Claim Missing Document
Check
Articles

Prediktor Outcome pada Cedera Kepala Traumatik (Glukosa, Laktat, SID, MDA, Cerebral Extraction Ratio for Oxygen/CERO2 ) Suyasa, Agus Baratha; Sudadi, Sudadi; Rahardjo, Sri; Suryono, Bambang
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : https://snacc.org/wp-content/uploads/2019/fall/Intl-news3.html

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.335 KB) | DOI: 10.24244/jni.vol1i4.97

Abstract

Latar Belakang: Jaringan tubuh memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap glukosa. Otak memiliki kebutuhan yang paling besar terhadap glukosa. Otak sangat rentan terhadap iskemia yang menunjukkan bahwa otak memiliki laju metabolik yang tinggi. Mekanisme injury iskemia adalah perubahan biokimia dan perubahan fisiologis yang terjadi karena ganguan sirkulasi. Perubahan-perubahan tersebut seperti: (1) Hilangnya phospat energi tinggi, (2) Asidosis karena proses anaerob yang menghasilkan laktat dan (3) No Reflow karena oedem otak. Penggunaan kadar laktat sebagai indikator iskemia jaringan, telah banyak dilakukan dalam berbagai penelitian. Hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kadar laktat dapat digunakan sebagai penanda awal untuk memprediksi resiko komplikasi, mortalitas post operatif dan kejadian MOF (Multiple Organ Failure). Belakangan banyak dibicarakan mengenai hubungan perubahan SID dengan outcome klinis yang buruk. Mereka menemukan bahwa SID/SIG merupakan prediktor kuat terhadap outcome pasien. Stres oksidatif merupakan salah satu mekanisme yang terlibat dalam kerusakan saraf akibat iskemia dan reperfusi, diperkirakan karena terbentuknya lipid peroksidase. MDA digunakan sebagai penanda dari peroksidasi lipid, terutama untuk proses-proses yang berhubungan dengan stress oksidatif. Rasio ekstraksi oksigen serebral (CERO2) dapat dipergunakan sebagai indikator adanya iskemia otak. Subyek dan Metode: Sebelas pasien cedera kepala traumatik dengan GCS awal 5-12 yang menjalani operasi kraniotomi evakuasi, dilakukan pengamatan terhadap kadar glukosa, laktat, SID, MDA, nilai CERO2 serta outcome (nilai APS Score) dari pre operasi sampai 3 hari pasca operasi di ICU. Sample darah diambil dari vena jugularis interna dan arteri radialis. Hasil pengamatan dianalisa untuk melihat hubungan antara variabel pengamatan dengan outcome. Hasil: Ditemukan hubungan yang kuat antara variable kadar laktat, MDA, CERO2 terhadap outcome pasien secara umum. Namun terdapat variasi jika analisa dilakukan menurut kondisi waktu pengamatan. Hari ke-2 adalah waktu yang paling ideal untuk melihat pengaruh kadar laktat terhadap outcome sedangkan untuk melihat hubungan MDA dan CERO2 terhadap outcome, waktu pengamatan paling ideal hari ke-3. Simpulan: Variabel kadar laktat, MDA dan OER menunjukkan hasil yang menjanjikan sebagai prediktor outcome pada pasien dengan cedera kepala traumatik pasca kraniotomi walaupun belum dapat di simpulkan dan dijadikan acuan secara luas. Perlu suatu penelitian multicentre dengan jumlah sample yang lebih banyak serta desain penelitian yang baik untuk mendapatkan hasil yang benar-benar dapat di jadikan acuan secara luas mengenai variabel prediktor serta waktu pengamatan sehingga dapat memberikan informasi yang baik tentang prognosis outcome pasien cedera kepala traumatik, yang tetap berdasar pada patofisiologi cedera kepala serta kaskade kematian sel karena cedera otak sekunder.Predictor of Outcome in Traumatic Brain Injury (Glucosa, Lactate, SID, MDA, Cerebral Extraction Ratio for Oxygen/CERO2) Background: The tissue has a different requirement for glucose. The brain has the greatest need for glucose. The brain is very susceptible to ischemia suggests that the brain has a high metabolic rate. Mechanism of ischemic injury is the biochemical changes and physiological changes that occur due to circulatory disturbances. Such changes as: (1) The loss of high energy phosphate, (2) acidosis due to anaerobic process that produces lactic and (3) No Reflow because of brain edema. The use of lactate levels as an indicator of tissue ischemia, has been widely applied in various studies. The results of these studies indicate that the levels of lactate can be used as an early marker for predicting the risk of complications, postoperative mortality and the incidence of MOF (Multiple Organ Failure). Lately a lot of talk about the relationship SID changes with poor clinical outcome. They found that the SID / SIG is a strong predictor of patient outcome. Oxidative stress is one of the mechanisms involved in neuronal damage due to ischemia and reperfusion, presumably due to the formation of lipid peroxidation. MDA is used as a marker of lipid peroxidation, especially for processes associated with oxidative stress. CERO2 can be used as an indicator of cerebral ischemia.Subjects and Method: Eleven patients with a traumatic head injury initial GCS 5-12 who underwent craniotomy with evacuation operations, was observed on levels of glucose, lactate, SID, MDA, the CERO2 and the outcome (the APS Score) from pre surgery to 3 days after surgery in the ICU. Blood samples taken from the jugular internal vein and radial artery. Observations were analyzed to see the relationship between the variables with the outcome observations.Results: Found a strong relationship between the variable: levels of lactate, MDA and CERO2 on patient outcomes in general. But there are variations between them according to the conditions when the analysis carried out observations. Day 2 is the most ideal time to see the effect on outcome of lactate levels whereas to see the relationship between the MDA and CERO2 to outcome, the observation idealy taken on day 3.Conclusion: The variables, levels of lactate, MDA and CERO2 showed promising results as a predictor of outcome in patients with traumatic brain injury after craniotomy, although not yet to be concluded and is widely used as a reference. Need a multicentre study with more number of samples and good research design to get the results that can really make a reference in a broad range of predictor variables and the observations so as to provide good information about the prognosis of outcome of patients with traumatic brain injury, who remain based on the pathophysiology of brain injury and cell death cascade of secondary brain injury.
PENINGKATAN HASIL PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG PEMAHAMAN SIFAT-SIFAT BUNYI DAN KETERKAITANYA DENGAN INDERA PENDENGARAN MELALUI MULTI MEDIA KELAS IV SD NEGERI LARIKAN KECAMATAN DORO KABUPATEN PEKALONGAN Harhara, Andre Aggasy; Sulianto, Joko; Sudadi, Sudadi
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 12, No 2 (2022): Malih Peddas, Volume 12, Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v12i2.13330

