Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Pemasaran Global Merk Mills: Studi Kasus Ekspansi Pasar Internasional Wijaya, Endrio Chandra; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36806

Abstract

This study examines the brand communication tactics used by Mills, a regional sportswear company from Indonesia, to penetrate the international market. Mills chose to implement a global branding strategy amid challenges such as declining local purchasing power and the dominance of multinational giants such as Nike and Adidas. The study identified key tactics, such as international partnerships with football teams, influencer marketing, integrated social media campaigns, and culturally sensitive branding messages, using qualitative case study techniques that included in-depth interviews and document analysis. The results show that through collaborations with international clubs, authenticity initiatives such as product holograms, and narrative advertising such as ‘From Indonesia to the World,’ Mills has successfully increased brand awareness. The study found that when brand communication is digitally optimised and culturally sensitive, it can strengthen national identity and product credibility while enabling local companies to compete at a global level. Penelitian ini mengkaji taktik komunikasi merek yang digunakan oleh Mills, sebuah perusahaan pakaian olahraga regional asal Indonesia untuk menembus pasar internasional. Mills memilih untuk menerapkan strategi branding global di tengah tantangan seperti menurunnya daya beli lokal dan dominasi raksasa multinasional seperti Nike dan Adidas. Studi ini menemukan taktik penting, seperti kemitraan internasional dengan tim sepak bola, pemasaran influencer, kampanye media sosial terintegrasi, dan pesan branding yang sensitif secara budaya, menggunakan teknik studi kasus kualitatif yang meliputi wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kolaborasi dengan klub-klub internasional, inisiatif keaslian seperti hologram produk, dan iklan cerita seperti “Dari Indonesia ke Dunia,” Mills berhasil meningkatkan kesadaran merek. Studi ini menemukan bahwa ketika komunikasi merek dioptimalkan secara digital dan sensitif secara budaya, hal ini dapat memperkuat identitas nasional dan kredibilitas produk sambil memungkinkan perusahaan lokal bersaing di tingkat global.
Makna Tinju sebagai Lifestyle Sport dalam Perspektif Interaksi Simbolik pada Generasi Z Ramadhan, Daffananda Okto; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36825

Abstract

This study aims to explore how Generation Z interprets boxing as part of a lifestyle sport through the perspective of Symbolic Interactionism. The research is grounded in the phenomenon of a shifting meaning of boxing, which is no longer understood solely as a harsh and competitive sport, but also as a form of physical fitness, self-care, and a symbol of a modern lifestyle among young people. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations in boxing training spaces, and visual and digital documentation, and analyzed using a descriptive-reflective method with source triangulation to ensure data credibility. The findings indicate that the meaning of boxing is constructed through a gradual process of symbolic interaction. Social media serves as the initial point of engagement, introducing visual symbols of boxing that generate interest prior to direct experience. Interactions within training environments, particularly with coaches and fellow trainees, reinforce meaning exchange and self-reflection. Over time, training routines are internalized as part of a more active, structured, and self-oriented daily rhythm. Boxing is ultimately interpreted as a symbol of discipline, self-confidence, and a modern lifestyle identity, while also fostering a sense of personal achievement and self-transformation in Generation Z’s everyday life. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z memaknai olahraga tinju sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle sport) melalui perspektif Teori Interaksi Simbolik. Penelitian ini berangkat dari fenomena pergeseran makna tinju yang tidak lagi dipahami semata sebagai olahraga keras dan kompetitif, tetapi juga sebagai sarana kebugaran, perawatan diri, serta simbol gaya hidup modern di kalangan generasi muda. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi di ruang latihan, serta dokumentasi visual dan digital, kemudian dianalisis secara deskriptif-reflektif dengan triangulasi sumber untuk menjaga kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan tinju terbentuk melalui proses interaksi simbolik yang berlangsung secara bertahap. Media sosial berperan sebagai pintu awal perjumpaan Generasi Z dengan simbol visual tinju yang menumbuhkan ketertarikan awal. Pengalaman langsung di ruang latihan, melalui interaksi dengan pelatih dan teman latihan, memperkuat pertukaran makna dan membentuk refleksi diri. Rutinitas latihan kemudian diinternalisasi sebagai bagian dari ritme hidup yang lebih aktif, terarah, dan berorientasi pada perawatan fisik serta emosional. Tinju dimaknai sebagai simbol kedisiplinan, kepercayaan diri, dan identitas gaya hidup modern, sekaligus menghadirkan rasa pencapaian dan transformasi diri dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z.
Brand Ambassador AESPA sebagai Penunjang Brand Image Nabati Richoco Renwarin, Angie Veronica; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.37008

