Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis kadar paracetamol pada darah dan serum SIS KADAR PARACETAMOL PADA DARAH DAN SERUM: Analysis of paracetamol levels in blood and serum Sudarma, Nyoman; Subhaktiyasa, I Putu Gede
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 3 (2021): Special Issue Bali Medika Jurnal Vol 8 No 3 Oktober 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i3.177

Abstract

Paracetamol is a group of analgesics that is pain relief in the way of work and inhibits the synthesis of prostaglandins especially in the central nervous system. Paracetamol given orally will be absorbed quickly and reach peak serum levels within 30-120 minutes. The purpose of this research is to determine the level of paracetamol in blood and serum. The sample used were blood and serum samples from respondents who consumed the 500 mg paracetamol drug. Blood samples were taken 2 hours after consuming the drug paracetamol. To get serum, blood must be centrifuged, with the process of centrifugation of confounding substances in the blood can be minimized. Qualitative analysis of paracetamol levels in blood and serum was analyzed using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Paracetamol extraction on blood and serum samples using the Solid Phase Extraction (SPE) method. The extraction results were derivatized using BSTFA containing 1% TMCS and analyzed using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Quantitative analysis was performed by calculating paracetamol levels using the equation of the regression line y = 50207x + 56321. The results of this research showed that blood and serum samples showed positive paracetamol at 15,056 and 15,101 retention times. The level of paracetamol in blood samples was 175,2 ppm and the level of paracetamol in serum samples was 56,7 ppm.
EDUKASI METODE MINDFUL JOURNALING DALAM PENINGKATAN STRATEGI MANAJEMEN STRES PADA REMAJA Sanjiwani, Anak Agung Sri; Wati, Ni Made Nopita; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna; Lisnawati, Ketut; Sudarma, Nyoman
Servirisma Vol. 5 No. 1 (2025): Servirisma : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/servirisma.2025.51.93

Abstract

Stress is one of the mental health problems that can be experienced by adolescents. The dynamics of the transition to adulthood can create various challenges for adolescents. This is also accompanied by high peer competition, environmental demands, the urge to show themselves and other factors making adolescents a vulnerable group related to mental health issues. Stress, even in the mild category, if unrecognized and untreated can lead to greater potential for mental health problems. Based on this, the community service activities carried out aim to provide education to adolescent students regarding strategies in managing daily stress and introduce one of the strategies that can be done for stress management by doing mindful journaling. The methods provided were lectures, discussions and writing simulations for 24 students at the vocational high school level. The results of the community service activities showed that there was an increase in knowledge after being given the material as well as the ability to identify stressors, thoughts-feelings and evaluate actions in dealing with the stressors faced through mindful journaling exercises.
IDENTIFIKASI SIANIDA PADA SPESIMEN PLASMA BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Ni Kadek Arik Puspayanti; Nyoman Sudarma; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sianida dalam tubuh dapat menghambat fungsi pengangkutan oksigen dengan membentuk cyanohemoglobin. Sifatnya yang sangat beracun dan mudah masuk ke tubuh melalui inhalasi, konsumsi, atau kontak kulit, pemeriksaan kadar sianida (CN⁻) dan SCN⁻) dalam darah khususnya plasma menjadi sangat penting. Penanganan plasma adalah langkah kritikal dalam memastikan akurasi hasil pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan spesimen plasma darah pada suhu ruang (25°C) terhadap kadar sianida. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif pendekatan analitik. Sampel plasma yang mengandung standar sianida, disimpan dengan variasi waktu 0, 1, 2, 4, 8, dan 24 jam dan diukur kadar sianida dengan test kit untuk tiap waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan selama waktu penyimpanan terjadi penurunan kadar sianida dalam plasma yaitu pada 0 jam kadar sianida sebesar 0,0400 ppm menurun sampai penyimpanan 24 jam menjadi 0,0167 ppm. Uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,01 (p<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan kadar sianida plasma yang signifikan antar waktu 0 jam hingga 24 jam. Uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa penurunan siginifikan terjadi pada waktu penyimpanan 2 jam. Menurunnya kadar sianida plasma dierkuat dengan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif antara waktu penyimpanan dan kadar sianida (r = -0,918). Semakin lama plasma disimpan pada suhu ruang, semakin rendah kadar sianida yang terdeteksi. Penurunan kadar sianida disebabkan oleh degradasi kimia selama penyimpanan
Hubungan Pengetahuan Ahli Teknologi Laboratorium Medis Terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Di Rumah Sakit Kota Sangatta Santi, Rasmiati; Ni Luh Gede Puspita Yanti; Nyoman Sudarma
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.457

