Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perspektif Buddhis Mengenai Pendekatan Perilaku Realita Diah Arum Puji Astuti; Kabri Kabri; Julia Surya
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4723

Abstract

This journal explores the Buddhist perspective regarding the behavioral reality approach as a concept that includes spiritual, philosophical and psychological aspects. This approach is based on basic Buddhist concepts such as freedom from suffering (dukkha) and a deep understanding of attachment (tanha) to reality. This journal outlines key Buddhist concepts related to the behavioral reality approach, such as mindfulness (awareness), impermanence (anicca), and concern for suffering (karuna). In addition, this journal discusses how Buddhist understanding of reality can shape patterns of behavior and responses to the surrounding environment. Through a qualitative approach, this research involves analysis of classical Buddhist texts and interviews with Buddhist practitioners who have applied the reality-behavior approach in everyday life. The results suggest that Buddhist understanding of reality can provide a basis for the development of behavioral policies and therapeutic practices that include spiritual and psychological aspects. This research provides in-depth insight into how a Buddhist perspective can contribute to the understanding and treatment of behavioral realities in contemporary contexts.
The Role of Emotional Intelligence in Shaping Students' Social Behavior Tika Tika; Kabri Kabri; Ponijan Ponijan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.2004

Abstract

This research investigates the role of emotional intelligence in shaping students' social behavior by adopting a systematic literature analysis approach. Emotional intelligence, as an important dimension in individual development, has become a focus of attention in the educational context. Through a review of current research, this research aims to construct a comprehensive understanding of how emotional intelligence influences social interactions, conflict resolution, and the development of students' interpersonal skills. The main findings indicate a positive relationship between the level of emotional intelligence and students' social behavior, with significant implications for the development of holistic educational approaches. The conclusions of this study reinforce the urgency to include emotional intelligence in the curriculum, while emphasizing the need for intervention programs that can improve students' social skills. These findings also stimulate thought regarding the need to understand the role of emotional intelligence in cultural and environmental contexts. Therefore, further research that considers contextual factors is needed to gain deeper insights.
Penguatan Moderasi Beragama dalam Praktik Keagamaan Buddha Turahmi Turahmi; Tjhia Khie Khiong; Kabri Kabri
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.8596

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penguatan moderasi beragama dalam praktik keagamaan Buddha. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama adalah prinsip penting dalam Buddhisme yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan umat Buddha, termasuk hubungan sosial, dialog antaragama, dan pengembangan spiritual. Meskipun tantangan tertentu mungkin muncul, penguatan moderasi beragama dalam praktik Buddha penting dalam menjaga harmoni dan mempromosikan dialog positif antaragama di era globalisasi. Simpulan penelitian ini bahwa Buddhisme telah mengalami perkembangan yang signifikan, merangkul berbagai tradisi seperti Theravada, Mahayana, dan Vajrayana. Moderasi dalam Buddhisme sangat penting untuk mempertahankan harmoni dan harmoni dalam komunitas Buddha. Kata Kunci: Keagamaan Buddha, Moderasi Beragama, Toleransi, Pengembangan Spiritual
Peran Keluarga dalam Penguatan Karakter Buddhis Diah Arum Puji Astuti; Kabri Kabri; Julia Surya
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.8597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam penguatan karakter Buddhis. Metode penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam penguatan karakter Buddhisme sangat signifikan serta memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya penguatan karakter Buddhisme dalam konteks keluarga dan implikasinya terhadap tantangan global yang ada. Simpulan penelitian ini yaitu: Peran orang tua dalam membina kepribadian anak dapat melalui berbagai cara seperti memberikan pendidikan agama, mengajarkan sopan santun, memberikan teladan yang baik, menanamkan nilai-nilai kedisplinan, menanamkan nilai-nilai kejujuran, menanamkan nilai-nilai sosial, selalu menanamkan hal positif kepada anak, selalu memantau kegiatan anak, memberi pengarahaan kepada anak mengenai nilai-nilai religi atau agama seperti mengajak ke vihara dan menjadi pendengar yang baik untuk anak. Kata Kunci: Karakter Buddhis, Peran Keluarga, Tantangan Global.
Kemasyarakatan Buddhis dan Kebangsaan Kabri Kabri; Lalita Kalyaniti; Aprilisa Pratiwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran masyarakat Buddha dalam memperkuat kebangsaan Indonesia melalui pendekatan studi pustaka. Fokus utama diberikan pada integrasi nilai-nilai Buddhisme dengan tradisi lokal seperti Kejawen, Cit Gwee Pua, dan Syoko, yang merupakan wujud nyata sinkretisme budaya dan agama di tengah masyarakat Indonesia. Melalui analisis terhadap sumber-sumber sejarah, literatur akademik, dan dokumen kebijakan, artikel ini menunjukkan bahwa umat Buddha tidak hanya berperan sebagai komunitas religius minoritas, tetapi juga sebagai agen aktif dalam membangun karakter kebangsaan yang inklusif, toleran, dan berbasis nilai universal seperti metta (cinta kasih), karuṇā (belas kasih), dan upekkhā (keseimbangan batin). Tradisi-tradisi lokal tersebut menjadi media efektif dalam menginternalisasi ajaran Dharma sekaligus menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari identitas nasional. Temuan ini memperkuat posisi Buddhisme sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban Nusantara, baik secara historis maupun kontemporer.
Spiritualitas Buddha: Menghadapi Duka Kematian Orang Tua Melalui Penyembuhan Diri Shelfia Angela; Kabri Kabri; Partono Nyanasuryanadi
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 8 No 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v8i1.496

