Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS KADAR ASAM KLOROGENAT DAN KAFEIN BERDASARKAN PERBEDAAN LOKASI PENANAMAN DAN SUHU ROASTING PADA KOPI ROBUSTA (C. canephora Pierre) Virhananda, M Rakha Pradipta; Suroso, Erdi; Nurainy, Fibra; Suharyono, Suharyono; subeki, subeki; Satyajaya, Wisnu
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6361

Abstract

Kopi memiliki senyawa kimia seperti kafein dan asam klorogenat. Kandungan senyawa kimia dalam kopi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat kematangan, tempat tanam, dan penanganan pasca panen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ketinggian lokasi tanam terhadap kadar senyawa asam klorogenat dan kadar kafein kopi robusta serta untuk mengetahui perbedaan suhu roasting terhadap kadar asam klorogenat dan kadar kafein kopi robusta. Penelitian disajikan secara deskriptif dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama yaitu perbedaan ketinggian lokasi tanam, yang terdiri K1 (Lampung Barat), K2 (Tanggamus), dan K3 (Way Kanan). Faktor kedua adalah suhu roasting, yang terdiri dari 2 level yaitu T1 (180oC), dan T2 (240oC). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi lokasi penanaman maka akan semakin tinggi kandungan kafein dan asam klorogenat biji kopi yang dihasilkan, sedangkan semakin tinggi suhu penyangraian maka kandungan kafein dan asam klorogenat biji kopi yang dihasilkan akan semakin rendah
KAJIAN PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PROSES PRODUKSI AGROINDUSTRI SARI LEMON ICF: KAJIAN PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PROSES PRODUKSI AGROINDUSTRI SARI LEMON ICF Utomo, Tanto Pratondo; Wicaksana, Bayu; Suroso, Erdi; Subeki, Subeki; Warji, Warji
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.2.190-199

Abstract

Agroindustri sari lemon ICF menggunakan proses produksi semi mekanis yang mengakibatkan efisiensi produksinya rendah, antara lain ditunjukkan oleh rendemen sari lemon yang dihasilkan yaitu 17,94 persen atau hanya sekitar 40 persen dari rendemen potensialnya.  Pada penelitian ini dikaji penetapan produksi bersih pada tahapan proses produksi agroindustri sari lemon ICF yang potensial meningkatkan efisiensi proses produksi, terutama meningkatkan rendemen sari lemon yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quick scan yaitu menelaah aliran material proses produksi sari lemon yang dijabarkan dalam neraca massa yang meliputi proses persiapan buah lemon (pencucian), proses ekstraksi sari lemon (pemotongan, pemerasan, penyaringan), proses pemasakan sari lemon (pasteurisasi dan pendinginan), dan proses pengemasan sari lemon (pembotolan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan rendemen sari lemon terbesar terjadi pada proses pemerasan, pemotongan, dan pencucian yaitu masing-masing berturut-turut sebesar 62,26 persen, 13,28 persen, dan 4,83 persen.  Pilihan produksi bersih yang dipilih adalah berupa modifikasi teknologi dengan mengubah pemerasan buah Leon secara semi-mekanis menjadi pemerasan mekanis.  Penerapan pemerasan buah lemon secara mekanis pada Agroindustri Sari Lemon ICF mampu meningkatkan rendemen sari buah lemon yang dihasilkan dari 17,94 persen menjadi 33,29 persen atau dari 187 botol sari lemon ukuran 500 ml menjadi 346 botol sari lemon ukuran yang sama dengan investasi yang dibutuhkan sebanyak Rp. 10.000.000,-  dengan nilai B/C 25,52 dan PBP 1,41 bulan.
Impact of High-Temperature Heating on the Chemical Stability and Sensory Quality of Red Palm Oil Hidayati, Sri; Rahmawati, Aulia; Suroso, Erdi; Subeki, Subeki; Utomo, Tanto P.
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i1.215-225

Abstract

Red palm oil (RPO) is known for its high carotenoid content, particularly β carotene and α-carotene, which provide significant provitamin A activity. However, it is susceptible to oxidation during frying and results in nutrient loss and quality degradation. This study investigates the effects of high temperatures and prolonged heating durations on the chemical and sensory properties of RPO. The experiment involved heating RPO at three different temperatures (140°C, 180°C, and 220°C) for durations ranging from 2 to 10 hours. Chemical analysis included peroxide values, free fatty acids, and changes in functional groups through Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. Sensory evaluations focused on aroma and color alterations due to heating. Results showed that prolonged heating of RPO at high temperatures led to significant increase in peroxide values, and the formation of oxidation products, including aldehydes and ketones, which negatively impacted the sensory qualities. The oil darkened, and a burnt aroma developed, reducing overall sensory appeal. These findings provide new insights into the optimal frying conditions to preserve the nutritional and sensory qualities of RPO, particularly by minimizing heating duration and temperature. Keywords: Nutritional value, Prolonged heating, Red palm oil, Sensory attributes, Thermal oxidation.
Effect of Drying and Size Reduction Techniques on the Characteristic of Instant Seasoning for Shredded Fish Julita, Sela; Sartika, Dewi; Akhyar, Gusri; Hidayati, Sri; Subeki, Subeki
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i6.2120-2130