Abstract

Latar Belakang yang tidak dapat diabaikan dalam keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) antara lain adalah kurikulum, siswa, fasilitas, sumber belajar, dan media pembelajaran. Dalam pembelajaran Pengetahuan Alam, misalnya, Pemahaman sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. Tujuan yang diharapkan adalah Meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang Pemahaman sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran melalui penggunaan multimedia. Penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitui obervasi, tes, wawancara, dan studi dokumentasi. Tingkat penguasaan siswa terhadap materi masih rendah, terbukti dari 20 siswa kelas, baru 3 siswa yang mencapai penguasaan materi 75 keatas dan tingkat ketuntasan klasikal baru mencapai  15%, sedangkan KKM yang telah ditetapkan 70.Namun di akhir siklus dapat di lihat adanya peningkatan hasil perbaikan yang diperoleh siswa dalam setiap siklus. Melalui penggunaan multimedia,  aktvitas siswa dalam  pembelajaran semakin meningkat ditandai dengan  prestasi siswa 90% dari 20 siswa telah mencapai KKM yang telah ditentukan yaitu 70 .Guru hanya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, karena siswa nampak aktif dengan media berupa Piringkaca, piringplastik, piringkaleng, gabus, duatabungkertas,, kelereng dan bola pingpong yang telah di persiapkan , sehingga pengetahuan siswa tentang Pemahamansifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran dapat tercapai dengan prestasi yang memuaskan.
Pengelolaan Konflik Studi Kasus Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Surono, Surono; Julaiha, Siti; Sudadi, Sudadi
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 4 No. 3 (2024): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v4i3.327

