Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Hidup Pada Lansia Dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Gambirang Julmira dos Santos de Jesus; Ady Irawan AM; Endrat Kartiko Utomo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1428

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yangdapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung, terutamapada lansia. Menurut Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi hipertensi masihcukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah Sukoharjo. Salah satupenatalaksanaan nonfarmakologis yang efektif adalah senam Tai Chi, yaitulatihan yang memadukan gerakan lembut, teknik pernapasan, dan relaksasisehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkankualitas hidup. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhsenam Tai Chi terhadap tekanan darah dan kualitas hidup pada lansia denganhipertensi di Posyandu Lansia Gambirang. Metode: Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental menggunakan desainone group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 respondenyang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tekanan darah diukurmenggunakan tensimeter (sfigmomanometer) dan stetoskop, sedangkan kualitashidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Intervensi senam TaiChi dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dengan frekuensi 2 kali per minggu,masing-masing selama 20–30 menit. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolikmenurun dari 152,97 mmHg menjadi 125,43 mmHg, dan tekanan darahdiastolik menurun dari 84,23 mmHg menjadi 75,27 mmHg. Rata-rata skorkualitas hidup meningkat dari 58,67 menjadi 97,43. Hasil uji paired t-testmenunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwasenam Tai Chi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah danpeningkatan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Kesimpulan : Senam Tai Chiberpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatankualitas hidup pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Gambirang. Senam TaiChi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologisyang aman dan mudah dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanandarah serta meningkatkan kualitas hidup lansia.
Hubungan Perubahan Citra Tubuh dengan Status Emosional Pasien Hemodialisis di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Anastacia Ratih Vida Kusuma; Endrat Kartiko Utomo; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1693

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat mengalami berbagai perubahan fisik, antara lain perubahan akses vaskular, hiperpigmentasi kulit, pruritus, edema, maupun bentuk tubuh yang dapat memengaruhi persepsi terhadap tubuh. Perubahan citra tubuh dapat berdampak pada status emosional berupa depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian sebelumnya lebih banyak meneliti citra tubuh dengan kualitas hidup, sedangkan penelitian mengenai hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional pada pasien hemodialisis masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional yang meliputi depresi, kecemasan, dan stres pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 60 responden melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner Body Image Scale (BIS) dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Data dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perubahan citra tubuh dengan depresi (p-value = 0,000; r = 0,638), kecemasan (p-value = 0,005; r = 0,355), dan stres (p-value = 0,000; r = 0,596). Perubahan fisik akibat penyakit dan hemodialisis yang dapat memengaruhi persepsi terhadap tubuh, menimbulkan rasa malu dan ketidaknyamanan, serta berdampak pada kondisi psikologis pasien. Semakin negatif persepsi pasien terhadap citra tubuhnya, maka semakin tinggi tingkat depresi, kecemasan, dan stres yang dialami pasien.
Pengaruh terapi slow deep breathing terhadap Tekanan Darah tinggi pada lansia dengan hipertensi Rifkhana Aulia Citra; Andriani Mei Astuti; Endrat Kartiko Utomo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1728

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya memperlambat pernapasan dalam . Terapi ini memberikan efek relaksasi, meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis, dan menurunkan resistensi pembuluh darah sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah . Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi pernafasan lambat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Glagawangi. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest - posttest . berjumlah 40 lansia penderita hipertensi dengan teknik total sampling . Intervensi pernapasan dalam lambat diberikan selama tiga hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Analisis meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk, sedangkan uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum intervensi sebesar 84.200, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 81.775 mmHg. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi pernapasan dalam lambat terhadap penurunan tekanan darah, dengan rata-rata serta p-value < 0,05. Kesimpulan: Terapi slow deep breath efektif menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan dapat diterapkan sebagai intervensi perawatan mandiri yang aman, mudah, serta menjadi terapi pendamping dalam perawatan hipertensi . Kata Kunci: hipertensi, lansia, pernapasan dalam lambat , tekanan darah, terapi nonfarmakologi