Abstract

Instant seasoning for spiced shredded fish is practical and serves to expedite the process of producing shredded fish products. Instant seasoning has a potential to be developed and needs to be studied because it has not been found in the nearest supermarket. The objective of this study is to analyze and evaluate the quality of instant seasonings produced using various drying and size reduction techniques. The research was performed according to Completely Randomized Block Design, comprising two factors (i.e. drying techniques and size reduction techniques) and three replicates. Data was analyzed using the LSD (Least Significant Difference) and de Garmo tests to determine the most effective treatment. Seasoning quality was based on sensory attributes, chemical parameters, and microbiological parameters. The findings indicated that the application of drying and size reduction techniques had a discernible impact on the quality of instant seasoning for spiced shredded fish. The P3A1 (drying using food dehydrator and size reduction using chopper) treatment was determined to be optimal with 5.27% moisture content of, 8.57% fiber content, 42.88% free radical inhibition activity, 2.42 log CFU/ml total microbes, and 4.16 of score for overall acceptance.
PENGARUH PENAMBAHAN METANOL DAN METIL ESTER TERHADAP AKTIVITAS EKSTRAK KASAR ENZIM LIPASE DARI BUAH SAWIT LEWAT MATANG Sugiharto, Ribut; Adiningrum, Safitri; Achmad, Novall C.; Yuliandari, Puspita; Fadhallah, Esa G.; Subeki, Subeki
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah sawit lewat matang merupakan sumber ekstrak kasar enzim lipase yang potensial sebagai biokatalis produksi biodiesel. Aktivitas enzim lipase dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah pelarut organik, seperti metil ester dan metanol. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan metanol dan metil ester dalam penghambatan aktivitas enzim lipase kasar yang berasal dari buah sawit lewat matang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang disusun secara faktorial dalam 3 ulangan. Penelitian disusun dalam 2 faktor; faktor pertama adalan konsentrasi metil ester (E) yang terdiri dari 4 taraf (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan faktor kedua adalah konsentrasi metanol (M) yang terdiri dari 4 taraf (0%, 2%, 4%, dan 6%). Pengamatan yang dilakukan adalah aktivitas ekstrak kasar enzim lipase. Data yang dihasilkan dianalisis dengan analisis sidik ragam untuk memperoleh penduga ragam galat dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar perlakuan. Kemudian, diuji lebih lanjut dengan analisis Ortogonal Polinomial untuk mengetahui pola hubungan perlakuan dengan hasil pengamatan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan metil ester dan metanol ke dalam substrat sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekstrak kasar enzim lipase dari buah sawit lewat matang (over ripe). Peningkatan konsentrasi metil ester dan metanol masing masing menurunkan aktivitas enzim lipase secara linier. Kombinasi metil ester dan metanol dalam substrat mempunyai daya hambat aktivitas ekstrak kasar enzim lipase lebih besar dibandingkan dengan bila metil ester dan metanol ditambahkan secara terpisah.
Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Jeruk bagi Petani Jeruk di Kabupaten Way Kanan Zuidar, Ahmad Sapta; Subeki, Subeki; Hidayati, Sri; Fadhallah, Esa Ghanim; Setiawan, Teguh
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i2.11515

