Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Tepung Alga Coklat (Sargassum cristaefolium) sebagai Feed Supplement untuk Meningkatkan Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forsskal) Sambito, Mohammad Hendarwan; Subandiyono, Subandiyono; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.569 KB)

Abstract

Alga coklat (Sargassum cristaefolium) merupakan salah satu jenis rumput laut yang potensial sebagai feed supplement pakan ikan bandeng. Alga coklat (S. cristaefolium) diketahui mengandung zat imunostimulan dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan bandeng (C. chanos). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan mengetahui dosis terbaik penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan sebagai feed supplement untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan performa pertumbuhan ikan bandeng (C. chanos). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan bandeng (C. chanos) dengan bobot individu rata-rata 1,76 ± 0,03 g/ekor. Penelitian ini dilakukan di LPWP Jepara.  Ikan bandeng (C. chanos) dipelihara dengan padat penebaran 1 ekor/L selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu penambahan 0%, 1%, 2%, dan 3% tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan buatan. Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Berdasarkan uji ANOVA diperoleh hasil bahwa penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) pada pakan dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER, dan SGR, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR. Perlakuan C (pakan uji dengan penambahan tepung alga coklat Sargassum sp. sebesar 2%) menghasilkan TKP (82,93 g), EPP (57,09%), PER (1,74%), dan SGR (3,17%/hari). Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji.  Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penambahan 2% tepung alga coklat (S. cristaefolium) merupakan dosis terbaik terhadap peningkatan EPP dan performa SGR ikan bandeng (C. chanos).
Pengaruh Tepung Alga Coklat (Sargassum cristaefolium) dalam Pakan Buatan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Kerapu (Epinephelus fuscoguttatus) Annisa, Rury Dwi; Subandiyono, Subandiyono; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.562 KB)

Abstract

Sargassum cristaefolium merupakan salah satu dari jenis rumput laut yang dapat digunakan sebagai feed supplement dan memiliki material imunostimulant yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan sehingga mampu memanfaatkan pakan dengan baik untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan kerapu (Epinephelus fuscoguttatus). Variabel yang dikaji meliputi nilai total konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dosis penambahan tepung S. cristaefolium yang berbeda dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (dosis 0%), B (dosis 1%), C  (dosis 2%) dan D (3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, SGR, EPP dan PER dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR.  Perlakuan 2% memberikan nilai performa terbaik pada EPP sebesar 65,89% , PER sebesar 1,66%, dan SGR sebesar 2,27% /hari. Kondisi kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan ikan kerapu (E. fuscoguttatus). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan konsentrasi 2% tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan mampu meningkatkan nilai efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) ikan kerapu.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Nanas pada Pakan dan Probiotik pada Media Pemeliharaan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Setiyani, Ana Rikha; Rachmawati, Diana; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.513 KB)

