Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP APLIKASI BIOKOMPLEK DAN MEDIA TANAM Angga Adriana Imansyah; Melissa Syamsiah; Yuliani Yuliani; Riza Trihaditia; Widya Sari
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 12, No 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v12i2.2755

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamp.) merupakan satu jenis tanaman yang bermanfaat dan layak untuk dikembangkan sebagai sumber bahan tambahan pangan sehat. Sampai saat ini secara umum teknik budidaya tanaman kelor belum banyak diketahui secara pasti, karena kurangnya pemahaman tentang khasiat dan nilai ekonominya. Teknik budidaya tanaman kelor bisa dilakukan menggunakan stek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi penambahan biokomplek (Tricho G) dan media tanam terhadap pertumbuhan stek tanaman kelor. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – Nopember 2022 bertempat di Desa Padaluyu Kecamatan Cugenang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Faktor pertama yaitu aplikasi penambahan biokomplek (Tricho G)  dengan 4 Taraf : 0g, 25 g, 50 g, dan 75 g per polybag. Faktor kedua dengan 4 taraf yaitu media tanam yang digunakan dengan penambahan pupuk kandang sapi, pupuk kandang domba, urine kelinci dan bokashi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa perlakuan Biokomplek berpengaruh terhadap jumlah tunas dan panjang cabang tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun stek kelor.  Jenis Media tidak berpengaruh terhadap jumlah tunas, tetapi berpengaruh terhadap jumlah daun dan panjang cabang stek kelor. Interaksi perlakuan yang paling baik adalah T3M1 (Biokomplek 50 g/polybag dan Pupuk Kandang Sapi).
Uji Organoleptik Dan Kandungan Nutrisi Biskuit Dengan Bahan Fortifikasi Tepung Kelor (Moringa oleifera) Untuk Penanganan Stunting Melissa Syamsiah; Yuliani; Angga Adriana Imansyah; Riza Trihaditia
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v10i2.3822

Abstract

Stunting is a nutritional problem caused by chronic malnutrition. Nutrition and nutritional intake for people affected by stunting, especially toddlers, can be obtained through the consumption of healthy and nutritious food. Biscuits are a food that is loved by all groups, especially toddlers. Moringa has many benefits, especially for health and medicine. The addition of Moringa flour fortification can increase the nutritional value of biscuits. This study aims to determine the results of the preference test (organoleptic) of biscuits with fortified moringa flour, and to compare the nutritional content of biscuits from the best fortified formulation with biscuits without the addition of moringa flour. The research was conducted in September - November 2022 at the Teaching Factory of the Faculty of Applied Science, Suryakancana University and the Laboratory of the Center for Agro Industry. This study used treatment in the form of the addition of moringa flour fortification: 0%, 1%, 2%, 3%, 4% and 5%. Organoleptic test through hedonic/liking test was conducted on 25 panelists and 2 expert panelists. The nutritional test was carried out on biscuits with the best organoleptic test results with biscuits without the addition of moringa flour as a control. The results showed that the A2 treatment (addition of 2% moringa flour) was the treatment that gave the most recommended organoleptic test results for consumption. Furthermore, the results of nutritional tests on the A2 treatment biscuits (addition of 2% moringa flour) showed that the food was high in protein and suitable for consumption for people affected by stunting. Meanwhile, the saturated fat content is very low. This really supports the stunting program because saturated fat can inhibit the metabolism of omega-3 which functions for eye health and brain development.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA ROMAINE (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA SISTEM HIDROPONIK NFT Nunung Nurjanah; Melissa Syamsiah; Riza Trihaditia
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i1.3162