Abstract

Conflict is a part of human nature in living together in the society which by good management it can be used as a stimulus for improving the quality of work performance, especially in Islamic educational institutions. This study examines the source of conflict and the urgency of conflict management in the institutional environment of Islamic education. This research is qualitative descriptive research. Conflict management in Islamic educational institutions is an effective way of increasing work productivity. The key of the effectiveness of conflict management in Islamic educational institutions is the ability and innovation of institutional leaders to combine or choose the best among several conflict management strategies such as giving explanation (tabayyun), deliberation, tahkim, ishlah, and other strategies. Therefore, the leaders of Islamic educational institutions must strive to improve the ability, insight, and innovation in managing conflicts in order to improve the quality of work performance optimally.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Capaian Pembelajaran pada Taman Kanak-Kanak Islam Sumarmi, Sumarmi; Bahrani, Bahrani; Sudadi, Sudadi
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 4 No. 4 (2024): August
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v4i4.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah dan kinerja guru terhadap capaian pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Islam Kota Bontang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 206 responden yang berasal dari 28 Taman Kanak-Kanak Islam di Kota Bontang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dengan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 136 responden. Uji prasyarat analisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. Kemudian uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda melalui aplikasi SPSS 24.00 untuk memastikan analisa hubungan antar variabel-variabel yang diteliti secara statistik. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang kuat sebesar 55 % pada kepemimpinan kepala sekolah terhadap capaian pembelajaran. Untuk kinerja guru terhadap capaian pembelajaran berpengaruh sedang sebesar 43,4 %. Kemudian Kepemimpinan Kepala Sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama berpengaruh kuat sebesar 61,5 % terhadap capaian pembelajaran dengan nilai F hitung 106.210 lebih besar dari F tabel 3.06 dan signifikansi 0.000. Dengan demikian dapat disimpulkan sangat diperlukan sinergi, dorongan dan kekuatan antara kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap capaian pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dan kinerja guru yang berkualitas jika secara bersama-sama lebih tinggi pengaruhnya dalam meningkatkan capaian pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Islam Kota Bontang.
MANAJEMEN BALANCED SCORECARD KINERJA GURU DI MI MUHAMMADIYAH KECAMATAN PANDANARUM BANJARNEGARA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI MADRASAH Sudadi, Sudadi; Widiyanto, Teguh Heru
Jurnal Ilmiah Citra Ilmu Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman
Publisher : Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis examines the management of the Balanced Scorecard of Teacher Performance at MI Muhammadiyah , Pandanarum District, Banjarnegara Regency in Improving Madrasah Achievement. The results of the study found that: 1) The performance of teachers in the customer perspective is in the very good category because the teacher's performance is in accordance with the expectations of education customers which have an impact on increasing customer satisfaction of the madrasah education; 2) Teacher performance from a financial perspective is in the poor category, because the teacher's performance is not comparable to the results obtained in the form of salaries and subsidies provided by madrasah; 3) The performance of teachers at MI Muhammadiyah , Pandanarum District, Banjarnegara Regency in the perspective of internal processes is said to be good, this is evidenced by teacher innovations in improving learning and educational service processes and 4) Teacher performance at MI Muhammadiyah NU 1, Pandanarum District, Banjarnegara Regency, from the perspective of learning and growth, is said to be good. This is evidenced by looking at several indicators which include: improvement of quality and competence (quality of human resources), personality development and increased teacher satisfaction.
Counseling Teacher Solutions in Conflict Management Haetami, Haetami; Saddhono, Kundharu; Jarkawi, Jarkawi; Lahiya, Arkam; Sudadi, Sudadi
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 7 No 2 (2023): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v7i2.409

Abstract

Students have a significant role in the success of a lesson. Students' success is in the hands of educators who guide them to understand, solve, make decisions, be responsible, and become independent human beings. Hence, this research focuses on Counseling Teacher Efforts, whose leading task indicator is being able to provide services to students. This study uses an interpretive paradigm through a qualitative approach, types of case studies, data collection techniques using in-depth interviews and observation, data analysis using Miles Huberman's theory, and checking the validity of the data by triangulation. This research resulted in counselling teacher guidance efforts with an emotional and spiritual quotient (ESQ) in collaboration with religion teachers (continuous subject integration) and with outbound parenting efforts through scheduled extracurriculars. This study expands its setting and orientation by integrating subjects in the process, demonstrating the role of the Counseling Teacher, as exceptional cases illustrate the need for combined training.
Strategi Manajemen Humas dalam Membangun Reputasi Sekolah di Mata Publik Harditia, Harditia; Sudadi, Sudadi
Al-Marsus : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-marsus.v3i1.9560