Abstract

Pakan merupakan aspek utama dalam kegiatan budidaya karena 40-70% biaya produksi digunakan untuk pakan maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan efisiensi pakan.  Salah satu enzim yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi protein adalah enzim bromelin yang bisa didapatkan pada ekstrak nanas.  Bromelin memiliki kemampuan untuk menghidrolisis ikatan peptida pada protein atau polipeptida menjadi molekul yang lebih kecil adalah asam amino.  Kualitas air juga menjadi faktor penting keberhasilan, bakteri probiotik dapat menguraikan bahan organik atau bahan beracun di dalam air sehingga meningkatkan kualitas air.  Pendekatan penggunaan ekstrak nanas pada pakan dan probiotik pada media diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan dan kualitas air.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh dan interaksi penambahan kombinasi ekstrak nanas pada pakan dan probiotik pada media pemeliharaan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan serta mengetahui dosis terbaik.  Rancangan percobaaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial.  Percobaan yang dilakukan adalah dengan 2 faktor dengan masing-masing 3 taraf (3x2x3) dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali.  Faktor pertama adalah pemberian ekstrak nanas dengan dosis 0,75% (A1), 1,5%  (A2) dan 2,25% (A3). Faktor kedua adalah dengan pemberian probiotik dengan dosis 1 mL/L (B1) dan 1,5 mL/L (B2).  Ikan uji yang digunakan adalah nila merah dengan berat rata-rata 5,6±0,6 g. Ikan dipelihara pada bak kapasitas 20 L dengan padat tebar 20 ekor/wadah dengan masa pemeliharaan 42 hari.  Hasil menunjukkan faktor A (ekstrak nanas) dan B (probiotik) memberikan pengaruh yang berbeda nyata dan adanya interaksi (P<0,05) terhadap total konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, rasio efisiensi protein dan laju pertumbuhan spesifik. Penambahan kombinasi ekstrak nanas dan probiotik tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan ikan nila (O. niloticus).  Kualitas air selama penelitian masih optimal untuk pemeliharaan ikan nila.  Hasil terbaik pada penelitian ini didapatkan dari perlakuan A3B1 dengan EPP tertinggi (90,91%), PER (2,46) dan SGR (2,21%/hari). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada perlakuan A3B1 (pemberian 2,25% ekstrak nanas pada pakan dan 1 mL/L probiotik pada media pemeliharaan) memberikan hasil tertinggi pada EPP, PER dan SGR.
Pengaruh Penambahan Vitamin C dan Probiotik pada Pakan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) Husin, Muhammad Iqbal; Suminto, Suminto; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.793 KB)

Abstract

Ikan patin merupakan salah satu komoditas air tawar yang mempunyai prospek yang baik karena mempunyai nilai jual yang cukup tinggi serta cara budidaya yang tidak sulit. Masalah utama yang dihadapi dalam produksi budidaya ikan patin adalah pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan. Pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan profit pembudidaya ikan. Penambahan vitamin C dan probiotik dalam pakan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan patin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahiui pengaruh dan interaksi yang mempengaruhi nilai total konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Ikan uji yang digunakan adalah ikan patin dengan bobot individu rata-rata 7,44±0,28 g/ekor. Pemberian pakan yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 secara at satiation.  Ikan uji dipelihara dengan padat penebaran 1 ekor/2L selama 42 hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor (ordo 2x3) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan vitamin C pada pakan  dengan dosis 500 mg/kg, dan 1000 mg/kg dan penambahan probiotik dengan dosis 105,106, dan 107 CFU/mL.  Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), laju pertumbuhan relatif (RGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air.  Perlakuan dengan penambahan vitamin C 1000 mg/kg pakan dan probiotik 107 CFU/mL  menghasilkan EPP sebesar 69,35%, dan  LPH sebesar 230 mg/hari. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji. Kesimpulan dari penelitian ini adalah vitamin C dan probiotik memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) dan terjadi  interaksi yang mempengaruhi terhadap nilai efisiensi pemanfaatan pakan (EPP),  laju pertumbuhan harian (LPH), tetapi vitamin C dan probiotik tidak memberikan  pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap nilai total konsumsi pakan dan kelulushidupan.
Evaluation Of Local Carbon Source In The Biofloc System For Juvenile Pangasius-Pangasius Culture Using Small-Scale Plastic Pond In Central Java, Indonesia Sukardi, Purnama; Prayogo, Norman A.; Pramono, Taufik Budhi; Sudaryono, Agung; Harisman, Taufan
Aquacultura Indonesiana Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Aquaculture Society (MAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.414 KB) | DOI: 10.21534/ai.v20i1.146

