Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KAJIAN KEBERADAAN INDUSTRI BATU BATA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEKERJA DAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO LAKSAWANA MUZAKKI, YUNAN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri batu bata merupakan industri kerajinan rumah tangga yang menggunakan proses cukup sederhana, modal relatif rendah, dan bahan bakunya adalah tanah. Jumlah industri batu bata di Kecamatan Trowulan yang menggali tanah ada 197 unit dengan 267 pekerja lebih banyak dibandingkan dengan industri yang mendatangkan tanah ada 105 unit dengan 143 pekerja. Akitivitas industri dalam kondisi non fisik mengakibatkan penambahan pendapatan pekerja dan perubahan mata pencaharian sedangkan dalam kondisi fisik mengakibatkan hilangnya Top soil, karena kedalaman galiannya mencapai 1 - 2 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pekerja dan lingkungan yang diakibatkan industri batu bata di Kecamatan Trowulan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Trowulan dengan populasi 267 pekerja dan melibatkan 80 responden yang terdiri dari 10 responden pengusaha/pemilik industri batu bata dan 70 responden pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling stratified dengan mempertimbakan jumlah responden pekerja yang menggali tanah disetiap wilayah desa, dan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pekerja industri batu bata di Kecamatan Trowulan berada dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mojokerto (3.851.983,38). Pendapatan pekerja ditentukan dalam tiga sistem upah; Sistem mingguan terdapat 36 (51,4%) pekerja mendapatkan upah Rp. 200.000 ? Rp. 249.000 sebanyak 21 (58,3%). Sistem bulanan terdapat 10 (14,3%) pekerja mendapatkan upah Rp. 800.000 ? Rp. 849.000 sebanyak 5 (50%). Sistem borongan terdapat 24 (34,3%) pekerja mendapatkan upah Rp. 2.500.000 ? Rp. 2.900.000 sebanyak 10 (41%). Pekerja industri batu bata berkerja selama 11 ? 20 tahun sebanyak 38 (54,3%). Mayoritas pekerja berstatus sampingan sebanyak 52 (74,3%). Kondisi penurunan lapisan permukaan tanah/hilangnya top soil seluas 15.685 m2 dengan kedalaman rata-rata 1,25 meter.Kata kunci: Industri Batu Bata, Kondisi, Sosial Ekonomi, Lingkungan
KAJIAN EKSISTENSI INDUSTRI KECIL MEJA DAN KURSI KARET TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN DI DESA KEDUNGBONDO KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO , CHUMAIRO; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Bojonegoro mempunyai beragam industri. Industri meja dan kursi karet dari limbah ban bekas merupakan salah satu contoh industri kecil yang terletak di Kecamatan Balen, tepatnya di Desa Kedungbondo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik industri, eksistensi industri, dan keadaan sosial ekonomi pengrajin industri kecil meja dan kursi karet di Desa Kedungbondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Kedungbondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Responden dalam penelitian ini adalah delapan pengusaha dan 67 pengrajin industri kecil meja dan kursi karet. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Desa Kedungbondo memiliki jenis industri kecil berteknologi sederhana, berdiri sejak 20-22 tahun silam dengan tenaga kerja 11 orang dan pendapatan kurang dari Rp. 200.000.000. 2) Eksistensi industri dipengaruhi oleh bahan baku, modal, tenaga kerja dan luas area pemasaran. 3) Pembagian pekerjaan ditentukan sesuai kemampuan dan keahlian para pengrajin industri, pengalaman pengrajin rata-rata 15-19 tahun dan dijadikan sebagai pekerjaan utama. Upah yang didapat pengrajin selama satu minggu lebih dari Rp. 500.000. Kata Kunci: Industri, Eksistensi Industri, Kondisi Sosial Ekonomi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DIORAMA GUNA MENINGKATKAN MINAT PESERTA DIDIK DALAM MATERI MITIGASI GELOMBANG PASANG DAN ABRASI HUDA AKBAR, NURUL; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia pembelajaran yang semakin berkembang mempunyai tujuan untuk menghindari verbalisme yang sering terjadi. Media pembelajaran dapat membuat komunikasi didalam pembelajaran