Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt .L) TERHADAP PEMBERIAN PHOTOSYNTETHETIC BACTERIA (PSB) DAN JADAM MICROBIAL SOLUTION (JMS) Ardiansyah, Ferdy; Syamsiah, Melissa; Imansyah, Angga Adriana; Muli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i1.5337

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharate Sturt) atau sering disebut sweet corn merupakan komoditas yang banyak dibutuhkan oleh Masyarakat Indonesia sebagai sumber pangan selain beras. Permintaan jagung manis semakin hari semakin meningkat, akan tetapi tidak diikuti dengan peningkatan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Photosynthetic Bacteria dan Jadam Microbial Solution serta kombinasi perlakuan dari keduanya. Penelitian ini dilakukan di Desa Bojong Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial masing-masing 4 taraf perlakuan. Perlakuan P (Photosynthetic Bacteria): P0 (kontrol), P1 (Photosynthetic Bacteria 5 ml/l), P2 (Photosynthetic Bacteria 10 ml/l), P3 (Photosynthetic Bacteria 15 ml/l), dan perlakuan J (Jadam Microbial Solution): J0 (Kontrol), J1 (Jadam Microbial Solution 1:4 air), J2 (Jadam Microbial Solution 1:9 air), J3 (Jadam Microbial Solution 1:14 air). Hasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi perlakuan P0J1 (PSB kontrol/tanpa perlakuan dan JMS 1:4 air) berpengaruh terhadap tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman 22.91cm, dan untuk parameter bobot basah tongkol kombinasi perlakuan P3J1 (PSB 15 ml/l dan JMS 1:4) berpengaruh menunjukan hasil terbaik dengan nilai rata-rata 324 gram.
PEMANFAATAN AMPAS TEH (Camelia sinensis) SEBAGAI TAMBAHAN MEDIA TANAM BERBASIS ARANG SEKAM DENGAN HIDROPONIK SISTEM WICK PADA PERTUMBUHAN TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L.) SYAMSIAH, MELISSA; IMANSYAH, ANGGA ADRIANA; PUTRIAWATI, WARDAH
Community Service Articles Vol.1 No.1 (May 2024)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/comers.v1i1.31

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae L.)  merupakan jenis sayuran famili kubis-kubisan yang mempunyai banyak manfaat. Hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah dengan memanfaatkan air sebagai kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Ampas teh yang biasanya dibuang dan hanya menjadi limbah dapat digunakan sebagai campuran media tanam. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh sebagai media tanam terhadap pertumbuhan tanaman Kailan (Brassica oleraceae L.) pada hidroponik sistem wick. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret tahun 2024 di Kebun Akinini. Rancangan Percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial terdiri dari 6 perlakuan dan 6 ulangan, yaitu perlakuan A : 40 g arang sekam, B = 40 g ampas teh, C = 5 g ampas teh : 35 g arang sekam, D = 10 g ampas teh : 30 g arang sekam, E = 15 g ampas teh : 25 g arang sekam, F = 20 g ampas teh : 20 g arang sekam. Hasil percobaan menunjukan ampas teh dengan perlakuan F yaitu 20 g ampas teh : 20 g arang sekam pada pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan bobot basah tanaman memiliki nilai tertinggi dibandingkan perlakuan lain sehingga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman Kailan (Brassica oleraceae L.) secara hidroponik.
PEMANFAATAN BONGGOL PISANG DALAM BENTUK APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Syamsiah, Melissa; Rifa'i, Khaerul Ilham; Ramli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3645

Abstract

Tomat (Lycopesicum esculentum Mill) merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Usaha budidaya perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Trichoderma sp. dan Pupuk Organik Cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Metode percobaan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dan 3 ulangan dimana faktor A terdiri dari 4 level yaitu Kontrol, Trichoderma sp. 10 g; 20 g; 30 g dan faktor B terdiri dari 2 level yaitu Kontrol dan POC bonggol Pisang 80 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan faktor A Trichoderma sp. tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, dan jumlah daun. Namun pemberian perlakuan A1 konsentrasi Trichoderma sp. 10g memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah bunga pada 60 HST sampai 63 HST. Pada bobot segar buah memberikan pengaruh nyata dengan rata-rata paling baik adalah 4.95 g. Perlakuan faktor B yaitu pemberian POC Bonggol pisang memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan berat buah. Perlakuan B1 (POC 80 ml/L) memberikan pengaruh paling baik terhadap tinggi tanaman pada 12 HST, 15 HST, 36 HST dan 54 HST. Pengaruh Perlakuan B1 (POC 80 ml/L) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada 42 HST, 48 HST dan 51 HST. Sedangkan pengaruh nyata terhadap jumlah bunga terjadi  pada 39 HST dan 42 HST, dan terhadap bobot segar buah memberikan hasil rata-rata terbaik 4.63 g. Namun kombinasi perlakuan faktor A (Trichoderma sp.) dan faktor B (POC bonggol pisang) tidak menunjukkan adanya pengaruh dan interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan bobot segar buah.
POTENSI PEMBERIAN AGENS HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KEJADIAN PENYAKIT MOLER TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.)VARIETAS TRISULA Sari, Widya; Syamsiah, Melissa; Wahyudin, Dedi
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4135

