Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Suwandi, Samarinda Ulu: Sampah Organik Dapur untuk Bumi dengan Eco Enzym Hariani, Nova; Kusuma, Ratna; Samsurianto, Samsurianto; Patang, Fatmawati; Oktavianingsih, Linda; Rukmi, Dijan Sunar
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Mei 2022, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v2i1.350

Abstract

Mayoritas sampah yang dihasilkan dari semua kegiatan manusia adalah berasal dari rumah tangga. Hampir 70% sampah yang dihasilkan rumah tangga berupa sampah organik (sayur, buah). Sampah organik ini akan dikumpulkan dan ditumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA). Penumpukan dan penimbunan sampah organik, akan menimbulkan berbagai masalah pencemaran tanah, udara dan air. Produksi gas metan dalam proses pembusukan dengan jumlah banyak akan menyebabkan terjadinya ledakan. Kerugian dan bahaya dari sampah organik ini bisa diminimalisir dengan cara mengolah dan memanfaatkan sampah organik tersebut yang dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing. Sampah organik segar dapat digunakan dalam pembuatan eco enzym. Eco enzym adalah cairan serba guna, berwarna kecoklatan yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik yang masih segar dengan campuran gula tebu (gula organik) dan air. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan secara detil tentang cara pembuatan dan manfaat eco enzym kepada masyarakat di kampung KB Mandiri Suwandi, Kec. Samarinda Ulu akan sangat membantu berkurangnya sampah yang ditumbuk di TPSA. Cairan eco enzym dibuat dari sampah organik (sayur, kulit buah yang belum bususk dan berjamur) yang dicampur dengan gula organik (seperti gula tebu, moolasse, gula aren dan gula organik lainnya) lalu ditambahkan air alami. Setelah itu difermentasi selama lebih kurang 100 hari dalam kondisi anaerob/tertutup. Cairan eco enzym yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti pupuk tanaman, membersihkan toilet, sebagai desinfektan dan banyak manfaat lainnya. Setelah kegiatan hasil kepuasan peserta didapatkan rata-rata nilai kepuasan peserta adalah Sangat Baik (Skala nilai 5) sebanyak 94,5% dan Baik (skala nilai 4) 5,5%. Untuk skala 3 sampai 1 (Cukup, Kurang dan sangat kurang) adalah 0%. Dari data kuisioner dan respon semua peserta, secara keseluruhan peserta sangat antusias, merasa bermanfaat dan terbantu dengan kegiatan berbagi ilmu dan teknologi sederhana ini. Selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan kendala yang berarti.
Pembekalan Teknik Propagasi Kultur Jaringan Tumbuhan bagi Guru SMA/Sederajat di Samarinda untuk Mendukung Kurikulum Merdeka Susanto, Dwi; Yuliatin, Ervinda; Samsurianto, Samsurianto; Sari, Yanti Puspita; Manurung, Hetty
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12944

Abstract

Background: Transisi kurikulum 2013 menjadi kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih kreatif, aplikatif, dan mampu memacu daya kritis siswa dalam memahami mata Pelajaran pilihan. Namun, mata pelajaran pilihan siswa di bidang Bioteknologi Modern seperti Kultur Jaringan Tumbuhan belum dipahami dengan baik secara praktik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan praktikum teknik propagasi tumbuhan melalui pembekalan teknik kultur jaringan tumbuhan bagi guru SMA/sederajat bidang Biologi di Samarinda dan sekitarnya. Metode: Pengabdian ini dilakukan oleh dosen Biologi FMIPA Universitas Mulawarman, dan diikuti oleh 22 guru Biologi dan pertanian di Samarinda dan sekitarnya. Kegiatan pengabdian terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap awal, tahap pembekalan teori, tahap praktikum, dan tahap evaluasi. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman peserta di bidang kultur jaringan tumbuhan dari level ‘kurang’ menjadi ‘baik’. Evaluasi pemaparan materi dan kesesuaian teori dan praktek mencapai kategori sangat baik dengan presentase masing-masing 80% dan 92%. Refleksi pembekalan menunjukkan 80% peserta berpendapat kegiatan ini menambah wawasan dan menyenangkan. Kesimpulan: Kegiatan terlaksana sesuai target dan dapat berkontribusi dalam proses pembelajaran siswa di sekolah terutama di bidang kultur jaringan tumbuhan.
Peran edukasi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi anak di masyarakat Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Darnah Darnah; Andrea Tri Rian Dani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30289

