Articles
Peran Interaksi Simbolik dalam Penjualan Produk melalui Live Streaming TikTok (Studi pada Host Gen Z)
Lukmanto, Silvia;
Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/pr.v9i2.33206
This study was conducted so that many people better understand how a Gen Z host can be more engaged with customers while meeting sales targets when live streaming. Live Streaming is the right medium for selling because nowadays platforms like TikTok are very popular. Therefore, many business people sell on TikTok. Gen Z itself basically has a unique communication language such as the use of slang, funny humor, and spontaneous interactions that actually make the audience interested. This study uses a qualitative method where later the data will be obtained through in-depth interviews with 2 live streaming hosts. By interviewing live TikTok or Shopee hosts directly, information about Gen Z's communication style and personality style can be studied more deeply. The results of the study show that the characteristics of Gen Z who use slang and personal interactions are able to build closer relationships with the audience accompanied by increased engagement. Penelitian ini dilakukan agar banyak orang lebih paham bagaimana seorang host Gen Z bisa lebih engage dengan customer sekaligus memenuhi target penjualan ketika live streaming. Live Streaming merupakan sarana yang tepat untuk berjualan karena di masa kini platform seperti Tiktok sangatlah populer. Maka dari itu, banyak pelaku bisnis yang berjualan di Tiktok. Gen Z sendiri pada dasarnya memiliki bahasa komunikasi yang unik seperti penggunaan bahasa gaul, humor-humor lucu, dan interaksi spontan yang justru membuat audiens tertarik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana nanti data akan diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua host live streaming. Dengan mewawancarai host live tiktok ataupun Shopee secara langsung, maka informasi mengenai gaya komunikasi dan gaya kepribadian Gen Z akan menjadi lebih bisa diteliti lebih dalam lagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Gen Z yang menggunakan bahasa gaul dan interaksi personal mampu membangun relasi yang lebih dekat dengan audiens disertai juga oleh peningkatan engagement.
Analisis Perencanaan Komunikasi Pemasaran Online Shop X melalui Media Sosial Instagram
Melse, Melse;
Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/pr.v9i2.33415
Marketing communications has an important role, one of which is as a liaison between companies and its customers in conveying messages and influencing buyers in offering their products. In carrying out marketing activities, of course marketing communications planning is needed to produce maximum results. One form of marketing communication, namely integrated marketing communication, is often used by business actors to develop their business through social media such as Instagram. This research is descriptive qualitative with a case study method. Qualitative research is a more in-depth research method which tends to use analysis and is descriptive in content. The depth and detail of this qualitative method comes from several case studies that are studied in answering a problem. The results of this research show that based on the 6 stages of marketing communications planning, Shyloclothing only succeeded in implementing 5 stages: review the marketing plan, determining the target audience, determining the best position, developing a communication strategy, set a media. Only 1 stage has not been implemented by Shyloclothing is understanding the audience in making decisions. This is because Shyloclothing has never collected information regarding detailed customer information data. Komunikasi pemasaran mempunyai peran yang penting, salah satunya sebagai penghubung antara perusahaan dan pelanggannya dalam kegiatan menyampaikan pesan serta mempengaruhi pembeli dalam menawarkan produknya. Dalam menjalankan kegiatan pemasaran, tentunya diperlukan perencanaan komunikasi pemasaran agar dapat membuahkan hasil yang maksimal. Salah satu bentuk komunikasi pemasaran yaitu komunikasi pemasaran terpadu sering digunakan oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya melalui media sosial seperti Instagram. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang lebih mendalam yang cenderung menggunakan analisis dan isinya bersifat deskriptif. Penjelasan metode kualitatif ini berasal dari beberapa studi kasus yang dikaji dalam menjawab suatu permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 6 tahapan perencanaan komunikasi pemasaran, Shyloclothing hanya berhasil melaksanakan 5 tahapan yaitu meninjau rencana pemasaran, menentukan target audiens, menentukan posisi terbaik, mengembangkan strategi komunikasi, menetapkan strategi media. Hanya 1 tahap yang belum dilaksanakan oleh Shyloclothing yaitu memahami audiens dalam mengambil keputusan. Hal ini dikarenakan Shyloclothing tidak pernah mengumpulkan informasi mengenai data informasi pelanggan secara terperinci.
