Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Program Remedial dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Desi Chayani Wulan; Muslim Afandi; Mhd Subhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, tujuan, prinsip, serta mekanisme pelaksanaan program remedial dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa program remedial merupakan bagian penting dalam sistem pembelajaran yang berfungsi untuk membantu peserta didik mengatasi kesulitan belajar dan mencapai kriteria ketuntasan minimal. Remedial tidak hanya berfungsi sebagai pengulangan materi, tetapi juga sebagai proses diagnostik, korektif, adaptif, dan terapeutik. Dalam perspektif PAI, program remedial memiliki dimensi yang lebih luas karena mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual yang sejalan dengan konsep islah (perbaikan) dan tazkiyah (penyucian diri). Pelaksanaan remedial yang efektif memerlukan perencanaan yang sistematis, mulai dari identifikasi kebutuhan siswa, perancangan strategi pembelajaran, hingga evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, program remedial memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan
PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DAN KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS) TERHADAP DISIPLIN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nur Aprilda Mardatillah; Meimunah S Moenada; Mhd. Subhan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.10882

Abstract

This study aims to examine the effect of the school environment on students’ learning discipline in Islamic Religious Education subjects at SMP Negeri 1 Pangkalan Kuras, Pelalawan Regency, Riau Province; to analyze the effect of self-awareness on students’ learning discipline in Islamic Religious Education subjects; and to investigate the simultaneous effect of the school environment and self-awareness on students’ learning discipline in Islamic Religious Education subjects at SMP Negeri 1 Pangkalan Kuras, Pelalawan Regency, Riau Province. This research employed a quantitative approach. The population consisted of 738 students. The sample was determined using the Slovin formula with a 5% margin of error, resulting in 259 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires, and data analysis techniques included simple linear regression and multiple linear regression analyses. The findings revealed a significant effect of the school environment on students’ learning discipline (significance value = 0.000 < 0.05). Self-awareness was also found to have a significant effect on students’ learning discipline (significance value = 0.000 < 0.05). Furthermore, the school environment and self-awareness simultaneously had a significant effect on students’ learning discipline (significance value = 0.000 < 0.05), contributing 53.1% to the variance in learning discipline. These findings indicate that a supportive school environment and strong self-awareness synergistically enhance students’ learning discipline in Islamic Religious Education subjects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lingkungan sekolah terhadap disiplin belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, menguji pengaruh kesadaran diri (self awareness) terhadap disiplin belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, dan menguji pengaruh lingkungan sekolah dan kesadaran diri (self awareness) secara simultan terhadap disiplin belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 738 siswa. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% sehingga diperoleh sampel sebanyak 259 siswa yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan sekolah terhadap disiplin belajar siswa (nilai signifikan= 0,000 < 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan kesadaran diri (self awareness) terhadap disiplin belajar siswa (nilai signifikan= 0,000 < 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah dan kesadaran diri (self awareness) secara simultan terhadap disiplin belajar siswa (nilai signifikan= 0,000 < 0,05) memperoleh nilai kontribusi sebesar 53,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dan kesadaran diri yang baik bersinergi dalam meningkatkan disiplin belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.    
Analisis Ruang Lingkup Psikologi Belajar: Konsep, Metode, dan Implikasinya dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Arifah Elwahdiyah; Muslim Afandi; Mhd Subhan
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5552

