Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HERBAL MEETS STEVIA: MINUMAN HERBAL STEVIA, MANIS SEHAT TANPA KOMPROMI Ratna Sari Dewi; Mira Febrina; Rahma Dona; Frans Timanta Ginting; Nur Suci Safitri; Nurul Huda; Puji Kurniawati; Putri Dewica; Putri Johanda; Rahidatul ‘Aisy; Rahmi Luffia Rezki; Raysa Afma Dewiputri; Rizka Aulia Nissa
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i5.2529

Abstract

Prevalensi diabetes melitus tipe 2 terus meningkat akibat tingginya konsumsi gula. Penderita sering kesulitan mengontrol kadar glukosa darah karena kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Stevia sebagai pemanis alami rendah indeks glikemik dan bebas kalori berpotensi menjadi alternatif yang lebih sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan stevia dalam minuman herbal untuk mendukung gaya hidup sehat dan pencegahan diabetes. Metode meliputi sosialisasi, pelatihan melalui leaflet, penerapan teknologi sederhana, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Peserta juga diberikan sampel minuman herbal dengan dan tanpa stevia. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 50–58% menjadi 82–100%. Edukasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih dan manfaat stevia, serta mendorong minat konsumsi minuman herbal sehat. Penggunaan stevia berpotensi membantu pengendalian gula darah dan pencegahan penyakit degeneratif.
Peran Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pemahaman Swamedikasi kepada Ibu-Ibu Wirid di Desa Bagan Tujuh Kecamatan Kunto Darussalam Ratna Sari Dewi; Andicha Yosie Dwiputri; Naira Ocvina Syaputri; Nur Faidah; Zanesa Anggun Pratama
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2: BATOBO: Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.3.2.7-14

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu perilaku kesehatan yang banyak dilakukan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Praktik ini memberikan manfaat dalam mengatasi keluhan ringan secara cepat, tetapi berisiko apabila dilakukan tanpa pemahaman yang benar. Desa Bagan Tujuh dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masih ditemui keterbatasan literasi kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok ibu-ibu wirid yang berperan penting dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman swamedikasi rasional melalui pembagian leaflet edukatif dan penjelasan materi oleh tim penyaji. Leaflet disusun dengan bahasa sederhana dan ilustrasi menarik agar mudah dipahami dan dapat dibaca ulang di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari peserta, terlihat dari antusiasme dalam mendengarkan materi serta pertanyaan yang diajukan terkait pengalaman penggunaan obat sehari-hari. Edukasi ini memberi implikasi penting bagi peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat dengan benar, sehingga dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan obat dan mendorong praktik swamedikasi yang lebih aman. Kegiatan ini juga berpotensi menjadi model edukasi sederhana yang dapat direplikasi pada komunitas lain dengan kondisi serupa di wilayah pedesaan.
Studi Kasus Low Back Pain dengan Penyakit Penyerta Stroke Iskemik dan Hipokalemia pada Pasien di Bangsal Neurologi Ratna Sari Dewi; Khairil Armal; Amalia Octha; Asih Ayuni; Aulia Amarizka; Dina Aulia Fitri; Fisca Patrisia Syafita; Khofifatun Najmi; Mutia Rahma; Nita Rahmadani; Sella Asharianti; Wetri Ansusila
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2026): September : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i5.2408

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal complaints and its risk increases in patients with neurological disorders such as ischemic stroke. This case study aimed to analyze the management of a patient with low back pain accompanied by ischemic stroke and hypokalemia, focusing on clinical and pharmaceutical aspects. The method used was a descriptive case study of Mrs. A, a 52-year-old female patient treated at the Neurology Ward of Dr. Drs. Moh. Hatta Brain Hospital, Bukittinggi, with data obtained from medical records, physical and laboratory examinations, and daily therapy monitoring. The results showed lumbar degenerative changes on radiography, severe hypokalemia with a serum potassium of 1.9 mmol/L, and dyslipidemia. Therapy using gabapentin, eperisone, ketorolac, and potassium supplementation successfully reduced the pain score from 3 to 0 and corrected potassium to 4.7 mmol/L. Pharmaceutical evaluation identified a Drug Related Problems (DRPs) in the form of the need for additional secondary stroke prevention therapy (antiplatelet and statin) that had not been administered. The implication of this study emphasizes the important role of pharmacists in identifying drug related problems and optimizing rational, safe, and effective therapy to improve the patient's quality of life. Abstrak. Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dijumpai dan risikonya meningkat pada pasien dengan gangguan neurologis seperti stroke iskemik. Studi kasus ini bertujuan menganalisis penatalaksanaan pasien low back pain dengan penyakit penyerta stroke iskemik dan hipokalemia berdasarkan aspek klinis dan farmasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif terhadap Ny. A, pasien perempuan berusia 52 tahun yang dirawat di Bangsal Neurologi Rumah Sakit Otak Dr. Drs. Moh. Hatta Bukittinggi, dengan data yang diperoleh dari rekam medis, pemeriksaan fisik, laboratorium, serta pemantauan terapi harian. Hasil menunjukkan adanya perubahan degeneratif lumbal pada radiografi, hipokalemia berat dengan kalium serum 1,9 mmol/L, serta dislipidemia. Terapi menggunakan gabapentin, eperison, ketorolak, dan suplementasi kalium berhasil menurunkan skala nyeri dari 3 menjadi 0 dan mengoreksi kalium menjadi 4,7 mmol/L. Evaluasi kefarmasian menemukan adanya Drug Related Problems (DRPs) berupa kebutuhan terapi tambahan pencegahan sekunder stroke (antiplatelet dan statin) yang belum diberikan. Implikasi studi ini menekankan peran penting apoteker dalam mengidentifikasi drug related problems (DRPs) dan mengoptimalkan terapi yang rasional, aman, dan efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.