Abstract

Laboratorium merupakan tempat kerja dengan tingkat resiko bahaya tinggi karena melibatkan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ahli teknologi laboratorium medis terhadap perilaku penggunaan APD di Rumah Sakit Kota Sangatta. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan melibatkan seluruh Ahli Tenaga Laboratorium rumah sakit se-kota Sangatta sebagai responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner yang berisi pernyataan terkait pengetahuan dan perilaku penggunaan APD. Data hasil penelitian diperoleh sebagian besar dengan pengetahuan tinggi yaitu 48 (85,8%) responden dan perilaku penggunaan APD baik sebanyak 29 (52,2%) responden. Dengan hasil yang di dapat pada uji Chi Square 0,465; α=0,05 menunjukan pengetahuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik terhadap APD tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD. Hasil uji statistik menyatakan bahwa tidak ada hubungan diantara keduanya. Tingginya tingkat pengetahuan Ahli Teknologi Laboratorium Medis tentang APD ternyata tidak sejalan dengan peningkatan perilaku penggunaan APD dengan baik
PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN SAMPEL DARAH EDTA PADA SUHU RUANGAN TERHADAP NILAI TROMBOSIT DAN LEUKOSIT Nur Alam; I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra; Nyoman Sudarma
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i1.1224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan sampel darah EDTA pada suhu ruang terhadap perubahan nilai leukosit dan trombosit. Sampel darah sebanyak 40 orang diperiksa menggunakan desain eksperimen pretest-posttest pada tiga waktu pemeriksaan, yaitu pemeriksaan segera setelah pengambilan darah, setelah penundaan penyimpanan selama 3 jam, dan setelah penundaan selama 6 jam pada suhu ruang. Karena sebagian besar data tidak memenuhi asumsi normalitas, maka analisis statistik menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis untuk menguji perbedaan nilai leukosit dan trombosit antar kelompok waktu penyimpanan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik pada nilai leukosit (p = 0,010) dan trombosit (p = 0,023) di antara ketiga kelompok waktu pemeriksaan. Hal ini mengindikasikan bahwa lama penyimpanan sampel darah pada suhu ruang berpengaruh terhadap perubahan jumlah leukosit dan trombosit yang terdeteksi. Perubahan tersebut kemungkinan disebabkan oleh proses degradasi biologis dan kerusakan sel akibat paparan suhu ruang yang berkepanjangan. Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai batas waktu optimal penyimpanan sampel darah EDTA sebelum pemeriksaan hematologi dilakukan, sehingga dapat membantu laboratorium dalam menjaga akurasi dan reliabilitas hasil pemeriksaan darah. Dengan demikian, rekomendasi waktu penyimpanan yang tepat sangat diperlukan untuk meminimalisir kesalahan interpretasi hasil pemeriksaan klinis.
Edukasi Melalui Flipbook Berbasis Digital Sebagai Upaya Pencegahan Resiko Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja: Digital Flipbook-Based Education as an Effort to Prevent the Risk of Drug Abuse Among Adolescents Wati, Ni Made Nopita; Thrisna Dewi, Ni Luh Putu; Lisnawati, Ketut; Sanjiwani, A.A Sri Sanjiwani; Sudarma, Nyoman
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v4i2.86

Abstract

Drug abuse among adolescents continues to rise and poses a serious threat to the future of the younger generation. Existing educational efforts still rely heavily on conventional methods that are less appealing to today’s digital-native youth. Thus, an innovative and interactive educational medium is urgently needed. This community service project applied a participatory-educational approach and was conducted at a vocational health school in Bali. Participants included school counselors and students. Activities included situation analysis, development and validation of a digital flipbook, delivery of drug education using the flipbook, and evaluation of knowledge through pre- and post-tests. The use of digital flipbook significantly improved participants' knowledge. The proportion of students with good knowledge increased from 7.4% to 81.5%, while those with poor knowledge drastically decreased. Participants found the flipbook engaging and easy to use. The digital flipbook is an effective educational tool to enhance adolescent knowledge on drug abuse prevention. It is recommended for integration into school-based youth development and anti-drug programs.
EFFECT OF DELAY TIME IN URINE EXAMINATION ON ALCOHOL CONCENTRATION Dabi, Aberina; Prihatiningsih, Diah; Sudarma, Nyoman
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1283

Abstract

Urine alcohol testing plays a vital role in detecting alcohol consumption for clinical and forensic purposes, yet its results may be influenced by pre-analytical factors such as the delay between sample collection and laboratory analysis. This study aimed to evaluate the effect of delay time before urine examination on alcohol concentration. An experimental One-Shot Case Study design was conducted involving 44 participants in Denpasar who had consumed alcohol. Alcohol concentration was measured immediately, after a 2-hour delay, and after a 4-hour delay using the Alcohol Urine Rapid Test Dipstick Allchek, and the data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The findings showed that average urine alcohol levels increased numerically after a 2- and 4-hour delay compared to immediate testing; however, this change was not statistically significant (p=0.131). These results confirm that delaying urine alcohol examination up to 4 hours does not significantly alter detectable alcohol concentrations, although prompt testing is still recommended to ensure result accuracy and minimize the risk of false positives. This study provides important insights for the development of standard operating procedures regarding urine alcohol analysis in laboratory practice.
PENINGKATAN PENGETAHUAN BAHAYA (NAPZA) PADA KELOMPOK SEKEHA TERUNA TERUNI MELALUI PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN NAPZA PADA SAMPEL URINE Nyoman Sudarma; Wati, Ni Made Nopita; Sanjiwani, A.A Sri; Lisnawati, Ketut; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif
Publisher : PT. Gelora Cipta Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61674/jpkmbi.v1i2.153