Abstract

Learning psychology is a branch of science that plays a crucial role in understanding students' learning processes. In educational practice, some learning approaches still do not fully consider psychological aspects, resulting in suboptimal learning outcomes. Therefore, understanding the scope of learning psychology is crucial, particularly in the context of Islamic Religious Education. This study aims to describe and analyze the scope of learning psychology, including its definition, methods, and benefits in improving learning effectiveness. This study employed a qualitative approach with library research, using books, scientific journal articles, and relevant previous research as data sources. Data collection was conducted through documentation studies, while data analysis employed descriptive qualitative analysis techniques. The results show that learning psychology addresses not only changes in individual behavior during the learning process but also encompasses cognitive, affective, and psychomotor aspects influenced by various internal and external factors. Furthermore, learning psychology employs a variety of methods, such as clinical methods, questionnaires, experiments, case studies, and tests, that can be used to gain a deeper understanding of students' conditions. An understanding of learning psychology also provides significant benefits for educators in designing effective learning, creating a conducive learning environment, and optimally developing students' potential
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SERTA HAKIKAT MANUSIA DALAM BELAJAR PERSPEKTIF ISLAM Muhammad Rizieq; Muslim Afandi; Mhd. Subhan
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep pertumbuhan, perkembangan, dan hakikat manusia dalam belajar dalam perspektif Islam dengan pendekatan konsep dan kepustakaan. Pertumbuhan dipahami sebagai perubahan kuantitatif yang bersifat fisik dan dapat diukur, sedangkan perkembangan merupakan proses perubahan kualitatif yang mencakup aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Islam memandang kedua proses tersebut sebagai bagian dari sunnatullah yang berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan dalam kehidupan manusia. Al-Qur'an menjelaskan tahapan asal usul dan dinamika kehidupan manusia sebagai dasar teologis bagi konsep pertumbuhan dan perkembangan. Dalam konteks pendidikan, manusia diposisikan sebagai makhluk pembelajar yang memiliki potensi fitrah berupa akal, hati, dan jasad yang harus dikembangkan secara seimbang. Pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas menegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia beradab yang mampu menempatkan ilmu secara proporsional dalam kerangka tauhid. Sementara itu, Al-Ghazali menekankan pentingnya tazkiyatun nafs sebagai inti perkembangan spiritual, dan Ibnu Khaldun menyoroti peran lingkungan sosial dalam membentuk perkembangan intelektual dan peradaban manusia. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan dalam perspektif Islam bersifat holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Manajemen Strategi Dan Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran : Penelitian Hasyiyati; Muslim Afandi; Mhd Subhan
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.264

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan kelas dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, kondusif, dan berpusat pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manajemen strategi dan pengelolaan kelas dalam pembelajaran serta mengkaji perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku referensi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi dalam pengelolaan kelas meliputi tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Strategi yang dirancang secara sistematis mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan motivasi, partisipasi, dan hasil belajar siswa. Selain itu, pendekatan humanis dan interaktif dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan otoriter karena mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Keberhasilan strategi juga dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi guru terhadap karakteristik siswa dan kondisi kelas. Dengan demikian, manajemen strategi dan pengelolaan kelas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Teknik Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bella Dinata; Dewi Wulandari; Mardalia; Nanda Saputra; Puja Juwita Kesuma; Rika Putri Hasibuan; Rindyani; Mhd. Subhan
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/7n38s884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran serta manfaat dan tantangan yang ditimbulkannya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi literatur, penelitian ini menelaah beragam artikel ilmiah dan dokumen yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa AI memberikan dampak signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan efisien. Teknik penggunaan AI yang umum diimplementasikan mencakup pembelajaran adaptif, analisis data belajar, automatisasi tugas administratif, chatbot edukatif, serta simulasi dan gamifikasi. Manfaat AI mencakup peningkatan efisiensi pembelajaran, personalisasi materi, serta kemudahan evaluasi dan analisis perkembangan siswa. Namun demikian, penerapan AI juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan pendidik, hingga kekhawatiran terhadap ketergantungan siswa pada teknologi. Oleh karena itu, peran guru tetap sangat penting dalam memastikan penggunaan AI tetap selaras dengan nilai-nilai pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Analisis Teknologi Pembelajaran dalam Pendidikan Sekolah Dasar Nasrun; Ikhsan Nuddin; Rindyani; Mhd. Subhan
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/7g7yvz57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang analisis teknologi pembelajaran serta tantangan yang akan dihadapi dalam mengimplementasikannya. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah library research atau study literatur dan pengumpulan data dengan mengkaji dan menganalisis berbagai sumber informasi yang relevan yang terkait dengan analisis teknologi pembelajaran teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur. Penelitian ini disusun berdasarkan atas gagasan penulis yang didukung dengan objek data sekunder. Hasil penelitian dari artikel ini Dalam pendidikan, pembelajaran menggunakan teknologi yang dilakukan oleh guru sangat membantu proses pembelajaran. Khususnya untuk siswa siswi sekolah dasar yang karakteristiknya masih pada tahap perkembangan awal, maka dari itu guru perlu menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran agar siswa lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Guru juga perlu memahami tentang teknologi di era sekarang agar guru-guru di Indonesia tidak ketinggalan zaman. Dari hasil penelitian kedapatan bahwa guru-guru di SDN Karang Tengah 11 sudah menggunakan teknologi dalam pembelajaran, seperti menampilkan gambar, film, dan yang lainnya dengan menggunakan proyektor.
RELEVANSI TEORI BELAJAR KLASIK DALAM ERA MERDEKA BELAJAR: ANALISIS LITERATUR TERINTEGRASI Lutfi Alfushilath; Muslim Affandi; MHD Subhan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13586