Abstract

The aim of the study was to investigate the effect of different types of carbohydrates on growth, survival, feed efficiency and fish production (Pangasius pangasius), in the biofloc system with zero-water exchange. Added carbohydrates were tapioca, molasses, bran and cornstarch which were set at level of 25% of the theoretical adding quantity. A total of 6000 fish larvae used in this experiments. Complete Randomized Designed was used with four treatments and three replications. Twelve tanks used in which each tank was a cylinder tank (1814.92 L) and each tank contained 500 fish. The results showed that the concentrations of ammonia and nitrite differ significantly in the experimental tank added maize when compared to other carbohydrate sources. The nitrate levels showed that highly concentration was observed in the maize treatments compare to tapioca and molasses treatments, however it was not significantly different than that of rice bran treatments. The floc volume stabilized after about 3 weeks in the BFT tanks. Different carbon sources had resulted in different proximate composition tendencies. The highest yield obtained in molasses treatments which were highest compare to all carbohydrate treatments, whilst tapioca, rice bran, and maize treatments were not significantly different
Pengaruh Pemberian Pakan Buatan dengan Sumber Protein yang Berbeda Terhadap Efisiensi Pakan, Laju Pertumbuhan, dan Kelulushidupan Benih Abalone Hybrid Kuncoro, Aziz; Sudaryono, Agung; Suminto, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 2, No 3 (2013) : Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.069 KB)

Abstract

Feeding with artificial feeds in the abalone aquaculture is rarely conducted by abalone farmers. Feeding with artificial feed in the abalone aquaculture is rarely conducted by abalone farmers. Feeding with artficial feed in different protein sources is expected to produce a better quality abalone. This research aimed to determine the effects of different protein sources in artificial feeds on the on levels of feed intake, feed efficiency, growth rate and survival rate of hybrid abalone seeds and to know the best protein sources.This research used an experimental by using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, in 4 replicates, respeatively. The seeds of hybrid abalone used in this research were with average length size of 2,5 ± 0,08 cm and average weight sized of 3,12 ± 0,28 g. The treatments were (A) Awabi commercial feed from Japanese product; (B) feed with 100% from animals sources; (C) feed with 100% from vegetables sources; and (D) feed combination with 50% animals and 50% vegetables sources. This research was conrried in in November 2012 - January 2013 at Marine Culture Instute of Lombok. The results of this research indicated that feeding abalone with different protein sources was signifantly different (P<0,05) on levels of feed intake, highly significant effect (P<0,01) on the feed utilization efficiency and growth rate but no significant affect (P≥0,05) was observed on the survival rate of hybrid abalone seeds. Awabi feed from Japanese product performed the best effect on the growth of hybrid abalone.
SPENGARUH PENAMBAHAN ENZIM BROMELIN DALAM PAKAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus) Novita, Virna; Subandiyono, - -; Sudaryono, Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.826 KB)

