Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Sayur Dan Bawang Merah Umbi Di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Lubna, Lubna; Ansyar, Muh.; Novida, Sari
Spectrum: Multidisciplinary Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spectrum: Multidisciplinary Journal
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk membandingkan pendapatan bawang merah sayur dan bawang merah umbi di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan pertimbangan atau kriteria tertentu. Teknik yang digunakan dalam penentuan responden penelitian ini yaitu sampling jenuh (sensus). Terdapat 30 petani bawang merah yang menanam bawang merah sayur sekaligus bawang merah umbi di Kecamatan Kediri, dimana 20 orang petani di Desa Montong Are dan 10 orang di Desa Gelogor. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data komparatif. Berdasarkan hasil analisis besar pendapatan pada usahatani bawang merah sayur sebesar Rp. 2.871.246 ,-/LLG Atau sebesar Rp. 9.895.883,-/Ha dan untuk usahatani bawang merah umbi sebesar Rp. 3.104.754,-/LLG Atau sebesar Rp. 10.701.911,-/Ha. sehingga terdapat perbedaan pendapatan usahatani bawang merah sayur dan bawang merah umbi yang disebabkan oleh perbedaan biaya produksi antara usahatani bawang merah sayur dan bawang merah umbi. Kemudian berdasarkan berdasarkan analisis statistik dengan uji t-Tes diperoleh nilai t-hitung sebesar -631 dan nilai t-tabel pada α 0.05 dan df : 58 adalah sebesar karena nilai t-hitung < t-tabel maka artinya tidak ada perbedaan signifikan pendapatan permusim tanam antara usahtani bawang merah sayur dan bawang merah umbi di Kecamatan Kediri.
Sinergi Akuntansi dan Agroteknologi: Pemberdayaan UMKM Ibu Rumah Tangga Lidona Aprilani, Triana; Nida Utamie, Dara; Sukriati, Sukriati; Amni Rosadi, Narita; Novida, Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v4i2.3266

Abstract

Housewives managing Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the agricultural sector and agricultural processed products often face challenges in running their businesses, particularly in financial record-keeping and productivity enhancement. Mastery of appropriate accounting technology can help them manage business finances efficiently, while the application of agrotechnology can improve the quality and quantity of production output (Supriyadi, 2020). This community service program aims to integrate accounting technology and agrotechnology for MSMEs managed by housewives in Bintaro Village, South Ampenan District, Mataram City. The methods used in this program include training in financial record-keeping through a simple accounting application and the application of easy-to-adopt agricultural technology suited to local potential. The results of this program show an increase in participants' understanding of managing business finances, as well as improvements in efficiency and productivity in agricultural outputs and processed products. The integration of accounting and agrotechnology is expected to help housewives develop their businesses more independently and sustainably, thereby making a significant contribution to the well-being of their families and surrounding communities.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN DALAM BIDANG MANAJEMEN KEUANGAN PADA KOPERASI PRODUSEN KELOMPOK TANI DESA SAJANG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Fathurrahman, Fathurrahman; Rengganis, Baiq Santi; Novida, Sari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2577

Abstract

Koperasi produsen Bumi Tani Lestari Indonesia adalah koperasi produsen kopi yang berskala provinsi dengan anggota yang terdaftar sebanyak 37 orang. Koperasi produsen ini berada di Dusun Sajang Desa Sajang, Kecamatan Sembalum Kabupaten Lombok Timur. Koperasi masih terdapat beberapa kekurangan dalam tata kelola manajemen koperasi khususnya manajemen keuangan, seperti manajemen koperasi belum berjalan secara baik, petani kesulitan menghitung biaya dan pendapatan usaha tani kopi, dan koperasi kesulitan melakukan pencatatan transaksi dan pembukuan usaha yang baik. Tujuan dari pelaksanaan PKM ini adalah untuk memberikan pemahaman dalam menegelola koperasi khususnya dalam bidang manajemen keuangan. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan yang berbentuk penyuluhan, pendampingan, dan bantuan material (fasilitasi) dengan melibatkan mitra secara aktif dalam perencanaan, pelak- sanaan, dan evaluasi sesuai kebutuhannya dan mampu mandiri setelah kegiatan PKM berakhir. Perumusan masalah dan penggalian solusi alterna- tifnya dilakukan secara FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari kegiatan pelatihan dasar manajemen keuangan koperasi dapat memberikan manfaat terhadap meningkatnya pemahaman dan pengetahuan manajemen keuangan koperasi secara konseptual dan teknikal. serta diterapkannya pada studi kasus yang sedang terjadi pada koperasi.
Sinergi Akuntansi dan Agroteknologi: Pemberdayaan UMKM Ibu Rumah Tangga Lidona Aprilani, Triana; Nida Utamie, Dara; Sukriati, Sukriati; Amni Rosadi, Narita; Novida, Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v4i2.3266