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi manajemen hubungan masyarakat (humas) yang efektif dalam membangun reputasi positif sekolah di mata publik, sebuah aset tidak berwujud dan krusial di era kompetisi pendidikan yang ketat. Meskipun peran pentingnya humas diakui, banyak sekolah di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam implementasi strategi yang terstruktur, termasuk kesenjangan kompetensi dalam pengelolaan media sosial dan penanganan krisis reputasi online. Transformasi digital mempercepat penyebaran informasi, sehingga reputasi sekolah dapat terbentuk atau rusak dalam hitungan jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merumuskan strategi manajemen humas yang paling efektif dalam membangun dan mempertahankan reputasi positif sekolah di mata publik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka sistematis, dengan menganalisis berbagai model manajemen humas strategis, strategi komunikasi digital, pendekatan manajemen krisis reputasi, pengukuran efektivitas humas, serta integrasi nilai-nilai lokal. Melalui analisis terhadap 30 artikel jurnal ilmiah dan publikasi profesional yang relevan, hasil penelitian menunjukkan bahwa model humas simetris dua arah terbukti paling efektif, menempatkan komunikasi sebagai proses timbal balik antara sekolah dan publik. Strategi-strategi kunci yang ditemukan meliputi konsistensi pesan dan interaksi proaktif di platform digital, kemampuan merespons krisis dengan cepat, transparan, dan empatik, urgensi integrasi nilai lokal, serta pemanfaatan narasi dan storytelling autentik. Temuan juga menyoroti perlunya mengatasi kesenjangan kapasitas dalam implementasi humas di sekolah-sekolah Indonesia.   Abstract This research examines effective public relations (PR) management strategies in building a positive school reputation in the public eye, an intangible asset crucial in the era of intense educational competition. Despite the acknowledged important role of PR, many schools in Indonesia still face challenges in implementing structured strategies, including competency gaps in social media management and handling online reputation crises. Digital transformation accelerates the spread of information, allowing school reputations to be built or damaged within hours. The objective of this study is to analyze and formulate the most effective PR management strategies for building and maintaining a positive school reputation in the public eye. The research method employed is a systematic literature review, analyzing various strategic PR management models, digital communication strategies, approaches to reputation crisis management, PR effectiveness measurement, and the integration of local values. Through the analysis of 30 relevant scholarly journal articles and professional publications, the main findings indicate that the two-way symmetric PR model proves most effective, positioning communication as a reciprocal process between the school and its public. Key strategies identified include message consistency and proactive interaction on digital platforms, the ability to respond to crises quickly, transparently, and empathetically, the urgency of integrating local values, and the utilization of authentic narratives and storytelling. The findings also highlight the necessity of addressing capacity gaps in PR implementation within Indonesian schools.
Impact of Moringa Leaf Liquid Fertilizer on P Uptake and Grain Yield of Organic Rice in Inceptisols Dewi, Widyatmani Sih; Loveana, Okta; Rahmawati, Rani; Sudadi, Sudadi; Purwanto, Purwanto; Rachmawatie, Srie Juli; Cahyono, Ongko
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 46, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v46i2.4067

