Dika Sahputra
Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Sumatera Utara

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Reducing Divorce in Early Marriages: A Persuasive Communication Approach by Islamic Religious Counselors Ahmad Fauzi Nasution; Dika Sahputra
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 8 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v8i1.7132

Abstract

This study investigates the role of Islamic Religious Counselors in mitigating divorce among early-marriage couples through persuasive communication. Although early marriage is frequently associated with an elevated risk of marital instability, limited research has explored how religious counseling contributes to divorce prevention. Employing a descriptive qualitative design, this study gathered data through observation and in-depth interviews with religious counselors and institutional leaders involved in marital guidance. Data were analyzed using Carl I. Hovland’s Persuasive Communication Theory. The findings indicate that Islamic Religious Counselors serve a critical function in preventing marital dissolution by deploying persuasive, dialogical, and non-judgmental communication. Key strategies include bidirectional communication, accessible language, storytelling, and family involvement. These approaches foster greater openness, emotional stability, and constructive conflict resolution among couples. Ultimately, this study underscores the potential of faith-based counseling as an effective communication strategy for strengthening marital resilience and reducing the risk of divorce in early marriages
Teacher Persuasive Communication in Improving Discipline of Autistic Children at SLBIT Sahabat Al-Qur'an Binjai Alsha Naumi; Dika Sahputra
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v9i2.11399

Abstract

This study aims to describe the role of teacher persuasive communication in improving the discipline of autistic children at SLBIT Sahabat Al-Qur'an Binjai. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. This study examines how teachers use persuasive communication with the AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) approach. The main informants in this study were 2 teachers and 2 autistic children who were the research samples. The results of the study showed that the teacher's approach that was adjusted to the characteristics of each child played an important role in building discipline. Despite facing various challenges, effective and consistent communication succeeded in motivating autistic children to follow the rules and procedures that had been set.
PERENCANAAN KEGIATAN DAKWAH BKPRMI DALAM MEMBINA PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA KECAMATAN MEDAN DENAI Nesa Tri Utami; Dika Sahputra
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.6974

Abstract

Lemahnya konsistensi keterlibatan remaja dalam aktivitas masjid menuntut perencanaan dakwah yang tidak hanya berfokus pada penyusunan program, tetapi juga mampu mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan. Berangkat dari persoalan tersebut, kajian ini menganalisis perencanaan kegiatan dakwah BKPRMI Kecamatan Medan Denai serta kontribusinya terhadap pembinaan perilaku keagamaan remaja. Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan. Empat informan dipilih secara purposif, yang terdiri atas ketua, pengurus bidang dakwah, dan anggota BKPRMI. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan dakwah meliputi penetapan visi, misi, dan tujuan, analisis kondisi mad’u, perumusan target yang realistis, penyediaan sarana dan alternatif kegiatan, pemilihan metode, serta penetapan sasaran dakwah. Perencanaan tersebut diwujudkan melalui program Maghrib Mengaji, MABIT, pelatihan Al-Qur’an, Jumat Berkah, olahraga remaja, dan dakwah digital. Pelaksanaan program-program tersebut berkontribusi terhadap penguatan akidah, ibadah, pengetahuan agama, pengalaman spiritual, dan akhlak sosial remaja. Meskipun demikian, partisipasi sebagian remaja masih dipengaruhi oleh dorongan orang tua dan teman sebaya, serta menghadapi kendala berupa keterbatasan dana dan koordinasi organisasi. Temuan tersebut perlu dipahami dengan mempertimbangkan keterbatasan kajian yang hanya mencakup satu organisasi dalam satu wilayah sehingga belum dapat digeneralisasikan secara luas. Oleh karena itu, studi komparatif dan longitudinal diperlukan untuk menilai perubahan religiusitas remaja secara berkelanjutan. Pada tataran praktis, BKPRMI perlu memperkuat evaluasi program, pendampingan personal, kaderisasi, serta pengembangan strategi digital yang partisipatif. Secara konseptual, kajian ini menempatkan perencanaan dakwah sebagai mekanisme religious socialization yang mampu mengarahkan perubahan dari kepatuhan ritual menuju religiositas yang terinternalisasi. Dengan demikian, masa depan dakwah remaja bergantung pada desain program yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada pembentukan kesadaran religius intrinsik.