semakin optimal. Pemilihan media harus sesuai dengan keadaan peserta didik agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Selama ini proses pembelajaran materi mitigasi bencana alam di SMAN 1 Waru Kelas XI menggunakan media power point dan menggunakan buku, sedangkan materi mitigasi bencana alam mempunyai kajian yang luas sehingga membutuhkan media yang mendekati aslinya untuk mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media diorama yang layak dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pengembangan medi diorama.Jenis penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang ditinjau dari sisi kelayakan dan respon peserta didik dengan analisis kelayakan media menggunakan deskriptif kuantitatif dan analisis respon peserta didik menggunakan presentase. Subjek dalam pengembangan media model ini yaitu peserta didik SMAN 1 Waru Kelas XI IPS 3 sebanyak 36 peserta didik. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar validasi media dan lembar validasi materi serta lembar angket respon peserta didik terhadap media pembelajaran tiga dimensi yang telah dikembangkan.Media pembelajaran diorama materi Mitigasi Bencana Alam Gelombang Pasang Dan Abrasi ini mengalami validasi sebelum dikatakan layak oleh validator ahli media dan ahli materi. Hasil skor validasi oleh ahli media yaitu sebesar 75% dan hasil skor validasi oleh ahli materi yaitu sebesar 92,5%. Berdasarkan kelayakan pada skala likert, hasil nilai validasi dari ahli media dan ahli materi sebesar 83,75% sehingga termasuk dalam kriteria ?sangat layak? yang mempunyai range 80%-100%. Total hasil respon dari 36 peserta didik mendapat perolehan skor sebesar 88,1% dan termasuk dalam kriteria ?sangat setuju?. Artinya, peserta didik memberikan tanggapan sangat setuju terhadap media yang dikembangkan dan setuju terhadap media sebagai penunjang dalam proses pembelajaran materi Mitigasi Bencana Alam Gelombang Pasang Dan Abrasi.Kata Kunci: Media Diorama, Mitigasi Bencana, Kelayakan Media, Respon
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN SENTRA PEDAGANG SANDAL WEDORO BERALIH MENJADI KAWASAN PASAR TRADISIONAL DESA WEDORO KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO FIDIA RAMADHANIA, EKA; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSentra pedagang sandal sepatu di Desa Wedoro dulu terkenal sebagai pusat penjualan dan perdagangan sandal dan sepatu terbesar di Sidoarjo. Sentra pedagang sandal sepatu wedoro mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Sentra pedagang sandal sepatu sebanyak 210 pedagang dan kini hanya tersisa 12 pedagang yang masih bertahan. Kondisi sentra pedagang sandal kini beralih menjadi kawasan pasar tradisional. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan sentra penjualan sandal sepatu beralih menjadi kawasan pasar tradisional Desa Wedoro 2) peran Pemerintah setempat yakni Desa Wedoro dalam menyikapi permasalahan perubahan sentra penjualan sandal sepatu beralih menjadi kawasan pasar tradisional.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang sebanyak 60 pedagang dan 33 pembeli yang diambil dengan menggunakan Teknik Accidental Sampling. Variabel penelitin ini terdiri sarana dan prasarana, aksesibilitas, harga produk sandal sepatu, kualitas, promosi dan variasi produk yang dijual.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data mengguanakan deskriptif kuantitaif dengan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) faktor-faktor yang menyebabkan sentra pedagang sandal beralih menjadi kawasan pasar tradisional Desa Wedoro adalah tidak adanya promosi produk (100%). 2) kurangnya peran pemerintah dalam menyikapi permasalahan seperti perawatan dan renovasi dan tidak terbentuknya koperasi antar pedagang (100% ). 3) kondisi sarana dan prasarana yang buruk, meliputi: kamar mandi (87,1%), musholla (87,1%), lahan parkir (73,2%). 4) harga produk sandal sepatu yang mahal (78,8%). %). 5) variasi produk sudah bervariasi tetapi mononton karena produk sandal dan sepatu tidak mengikuti trend (77,7%).Kata Kunci : Pedagang Sandal Sepatu, Penurunan Pedagang, Pasar Tradisional,Peran Pemerintah.