Abstract

NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) merupakan zat berbahaya yang jika memasuki tubuh akan memberikan efek pada tubuh, terutama pada otak atau sistem saraf. Seka Teruna Teruni (STT) merupakan organisasi remaja khusus nya di Bali. Organisasi ini merupakan wadah generasi muda untuk memahami pentingnya kehidupan sosial dalam bermasyarakat. Penyalahgunaan NAPZA pada remaja merupakan salah satu bentuk dari penyimpangan yang dilakukan oleh remaja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja khusus nya STT mengenai bahaya NAPZA. Adapun STT yang menjadi peserta pengabdian ini adalah SST Banjar Dauh Peken Desa Penarungan Kabupaten Badung Provinsi Bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai bahaya NAPZA serta melakukan pemeriksaan kandungan NAPZA pada sampel urine. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan mengenai bahaya NAPZA dilakukan dengan memberikan pretes (sebelum dilakukan penyuluhan) dan post test (setelah penyuluhan). Pemeriksaan NAPZA pada sampel urine dilakukan dengan metode imunokromatografi. Jenis NAPZA yang diperiksa adalah jenis amphetamine. Berdasarkan hasil pretes dan post test yang dilakukan, diperoleh peningkatan pengetahuan mengenai bahaya NAPZA pada STT yaitu dari 90% menjadi 100%. Hasil pemeriksaan sampel urine STT pun menunjukkan sebanyak 40 orang STT (100%) negatif atau tidak terdapat kandungan amphetamine pada sampel urine. Hal ini menunjukkan bahwa STT memiliki pengetahuan mengenai bahaya NAPZA yang sangat baik, serta kesadaran yang tinggi dan mampu menjaga diri dengan baik sehingga dapat terhindar dari bahaya NAPZA. Akhir dari kegiatan pengabdian ini yaitu terbentuknya kader STT yang terus bergerak untuk memberikan pengetahuan, kesadaran, serta sikap kepada generasi penerus sehingga bahaya NAPZA yang merusak remaja dapat dihindari.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Kolesterol Total dalam Darah Menggunakan Alat Architect C4000 dan Alinity C1000 Retno Rusnaini; Nyoman Sudarma; Ni Luh Gede Puspita Yanti
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2025): November: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i6.1802

Abstract

Total cholesterol measurement is essential for assessing cardiovascular risk, but consistency between laboratory instruments must be validated for reliable results. Architect C4000 and Alinity C1000 operate on enzymatic principles but differ in system design, reagents, and supporting technology. This study aimed to compare total cholesterol measurements between the two instruments using a non-parametric statistical approach (Mann-Whitney test). A comparative analytical design was conducted with 100 serum samples obtained via purposive sampling and divided for measurement with each device. Statistical analysis evaluated differences, and mean differences were calculated using the Hodges-Lehman method. Results showed mean cholesterol values of 182.98 mg/dL for Architect and 182.37 mg/dL for Alinity, with no significant difference (p=0.9942) and a median difference of 0.0 (95% CI: -9.0 to 9.0). Data distribution was nearly identical for both instruments in terms of mean and spread. Therefore, both methods demonstrate comparable validity in total cholesterol measurement, as they rely on similar principles and technologies, with reagents calibrated to the same standards.
Edukasi Peran Kepala Ruang dalam Menerapkan Gaya Kepemimpinan Caring Leadership Wati, Ni Made Nopita; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna; Lisnawati, Ketut; Sanjiwani, Anak Agung Sri; Sudarma, Nyoman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v6i2.505

Abstract

Background: Leadership is one of the crucial aspects in managing a health care unit, especially in nursing. A leadership style that focuses on attention and empathy, or known as Caring Leadership, has been shown to improve the quality of service and patient satisfaction. This community service aims to improve the understanding and ability of the head of the room in implementing the Caring Leadership style. Methods: This activity is carried out through a series of training and interactive discussions involving the head of the room in various hospitals. Educational materials include an introduction to the concept of Caring Leadership, effective communication techniques, and strategies in supporting the nursing team. Results: The results of this activity show an increase in participants' knowledge and skills in applying Caring Leadership in their work environment. The impact is expected to create a more harmonious work atmosphere and support the improvement of the quality of health services. Conclusion: This activity also contributes to improving the welfare of the nursing team and patient satisfaction.