Abstract

This study explores how K-Pop brand ambassadors contribute to brand image amidst the trend of utilizing K-Pop idols in digital marketing communication strategies. This study begins with the phenomenon of utilizing collaboration campaigns, exclusive photocards, and fan engagement activities on social media to examine the emotional closeness between brands and fans. The purpose of this study is to understand the presence of Aespa as a brand ambassador to support the brand image of Nabati Richoco among K-Pop fans exposed to the collaboration campaign. The study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore the direct experiences of Aespa fans who learned about the collaboration, saw promotional materials, and purchased Aespa x Richoco products. Data were obtained through in-depth interviews with informants selected purposively based on their involvement. The analysis focuses on brand image factors (Strength of Brand Association, Favorability of Brand Association, and Uniqueness of Brand Association) and VisCAP indicators (visibility, credibility, attraction, power) to see how brand ambassadors are able to shape public perception of the brand image. The results show that brand collaborations, iconic jingles, and photocards are the main reasons why fans purchase products. Penelitian ini berisi bagaimana brand ambassador K-Pop berkontribusi dalam brand image di tengah tren pemanfaatan idol K‑Pop dalam strategi komunikasi pemasaran digital. Penelitian ini berangkat dari fenomena pemanfaatan kampanye kolaborasi, photocard eksklusif, dan aktivitas fan engagement di media sosial untuk melihat kedekatan emosional antara merek dan penggemar. Tujuan penelitian ini untuk memahami kehadiran Aespa sebagai brand ambassador sebagai penunjang citra merek Nabati Richoco di kalangan penggemar K‑Pop yang terpapar kampanye kolaborasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman langsung penggemar Aespa yang mengetahui kolaborasi, melihat materi promosi, dan membeli produk Aespa x Richoco. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka. Analisis berfokus pada faktor brand image (Strength of Brand Association, Favorability of Brand Association, dan Uniqueness of Brand Association) dan indikator VisCAP (visibility, credibility, attraction, power) untuk melihat bagaimana brand ambassador seperti mampu membentuk persepsi masyarakat terhadap brand image. Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi merek, jingle ikonik, dan photocard, menjadi alasan utama mengapa penggemar membeli produk.
Penerapan Agenda Setting dalam Komunikasi Pemasaran di Lacku Cafe pada Instagram Halim, Evelyn; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33399

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Agenda Setting strategies in marketing communications carried out by Lacku Cafe through the Instagram social media platform. Amid the rapid development of technology and information, social media has become a primary promotional tool, including the Indoneia’s growing coffee shop industry. Lacku cafe utilizes Instagram to build interactions with customers, strengthen brand image, and increase customer appeal. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data is collected through in depth interviews, observations, and documentation, supported by secondary data from relevant books, journlas, and articles. The results of the study indicate that the agenda setting strategy successfully fosters customer engagement through informative, interactive, and consistent content. Moreover, the use of Instagram is proven to be more cost efficient compared to tradisional promotional media. This research is expected to contribute to the development of marketing communication studies, particularly in the utilization of sosial media. The findings of this study may also serve asa a practical reference for business actors to enchance competitiveness and build more effective relationships with customers through social media based communication strategies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi agenda setting dalam komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Lacku Cafe melalui platform media sosial Instagram. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan juga informasi, media sosial telah menjadi sarana promosi yang utama, termasuk dalam industri kedai kopi yang terus berkembang di Indonesia. Lacku Cafe memanfaatkan Instagram untuk membangun interaksi dengan pelanggan, memperkuat citra merek, dan meningkatkan daya tarik konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan penedekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung oleh data sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi agenda setting yang diterapkan berhasil menciptakan keterlibatan konsumen melalui konten yang informatif, interaktif, dan konsisten. Selain itu, penggunaan Instagram terbukti lebih efisien secara biaya dibandingkan dengan media promosi tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kajian komunikasi pemasaran, khususnya dalam pemanfaatan media sosial. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi praktis bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan daya saing dan membangun hubungan yang lebih efektif dengan pelanggan melalui strategi komunikasi berbasis media sosial.
Analisis Brand Image Franchise Kopi di Kalangan Mahasiswa Jakarta Barat Hanaka, Febrina; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36460