ANALISIS KESESUAIAN LOKASI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) EKSISTING DI KABUPATEN MOJOKERTO MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS NOVAN HARIYANTO, RAHMAN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSampah dianggap sebagai barang sisa dari berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari yang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu daerah padat populasi di Jawa Timur dengan kepadatan 1596 jiwa/Km2 dari 692 Km2 luasannya, namun Kabupaten Mojokerto hanya memiliki satu TPA yang beroperasi untuk 18 kecamatan. Berdasarkan (detik.com dan RadarMojokerto.id), ditemukan peninggalan kerajaan Majapahit disekitar TPA eksisting membuat tidak dapat dilakukannya pelebaran luas TPA, serta meningkatnya jumlah penduduk sebesar 3% pada tahun 2015-2018 di Kabupaten Mojokerto berdampak terhadap jumlah timbulan sampah, sehingga terjadi lonjakan timbunan sampah di TPA membuat keadaan TPA lebih terdesak tanpa adanya pelebaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian dan kelayakan lokasi TPA eksisting di Kabupaten Mojokerto.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian wilayah Kabupaten Mojokerto. Data-data diperoleh melalui teknik pengumpulan observasi dengan bantuan lembar observasi, dokumentasi, dan overlay. Data yang diperoleh dianalaisis menggunakan bantuan SIG dengan acuan pada SNI 03-3241-1994 tentang pemilihan lokasi TPA. Analisis dalam SIG menerapkan analisis Overlay, Buffer, dan Query guna mendapatkan hasil kesesuaian lokasi.Hasil analisis menunjukkan bahwa TPA eksisting memiliki kemiringan lereng kurang dari 15%, berjarak lebih dari 100m terhadap sempadan sungai, berada di lahan sawah, berjarak lebih dari 100m terhadap pemukiman, memiliki jenis tanah Mediteran, memiliki curah hujan 100-200 mm/tahun, dan memiliki tingkat rawan banjir yang rendah, sehingga TPA Belahan Tengah sudah sesuai dengan SNI yang berlaku. TPA eksisting menggunakan metode pengelolaan lahan uruk, namun belum mampu menjalankan metode sanitary landfill sepenuhnya karena tidak adanya proses pengolahan di zona aktif.Kata Kunci : TPA, Kesesuaian, Timbunan Sampah
Pelatihan Deliniasi Wilayah Berdasarkan Citra Satelit Google Earth Pada Guru MGMP Geografi Kota Madiun Makhmudiyah, Nurul; Sutejo, Agus; Murtini, Sri; Sri Utami, Wiwik; Fahrudin Fadirubun, Fahmi; Hariyanto, Bambang; Wirabumi, Putu
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.173

Abstract

Permasalahan dari guru saat ini yang lebih sering menggunakan media manual daripada teknologi informasi geografis (TIG) saat mengajar geografi. Tujuan penelitian ini untuk membantu guru meningkatkan kemampuan dalam menggunakan alat TIG untuk membuat peta dan deliniasi wilayah, sehingga dapat membantu mengajar geografi lebih efektif dan menarik. Melalui pelatihan guru akan memahami cara menggunakan citra satelit Google Earth untuk mengetahui luas obyek pengamatan atau luas suatu daerah. Metode penelitian ini menggunakan observasi, diskusi, dan simulasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru MGMP geografi di Kota Madiun sebanyak 20 orang. Kegiatan pelatihan ini disusun dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan penutup. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan terdapat kenaikan 12,5 % guru yang mengetahui tentang google earth dan manfaatnya. Pengetahuan guru tentang penggunaan google earth untuk deliniasi wilayah juga mengalami peningkatan sebanyak 23,5 %. Selain itu, kenaikan guru dapat mengoperasikan google earth untuk deliniasi wilayah pada peta meningkat sebanyak 22,1%. Sebanyak 92,3 % guru peserta pelatihan menyatakan memahami pelatihan deliniasi wilayah dengan google earth dan seluruhnya tertarik dengan penggunaan google earth untuk deliniasi wilayah dalam pembelajaran di sekolah.