Abstract

Bakteri Paenibacillus polymyxa merupakan agens hayati yang dapat bertahan, berasosiasi, dan terus berkembang pada perakaran tanaman. Jamur Trichoderma sp. merupakan agens hayati yang telah terbukti efektif untuk mengendalikan jamur dan bakteri perusak tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian agen hayati terhadap pertumbuhan dan kejadian penyakit moler tanaman bawang merah varietas Trisula. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Senen RT/RW.02/02, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, bulan Maret – Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 taraf perlakuan diulang sebanyak 4 kali.Taraf perlakuannya yaitu A= Kontrol (Tanpa Perlakuan), B= Trichoderma sp dengan jumlah 50 gram/Polybag, C= Paenibacillus polymyxa dengan konsentrasi larutan 10 ml/l air, dan D= Trichoderma sp 50 gram/polybag + Paenibacillus polymyxa 10 ml/l air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per plot, berat basah umbi per plot, dan kejadian penyakit Moler. Hasil penelitian perlakuan terbaik adalah pemberian konsentrasi agen hayati Paenibacillus polymyxa 10 ml/l (C)  memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per plot, berat basah umbi per plot, dan kejadian penyakit Moler.
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MURBEI (Morus alba L.) TERHADAP ZPT ALAMI EKSTRAK TAUGE DAN EKSTRAK BAWANG MERAH Syamsiah, Melissa; Marlina, Selly; ,, Yuliani
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4276

Abstract

Tanaman murbei merupakan suatu tanaman yang berasal dari alam yang tumbuh secara liar. Tanaman ini biasanya dimanfaatkan sebagai obat-obatan serta makanan dan minuman yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian ZPT alami ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L), mengetahui respon pemberian ZPT alami ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L), dan mengetahui interaksi kombinasi perlakuan pemberian ZPT alami ekstrak tauge dan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L).  Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan yang berlokasi di Kp. Beber, Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43283. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah Ekstrak tauge (A), A1 = 0 g/L, A2 = 100 g/L, A3 = 150 g/L, dan A4 = 200 g/L. Faktor kedua yaitu Ekstrak bawang merah (B), B1 = 0 g/L, B2 = 100 g/L, B3 = 150 g/L, dan B4 = 200 g/L.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan A3B3 (Ekstrak tauge 150 g/L dan Ekstrak bawang merah 150 g/L) merupakan hasil yang memberikan pengaruh paling baik terhadap jumlah daun (6 helai), tinggi tanaman (16,10 cm), dan jumlah buah (1,67).
UJI EFEKTIVITAS PEMBERIAN SERBUK CANGKANG TELUR AYAM DENGAN BERBAGAI MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREENS PAKCOY (Brassica rapa L.) ,, Yuliani; Syamsiah, Melissa; Arjati, Shinta Amelia
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3826

Abstract

Microgreens merupakan sayuran yang sudah dapat dipanen pada saat pembibitan. Microgreens dapat dijadikan solusi pertanian di era modern ini karena tidak menggunakan lahan yang luas. Salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan dalam bentuk microgreens yaitu pakcoy (Brassica rapa L.) dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman microgreens yang baik, tentunya hal yang perlu diperhatikan adalah media tanam yang digunakan. Penambahan nutrisi perlu dilakukan agar tumbuh optimal, seperti penambahan serbuk cangkang telur yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pada microgreens. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan serbuk cangkang telur ayam dengan berbagai macam media tanam terhadap pertumbuhan microgreen pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah penambahan serbuk cangkang telur yang terdiri dari : C1 (0 g /kontrol), C2  (5 g), C3 (10 g), dan C4 (15 g). Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari M1: campuran tanah dan kompos, M2 : cocopeat serta M3 : zeolit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara penambahan serbuk cangkang telur dengan penggunaan beberapa macam media tanam terhadap tinggi tanaman pakcoy. Kombinasi perlakuan terbaik ada di M3C4 (zeolit + cangkang telur 15 g)
PENGARUH PRNAMBAHAN BAHAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN PROKSIMAT KUE MOCHI Malisa, Malisa; Syamsiah, Melissa; Ramli, Ramli
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3746

Abstract

Kue mochi merupakan makanan yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang tanah dan gula aren, serta memiliki tekstur kenyal dan lembut. Pada zaman modern, mochi dapat dikreasikan dengan bahan tambahan untuk adonan kulit ataupun isian mochi sehingga nilai gizi yang terkandung pada mochi lebih meningkat. Salah satunya dengan penambahan bahan subtitusi tepung daun kelor yang akan meningkatkan karakteristik organoleptik dan kandungan proksimatnya. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung daun kelor terhadap mutu organoleptik kue mochi kelor dan mengetahui respon optimum uji organoleptik mochi kelor sebagai produk diversifikasi pangan serta mengetahui kandungan proksimat kue mochi kelor. Data diolah menggunakan metode RSM (Response Surface Method) dengan 28 panelis biasa dan 2 orang panelis ahli dengan parameter uji yang dilakukan yakni meliputi tekstur, warna, aroma dan rasa. Masing-masing panelis diberikan 4 sampel berbeda yaitu F1 (Substitusi tepung daun kelor 1%), F2 (Substitusi tepung daun kelor 2 %), F3 (Substitusi tepung daun kelor 3%) dan F4 (Substitusi tepung daun kelor 4%) pada setiap formulasinya. Karakteristik untuk warna dan aroma yang diminati oleh panelis yaitu sampel F3 (Tepung Ketan 97% + Tepung Daun Kelor 3%) dengan nilai optimasi warna, rasa , aroma dan tekstur berada pada wilayah optimasi 2. Serta hasil uji proksimat diketahui bahwa kandungan proksimat kue mochi F3 dengan hasil kadar air (33,2%), kadar abu (0,63%), protein (8,15%), lemak (11,6%), karbohidrat (46,4%).