Abstract

Tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Untuk meningkatkan produksi tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) dapat menggunakan aplikasi pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi pemberian pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Mei 2022 di Kp. Bebedahan RT/RW. 003/001 Desa Cibodas Kec. Pacet Kab. Cianjur, Jawa Barat. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 kelompok, dengan perlakuan pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Nasa dan AB Mix. Perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu : P0 = Tanpa perlakuan, P1 = POC Nasa 3 mL/L air, P2 = POC Nasa 6 mL/L air dan P3 = POC Nasa 9 mL/L air. Pemberian pupuk organik cair dilakukan pada umur 7 HST sebanyak 40% dan 21 HST sebanyak 60%, dengan cara menyemprot bagian bawah daun tanaman selada romaine pada pagi hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian POC Nasa berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, parameter jumlah daun dan parameter bobot segar, tetapi menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter panjang akar. Dosis terbaik yang diperoleh selada romaine terdapat pada perlakuan P1 ( 3 mL/L air POC Nasa).
RESPON PERTUMBUHAN BENIH CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) TERHADAP LAMA PERENDAMAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) BAKTERI PAENIBACILLUS POLYMYXA Angga Adriana Imansyah; Melissa Syamsiah; Rismayanti Sri Agustin
Pro-STek Vol 5, No 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i1.3288

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang setiap hari dikonsumsi oleh hampir seluruh penduduk Indonesia. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui respon benih cabai (Capsicum annuum L.) terhadap lama perendaman PGPR (Plant Growth Promiting Rhizobacter) bakteri Paenibacillus polymyxa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2022. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan jalan bumi emas RT02/ RW 017 Desa Sirnagalih Cilaku Cianjur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah (RAL) yang terdiri dari satu faktor, yaitu faktor lama perendaman bakteri PGPR terdiri dari lima taraf. Hasil pengolahan data statistik menyatakan bahwa perendaman selama 12 jam menggunakan bakteri Paenibacillus polymyxa berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan tanaman cabai merah, dengan rata-rata tinggi tanaman paling baik 11,95 cm, jumlah daun 10,2 helai dan bobot basah 8,00gr. Tetapi perendaman selama 12 jam tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar tanaman cabai merah.
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH 3 R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) TERHADAP MASYARAKAT TERDAMPAK GEMPA BUMI CIANJUR KHUSUSNYA DESA SARAMPAD DAN BENJOT Fauzan Zikri; Yuliani Yuliani; Melissa Syamsiah; Angga Adriana Imansyah; Adang Suryana; Diny Syarifah Sany
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i1.801

Abstract

One of the ways to empower communities affected by the earthquake in Cianjur Regency is through community assistance activities in waste management and processing to create a clean environment. The Suryakancana University lecturer team carried out community service activities in the form of assisting communities affected by the Cianjur earthquake in Sarampad Village and Benjot Village. Forms of mentoring activities are carried out in the form of discussions and practices in processing waste into useful products such as pillows, doormats, fertilizer, and handicrafts. Data collection was carried out through pretest and posttest on 20 respondents (mentoring participants) who came from Sarampad Village and Benjot Village. Mentoring activities will be carried out from August – October 2023. The results of mentoring for earthquake-affected communities from Sarampad Village and Benjot Village show an increase in knowledge, attitudes and skills. Mentoring provided a greater increase in the knowledge aspect compared to the attitude and skills aspect in both Sarampad and Benjot Villages. The increase in knowledge aspects of people affected by the earthquake in Benjot Village (27%) was greater than in Sarampad Village (20%). Meanwhile, in the aspect of attitudes and skills, the increase was greater in the earthquake-affected communities in Sarampad Village (attitudes 18% and skills 17%) than in Benjot Village (attitudes and skills the same 11%).
Penerapan Metode FAST dan Analisis PIECES pada Perancangan Aplikasi EFarash Diny Syarifah Sany; Fauzan Zikri; Yuliani Yuliani; Adang Suryana; Melissa Syamsiah; Angga Adriana Imansyah
Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika) Vol 15, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jsit.v15i1.3427