Unraveling social and economic problems: what basics of critical thinking skills are needed? Sri Utami, Wiwik; Kusaeri, Kusaeri; Ridho, Ali; Yusuf, Ahmad; Widodo, Bambang Sigit; Prastiyono, Hendri; Murtini, Sri
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 14, No 1: February 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v14i1.29180

Abstract

Equipping knowledge and developing critical thinking skills about social and economic issues to students is important. This study aimed to analyze the ability of prospective students of Islamic State of Madrasah of Insan Cendekia (ISM-IC) to think critically about socioeconomic problems. This research reveals a critical thinking skills gap among prospective students of Madrasah Tsanawiyah/Islamic Junior High School (IJHS) and non-IJHS who participated in the national selection of new students (NSoNS). This study uses a cross-sectional survey approach with standard instruments from the NSoNS ISM-IC. Data was obtained from 1,832 participants in the social sciences group test, consisting of 1,197 people from IJHS and 635 from non-IJHS. Data analysis using R Programming, package ‘ggstatsplot’, and via Microsoft Excel. The result is: i) a gap in social studies scores between IJHS and non-IJHS students of -0.215, with the social studies scores of IJHS students lower than non-IJHS; ii) critical thinking skills are proven to have a very real impact on the occurrence of social studies score gaps, through the inability of students to answer the higher-order thinking skills (HOTs) category questions. This finding indicates the urgency of the education unit to provide nuanced literacy models and learning and HOTs to increase think of critic ability about socioeconomic matter.
Pemanfaatan Artficial Intelligence Untuk Pembelajaran MGMP Guru IPS di Magetan Murtini, Sri; Perdan Prasetya, Sukma; Sri Utami, Wiwik; Sigit Widodo, Bambang; Rindawati, Rindawati
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.262

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan yang signifikan bagi dunia pendidikan, termasuk dalam penyusunan bahan ajar. Namun, sebagian besar guru IPS khususnya geografi masih belum memahami secara optimal pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara luring di Kabupaten Magetan dengan melibatkan 25 guru yang tergabung dalam MGMP IPS. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan literasi digital dan pemahaman guru terhadap teknologi AI; (2) memberikan keterampilan praktis dalam pemanfaatan perangkat dan platform berbasis AI untuk menyusun buku teks; dan (3) menghasilkan buku teks geografi yang inovatif, relevan, dan kontekstual. Melalui pendekatan pelatihan langsung, peserta dibimbing dalam mengakses, mengevaluasi, dan mengintegrasikan berbagai perangkat AI ke dalam proses pengembangan buku teks. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru IPS secara signifikan. Secara keseluruhan, integrasi teknologi AI dalam pembelajaran geografi tidak hanya memfasilitasi proses belajar mengajar yang lebih efisien, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan profesi guru berbasis teknologi yang dapat direplikasi di daerah lain.
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Model STAD pada Pelajaran Geografi SMAN 1 Maospati MarrioWidiyanto, Marrio Widiyanti; Sri Utami, Wiwik; Perdana Prasetya, Sukma; Hari Purnomo, Nugroho
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 9 No 4 (2025): Volume 9, Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v9i4.1390

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa setelah menerapkan pembelajaran menggunakan model STAD (Student Team Achievement Division) di kelas XI SMAN 1 Maospati. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek Penelitian adalah siswa kelas XI sebanyak 34 siswa. Data awal pratindakan diperoleh nilai motivasi sebesar 69,47. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan angket motivasi belajar siswa. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif yang meliputi: reduksi dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan tindakan yang diberikan belum membuahkan hasil maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan angka persentase motivasi belajar siswa yang hanya 73,93% (cukup), sedangkan kriteria keberhasilan tindakan adalah 75%. Pada Siklus II motivasi siswa mengalami peningkatan menjadi 83,81% (baik). Kesimpulannya adalah model pembelajaran STAD dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran geografi.
Peran Bumdes Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Dewi Wulan Maulidyah; Wiwik Sri Utami; Muhammad Ilyas Marzuqi; Dian Ayu Larasati
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat desa merupakan aspek krusial dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam upaya tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memainkan peran strategis sebagai wadah pengelolaan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujan untuk mengkaji peran BUMDes Gema Mandiri di Desa Sekapuk, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebagai contoh praktik pemberdayaan yang berhasil di tingkat desa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola BUMDes, aparat desa, dan masyarakat, serta observasi langsung dan studi dokumentasi terhadap aktivitas dan laporan keuangan BUMDes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Gema Mandiri berkontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi desa. Pengelolaan unit-unit usaha yang efektif, partisipasi aktif masyarakat, dan dukungan pemerintah desa menjadi faktor kunci dalam keberhasilan tersebut. Data perkembangan finansial BUMDes dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan peningkatan pendapatan dari Rp800 juta hingga mencapai Rp3,7 miliar. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan secara ekonomi, tetapi juga menunjukkan bahwa BUMDes mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi peran BUMDes dapat menjadi model dalam mendorong pembangunan desa yang mandiri dan berbasis potensi lokal.