Abstract

Housewives managing Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the agricultural sector and agricultural processed products often face challenges in running their businesses, particularly in financial record-keeping and productivity enhancement. Mastery of appropriate accounting technology can help them manage business finances efficiently, while the application of agrotechnology can improve the quality and quantity of production output (Supriyadi, 2020). This community service program aims to integrate accounting technology and agrotechnology for MSMEs managed by housewives in Bintaro Village, South Ampenan District, Mataram City. The methods used in this program include training in financial record-keeping through a simple accounting application and the application of easy-to-adopt agricultural technology suited to local potential. The results of this program show an increase in participants' understanding of managing business finances, as well as improvements in efficiency and productivity in agricultural outputs and processed products. The integration of accounting and agrotechnology is expected to help housewives develop their businesses more independently and sustainably, thereby making a significant contribution to the well-being of their families and surrounding communities.
The Pemanfaatan pekarangan rumah dengan budidaya sayuran dengan metode vertikultur sebagai penyedia gizi masyarakat: metode sistem tanam vertikultur Linggarweni, Baiq Inggar; Mappanganro, Nurlailah; Nirmawati; Novida, Sari; Putri, Azelia Hidayati; M. Syahroni; Wahyudi, Pahmi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.4252

Abstract

the problem faced by housewives in Jempong Barat Village is that they are still lacking understand about how to use narrow yards to be used as land for farming planting vegetables whose nutritional value is very good for the growth of children and toddlers. most of the house yards in Jempong Barat Vilage are still empty and some are only planted with flowers. even though with planting vegetables in the yard can also reduce house hold expenses and can also consume healthy organic vegetables. problems faced by house wives around the Jempong Barat area is the basis for our service team to provide solutions to problems faced by house wives. the solution we offer is to provide counseling and training to house wives in the Jempong Barat region on how to grow vegetables with a vertical cropping system. the output target produced by this PKM is an accredited devitional journal.
ANALISIS NILAI TAMBAH MAGGOT SEBAGAI PROSPEK BISNIS BERKELANJUTAN DI PULAU LOMBOK Novida, Sari; Sulastri, Meilinda Pahriana
AGRIBIOS Vol 23 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i1.5703

Abstract

NTB is one of the provinces that is seriously handling and processing organic and inorganic waste, this is in line with the government's “Zero Waste” program, one of which uses maggot from the Black Soldier fly (BSF) species. Maggot cultivation in the research area uses 60% of organic waste from expired food and 40% of wet organic waste from households and markets. Maggot can be used as feed for fish and poultry, as organic fertilizer and as raw material for cosmetics. The research objectives are: (1) Analyzing the added value produced by fresh maggot, dried maggot, solid kasgot and liquid kasgot on Lombok Island, (2) Analyzing business opportunities for fresh maggot, dried maggot, solid kasgot and liquid kasgot on Lombok Island, (3) Analyzing the most potential maggot products to be developed on the island of Lombok. The method in this research is descriptive quantitative and qualitative with the approach of value-added analysis and SWOT analysis. Based on the results of the research, the average maggot business actor comes from the environmental care community. There are several products produced and can be commercialized from maggot cultivation, including: maggot eggs, baby maggot, adult maggot, pupae, organic fertilizer (solid kasgot) and liquid kasgot. Maggot cultivation is integrated by business actors with poultry farming, freshwater fish and food and horticultural crop cultivation. The added value generated from maggot cultivation is IDR 1,010,589 per month and IDR 12,127,068 per year. Maggot cultivation activities are analyzed using SWOT analysis with the IFAS and EFAS approaches to see its prospects in the future. Currently, maggot cultivation is in quadrant III, which means that this business has internal weaknesses and faces external threats. To overcome its weaknesses, product innovation is needed to generate added value, such as switching to derivative products to make maggot flour and maggot oil, the active role of the government in regulations related to maggot and the availability of feed, as well as seeking access to export markets, and motivation for human resources.
Pelatihan Pembuatan Produk Keripik Melon Menggunakan Alat Dehydrator bagi Kelompok UMKM Inkubator Bisnis Teknologi (ITe) Unizar Narita Amni Rosadi; Sari Novida; Syuhriatin Syuhriatin; Alvin Juniawan
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 3 (2023): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i3.7837