Interaksi Simbolik pada Pemasaran Pemengaruh dalam Membangun Persepsi dan Keputusan Pembelian Produk Perawatan Kulit X
Anggraini, Yofani;
Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/pr.v9i2.33502
This study examines the influence of influencer marketing based on symbolic interactionism on consumer perceptions and purchase decisions regarding the local skincare product, brand X. The research was conducted using a qualitative approach through in-depth interviews with five informants who are X consumers. The findings reveal that symbols conveyed by influencers, such as personal narratives, product demonstrations, and transparency of product ingredients, play a significant role in building consumer trust. These symbols help strengthen positive consumer perceptions of the product and influence their purchase decisions. Furthermore, transparency regarding the quality and benefits of the product shared by influencers provides greater confidence for consumers in selecting products that meet their needs. This study offers insights into the importance of symbolic interactionism in digital marketing and how influencer marketing can utilize these symbols to shape perceptions and drive purchase decisions. The findings also contribute to the development of more effective marketing strategies in the beauty industry, especially in the local skincare market. Penelitian ini membahas apa interaksi simbolik yang dilakukan pemengaruh (influencer) pada pemasaran pemengaruh (influencer marketing) dalam membangun persepsi dan keputusan pembelian konsumen produk perawatan kulit (skincare) lokal, merek X. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan lima informan yang merupakan konsumen X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol yang disampaikan oleh pemengaruh, seperti narasi pribadi, demonstrasi penggunaan produk, dan transparansi kandungan produk, berperan penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Simbol-simbol ini dapat memperkuat persepsi positif konsumen terhadap produk, serta mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk tersebut. Selain itu, transparansi mengenai kualitas dan manfaat produk yang ditampilkan pemengaruh memberikan keyakinan lebih bagi konsumen dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini memberikan wawasan tentang interaksi simbolik yang terdapat dalam pemasaran digital dan bagaimana pemasaran pemengaruh dapat memanfaatkan simbol-simbol tersebut untuk membentuk persepsi serta mendorong keputusan pembelian. Hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran yang lebih optimal dalam industri kecantikan, khususnya di pasar perawatan kulit lokal.
Implementasi Interaksi Simbolik dalam Strategi Komunikasi Pemasaran (Studi Kasus Divisi Copywriter Sevenads Indonesia)
Cahyadi, James;
Adi Pribadi, Muhammad
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v3i2.30170
Nowadays, communication has become a very easy activity with the help of the internet. Instagram as a social media, is the most popular by the world community, from ordinary people to companies. Companies utilize Instagram media as a means of promotional activities or known as digital marketing, through creative content. Digital marketing is popularly used by companies because it can target more specific and wider targets. Thus the role of a digital agency is very important for a company in carrying out its digital marketing. Sevenads Indonesia as one of the digital agencies in Indonesia plays a role in creating social media content that is useful for helping companies market their products or services. This research is expected to see how the marketing process is carried out by the copywriter division, with a symbolic interaction theory approach. This research discusses how the role of symbolic interaction in the marketing communication strategy process by the copywriter division of the Sevenads Indoensia digital agency. This research uses Mead's symbolic interaction theory, and marketing communication by Kotler and Keller. Using the qualitative exploratory case study method, this research found that the work process of the copywriter division in planning marketing communications for brands is in accordance with the theory of symbolic interaction. Masa ini komunikasi menjadi kegiatan yang sangat mudah dengan adanya bantuan internet. Instagram sebagai media sosial, merupakan yang paling digemari oleh masyarakat dunia, dari masyarakat biasa hingga perusahaan. Perusahaan memanfaatkan media Instagram sebagai sarana kegiatan promosi atau dikenal dengan istilah digital marketing, melalui konten kreatif. Digital marketing gemar digunakan oleh perusahaan karena dapat menyasar target dengan lebih spesifik dan target yang lebih luas. Dengan demikian peran agensi digital sangatlah penting bagi suatu perusahaan dalam melaksanakan digital marketing-nya. Sevenads Indonesia sebagai salah satu agensi digital di Indonesia berperan dalam membuat konten media sosial yang berguna membantu perusahaan dalam memasarkan produk atau jasa nya. Pada penelitian ini diharapkan dapat melihat bagaimana proses pemasaran yang dilakukan oleh divisi copywriter, dengan pendekatan teori Interaksi Simbolik. Penelitian ini membahas bagaimana peran interaksi simbolik dalam proses strategi komunikasi pemasaran oleh divisi copywriter agensi digital Sevenads Indoensia. Penelitian ini menggunakan teori Interaksi Simbolik dari Mead, dan komunikasi pemasaran oleh Kotler dan Keller. Menggunakan metode studi kasus eksploratori kualitatif, penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dalam proses kerja divisi copywriter dalam merencanakan komunikasi pemasaran bagi brand, telah sesuai dengan teori Interaksi Simbolik.