Abstract

In an effort to solve the P availability issue in Inceptisols, fermentation is one method used to enhance the quality of liqiuid organic fertilizer (LOF) made from Moringa (Moringa oleifera). The type and concentration determine the effectiveness of LOF on nutrient uptake and plant yields. This study aims to evaluate the impact of LOF types, concentrations, and their interactions on P uptake and rice grain yield in Inceptisols. The research was conducted in a greenhouse using a completely random design (CRD) with two factors. The first factor is the type of LOF, consisting of two levels, i.e., fresh and fermented Moringa extract. The second factor is the LOF concentration, with four levels (i.e., 0, 20, 40, 60, and 80 ml/l) and three replications. Data analysis using ANOVA, DMRT, and correlation. The study revealed that the interaction between LOF types and concentrations affects P uptake. The highest P uptake shown by fermented Moringa with a concentration of 60 ml/l was 20.02 mg/plant and 40 ml/l was 18.73 mg/plants., or 1.5 times higher than the control. Grain yield was not affected by type, LOF concentration, or interaction. Fermented Moringa has good potential as LOF, while the effect on grain yield needs further research.
Komplikasi Autonomic Dysreflexia Pasca Cedera Medula Spinalis Rahmatisa, Dimas; Fuadi, Iwan; Sudadi, Sudadi
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : https://snacc.org/wp-content/uploads/2019/fall/Intl-news3.html

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2754.074 KB) | DOI: 10.24244/jni.v8i3.234

Abstract

Cedera medula spinalis merupakan kejadian yang sering dijumpai di Amerika Serikat, dengan biaya perawatan kesehatan seumur hidup yang tinggi berdasarkan tingkat kecacatan fungsional. Permasalahan yang timbul dapat berupa masalah psikologis, fisik, dan sosial, yang dapat menghabiskan biaya yang sangat besar. Tatalaksana kasus cedera medula spinalis terus menjadi tantangan pada tiap fase perawatan, mulai dari awal terjadinya cedera, hingga perawatan dan pemulihan pasca tindakan operasi, karena angka masuk ulang ke rumah sakit pasca perawatan tetap tinggi. Salah satu komplikasi cedera medula spinalis adalah adanya perubahan sistem saraf autonom dapat terjadi akibat kerusakan pada kontrol simpatis sehingga menyebabkan komplikasi yang dikenal sebagai autonomic dysreflexia (AD), yang muncul selama fase pemulihan. Manifestasinya dapat berupa hipertensi berat dengan bradikardia paradoks, kemerahan kulit, dan sakit kepala, penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan jangka panjang dan gangguan kardiovaskular. Terapi untuk pasien dengan AD umumnya bertujuan untuk pemulihan gejala dengan cepat hal ini sangat penting karena karena dapat terjadi komplikasi parah yang mengancam jiwa bila gejala yang ada tidak ditangani dengan segera. Pencegahan yang tepat, pengenalan dini, dan manajemen akut adalah faktor penting dalam tatalaksana AD.Autonomic Dyreflexia Complication after Spinal Cord InjuryAbstractSpinal cord injury is a common occurrence in the United States, with high lifetime health care costs based on the level of functional disability. Problems that arise can be psychological, physical, and social problems, which can cost a lot of money. Management of spinal cord injuries continues to be a challenge in each phase of treatment, from the beginning of the injury, to treatment and recovery after surgery, because the rate of re-entry to the post-treatment hospital remains high. One complication of spinal cord injury is the presence of autonomic nervous system changes that can occur due to damage to sympathetic control resulting in complications known as autonomic dysreflexia (AD), which appears during the recovery phase. The manifestation can be life-threatening hypertension with paradoxical bradycardia, flushing, and headache, this disease can cause further long-term disability and cardiovascular disorders. Therapy for patients with AD generally aims to recover symptoms quickly this is very important because because there can be severe life-threatening complications if the symptoms are not treated immediately. Proper prevention, early recognition, and acute management are important factors in the maangement of AD.
Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran dan Pengembangan Budaya Mutu Muhsin, Muhsin; Sudadi, Sudadi; Mahmud, Muchammad Eka; Muadin, Akhmad
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.569