Abstract

Kampung Mulya Sari, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, merupakan sentra budidaya jeruk dengan kepemilikan 300–500 pohon per kepala keluarga (KK). Setiap panen, petani mengalami kerugian sekitar 50% akibat sifat buah yang mudah rusak dan keterbatasan keterampilan pengolahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah buah dan limbah kulit jeruk menjadi produk bernilai tambah seperti sirup, permen jelly, dan pengawet alami, sekaligus memperkenalkan aspek gizi dan kesehatan produk tersebut. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi/praktik langsung, dengan evaluasi awal dan akhir menggunakan kuesioner. Sebanyak minimal 20 warga mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi awal menunjukkan sebagian besar peserta memiliki pengetahuan terbatas terkait manfaat gizi, pemanfaatan kulit jeruk, dan teknik pengolahan. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 56,25%. Aspek afektif menunjukkan 100% peserta menganggap pelatihan bermanfaat dan 95% berminat mempraktikkannya. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif, tetapi implementasi jangka panjang memerlukan pendampingan lanjutan, penyediaan sarana produksi, pelatihan kemasan dan pemasaran, agar potensi jeruk di Kampung Mulya Sari dapat dioptimalkan dan mengurangi kehilangan hasil panen hingga 50 ton per musim.
The use of animal manure for improving chemical properties of degraded Ultisol, yield, and secondary metabolic of Zingiber montanum Palupi, Nurul Puspita; Kesumaningwati, Roro; Subeki, Subeki; Mujiono, Kadis; Sofian, Sofian; Paramita, Swandari; Arung, Enos Tangke
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.111.4847

Abstract

Ultisols in Indonesia have the potential for agricultural development, but the soils have low pH and nutrient contents that hinder plant growth and yield. Using animal manure can be an alternative to improve soil productivity and crop yields. This study aimed to examine the effects of animal manure on the chemical properties of Ultisol, yield, and secondary metabolic of Zingiber montanum. The treatments tested were combinations of types of manure (cow and chicken manure) and manure application levels, namely P0 (control), P1 (cow manure 20 t/ha), P2 (cow manure 40 t/ha), P3 (cow manure 60 t/ha), P4 (chicken manure 20 t/ha), P5 (chicken manure 40 t/ha), and P6 (chicken manure 60 t/ha). The results showed that the application of chicken manure of 60 t/ha increased N and P contents of the soil, and the application of cow manure of 60 t/ha increased soil cation exchange capacity. The application of cow manure of 60 t/ha gave the highest plant height, the number of leaves, and the number of at 18 weeks after planting, while the application of chicken manure dose of 60 t/ha produced the longest plant roots. The highest fresh and dry rhizome weight was observed for the 60 t/ha cow manure treatment. The highest secondary metabolic levels in each parameter were found in dry rhizomes (phenolic, flavonoid, and tannin) and fresh rhizomes (phenolic and flavonoid), with the highest tannin compound in the treatment of 40 t chicken manure/ha. The application of chicken manure at a dose of 60 t/ha resulted in a strong antioxidant yield in fresh and dry rhizomes.
Co-Authors - Muhartono - Muhartono . Sumardi A. S., Suharyono Achmad, Novall C. Adiningrum, Safitri Agus Muhamad Hariri Agus Muhammad Hariri Agus Saptomi Ahmad Sapta Zuidar Amelia Hestiana Anitsa Asrining Puri Anungputri, Pramita Sari Aulia Rahmawati Aulia Rahmawati, Aulia Azhari Rangga Azhari Rangga Bayu Wicaksana, Bayu Carolina Maria Susanti DEWI SARTIKA Eka Yulianita Enos Tangke Arung, Enos Tangke Erdi Suroso Erdi Suroso Erdi Suroso Esa Ghanim Fadhallah Fadhallah, Esa G. Fibra Nurainy Gusri Ahyar Ibrahim Gusri Akhyar Ibrahim Hamim Sudarsono Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid Harun Al-Rasyid Henrica Agustina Grace Herdiana, Novita Ibrahim, Gusri Ahyar Indra Pratama Putra Azis Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Julita, Sela K. G. Wiryawan Kadis Mujiono, Kadis M Perdiansyah Mulia Harahap M Rakha Pradipta Virhananda M. Prayuwidayati Maria Erna Kustyawati Muhammad Ferdiansyah Mulya Harahap Muhartono Muhartono Murhadi Murhadi Ningtyas, Okta Sekar Nur Yasin Nur Yasin Nurul Puspita Palupi Okta Sekar Ningtyas Oktaviani, Celly Prabowo, Hanifah Nur Indhiati Pramita Sari Anungputri Ribut Sugiharto RIBUT SUGIHARTO Roro Kesumaningwati Rully Pebriansyah Salita, Siti Restia Samsu Udayana Nurdin Septianita Eva Rozani Sofian, Sofian Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Setyani Sri Setyani suci hardina rahmawati Suharyono Suharyono Suharyono, Suharyono Susilawati Susilawati Swandari Paramita T. C. Sunarti Tanto Pratondo Utomo Teguh Setiawan Teresia Clara Ekaristi Utomo, Tanto P. Virhananda, M Rakha Pradipta Warji Warji Wisnu Satyajaya Yudha Aditya Mahendra Yuliandari, Puspita