Peran Interaksi Simbolik Marketing dalam Melakukan Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Packaging PT Ashley Jaya Pratama
Bagus Susila, Anwen;
Adi Pribadi, Muhammad
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v3i2.30177
In communication science, one of the things that is very close to real work is marketing a product or service. Symbolic interaction is how humans understand each other. Communication strategy is an important thing used in the corporate world, especially as Marketing PR to convey information and product ideas. Relationships between marketing and consumers are very much needed in companies in order to establish better relationships and build comfort between the two parties and the company. Apart from that, Marketing PR is also useful for maintaining a good image of the company among the public. Therefore, the aim of this research is to determine the role of symbolic interactions in Marketing PR communication strategies in marketing PT Ashley Jaya Pratama's packaging products. This research uses qualitative research methods, interviews with internal parties and connecting with symbolic interactions. Dalam ilmu komunikasi salah satu yang sangat dekat dengan dunia profesional adalah marketing communication. Di sana terdapat proses interaksi simbolik, yakni bagaimana manusia memahami satu sama lain kewat simbol-simbol komunikasi. Sebagai sebuah proses komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu, maka diperlukan sebuah strategi, yakni strategi komukasi. Strategi komunikasi adalah hal penting yang digunakan dalam dunia Perusahaan khususnya sebagai marketing public relation (MPR) untuk penyampaian informasi dan gagasan produk. Hubungan antara pihak marketing dan konsumen sangat dibutuhkan dalam perusahaan guna menjalin hubungan yang lebih baik dan membangun kenyamanan antar dua pihak. Selain itu MPR juga berguna untuk menjaga citra baik Perusahaan antar khalayak. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran interaksi simbolik strategi komunikasi MPR dalam memasarkan produk packaging PT Ashley Jaya Pratama. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, wawancara dengan pihak internal dan menghubungkan dengan interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan, dengan menggunakan strategi pemasaran, perusahaan menciptakan hubungan dengan konsumen dengan tujuan memperoleh kepercayaan dan kenyamanan selama proses penawaran atau pemasaran produk.