Abstract

Gempa di Cianjur tahun 2022 menyebabkan tumpukan sampah tekstil dan sampah jenis ini merupakan sampah yang sulit terurai. Saat ini TPS3R di Cianjur hanya menjual barang bekas ke perorangan secara langsung dan terbatas. Masalah sampah dan bisnis menjadi pendorong utama membuat aplikasi EFarash. Hal ini disebabkan belum adanya toko online khusus menjual olahan sampah bernilai guna. Penelitian ini membahas bagaimana membangun aplikasi EFarash dengan menggunakan metode FAST (Framework for The Application of System Thinking) dan mengkombinasikannya dengan metode analisis PIECES (Performance, Information, Economy, Control an Security, Efficiency, dan Service) untuk analisis masalah, kebutuhan dan evaluasi kepuasan. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa rata-rata kepuasan tiap indikator ukur adalah 4.34 atau dikategorikan sangat baik. Sehingga diharapkan aplikasi ini akan menjadi solusi untuk perekonomian Masyarakat dan solusi penanggulangan sampah sebagai wadah penyalur olahan sampah.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM OTOMATIS DALAM BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) Angga Adriana Imansyah; Melissa Syamsiah; Melki Jakaria
Journal of Innovation and Research in Agriculture Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jira.v1i1.97

Abstract

Hidroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam tetapi dengan memanfaatkan air dengan menekan pada kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Metode perawatan hidroponik pada umumnya adalah melakukan pengurasan air nutrisi setelah kandungan nutrisi pada air berkurang seiring pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membantu perawatan tanaman hidroponik dengan metode pengontrol air secara otomatis dengan memanfaatkan mikrokontroler. Perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pengontrol kondisi air secara otomatis dengan melakukan pengecekan kadar nutrisi air dan tingkat keasaman air. Sistem ini menggunakan mikrokontroler Wemos D1R2 dan NodeMCU. Wemos digunakan untuk membaca kadar nutrisi dan tingkat keasaman air melalui sensor TDS dan sensor PH-4502C serta DHT11 untuk mengecek kelembaban dan temperatur lingkungan kemudian dikirimkan ke website, LCD 20x2 I2C menampilkan status derajat keasaman suatu larutan secara real-time dan NodeMCU dan mengendalikan pompa untuk mengatur keluaran pH up/down dan air nutrisi ke tangki hidroponik, lalu saklar apung juga membaca level ketinggian air pada tangki hidroponik. Dari hasil pengujian proses saat tangki kosong sistem akan melakukan pengisian. Lalu setelah penuh sistem akan membaca nilai kepekatan nutrisi. Setelah nutrisi berkurang maka sistem akan melakukan pengurasan.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK COOKIES DENGAN PENAMBAHAN BAHAN BAKU BUAH LABU MADU DAN TEPUNG DAUN KELOR Yuliani, Yuliani; Syamsiah, Melissa; Rizki Fauzi, Muhammad
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4871

Abstract

Cookies merupakan makanan ringan yang digemari semua orang, terutama anak anak, dibutuhkan inovasi baru untuk membuat cookies yang lebih bergizi dengan menggunakan buah dan sayuran. Cookies dengan penambahan buah labu madu dan tepung daun kelor diharapkan memiliki kandungan gizi yang tinggi, menjadikannya makanan selingan yang lebih baik untuk anak anak yang menderita stunting, serta dapat memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, dan zat besi pada anak anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan buah labu madu dan tepung daun kelor terhadap karakteristik organoleptik supaya menjadi olahan yang dapat digemari oleh semua kalangan, dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana Cianjur, dengan waktu pelaksanaan pada bulam Maret 2024. Data diolah menggunakan metode RSM (Response Surface Method) dengan 28 panelis biasa dan 2 orang panelis ahli dengan parameter uji yang dilakukan yakni meliputi tekstur, warna, aroma dan rasa. Masing-masing panelis diberikan 5 sampel berbeda pada setiap formulasinya. Hasil terbaik dengan nilai rata-rata pada parameter rasa (6,20), aroma (5,96), tekstur (5,76) dan warna (6,36), diperoleh pada formulasi F3, dengan penambahan buah labu madu 40% tepung daun kelor 0%.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DENGAN CANGKANG TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG EDAMAME (Glycine max (L.) Merrill) Imansyah, Angga Adriana; Hafsyah, Siti Eni; Syamsiah, Melissa; Rahmah, Siti Yiyis
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i2.4734