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan patin (Pangasius hypophtalmus).  Kandungan protein dalam pakan merupakan sumber energi utama yang berperan juga sebagai komponen struktural penyusun sel dan jaringan tubuh.  Karena itu, protein pakan mempunyai peran penting pada proses pertumbuhan ikan patin.  Pada proses pencernaan diperlukan enzim untuk menghidrolisis ikatan peptida menjadi asam amino.  Proses ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan enzim bromelin dalam pakan pada benih ikan patin.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh enzim bromelin dalam pakan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan patin (P. hypophtalmus).  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing 4 ulangan.  Perlakuan yang diujikan adalah penambahan bromelin pada pakan dengan dosis 0,00%, 0,75%, 1,50%, 2,25%, dan 3,00%.  Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan patin (P. hypophtalmus) dengan bobot tubuh individu rata-rata 6,45±0,23 g/ekor dengan kepadatan 1 ekor/l.  Pakan diberikan 2 kali sehari, yaitu pada pukul 08.00 dan 16.00 WIB dengan menggunakan metode at satiation.  Waktu pemeliharaan ikan uji adalah selama 35 hari.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian enzim bromelin dalam pakan memberikan pengaruh yang berbeda (P<0,05) terhadap EPP, PER, RGR, dan pertumbuhan panjang relatif tetapi memberikan pengaruh sama (P>0,05) terhadap TKP dan SR.  Perlakuan dengan penambahan enzim bromelin 2,25% (perlakuan D) memberikan nilai tertinggi pada EPP, PER, RGR, dan pertumbuhan panjang relatif yaitu masing–masing sebesar 59,11±4,61%; 1,84±0,14%; 1,47±0,15%/hari; dan 0,40±0,01%/hari.  Kualitas air selama pemeliharaan ikan uji masih dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan patin (P. hypophtalmus).  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan enzim bromelin dalam pakan mampu meningkatkan nilai EPP, PER, RGR, dan pertumbuhan panjang relatif ikan patin (P. hypophtalmus). Feed was one of the important factors that could affect to the growth of catfish (Pangasius hypophtalmus).  Dietary protein was a major source of energy as well as structural components of cells and tissues.  Therefore, dietary protein plays an important role on the growth of the fish.  Digestion process needed enzymes to hydrolyze peptide bonds into the amino acids.  This process could be enhanced by using the bromelin incorporated into the catfish’s feed.  The purpose of this study was to examine the effect of dietary bromelain on feed utilization eficiency and growth of the catfish (P. hypophtalmus).  A completely randomized design (CRD) was used in this study with experimental laboratory consisted of 5 treatments and 4 replicates.  These treatments were the addition of bromelain in the feed with doses of 0,00; 0,75; 1,50; 2,25; and 3,00%, respectively. The experimental fish used was catfish (P. hypophtalmus) with the average individual body weight of 6,45±0,23 g/fish and with the density of 1 fish/L. The fish was fed twice a day, i.e. at 08.00 a.m. and 16.00 p.m. by applying at satiation method.  The fish was reared in 15 L containers for 35 days.  The data showed that dietary bromelain resulted on significantly effect (P<0.05) on the FUE, PER, RGR, and relatively length rate, but not significantly effect (P>0.05) on the values of FCR and SR.  The trial diet of 2.25% bromelain (treatment D) resulted on the highest values on the FUE, PER, RGR, and relatively length rate, that were 59,11±4,61%; 1,84±0,14%; 1,47±0,15%/day; and 0,40±0,01%/day, respectively.  Water quality parameters during the study were varied among suitable range for rearing the trial fish.  Based on the results, it was concluded that dietary bromelain was able to increase the values of FUE, PER, RGR, and relative lenght rate of catfish (P. hypophtalmus).
PENGARUH KONSENTRASI BAKTERI PROBIOTIK YANG BERASOSIASI DALAM USUS SEBAGAI BIOFLOK TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Simanjuntak, Iwan Chandra Binsar Hamonangan; Suminto, -; Sudaryono, Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.752 KB)

Abstract

Lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan  salah  satu  jenis  ikan air  tawar komersial  yang populer sebagai ikan budidaya. Dampak dari kegiatan budidaya intensif berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan. Teknologi bioflok merupakan salah satu pemecahan masalah lingkungan dan dapat meningkatkan produksi budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bakteri probiotik (Bacillus subtilis dan Bacillus licheniformis) yang berasosiasi dalam usus sebagai bioflok terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan serta mengetahui konsentrasi terbaik untuk menghasilkan pertumbuhan dan kelulushidupan lele dumbo (C. gariepinus). Ikan uji yang digunakan adalah lele dumbo berukuran berukuran  6-7 cm dan bobot 1,4±0,5 g. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan A (tanpa probiotik), B (dosis probiotik 106 CFU/mL), C (dosis probiotik 107 CFU/mL), dan D (dosis probiotik 108 CFU/mL). Lele dumbo dipelihara dalam ember dengan volume 28 L selama 50 hari. Hasil pengamatan menunjukkan perlakuan D memiliki nilai EPP terbaik yaitu (67.20±3.33%), SGR (10.63±0.80%/hari) dan bobot mutlak (8.07±0,30 g). Penambahan probiotik pada media pemeliharaan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), SGR (Specific Growth Rate) dan laju pertumbuhan berat mutlak lele dumbo. Penelitian ini membuktikan bahwa penambahan dosis probiotik 108 CFU/mL yang terbaik meningkatkan pertumbuhan lele dumbo. Catfish (Clarias gariepinus) is one of freshwater fish as a popular commercial fish farming. The impact of intensive farming activities are influential on enviromental healthy. Biofloc technology is one of the environmental problem solvers and can be increase the production of aquaculture. The purpose of this research is to know the effect of bacterial probiotic addiction with different dosage associated in intestinal gut catfish on the feed utilization efficiency, growth and survival rate of catfish (C. gariepinus) and to know the best concentration to generate growth and survival rate of C. gariepinus. The fish samples used were catfishes  which have average length 6-7 cm and average wight 1,4±0,5 g. The experimental method was employed in this research with completely randomized design. The research was carried out 4 (four) treatments with  3 (three) repetitions. Those treatments were A, treatment without addition probiotic; B, treatment with addition probiotic 106 CFU/mL; C, treatement with addition probiotic 107 CFU/mL and D, treatment with addition probiotic 108 CFU/mL that added  the probiotic on the water. The fish cultivate for 50 days in  a bucket with volume 28 L. The results of this research prove that D treatment has the best EPP of (67.20±3.33%), SGR (10.63±0.80%/day) and the absolute weights (8.07±0,30 g). The use of probiotic  had significally affected to efficiency of feed utilization, SGR (specific growth rate) and absolute weights of  catfish, C. gariepinus. Therefore the probiotic treatment of 108 CFU/mL appear to be the best dosage for growth of  C. gariepinus.
PENGARUH BAKTERI PROBIOTIK PADA PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPINUS) Wardika, Aziz Sinung; Suminto, -; Sudaryono, Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.866 KB)