MENGAJAR PEMBUATAN PERENCANAAN KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MEMULAI BISNIS DI KALANGAN SMA
Pribadi, Muhammad Adi;
Hardianto, Aldi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24113
Tarumanagara University sent a PKM team to Kristoforus 2 High School in West Jakarta to teach marketing communication planning in encouraging students to start business activities. Digital media makes it easier for them to carry out business activities. They have the opportunity to carry out business activities in high school because friendship at school makes it easier for them to introduce and sell their products. Marketing communication activities carried out by start-up businesses often ignore communication planning with consumers so that some entrepreneurs experience difficulties in business development. They need to understand the concept of marketing communications planning to succeed in business activities. The concept of marketing communication planning consists of problem definitions, business objectives, strategies, tactics, implementation, monitoring and evaluation. The speakers are Tarumanagara University lecturers and business practitioners so that they will teach the concepts of marketing communication planning according to their application. The hope of the Untar PKM team is that they try to do business activities after getting information. Universitas Tarumanagara mengirimkan tim PKM ke SMA Kristoforus 2 di Jakarta Barat untuk mengajarkan perencanaan komunikasi pemasaran dalam mendorong siswa siswi untuk memulai kegiatan bisnis sejak dibangku sekolah. Media digital memudahkan mereka untuk melakukan kegiatan bisnis sejak dini. Mereka memiliki peluang untuk melakukan kegiatan bisnis di SMA karena pertemanan di bangku sekolah mempermudah mereka dalam memperkenalkan dan menjual produknya. Kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh bisnis pemula sering mengabaikan perencanaan komunikasi dengan konsumen sehingga beberapa pengusaha mengalami kesulitan dalam pengembangan bisnis. Mereka perlu mengerti konsep perencanaan komunikasi pemasaran untuk berhasil dalam kegiatan bisnis. Konsep perencanaan komunikasi pemasaran terdiri dari Definisi masalah, Tujuan Bisnis, Strategi, Taktik, Implementasi, Monitoring, dan Evaluasi. Pemateri adalah dosen Universitas Tarumanagara dan praktisi bisnis sehingga ia akan mengajarkan konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang sesuai dengan penerapannya. Harapan dari tim PKM Untar adalah mereka mencoba untuk kegiatan bisnis setelah mendapatkan information
MODEL PELATIHAN MEMBUAT PERENCANAAN KOMUNIKASI PEMASARAN DI SMA KRISTOFORUS UNTUK MENDUKUNG SISWA/I MENJADI WIRAUSAHAWAN/WATI
Muhammad Adi Pribadi;
Alessandro Angelo Tedjo;
Thommy
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26161
Di era digital, siapapun bisa menjadi pengusaha sukses tanpa harus lulus kuliah terlebih dahulu karena kemudahan untuk memasarkan produk barang dan jasa kepada masyarakat melalui social media dan website dengan biaya yang lebih murah. Sebelum era digital, media konvensional menjadi pilihan mahal bagi pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sehingga pengusaha yang lulusan SMA memerlukan waktu dan biaya yang besar untuk memanfaatkan media konvensional. Saat ini, banyak anak muda sudah menjadi pengusaha sukses karena kemudahan dalam mengkomunikasikan produk mereka melalui media digital. PKM yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara yang bekerjasama dengan SMA Kristoforus 2 memberikan pelatihan tentang membuat perencanaan komunikasi pemasaran sehingga mereka bisa mulai untuk melakukan kegiatan usaha sejak dibangku SMA. Kegiatan dimulai pada tanggal 15 Maret 2023, dari jam 0800-10.00, Aula SMA Kristoforus 2. Untuk memudahkan dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya mendengarkan teori yang disampaikan oleh pemateri, namun mereka diberikan kesempatan untuk bertanya dan praktek. Artikel ini memberikan gambaran dalam bentuk model dalam pengajaran perencanaan komunikasi pemasaran, agar siswa-siswi SMA bisa mempelajari dan menerapkan proses Konsep perencanaan komunikasi pemasaran. Harapan dari tim PKM Untar adalah mereka mencoba untuk kegiatan bisnis setelah mendapatkan information
DOSEN UNTAR SEBAGAI PEMBICARA DI KOMINFO TERKAIT RANCANGAN PELATIHAN HUMAS TAHUN 2024
Pribadi, Muhammad Adi;
Nada, Naquita;
Tan, Audrey Kirsten
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31942