Abstract

This research aims to analyze how students perceive the brand image of Tomoro Coffee as a coffee shop franchise in Jakarta. The background of this research is the proliferation of coffee shop franchises in Jakarta, one of which is Tomoro Coffee. Using a qualitative approach with a case study method, data were obtained thru in-depth interviews with ten students from five different universities in West Jakarta, and direct field observation. Data analysis includes data collection, data reduction, data presentation, and concludes with drawing conclusions. The author will use data source triangulation as one method to test data validity. The research results indicate that the brand image of Tomoro Coffee among students is trending toward positive. This is evidenced by the fulfillment of the three dimensions of brand image used as a reference in analyzing the data results, namely brand strength, brand favorability, and brand uniqueness. These three dimensions contain aspects such as logo, facilities, service, taste, price, and uniqueness. Tomoro Coffee significantly demonstrates its influence by fulfilling all of these aspects.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa/i melihat brand image Tomoro Coffee sebagai franchise kedai kopi di Jakarta. Latar belakang dari penelitian ini adalah menjamurnya franchise kedai kopi di Jakarta, salah satunya adalah Tomoro Coffee. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sepuluh mahasiswa/i dari lima universitas berbeda di Jakarta Barat, dan observasi langsung ke lapangan. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan berakhir dengan penarikan kesimpulan, Penulis akan menggunakan triangulasi sumber data sebagai salah satu metode untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan citra merek Tomoro Coffee di kalangan mahasiswa/i menuju ke arah positif. Hal itu dibuktikan dengan terpenuhinya ketiga dimensi dari brand image yang dijadikan acuan dalam melakukan analisis hasil data, yaitu brand strength, brand favorability, dan brand uniqueness. Ketiga dimensi tersebut memuat aspek-aspek seperti logo, fasilitas, pelayanan, rasa, harga, dan keunikan. Tomoro Coffee secara signifikan menunjukkan pengaruhnya melalui pemenuhan keseluruhan aspek tersebut.
Interaksi Parasosial Penggemar Indonesia terhadap Boygroup Korea Selatan Fitrah, Imelda Aimar; Pribadi, Muhammad Adi
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.36493