Abstract

Probiotik merupakan mikroba hidup yang memiliki pengaruh menguntungkan bagi inang melalui modifikasi bentuk keterikatan (asosiasi) dengan inang atau komunitas mikroba lingkungan hidupnya sehingga dapat memiliki pengaruh memperbaiki kecernaan makanan, melindungi dari serangan patogen dan memperbaiki kualitas lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan jumlah probiotik yang berbeda yang berasal dari usus lele terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan lele dumbo (Clarias gariepinus). Hewan uji yang digunakan adalah lele dumbo sebanyak 240 ekor berukuran  6-7 cm dan bobot 2,35 ± 0,05 g. Bakteri probiotik yang digunakan sebagai bakteri uji adalah Bacillus subtilis, Bacillus lincheniformis dan Psidomonas putida telah diisolasi dari usus lele. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan A (tanpa probiotik), B (dosis probiotik 106 CFU/mL), C (dosis probiotik 107 CFU/mL), dan D (dosis probiotik 108 CFU/mL) dengan menyemprotkan probiotik pada pakan. Hasil pengamatan menunjukkan perlakuan D memiliki nilai EPP terbaik yaitu (70,83±4,60 %), PER (2,23±0,15), SGR (2,61±0,06 %/hari), panjang mutlak (4,50±0,72 cm) dan mempunyai SR (96,67±0,24%). Penambahan probiotik pada pakan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap EPP (Efisiensi Pemanfaatan Pakan), PER (Protein Eficiency Ratio), SGR (Specific Growth Rate), Pertumbuhan panjang mutlak, dan tidak berpengaruh nyata terhadap serta SR (Survival Rate) lele dumbo. Hasil penelitian menunjukkan dosis probiotik terbaik yaitu perlakuan D (108 CFU/mL). Probiotic is a microbial life, that give to the advantageous effect for a fish culture (host) it through modification which have bounded (association) with host or microbial community of those habit so that have affected to improve feed utilization efficiency, resistance to pathogen and improve the environment quality. The purpose of this research was to know the effected of bacterial probiotic isolated from intestinal catfish (Clarias gariepinus) with the different  dosage on the feed utilization efficiency, growth and survival rate of catfish (C. gariepinus). The fish samples used were 240 tails of total which have average length 6-7cm and average wight 2,35 ± 0,05 g. The bacterial samples used were Bacillus subtilis, Bacillus lincheniformis and Psidomonas putida. The experimental method was employed in this research with completely randomized design. The research was carried out 4 (four) treatments with  3 (three) replicates respectively. Those treatments were A treatment (no added probiotic), B treatment (with addition of 106 CFU/mL), C (with addition of 107 CFU/mL), and D (with addition of 108 CFU/mL) spraying the probiotic on the feed. The results showed that D treatment had the EPP of (70.83±4.60%), PER of (2.23±0.15), SGR of (2.61±0.06 %/day), absolute length (4.50±0.72 cm) and had SR (96.67±0.24 %). The use of probiotic  had significally affected on EPP (feed efficiency utilization), PER (Protein Efficiency Ratio), SGR (Survival Growth Rate), absolute length for dumbo catfish, and Indicated that they were not significantly different on C. gariepinus SR (survival rate). Therefore the dosage of D treatment appears to be the best dosage.
PENGARUH PADAT TEBAR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH LELE (Clarias gariepinus) DALAM MEDIA BIOFLOK Hermawan, Teguh Eko Suryo Agil; Sudaryono, Agung; Prayitno, Slamet Budi
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.98 KB)