Kemnaker Establishes SKKNI number 32, 2022, related to Public Relations or PR. PR work has significant changes in the digital era, where there is so much information, it needs to be managed well in order to maintain the reputation of companies and government institutions. SKKNI 32/2022 replaces SKKNI 629/2014 so that public relations work standards are in line with the development conditions of public relations work. The PR Competency Test needs to be adjusted to SKKNI 32/2022. The PR training material for the Junior PR scheme created in 2022 involves Dr Muhammad Adi Pribadi as an Untar academic, accompanied by Kominfo, as well as PR practitioners and other academics. LSPPRI as the organizer of the PR competency test on behalf of BNSP (National Professional Certification Agency) not only uses the new Public Relations SKKNI, but combines it with other SKKNI because public relations work currently intersects with other professions. The combination of SKKNI in creating competency test materials aims to adapt complex PR work so that it intersects with other professions. The implementation of the new competency test material will begin at the end of February 2024. He explained to Kominfo, PR practitioners and lecturers that the implementation of the competency test which will be carried out at the end of February 2024 is different in terms of the scheme and competency units because the competency test will be carried out using the new Public Relations SKKNI combined with other SKKNI. Dr Muhammad Adi Pribadi explained this to the invitees so that they would understand that the training materials created in 2022 would still use the old SKKNI, so he gave recommendations to create training materials for the Junior PR Officer scheme that were adapted to the new competency test materials. ABSTRAK Kementerian Ketenagakerjaan RI Menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) nomer 32, tahun 2022, terkait dengan Humas (Hubungan Masyarakat) atau PR (Public Relations). Pekerjaan PR mengalami perubahan yang signifikan di era digital, dimana informasi yang begitu banyak, perlu dikelola dengan baik agar dapat menjaga reputasi Perusahaan dan institusi pemerintah. SKKNI 32/2022 menggantikan SKKNI 629/2014 agar standar kerja kehumasan menjadi sesuai dengan kondisi perkembangan pekerjaan humas. Uji Kompetensi PR perlu disesuaikan dengan SKKNI 32/2022. Materi pelatihan PR untuk skema Junior PR yang dibuat pada tahun 2022 melibatkan Dr Muhammad Adi Pribadi sebagai akademisi Untar, yang didampingi Kominfo, serta praktisi PR dan akademisi lainnya. LSPPRI sebagai penyelenggara uji kompetensi PR atas nama BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) tidak hanya menggunakan SKKNI Humas yang baru, Namun mengkombinasikan dengan SKKNI lainnya karena pekerjaan humas saat ini bersinggungan dengan profesi lainnya. Kombinasi SKKNI dalam pembuatan materi uji kompetensi bertujuan untuk menyesuaikan pekerjaan PR yang komplek sehingga bersinggungan dengan profesi lainnya. Penerapan materi uji kompetensi yang baru dimulai akhir februari 2024. Beliau menjelaskan kepada Kominfo, praktisi PR dan para dosen terkait pelaksanaan uji kompetensi yang dilakukan diakhir Februari 2024 berbeda dari sisi skema dan unit kompetensinya karena uji kompetensi yang dilakukan menggunakan SKKNI Humas yang baru yang dikombinasikan dengan SKKNI lainnya. Hal ini dipaparkan oleh Dr Muhammad Adi Pribadi, kepada undangan agar mereka paham bahwa materi pelatihan yang dibuat pada tahun 2022 masih menggunakan SKKNI lama sehingga Ia memberikan rekomendasi untuk membuat materi pelatihan skema Junior PR Officer yang disesuaikan dengan materi uji kompetensi yang baru.
WORKSHOP PERSIAPAN UJI KOMPETENSI PROFESI HUMAS BERTARAF NASIONAL
Pribadi, Muhammad Adi;
Ilhan Noor Hafizh Adijaya;
Bianca Michelle William;
Bella Putri Wijaya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34546
Program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang dilaksanakan oleh Tim Untar (Universitas Tarumanagara) di Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia (LSPPRI) bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengikuti uji kompetensi PR yang diselenggarakan oleh LSPPRI atas nama BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). PKM dengan tema ini penting untuk dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam mendorong Masyarakat yang memiliki keterampilan bekerja untuk mendapatkan sertifikat profesi dari BNSP. Kegiatan PKM Untar menjadi bagian penting untuk mendorong para profesi humas untuk memiliki sertifikat profesi Humas. Keberadaan PKM Untar memberikan kesempatan pada Masyarakat untuk mengetahui dan mengikuti program sertifikat profesi Humas. Para peserta workshop