Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN BAHAYA (NAPZA) PADA KELOMPOK SEKEHA TERUNA TERUNI MELALUI PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN NAPZA PADA SAMPEL URINE Nyoman Sudarma; Wati, Ni Made Nopita; Sanjiwani, A.A Sri; Lisnawati, Ketut; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif
Publisher : PT. Gelora Cipta Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61674/jpkmbi.v1i2.153

Abstract

NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) merupakan zat berbahaya yang jika memasuki tubuh akan memberikan efek pada tubuh, terutama pada otak atau sistem saraf. Seka Teruna Teruni (STT) merupakan organisasi remaja khusus nya di Bali. Organisasi ini merupakan wadah generasi muda untuk memahami pentingnya kehidupan sosial dalam bermasyarakat. Penyalahgunaan NAPZA pada remaja merupakan salah satu bentuk dari penyimpangan yang dilakukan oleh remaja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja khusus nya STT mengenai bahaya NAPZA. Adapun STT yang menjadi peserta pengabdian ini adalah SST Banjar Dauh Peken Desa Penarungan Kabupaten Badung Provinsi Bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai bahaya NAPZA serta melakukan pemeriksaan kandungan NAPZA pada sampel urine. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan mengenai bahaya NAPZA dilakukan dengan memberikan pretes (sebelum dilakukan penyuluhan) dan post test (setelah penyuluhan). Pemeriksaan NAPZA pada sampel urine dilakukan dengan metode imunokromatografi. Jenis NAPZA yang diperiksa adalah jenis amphetamine. Berdasarkan hasil pretes dan post test yang dilakukan, diperoleh peningkatan pengetahuan mengenai bahaya NAPZA pada STT yaitu dari 90% menjadi 100%. Hasil pemeriksaan sampel urine STT pun menunjukkan sebanyak 40 orang STT (100%) negatif atau tidak terdapat kandungan amphetamine pada sampel urine. Hal ini menunjukkan bahwa STT memiliki pengetahuan mengenai bahaya NAPZA yang sangat baik, serta kesadaran yang tinggi dan mampu menjaga diri dengan baik sehingga dapat terhindar dari bahaya NAPZA. Akhir dari kegiatan pengabdian ini yaitu terbentuknya kader STT yang terus bergerak untuk memberikan pengetahuan, kesadaran, serta sikap kepada generasi penerus sehingga bahaya NAPZA yang merusak remaja dapat dihindari.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Kolesterol Total dalam Darah Menggunakan Alat Architect C4000 dan Alinity C1000 Retno Rusnaini; Nyoman Sudarma; Ni Luh Gede Puspita Yanti
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2025): November : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i6.1802

Abstract

Total cholesterol measurement is essential for assessing cardiovascular risk, but consistency between laboratory instruments must be validated for reliable results. Architect C4000 and Alinity C1000 operate on enzymatic principles but differ in system design, reagents, and supporting technology. This study aimed to compare total cholesterol measurements between the two instruments using a non-parametric statistical approach (Mann-Whitney test). A comparative analytical design was conducted with 100 serum samples obtained via purposive sampling and divided for measurement with each device. Statistical analysis evaluated differences, and mean differences were calculated using the Hodges-Lehman method. Results showed mean cholesterol values of 182.98 mg/dL for Architect and 182.37 mg/dL for Alinity, with no significant difference (p=0.9942) and a median difference of 0.0 (95% CI: -9.0 to 9.0). Data distribution was nearly identical for both instruments in terms of mean and spread. Therefore, both methods demonstrate comparable validity in total cholesterol measurement, as they rely on similar principles and technologies, with reagents calibrated to the same standards.
Edukasi Peran Kepala Ruang dalam Menerapkan Gaya Kepemimpinan Caring Leadership Wati, Ni Made Nopita; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna; Lisnawati, Ketut; Sanjiwani, Anak Agung Sri; Sudarma, Nyoman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v6i2.505

Abstract

Background: Leadership is one of the crucial aspects in managing a health care unit, especially in nursing. A leadership style that focuses on attention and empathy, or known as Caring Leadership, has been shown to improve the quality of service and patient satisfaction. This community service aims to improve the understanding and ability of the head of the room in implementing the Caring Leadership style. Methods: This activity is carried out through a series of training and interactive discussions involving the head of the room in various hospitals. Educational materials include an introduction to the concept of Caring Leadership, effective communication techniques, and strategies in supporting the nursing team. Results: The results of this activity show an increase in participants' knowledge and skills in applying Caring Leadership in their work environment. The impact is expected to create a more harmonious work atmosphere and support the improvement of the quality of health services. Conclusion: This activity also contributes to improving the welfare of the nursing team and patient satisfaction.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOPING PADA REMAJA MELALUI EDUKASI TEKNIK MINDFUL S.T.O.P DI DESA PENGLIPURAN Sanjiwani, Anak Agung Sri; Wati, Ni Made Nopita; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna; Lisnawati, Ketut; Sudarma, Nyoman
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11434