Abstract

This study aims to explore the subjective experiences of grieving and self-healing after parental loss within the framework of Buddhist spirituality. Employing an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach, this qualitative study involved five Buddhist adults (>21 years) in Pekanbaru, Indonesia, who had moved beyond the acute phase of grief. The findings reveal that the grieving process is non-linear and deeply influenced by the context of death, the quality of the parent-child relationship, and gender norms. Buddhist teachings—particularly anicca (impermanence) and the practice of pattidāna (merit-transference)—serve as a cognitive framework that facilitates acceptance and transforms grief into meaningful spiritual action. Self-healing mechanisms integrate cognitive reframing, emotional catharsis, and behavioral adaptation. Family support, productive activities, emotional and financial independence, and personal growth were key recovery factors. This study introduces the concept of "Grief as an Ecological-Spiritual Process."
Pengaruh Penggunaan Model Cooperative Learning terhadap Keterlibatan Siswa Kelas XII dalam Pembelajaran Agama Buddha Tria Yunita; Kabri Kabri; Maria Fransisca Andanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3509

Abstract

Keterlibatan siwa dalam pembelajaran telah menjadi perhatian utama dalam pendidikan abad-21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan seberapa besar pengaruh penggunaan model cooperative learning terhadap keterlibatan siswa kelas XII dalam pembelajaran gama Buddha di SMA Negeri 1 Donorojo Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey dan teknik regresi linear sederhana. Berdasarkan analisis menggunakan regresi linear sederhana, diperoleh nilai koefisien sebesar 0,596 sehingga dapat diartikan bahwa penggunaan model cooperative larning memberikan kontribusi pengaruh sebesar 59,6% terhadap keterlibatan siwa, sisanya 40,4% dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil uji t menunjukkan nilai thitung sebesar 5,699 dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0.05. Dengan demikian, dapat disimpulkan penggunaan model cooperative learning berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan siwa kelas XII dalam pembelajaran agama Buddha di SMA Negeri 1 Donorojo Tahun Ajaran 2024/2025.
Interaksi Sosial dalam Praktik Keagamaan Umat Buddha: Systematic Literature Review (SLR) Novita Novita; Partono Partono; Kabri Kabri; Riasih Riasih
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zpyd9b57

Abstract

This review synthesizes research on social interaction in Buddhist religious practices, focusing on community gatherings, rituals, and meditation groups to address gaps in understanding their roles in social cohesion, cultural identity, and community dynamics. The review aims to evaluate the social functions of rituals and communal gatherings, compare meditation groups as social sites, identify mechanisms that foster cohesion and intercultural harmony, analyze the role of leadership, and contrast traditional and contemporary practices. A systematic analysis of qualitative, quantitative, and mixed-method studies across diverse Buddhist traditions and geographical contexts was conducted, with particular emphasis on ethnographic and survey data from Asia, North America, and diaspora communities. The findings reveal that Buddhist rituals and meditation groups significantly enhance social integration, identity formation, and intercultural tolerance, while also adapting innovatively to urbanization and digital mediation. Spiritual leaders emerge as key mediators of social networks and cultural values, although issues of power dynamics and inclusivity warrant further scrutiny. Contemporary transformations are reshaping social practices but remain insufficiently examined through comprehensive critical evaluation. Collectively, these findings demonstrate the multifaceted social functions of Buddhist practices as dynamic sites of community resilience and cultural negotiation. This review underscores the need for integrative comparative research to deepen theoretical frameworks and to inform policy and community engagement in Buddhist studies and the broader study of religion
Peran Meditasi Vipassana Bhavana dalam Peningkatan Kecerdasan Emosional: Systematic Literature Review Febi Sucito; Kabri Kabri; Andika Pratama; Wisnu Murti Sri Budiarto
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran meditasi Vipassana Bhavana dalam meningkatkan kecerdasan emosional melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas kehidupan modern yang memicu berbagai permasalahan emosional, seperti stres, kecemasan, dan ketidakstabilan psikologis, yang berkaitan erat dengan rendahnya kemampuan individu dalam mengelola emosi. Dalam konteks ini, praktik meditasi, khususnya Vipassana Bhavana, dipandang sebagai salah satu intervensi psikologis berbasis kesadaran (mindfulness) yang relevan untuk mengembangkan kecerdasan emosional. Metode penelitian dilakukan dengan mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang tahun 2015-2025. Dari total 120 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 35 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa praktik Vipassana Bhavana memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan kecerdasan emosional, yang tercermin dalam kemampuan regulasi emosi, kesadaran diri (self-awareness), serta peningkatan empati dan kualitas hubungan interpersonal. Selain itu, beberapa temuan empiris menunjukkan bahwa praktik ini juga berkaitan dengan penurunan tingkat stres dan perbaikan kesehatan mental. Secara konseptual, mekanisme kerja Vipassana Bhavana terletak pada pengembangan kesadaran penuh (sati) dan kebijaksanaan (paññā) yang memungkinkan individu mengamati fenomena mental secara objektif tanpa reaktivitas berlebihan. Dengan demikian, meditasi Vipassana Bhavana tidak hanya berfungsi sebagai praktik spiritual, tetapi juga sebagai intervensi psikologis yang berkontribusi terhadap penguatan kecerdasan emosional secara holistik. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program pendidikan dan kesehatan mental berbasis mindfulness di masyarakat modern.