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam menjaga proses pembelajaran yang berkualitas sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran. Guru harus meningkatkan kompetensi profesionalnya dalam hal pengetahuan akademik, pengelolaan kelas, dan ketrampilan proses pembelajaran agar mereka dapat menggunakan semua kemampuannya untuk memberikan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode melalui mana supervisi akademik dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Studi kualitatif ini menggunakan studi pustaka. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan untuk mencapai kesimpulan tentang studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran karena terkait dengan pembelajaran yang berkualitas tinggi, yang memerlukan guru yang berpengalaman. Guru sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan profesionalitasnya dan mencapai tujuan pembelajaran dengan bantuan supervisi akademik. Supervisi akademik memungkinkan guru untuk meningkatkan kemampuan profesional mereka dan mengevaluasi kekurangan mereka dalam proses pembelajaran. Hal ini akan memungkinkan pendidikan yang lebih baik. Budaya mutu, juga dikenal sebagai budaya kualitas atau budaya perbaikan terus-menerus, adalah pendekatan organisasi atau perusahaan yang menekankan komitmen terhadap kualitas, peningkatan berkelanjutan, dan kesadaran bahwa setiap anggota staf memainkan peran penting dalam mencapai kualitas yang lebih baik. Budaya mutu berarti menciptakan lingkungan di mana setiap pekerja merasa bertanggung jawab atas barang atau jasa yang mereka berikan.
Co-Authors . Hadiwiyono Abda Abda ABDI LEONARDO SARAGIH Achmad Ruslan Afendi Agung Nugroho, Fauzi Ahmad Ridani Alatas, Muhyi Majid Anak Agung Gede Sugianthara Anandeya Satrio Sambodo, Anandeya Satrio Anwar Anwar Aprilianti, Yuni Arbain Arbain, Arbain Arkam Lahiya Aryo Andri Nugroho Bahrani Bambang Suryono, Bambang Bayu Rahmad Bernadip Bowo Adiyanto Canggih Jati Nusantara, Canggih Jati Chairul Anwar Claudia Sandy Sofani Demelia Arida Ariyanti Dhani Dhyana Ciptasari Djayanti Sari Dwi Priyo Ariyanto Ega Yuana Putri Eka Mahmud, Muhammad Eko Eri Sambodo Endang Setyorini Erwin Purniawati Etty Nurbayani, Etty Hadiwiyono Hadiwiyono Haetami, Haetami Hamdi, Liwaul Hamsir Hamsir Haniati, Isna Luthfa Hapsari, Estima Titi Harditia, Harditia Harhara, Andre Aggasy Hery Widijanto Hifni, Hifni Ika Ernawati Jaka Suyana JAKA WIDADA Jarkawi Joko Sulianto . . Khojir Kundharu Saddhono Linda Habsari Efendi Putri Lisda Amalia Loveana, Okta Lutfy Ismoyo Mahmud Mahmud Mangastuti, Rebecca Sidhapramudita Martaria, Nency MM Rudi Prihatno, MM Rudi MMA Retno Rosariastuti Mohammad Denny Permana Muadin, Akhmad Muchammad Eka Mahmud, Muchammad Eka Muhsin Muhsin Mujiyo Novitasari, Rizki Cahya Nugroho, Ragil Catur Nunik Iriyanti Ramadhan Nur Sabilla, Widya Putri Oetoro, Bambang J. Ongko Cahyono Ongko Cahyono Parwati Parwati Pramono, Sidik Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri, Ega Yuana Rachmawatie, Srie Juli Radifan Gustisiya, Muhammad Ryan Rahmatisa, Dimas Rahmatisa, Dimas Ramadhina, Marini Shadrina Ramdhan, Tri Wahyudi Ramli, Akhmad Ramli, H. Akhmad Rani Rahmawati Ratih Kirana Ratih Kumala Fajar Apsari Retno Rosariastuti Retno Wisnu Murti Rina Andriani S Sumarno Salim, Muhammad Selly Maisyarah Shofiyah, Laily Simanjuntak, Alvina Siswahyudianto Siti Julaiha Siti Maro’ah Slamet Minardi Slamet Minardi Sri Hartati Sri Rahardjo Suharyatun, Suharyatun Sumarno . Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Supriyadi Supriyadi Surono Surono Suryono Suryono Suryono Suryono Sutami Sutami Suyasa, Agus Baratha Suyasa, Agus Baratha Taufiqqurahman, Muhammad Tira Anggit Drupadi Trijayanti, Christiana Vita Ratri Cahyani Vita Ratri Cahyani Vivit Nurcahyani Widiyanto, Teguh Heru Widyatmani Sih Dewi Wiji Hastuti, Wiji Wiki Handi Wiwin Widiastuti Yasinta Choirina Yusnia Binti Kholifah