Abstract

Parasocial relationships have become increasingly prominent in the social media era, especially among K-Pop fans in Indonesia. This study explores how parasocial interactions between Indonesian fans and NCT Dream are formed and experienced through digital activities on Twitter (X). A qualitative phenomenological approach was used to examine the experiences of seven active fans and regular Twitter users. Data were collected via in-depth interviews and digital documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s model through data reduction, display, and conclusion drawing. Findings reveal that parasocial interactions develop across three dimensions. The knowledge dimension arises from repeated exposure to digital content, fostering familiarity with NCT Dream members. The affective dimension reflects emotional attachment, including comfort, enthusiasm, and loss when idols are inactive. The behavioral dimension appears in fandom participation through trending topics, voting, streaming, and donations. The study concludes that Twitter (X) creates an ecosystem that enhances parasocial closeness through information exposure, real-time presence, and coordinated fan activities, highlighting multidimensional psychological and social dynamics in digital fandom.   Hubungan parasosial semakin menonjol di era media sosial, terutama di kalangan penggemar K-Pop di Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana interaksi parasosial antara penggemar Indonesia dan NCT Dream terbentuk dan dialami melalui aktivitas digital di X. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan untuk menelaah pengalaman tujuh penggemar aktif dan pengguna rutin X. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial berkembang melalui tiga dimensi. Dimensi pengetahuan muncul dari paparan berulang terhadap konten digital, menumbuhkan rasa familiar dengan anggota NCT Dream. Dimensi afektif tercermin dari keterikatan emosional, termasuk kenyamanan, antusiasme, dan rasa kehilangan ketika idol tidak aktif. Dimensi perilaku terlihat dalam partisipasi fandom melalui topik trending, voting, streaming, dan donasi. Penelitian menyimpulkan bahwa X menciptakan ekosistem yang memperkuat kedekatan parasosial melalui paparan informasi, kehadiran secara real-time, dan koordinasi aktivitas penggemar, menyoroti dinamika psikologis dan sosial multidimensional dalam fandom digital.
Co-Authors Abdul Malik Adi Satria Alanwari Bulan Putra Alessandro Angelo Tedjo Alfari Josita Andre Wijaya Angelia Febricha Angeline, Daniella Anggraini, Yofani Anthony Chandra Aprianto Tantra Aprila, Velissa Arnelia Lie Augustina Ika Widyani Bagus Susila, Anwen Bella Putri Wijaya Bella Sisyadi Bianca Michelle William Budi Utami Cahyadi, James Calvin NG Catherina Siena Christopher, Ervinn Clinton Nadeak Daniel Christofer Darmadi, Rifanny Devin Tjong Devita Agustin Santoso Devita Lusiana Djuan Tandy Eko Harry Susanto Eric Gautama Fahlevy, Erlangga Putra Farid Rusdi Febridianti, Dayang Gasani Aqila Febriyanto Febriyanto Fitrah, Imelda Aimar Flegon Gamaliel Friska, Sella Gabriela Emanuella Hendra Gerry Hadi Putra Ginting, Geby Enzelica Br Halim, Evelyn Halim, Regina Aurelia Hanaka, Febrina Hardianto, Aldi Ilhan Noor Hafizh Adijaya Ivan Sebastian Jason Harley Hartono Jessia, Sharon Jordan Liunardi Sugiarto Justine, Sheane Karl Vincent Kelly Meliana Kendi Wikasa Tikta Kevin Kevin Kevin Kurniawan Hari Siswoko Kurniawan Hari Siswoko Lianny Lianny Lukmanto, Silvia Marcella Riady, Fransisca Martin, Helice Melse, Melse Meydhita Stevanny Mutiara, Maitri Widya Nada, Naquita Natalia Natalia Nisrina Rahmanita Novi Tandriawan Nurfiyadi, Indra Sim Ori Bagaskara, Hieronimus Patricia Michelle Wijaya Pranata, Yogi Vernando Pratama, Cindy Angelina Ramadhan, Daffananda Okto Ramadhanti, Azizah Ayu Renwarin, Angie Veronica Rezi Erdiansyah Riady, Aldo Ricardo Silenzie Ricky Susanto Rizki Tanto Wijaya Sampras Nugroho Shafa Shabryna Gunadi Sherly Margaretha Siregar, Dewi Mega Lestari Siswoko, Kurniawan Hari Siswoko, Kurniawan Hari Steven Steven Sumbaha, Wahyu Asmaraman Suzy Azeharie, Suzy Tan, Audrey Kirsten Tasya Fitriyani Thommy Timotius Sema Teguh Tiovannie, Angelline Vincent Vincent Widayatmoko, Widayatmoko Widyatmoko widyatmoko Wijaya, Endrio Chandra Winarso, Sebastian Raynaldi Wundira, Trisha Yoedtadi, M. Gafar Yoedtadi, Muhammad Gafar Yoedtadi, Muhammad Gafar Yolanda, Vania Yuliana Yuliana Zakiya, Ryza Nur