Abstract

This article aims to analyze the relevance of classical learning theories in the context of the implementation of the Merdeka Belajar policy in Indonesia through an integrated literature review approach. The classical learning theories examined include behaviorism, early cognitivism, and constructivism as foundational frameworks in the development of educational psychology. Key figures such as B.F. Skinner, Ivan Pavlov, Jean Piaget, and Lev Vygotsky are used as primary references to understand the characteristics of each theoretical perspective. The research method employed is a literature review that integrates various relevant national and international scholarly sources within a specific time frame. The findings indicate that classical learning theories remain relevant in modern educational practices, particularly in aspects of behavior formation, reinforcement, and students’ cognitive structures. However, their application needs to be aligned with the principles of Merdeka Belajar, which emphasize student-centered learning, flexibility, creativity, and the holistic development of individual potential. The integration of classical theories with contemporary learning approaches is essential to create adaptive and contextual learning processes. Therefore, classical learning theories are not entirely obsolete but are reconstructed to align with the dynamics of 21st-century education.
Teori Kognitif Sosial Albert Bandura Dalam Proses Pembelajaran Muhammad Faizal Rizieq; Muslim afandi; Mhd. Subhan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teori kognitif sosial Albert Bandura serta implikasinya dalam proses pembelajaran. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bagaimana individu belajar melalui interaksi antara faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori kognitif sosial Bandura menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi melalui pengalaman langsung, tetapi juga melalui observasi dan peniruan (modeling) terhadap perilaku orang lain. Teori ini didukung oleh konsep hubungan timbal balik (reciprocal causation) antara individu, perilaku, dan lingkungan. Selain itu, Bandura menjelaskan bahwa proses belajar melalui observasi melibatkan empat komponen utama, yaitu perhatian (attention), retensi (retention), reproduksi (reproduction), dan motivasi (motivation). Konsep self-efficacy dan regulasi diri juga menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan belajar seseorang. Dalam konteks pendidikan, teori ini dapat diterapkan melalui pemberian teladan yang baik oleh guru, penggunaan model pembelajaran yang mendorong observasi, penguatan perilaku positif, serta pengembangan kepercayaan diri dan kemampuan regulasi diri peserta didik. Dengan demikian, teori kognitif sosial Bandura memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami proses pembelajaran dan pengembangan perilaku peserta didik secara efektif.
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MORAL: INTEGRASI TEORI LAWRENCE KOHLBERG DAN IMAM AL-GHAZALI DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ikhlasul Akmal; Muslim Afandi; Mhd Subhan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15167

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) faces significant challenges in fostering students' moral character due to the limited integration of cognitive development, moral reasoning, and spiritual formation within the learning process. This study aimed to analyze Lawrence Kohlberg’s theory of moral development and Imam Al-Ghazali’s concept of spiritual education and to examine their relevance to the development of the Islamic Religious Education curriculum. Employing a qualitative library research approach, the study utilized content analysis and comparative conceptual analysis to synthesize primary and secondary literature in educational psychology and Islamic education. The findings reveal that Kohlberg’s theory emphasizes the progressive development of moral reasoning through cognitive maturation, whereas Al-Ghazali’s educational philosophy highlights the purification of the soul (tazkiyat al-nafs), moral habituation, and spiritual cultivation as the foundation of character formation. The comparative analysis demonstrates that these two perspectives are complementary and can be integrated into a holistic educational framework that balances cognitive, moral, and spiritual dimensions. This integrative model provides a conceptual foundation for developing a more adaptive and comprehensive PAI curriculum that aligns with students’ psychological development while promoting intellectual competence, moral responsibility, and religious character in contemporary educational contexts.