Abstract

Intensifikasi budidaya membawa dampak yang kurang baik terhadap kelestarian dan kesehatan lingkungan yang berupa penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar berbeda terhadap produktifitas, pertumbuhan, rasio konversi pakan (FCR) dan kelulushidupan benih lele (C. gariepinus) dalam media bioflok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah padat tebar berbeda dalam media bioflok A (1500/m3), B (1000/m3), dan C (500/m3). Hewan uji menggunakan benih lele  (Clarias gariepinus) dengan bobot rata-rata individu sebesar 1,24±0,1 g. Benih lele dipelihara dalam kolam terpal berdiameter 100 cm dengan volume air ±800 L selama 42 hari dan pemberian pakan 4% dari berat biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar berbeda dalam media bioflok berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan, produktifitas dan efisiensi pakan namun tidak berbeda nyata terhadap kelulushidupan benih lele. Laju pertumbuhan spesifik yang dicapai pada perlakuan A, B, dan C berturut-turut adalah 3.508±0.011; 3.554±0.031; dan 3.868±0.014%/hari. Produktifitas lele pada perlakuan A, B dan C berturut-turut adalah 6405.967±39.4; 4380.389±72.4; dan 2588.656±19.2 (g/m2). Rasio konversi pakan yang dicapai berturut-turut adalah 0.939±0.011; 0.926±0.014; dan 0.841±0.008. Nilai kelulushidupan lele berkisar antara 91.389-91.833%. Perbedaan padat penebaran tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kelulushidupan, namun memberi pengaruh nyata terhadap produktifitas, laju pertumbuhan spesifik dan rasio konversi pakan. The intensification of farming has unfavorable impact on the sustainability and environmental health in the form of environmental quality degradation. This study aims to determine the effect of different stocking densities on growth, productivity, Food Conversion Ratio (FCR) and survival rate of catfish seeds (C. gariepinus) in bioflok technology. This study used a completely random design with 3 treatments and 3 replications. The treatments tested were different stocking densities in bioflok technology which are A (1500/m3), B (1000/m3), and C (500/m3). Animal trials using catfish seed (C. gariepinus) with an average individual weight of 1.24±0.1 g. Catfish seeds reared in ponds diameter of 100 cm with a volume of 800 L of water for 42 days and feeding 4% of the weight of biomass. The result of the study showed that different stocking densities in biofloc technology have a significant effect (P<0.05) on productivity, growth and Food Conversion Ratio but did not significantly affect the survival rate of catfish seed. Specific growth rate achieved in treatment A, B, and C, were, 3,508±0.011; 3,554±0.031, and 3,868±0.014 %/day. Productivity catfish on treatment A, B and C, respectively, 6405.967±39.4; 4380,389±72.4, and 2588,656±19.2 (g/m2), respectively food conversion ratio of treatment A, B, and C were 0.939±0.011; 0.926±0.014, and 0.841±0.008. Catfish survival values ranged between 91.389-91.833%. The different densities had no significant effect on survival rate, but had a significant effects on productivity, specific growth rate, and food conversion ratio.