adalah personil humas dari beberapa BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yang mendaftarkan diri mereka melalui Forum Humas Badan Usaha Milik Negara (FH BUMN), untuk mengikuti uji kompetensi PR di LSPPRI. Sebagai LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), LSPPRI mendapatkan ijin dari BNSP (Badan Nasional Sertifkasi Profesi) untuk menyelenggarakan uji kompetensi, membuat sertifikat profesi PR dan membuat materi uji kompetensi atas nama BNSP. Tim PKM Untar berperan untuk memberikan edukasi terkait proses pelaksanaan uji kompetensi PR, menentukan skema yang tepat, dan strategi penyusunan portofolio. Ketua Tim PKM Untar mendapatkan undangan dari pimpinan dari LSPPRI untuk menjadi mentor pelatihan karena memiliki kompetensi dan pengalaman sebagai asesor di bidang humas. Permasalahan LSPPRI adalah mencari pembicara yang kompeten dalam workshop karena asesor lain tidak bersedia untuk jadi pembicara, kecuali ketua tim PKM Untar. Permasalahan lainnya adalah para calon peserta tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam uji kompetensi PR sehingga mereka perlu dibimbing dalam workshop, agar mereka memiliki kesempatan yang besar dalam memperoleh nilai K (Kompeten) dari asesor. Pelaksanaan workshop dilakukan secara daring, pada tanggal 30 Januari 2025. Metodologi pelaksanaan PKM adalah dengan pendekata kualitatif dimana ketua PKM menyampaikan materi menggunakan ppt melalui media zoom. Setelah satu jam presentasi, para peserta diberikan keleluasaan untuk bertanya setelah materi disampaikan kepada mereka kemudian Pemateri menjawab pertanyaan dari para calon peserta uji kompetensi. Metode pengajaran seperti ini akan memberikan kemudahan bagi calon asesi untuk mencerna materi yang telah diterimanya sehingga memperbesar kemungkinan bagi mereka untuk mendapatkan nilai K dalam uji kompetensi. Keberhasilan PKM diukur dari Tingkat pemahaman peserta dalam kegiatan workshop. Hal ini bisa dilihat dari kepuasan peserta atas pertanyaan yang di jawab pemateri dan 95 persen peserta mendapatkan nilai K, saat mengikuti uji kompetensi PR, 13 Februari 2025 Kata kunci: Untar, Pengabdian Kepada Masyarakat, Public Relations
Peran Komunikasi Pelatih dalam Penguatan Kolaborasi Tim Futsal Mahasiswa
Sumbaha, Wahyu Asmaraman;
Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v4i4.36796
This study aims to examine how the coach of the Futsal Student Activity Unit (UKM) at Universitas Tarumanagara applies communication strategies in building teamwork through the lens of Communication Accommodation Theory developed by Howard Giles. The study employs a qualitative approach using a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews with the coach as the primary informant, supported by relevant documentation and observational data. The findings indicate that the coach applies various forms of communication accommodation, particularly convergent accommodation, by adjusting language use, speaking style, and interpersonal approaches to suit the players’ diverse characteristics and backgrounds. The coach also demonstrates communicative equality among players, both senior and junior, which contributes to the development of team solidarity. In addition to verbal communication, the use of nonverbal cues and message repetition plays an important role in fostering a positive communication climate. These communication strategies significantly contribute to the formation of a team culture that emphasizes respect, openness, and discipline, thereby supporting the development of strong and cohesive teamwork. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelatih Ukm Futsal Universitas Tarumanagara menerapkan strategi komunikasi dalam membangun kerjasama tim melalui pendekatan Teori Akomodasi Komunikasi yang dikembangkan oleh Howard Giles. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelatih sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih menerapkan berbagai bentuk akomodasi komunikasi terutama akomodasi konvergen, dengan menyesuaikan bahasa, gaya bicara, dan pendekatan personal sesuai dengan karakter dan latar belakang pemain. Pelatih juga menunjukkan kesetaraan komunikasi antar pemain baik senior maupun junior, untuk membentuk solidaritas tim. Selain komunikasi verbal, penggunaan komunikasi nonverbal dan pengulangan pesan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana komunikasi yang positif. Strategi komunikasi ini secara signifikan berkontribusi dalam membentuk budaya tim yang menjunjung nilai respek, keterbukaan, kedisiplinan sehingga mendukung terciptanya kerjasama tim yang solid.