Abstract

This Community Service program aims to increase the knowledge and skills of ITe Universitas Islam Al-Azhar MSME group members in making rock melon chips using a Dehydrator. The training was conducted through several stages: planning, implementation, monitoring, and evaluation. The participants for this service were the university's business technology incubator MSME group consisting of rock melon farmers and chip entrepreneurs, with 35 participants. The activities resulted in the participants' understanding of making rock melon chips using the Dehydrator tool could increase after the training, as well as understanding regarding the packaging of fruit chip products that were durable and long-lasting.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN GULA SEMUT DI KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Zuhda, Hayati; Herdiana, Herdiana; Novida, Sari
Teknosains Vol 17 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v17i1.32506

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, disebabkan usaha disektor pertanian merupakan usaha yang sangat menjanjikan seperti bisnis gula semut yang semakin menjanjikan, kini usaha-usaha skala kecil sudah mulai merambah ke bisnis gula semut ini karena setiap orang membutuhkan produk gula semut untuk memenuhi gizi harian. Bisnis gula semut yang dilakukan oleh kelompok usaha kecil belum memahami manajamen usaha sehingga usaha mereka tidak bisa berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran gula semut dan menganalisis efisiensi pemasaran di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat (KTH Emas Hijau dan KTH Giri madia). Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan metode purosive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemasaran gula semut di Kecamatan Lingsar terdapat dua pola pemasaran yang terjadi yaitu saluran pemasaran 1 dimana pengrajin langsung menjual gula semut ke konsumen, pola pemasaran 2 dimana pengrajin menjual gula semut pada pedagang pengecer kemudian pedagang pengecer melakukan penjualan kepada konsumen. Efisiensi Pengrajin Gula Semut di KTH Emas Hijau dan KTH Girimadia Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat di tingkat Pengrajin ke pengecer untuk gula semut original sebesar 53.45, gula semut jahe sebesar 54.86 sedangkan di tingkat Pengrajin ke konsumen sebesar 47.51 sedangkan gula semut jahe sebesar 49.37 Dimana semakin rendah nilai efisiensi pemasaran (EP) dari saluran pemasaran maka semakin efisien dan apabila nilai efisiensi pemasaran (EP) <50% maka semakin efisienlah saluran pemasaran tersebut. Hal ini menunjukan bahwa pola saluran pemasaran 1 merupakan saluran pemasaran yang paling efisien secara ekonomi. pada saluran pemasaran 2 gula semut di Kecmatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat belum efisien secara ekonomi, yang ditunjukan dengan nilai efisiensi pemasaran dari tiap-tiap saluran pemasaran gula semut lebih dari 50 %.
Strategi Pemasaran Rumput Mutiara (Oldeanlandia Corymbosa): (Studi Kasus Pada CV Sayang Rumput Di Kota Mataram) Syahroni, Muhammad; Anwar, Khairil; Novida, Sari
Marketica: Jurnal Ilmiah Pemasaran Vol 2 No 4 (2025): Marketica: Jurnal Ilmiah Pemasaran
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(Studi Kasus Pada CV Sayang Rumput Di Kota Mataram)
Prospek Pendapatan Usaha Tani Blewah (Cucumis Melo L. ) Varietas Bisma Di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Ali, Muhammad; Novida, Sari; Hamsyuni, Muhammad
Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 2 No 4 (2025): Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek pendapatan usahatani blewah varietas Bisma di Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik quota sampling sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani blewah sebesar Rp 4.844.287 per musim tanam dengan total penerimaan Rp 9.600.000 dan total biaya Rp 4.755.713. Nilai R/C Ratio sebesar 2,02 mengindikasikan bahwa usahatani blewah menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Kendala utama yang dihadapi petani antara lain keterbatasan modal (53,33%), kendala pemasaran (30%) dan kendala budidaya (16,67%).