scientific reviews, non-randomized control trials, and randomized control trials. Five publications supported their strategies with empirical evidence.Conclusion: Social marketing approaches intended to prevent and handle NCDs need to be based on a deep comprehension of the intended audience and customized to fit the particular circumstances. Furthermore, they should promptly involve the public and establish connections with stakeholders. The elements of the intervention mix should work together harmoniously and complement each other. Furthermore, it's vital to include health education and capacity building and ensure cultural relevance.
Social Determinants of Covid-19 Morbidity in Indonesia: Observational District Level Analysis Ade Heryana; Wiku Adisasmito; Dumilah Ayuningtyas
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 21 No. 1: MARCH 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v21i1.33183

Abstract

Since the COVID-19 pandemic globally struggled in late 2019, the global community has become aware that outbreaks of infectious diseases are associated with conditions beyond health factors, such as social, economic, demographic, geographic, and lifestyle. This paper aims to identify the influence of Social Determinants of Health (SDOH) on COVID-19 morbidity rates in Indonesia. The study analyzed morbidity cases during the second wave of the COVID-19 pandemic, namely the Delta variant wave. Multivariate analysis with linear regression was used to determine the predictors that affect COVID-19 morbidity in 128 districts/cities of the Java and Bali isles, which were controlled by the pandemic stages including pre, resurgence, decline, and post. Morbidity data was collected cross-sectionally from the National COVID-19 Task Force dataset and the social determinant of the 2021 Central Statistics Agency report. The number of health facilities is the most influential characteristic of the regency/city to COVID-19 morbidity at the pre-and resurgence-pandemic stages. The ratio of the immune population is the most influential characteristic when the pandemic experiences a decline stage; meanwhile, during the post-pandemic, the second dose of vaccination is the most influential characteristic. We recommended that testing, tracing, quarantine, and isolation intervention should be prioritized in the districts/cities with higher health facilities (pre- and resurgence-stage), higher herd immunity (decline-stage), and booster vaccination (post-stage). Social determinants of health are suggested to be used as a basis for predicting the risk factors for an outbreak of infectious diseases in a region and contributing to different SDOH factors in different outbreak stages.
Tantangan dan Strategi Penerapan Adaptasi Dokter Spesialis Lulusan Luar Negeri di Rumah Sakit : Systematic Literatur Review: Challenges and Strategies for Implementing Adaptation of Foreign Graduate Specialist Doctors in Hospitals: Systematic Literature Review Agusti Medika Putri; Wiku Bakti Bawono Adisasmito
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4304

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan tenaga dokter spesialis kronis dapat diatasi dengan suplai dokter lulusan luar negeri. Suplai dokter spesialis lulusan luar negeri menjadi alternatif dalam pemenuhan layanan spesialistik di rumah sakit. Terlepas dari peran pentingnya dalam pemenuhan layanan spesialistik, masih terdapat tantangan dan hambatan dalam adaptasi dokter lulusan luar negeri di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman adaptasi dokter spesialis lulusan luar negeri di berbagai negara baik berupa tantangan dan strategi untuk mengatasinya selama masa adaptasi di rumah sakit. Metode: Tinjauan sistematik menggunakan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review or Meta-Analysis). Pencarian data menggunakan search engine yaitu Pubmed, Proquest dan Scopus mulai tahun 2018 sampai dengan tahun 2023. Penulis menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi untuk mengidentifikasi studi yang akan direviu. Hasil: 12 studi yang memenuhi kriteria inklusi dari 1070 artikel. Tantangan pelaksanaan adaptasi dokter lulusan luar negeri di berbagai negara adalah perbedaan bahasa dan budaya, pemenuhan fasilitas pendukung adaptasi, stigma penerimaan dan diskriminasi terhadap lulusan luar negeri serta sistem dan standar pelayanan kesehatan yang berbeda. Beberapa studi menyampaikan strategi untuk menghadapi tantangan pelaksanaan adaptasi meliputi pemahaman bahasa serta tradisi budaya setempat, pemenuhan kebutuhan fisiologis dan psikologis bagi dokter spesialis lulusan luar negeri, bimbingan serta pelatihan terkait sistem dan regulasi kesehatan. Kesimpulan: Pemenuhan kebutuhan fisiologis dan psikologis dokter spesialis lulusan luar negeri sangat penting untuk disiapkan di lokasi pelaksanaan adaptasi. Bimbingan serta pelatihan terkait sistem dan regulasi kesehatan menjadi bekal bagi dokter spesialis lulusan luar negeri dalam menerapkan adaptasi di rumah sakit. Strategi-strategi tersebut perlu mendapatkan penguatan dukungan dari Pemerintah. Penguatan dukungan dalam bentuk penyiapan infrastruktur, pelatihan dan regulasi.