Abstract

Remaja menjadi salah satu kelompok usia yang tergolong rentan dalam menghadapi berbagai permasalahan kesehatan mental. Tugas perkembangan yang harus dilalui oleh remaja melibatkan berbagai potensi konflik yang berkaitan dengan penyesuaian terhadap tuntutan dari orangtua, guru, teman sebaya, keluarga besar dan diri sendiri. Strategi koping memiliki peran penting bagi remaja dalam mengatasi dinamika perkembangan yang dialami dalam masa remaja. Teknik Mindful S.T.O.P merupakan bagian dari pendekatan mindfulness yang dapat memfasilitasi remaja dalam menghadapi stresor maupun tekanan dalam keseharian. Edukasi teknik Mindful S.T.O.P diberikan dalam bentuk ceramah kepada kelompok karang taruna yang tergabung dalam Sekaa Truna Truni di Desa Penglipuran. Evaluasi dilakukan melalui kuisioner pengetahuan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja mengenai strategi koping adaptif dari kurang (55%) menjadi kategori baik (45%) dan cukup (55%).  Upaya edukasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan remaja mengenai cara adaptif dalam mengelola stresor yang dirasakan namun juga melatih remaja untuk mengenali diri sendiri mulai dari kecenderungan pikiran negatif yang muncul, perasaan yang menyertai hingga perilaku dalam menangani ketidaknyamanan tersebut. Mindful S.T.O.P dapat menjadi langkah awal bagi remaja dalam mengenali dirinya dan meningkatkan kesadaran dalam menentukan respon terhadap berbagai peristiwa yang dimaknai negatif bagi diri. Teknik ini tepat bagi remaja karena tergolong sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri tanpa memerlukan media khusus.
Gambaran Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths pada Pekerja Sampah di TPA Suwung dengan Pewarnaan Kunyit Kering dan Eosin Metode Direct Slide Diani, Ni Luh Ayu Putri Gading; Idayani, Sri; Sudarma, Nyoman
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v15i2.574

Abstract

Soil-Transmitted Helminths (STH) infections are a significant public health issue in tropical regions, particularly among communities with poor sanitation, such as waste workers at the Suwung Landfill in Denpasar. Helminth egg examination is commonly conducted using the direct smear method with eosin staining; however, synthetic dyes have limitations such as high cost and environmental concerns. This study aimed to compare the staining results of STH eggs in fecal preparations using natural dried turmeric dye and eosin through the slide direct method. This research is descriptive in nature, using a qualitative approach. involving 30 STH-positive fecal samples stained using a dried turmeric extract solution (5 g turmeric powder in 20 mL of 96% ethanol) and eosin. Observation parameters included egg color intensity and background contrast. The results showed that staining with dried turmeric revealed 2 positive samples (13.33%), while eosin staining revealed 5 positive samples (33.3%) for STH eggs. The identified helminth species was Ascaris lumbricoides. Eosin was found to be more effective in highlighting the morphology of helminth eggs. However, dried turmeric still shows potential as a supplementary stain due to its accessibility, affordability, and environmental friendliness.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Sianida Urine dengan Variasi Waktu Penundaan Kadar Awal (1, 2, 4, 8, 24 Jam) yang Disimpan Pada Suhu Ruang dan Rentang Suhu 2-8°C Susi, Ni Nengah; Sudarma, Nyoman; Abadi, Fairuz
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v15i2.576

Abstract

This study aims to determine the differences in the results of cyanide levels in urine stored at room temperature (25°C) and cold temperatures (2–8°C) with variations in the initial delay time (1, 2, 4, 8, and 24 hours). Urine samples that have been added with standard KCN solution were analyzed using a colorimetric test kit. Data were tested using a two-way ANOVA method using Aligned Rank Transformation (ART) followed by post-hoc tests (emmeans and contrast). The results showed that temperature and time factors had a significant effect individually on cyanide levels (p <0.001), but there was no significant interaction between the two (p <0.017511) this value is greater than 0.01 so it can be concluded that there is no significant effect of the interaction between temperature and time on cyanide levels. The highest cyanide levels were recorded at the initial level of 0.0400 ppm and decreased significantly over time to 0.0167 ppm at room temperature. and at cold temperatures it is more capable of maintaining cyanide levels to 0.0267 ppm. Storage at cold temperatures is more capable of maintaining cyanide levels compared to room temperature. These results indicate the importance of temperature management and storage time in maintaining the validity of cyanide examination results in urine.