Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : ZOOTEC

Pengaruh penambahan gelatin terhadap susut masak, daya mengikat air, keempukan dan nilai pH sosis daging sapi Lenzun, T.; Sompie, M.; Siswosubroto, S.E.
ZOOTEC Vol 41, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.38 KB) | DOI: 10.35792/zot.41.2.2021.34788

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh penambahan gelatin terhadap susut masak, daya mengikat air, keempukan dan nilai pH sosis daging sapi. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi segar dan gelatin kulit sapi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 x 4 dengan perlakuan penambahan bubuk gelatin (0%, 5%, 10%, dan 15%) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang dianalisis yaitu susut masak, daya mengikat air, keempukan dan nilai pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gelatin pada perlakuan R0, R1, R2 dan R3 memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap susut masak dan keempukan, dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya mengikat air dan nilai pH. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan bubuk gelatin kulit sapi dengan level 15% pada adonan sosis sapi menghasilkan susut masak, daya mengikat air keempukan dan nilai pH yang baik.Kata kunci : Gelatin, Kulit sapi, Sosis daging sapi
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI GELATIN CEKER AYAM KAMPUNG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK EDIBLE FILM Asmudrono, Sukma W.; Sompie, M.; Siswosubroto, S.E.; Kalele, J.A.D.
ZOOTEC Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.354 KB) | DOI: 10.35792/zot.39.1.2019.22518

Abstract

THE EFFECT OF DIFFERENCES CONCENTRATION OF NATIVE CHICKEN CLAW GELATIN ON THE PHISYCAL CHARACTERISTICS OF EDIBLE FILM. This study aims to determine the effect of differences concentration on the physical characteristics of edible film from native chicken claw gelatin. This study used a completely randomized design with the treatment of chicken claw gelatin concentration 5%, 10%, 15 and 20%, each treatment repeated four times. The results showed that the differences concentration of native chicken claw gelatin had significantly different effect (P<0.05) on the value of tensile strength, elongation and thickness of edible film. Based on the results of discussion, it can be concluded that the concentration of native chicken claw gelatin from variables with 10% gelatin concentration had good physical characteristics of edible film. Keywords: Native chicken claw, Edible film Gelatin
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI LARUTAN ASAM ASETAT (CH3COOH) TERHADAP KARAKTERISTIK GELATIN KULIT KAKI AYAM Pantow, Indri M.; Sompie, Meity; Mirah, Arie Dp.; Karisoh, Linda Ch. M.
ZOOTEC Vol 36, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.938 KB) | DOI: 10.35792/zot.36.1.2016.9348

Abstract

THE EFFECT OF ACETIC ACID CONCENTRATION ON CHARACTERISTICS OF CHICKEN LEG SKIN GELATIN. This research was aimed to determine the effect of differenceacetic acid (CH3COOH) concentration on chicken legs skin gelatin. The experiment were determined by analysis of Completely Randomized Design with one factors and five replicates of treatments.The factor was concentration of acetic acid solution consisting 4 level (1, 3, 5 and 7%).The results showed that the difference  concentration acetic acid solution had high significant effect (P<0.01) on the the  yields, viscosity, gel strength and pH value ofchicken legs skin gelatin.Yield of chicken legskin gelatin was13.57 to 15.49%, viscocity was ranged between  4.30 to 5.76,  gel strength was 61.15 to 68.29 g Bloom and pH value was 5.24 to 5.58. The conclusion of this research was the chicken leg skin gelatin using acetic acid solution concentration 1 % to 7 % had the similar characteristics with the commercial gelatin and includedyields, viscosity, gel strength and pH value of Indonesian National Standard gelatin.   Key words : Acetic acid,  Gelatin and  Chicken legs skin
PENGARUH PERBEDAAN SUHU EKSTRAKSI TERHADAP KEKUATAN GEL, VISKOSITAS, RENDEMEN DAN pH GELATIN KULIT BABI Gerungan, Deysi; Sompie, M.; Soputan, J.M; Mirah, A.Dp.
ZOOTEC Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.869 KB) | DOI: 10.35792/zot.39.1.2019.23761

Abstract

THE EFFECT OF EXTRACTION TEMPERATURE DIFFERENCES ON GEL STRENGTH, VISCOCITY, YIELD AND pH OF PIGSKIN GELATIN. This study aims to determine the influence of differences in extraction temperature on gel strength, viscosity, yield and pH value of pigskin. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with an extraction temperature treatment (40℃, 50℃, 60℃ and 70℃), each treatment repeated four times. The results showed that the differences in gelatin extraction temperature of pigskin had a significantly different effect (P <0.05) on gel strength and yield of pigskin gelatin, but had no significant effect (P> 0.05) on viscosity and pH value. Based on the results, it can be concluded that the gelatin from pigskin with an extraction temperature of 70℃ had a optimal physical characteristics.Keywords : Extraction, Gelatin, Pigskin
Sifat fisikokimia sosis ayam dengan penambahan berbagai konsentrasi gelatin Rumansi, A.G.; Sompie, Meity; Pontoh, J.H.W.; Rimbing, S.C.
ZOOTEC Vol 41, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.139 KB) | DOI: 10.35792/zot.41.2.2021.35400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan berbagai konsentrasi gelatin terhadap sifat fisikokimia dari sosis daging ayam. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam broiler segar, gelatin kulit sapi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan berbagai konsentrasi gelatin (0%, 5%, 10% dan 15%) masing – masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel yang dianalisis yaitu nilai pH, susut masak, daya mengikat air dan keempukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan berbagai konsentrasi gelatin pada perlakuan R0, R1, R2 dan R3 memberikan pengaruh berbeda yang sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai susut masak dan berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai pH, daya mengikat air dan keempukan sosis. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi gelatin kulit sapi sebanyak 10% menghasilkan fisikokimia sosis ayam yang baik (nilai pH 7,0, susut masak 2,30%, daya mengikat air 54,62% dan keempukan 5,25 mm/menit). 
Karakteristik fisik dan sensorik sosis daging babi dengan penambahan konsentrasi gelatin M. Sompie; E.H.B. Sondakh; T.R. Liudongi
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.215 KB)