Abstract

AbstrakKesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung kesejahteraan anak-anak serta mencegah penyakit gigi sejak dini. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan gigi menyebabkan tingginya prevalensi karies gigi pada anak-anak. Untuk mengatasi permasalahan ini, program sosialisasi dan edukasi kesehatan gigi dilaksanakan pada 26 Juli 2024 di SDN 001 Tabalar Muara sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi serta mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar melalui pendekatan interaktif, seperti pemaparan materi, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan berdasarkan observasi menunjukkan peningkatan kesadaran siswa, meskipun masih ditemukan kebiasaan kurang baik, seperti konsumsi makanan manis berlebihan dan tidak menyikat gigi sebelum tidur. Sebagai tindak lanjut, poster edukatif disebarluaskan di lokasi strategis untuk memperkuat pesan yang disampaikan. Edukasi berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini dan menurunkan angka penyakit gigi pada anak-anak. Kata kunci: edukasi; gigi anak; kebersihan; kesehatan; sosialisasi AbstractOral health is an important aspect in supporting children's welfare and preventing dental disease from an early age. However, low public awareness of dental hygiene causes a high prevalence of tooth decay in children. To overcome this problem, a dental health socialization and education program was implemented on July 26, 2024 at SDN 001 Tabalar Muara as part of the Mulawarman University Community Service Program (KKN). This activity aims to increase students' understanding of the importance of maintaining dental hygiene and teach proper tooth brushing techniques through an interactive approach, such as material presentation, direct practice, and group discussions. The results of the activity based on observations showed an increase in student awareness, although there were still bad habits, such as excessive consumption of sweet foods and not brushing their teeth before going to bed. As a follow-up, educational posters were distributed in strategic locations to reinforce the message conveyed. Continuous education and support from various parties are expected to form the habit of maintaining dental health from an early age and reduce the number of dental diseases in children. Keywords: education; children's dental health; hygiene; health; socialization
Strategi jitu menjadikan sambal tiram Tabalar mendunia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Andrea Tri Rian Dani; Darnah Darnah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30598

Abstract

Abstrak Tiram merupakan sumber daya hayati laut dengan potensi ekonomi tinggi yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan seperti sambal tiram. Desa Tabalar Muara di Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk ini, namun terbentur oleh keterbatasan pemahaman tentang pemasaran digital, lemahnya branding, dan jangkauan pasar yang terbatas. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan program sosialisasi pemasaran digital dengan tujuan meningkatkan daya saing produk sambal tiram melalui pemanfaatan media sosial. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan: persiapan, sosialisasi, dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, dilakukan survei untuk menggali kondisi usaha masyarakat. Sosialisasi memberikan pemahaman tentang pemasaran digital, branding, dan desain kemasan produk. Pelaksanaan melibatkan praktik langsung pembuatan konten promosi dan pengelolaan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, terutama anggota PKK, lebih memahami pentingnya pemasaran digital dan semakin percaya diri dalam memasarkan produk mereka. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sambal tiram Tabalar Muara di pasar lokal dan nasional serta mendorong pengembangan usaha mikro berbasis sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kata kunci: tiram; Tabalar Muara; ekonomi desa; digitalisasi Abstract Oysters are marine resources with high economic value, and they can be developed into processed products like oyster sambal. Tabalar Muara Village in East Kalimantan has significant potential for developing this product but faces challenges in marketing, particularly in digital marketing and branding. This program aims to improve the competitiveness of oyster sambal through digital marketing, specifically via social media, to expand market reach. The program was carried out in three stages: preparation, socialization, and implementation. In the preparation stage, surveys were conducted to identify marketing barriers. The socialization stage focused on educating participants about digital marketing strategies, packaging design, and branding. In the implementation stage, participants were guided to create promotional content for social media. The results showed an increase in participants’ understanding, particularly among PKK members, of the importance of digital marketing. This program is expected to promote sustainable local product development and improve the welfare of the village community. Keywords: oysters; Tabalar Muara; village economy; digitalization