Abstract

Kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill) adalah salah satu sumber pangan dengan memiliki prospek pertumbuhan yang baik di Indonesia, namun saat ini mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan dan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes), cangkang telur dan kombinasi pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes) dengan cangkang telur terhadap pertumbuhan kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Metode penelitian ini dilakukan secara rancangan acak kelompok pola faktorial dengan empat taraf konsentrasi faktor pupuk organik/polybag C (Cangkang telur) yaitu C0 (Tanpa cangkang telur), C1 (15 gram), C2 (20 gram) dan C3 (25 gram), dan faktor E (Eceng gondok (Eichhornia crassipes)) yaitu E0 (Tanpa eceng gondok (Eichhornia crassipes), E1 (200 gram), E2 (240 gram) dan E3 (280 gram) dengan total 48 unit percobaan. Penelitian ini bertempat di Kp. Sindanggalih, Ds. Cibadak, Kec. Sukaresmi, Kab. Cianjur dan dilakukan pada bulan Desember 2023-April 2024. Hasil penelitian tersebut, bahwa eceng gondok (Eichhornia crassipes) tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan berat buah kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Sedangkan pemberian cangkang telur berpengaruh positif terhadap tinggi tanaman dan berat buah keseluruhan. Pada interaksi antara eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan cangkang telur berpengaruh signifikan secara keseluruhan baik tinggi maupun berat buah kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Oleh karena itu, penggunaan cangkang telur dapat dijadikan alternatif pupuk organik yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill) secara pertanian berkelanjutan.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN HERBAL JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP KOMBINASI DOSIS KOMPOS ECENG GONDOK DAN KULIT KOPI Sari, Widya; Syamsiah, Melissa; Mujahidah, Ihviaty Aklamah
Pro-STek Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i1.5296

Abstract

Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) termasuk ke dalam famili Zingiberaceae dan merupakan salah satu tanaman obat komersial sehingga digolongkan sebagai tanaman obat atau biofarmaka. Penurunan produktivitas jahe disebabkan oleh kualitas benih yang kurang baik, teknologi budidaya yang kurang tepat, hama dan penyakit, serta kurangnya nutrisi tanah. Upaya peningkatan produksi jahe salah satunya dengan penyediaan bibit yang berkualitas, sehingga dibutuhkan adanya input teknologi dalam pembibitan seperti penggunaan kompos yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman herbal jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap pemberian kombinasi dosis kompos eceng gondok dan kompos kulit kopi. Penelitian ini dilakukan di Kp. Sukawargi yang beralamat di Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Terhitung dari bulan Maret 2024 sampai bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor dan 4 taraf, Faktor pertama yaitu E (dosis kompos eceng gondok): E0 (Kontrol /0g), E1 (75g), E2 (100g), E3 (125g) dan Faktor ke dua yaitu K (kompos kulit kopi): K0 (kontrol/0g), K1 (30g), K2 (60g), K3 (90g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kompos eceng gondok tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman jahe merah pada 21-56 HST namun berpengaruh nyata pada parameter panjang daun 28 HST dan 35 HST dengan nilai rata-rata 11,9 cm. Perlakuan kompos kulit kopi tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman jahe merah pada 21 HST-56 HST namun berpengaruh nyata pada panjang daun 42 HST dan 56 HST dengan nilai rata-rata 13.1 cm dan 15,2 cm. Perlakuan kombinasi kompos eceng gondok dan kulit kopi tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, namun berpengaruh nyata pada parameter panjang daun. Perlakuan E3K0 (125g Kompos Eceng Gondok dan tanpa Kompos Kulit Kopi) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata panjang daun15,958 cm, dan E1K2 (75g Kompos eceng gondok dan 60g Kompos kulit kopi merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata panjang daun 19.12 cm.