Abstract

Salah satu bahan pengikat yang digunakan dalam pembuatan sosis adalah gelatin. Gelatin dalam produk pangan dapat berfungsi sebagai bahan pengikat/binder dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sekitar 80 –90%. Penelitian ini telah dilakukan untuk mengkaji karakteristik fisik dan sensorik sosis daging babi dengan penambahan berbagai konsentrasi gelatin. Bahan utama yang di gunakan adalah 250 g daging babi dan gelatin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan konsentrasi gelatin 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%, masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah susut masak, daya mengikat air dan uji sensorik (cita rasa, aroma, warna dan tekstur). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap daya mengikat air dan susut masak, terhadap uji sensorik memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi gelatin 7,5 % menghasilkan produk sosis daging babi yang baik.
Pengaruh perbedaan konsentrasi larutan asam asetat (CH3COOH) terhadap karakteristik fisik gelatin tulang rusuk sapi F. Djunaidi; M. Sompie; R. Hadju
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.61 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan larutan asam asetat dengan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai pH, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Bahan utama yang di gunakan dalam penelitian ini adalah 4000 gram tulang rusuk sapi segar yang di ambil dari pasar tradisional Bersehati, Manado. Larutan asam asetat (CH3COOH), HCl, dan aquades. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan larutan asam asetat (CH3COOH) 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%, masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati yaitu nilai pH gelatin, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CH3COOH dalam pembuatan gelatin tulang rusuk sapi memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P< 0,05) terhadap rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perendaman dalam larutan asam asetat (CH3COOH) 10% pada proses pembuatan gelatin memberikan pengaruh yang baik terhadap nilai pH, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi
Pengaruh perendaman dalam larutan asam klorida (HCl) terhadap nilai pH, kekuatan gel, viskositas, dan rendemen gelatin kulit sapi J.H.W. Pontoh; M. Sompie; P.M. Mayore
ZOOTEC Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.248 KB)

Abstract

Kulit sapi dapat dimanfaatkan untuk pembuatan produk pangan hasil ikutan ternak yang antara lain gelatin. Salah satu proses pembuatan gelatin adalah perendaman dengan menggunakan asam klorida. Penelitian ini telah dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan larutan asam klorida dengan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai pH kekuatan gel, rendemen dan viskositas gelatin kulit sapi. Bahan utama yang di gunakan adalah 2000 gram kulit sapi, larutan asam klorida (HCl), dan aquades. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan larutan asam asetat 1%, 2%, 3%, dan 4%, masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah nilai pH, kekuatan gel, viskositas dan rendemen. Hasil analisis  sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi HCl memberikan  pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,01) terhadap nilai pH gelatin kulit sapi, akan tetapi memberikan pengaruh perbedaan yang sangat nyata terhadap terhadap kekuatan gel, viskositas dan rendemen gelatin kulit sapi (P<0,01). Kesimpulan nya adalah kulit sapi yang di proses dengan menggunakan larutan perendam asam klorida (HCl) 4% menghasilkan gelatin dengan karakteristik kimia dan fisik yang baik yakni dengan nilai pH 5,71% kekuatan gel 74,48 g Bloom, viskositas 5,47 cP dan rendemen 13,06%. Kata kunci : Asam klorida, gelatin, kulit sapi
Penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru Nainggolan, A.S.; Tangkere, E.S.; Leke, J.R.; Sompie, M.; Sompie, F.N.
ZOOTEC Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru.  Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif.  Aspek yang dikaji adalah tentang penerapan biosekuriti peternakan ayam broiler. Untuk penilaian penerapan biosekuriti, beberapa parameter dilengkapi dengan indikatornya masing-masing. Pengukuran parameter penelitian pertama-tama menggunakan skala Guttman, dan setelah hasil per parameter dalam bentuk persentase didapat, kemudian diinterpretasikan berdasarkan skala Likert. Hasil pengamatan menyimpulkan bahwa akumulasi penerapan biosekuriti peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru adalah 89,0%, masuk pada kategori sangat baik; namun, peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru, belum menerapkan biosekuriti secara menyeluruh (100,0%). Penerapan biosekuriti belum menyeluruh yakni biosekuriti terhadap hewan pengganggu serta biosekuriti terhadap lalu lintas tamu dan karyawan/pekerja peternakan, sedangkan penerapan biosekuriti pada parameter lainnya sudah diterapkan sepenuhnya dan perlu dipertahankan. Kata kunci: broiler, penerapan biosekuriti, usaha peternakan