Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Faktor Abiotik Daerah Aliran Sungai Ciliwung, Depok Putra, Genta Hadela Dwi; Sasaerila, Hidayat Yorianta; Sugoro, Irawan
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.781 KB)

Abstract

Sungai adalah salah satu faktor kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari. Namun seiring pembangunan pabrik industri yang menghasilkan limbah yang langsung di buang ke sungai, dan banyaknya jumlah sampah yang meningkat seiring bertambahnya jumla penduduk. Tercemarnya sungai dapat merusak lingkungan hidup air maupun kondisi kesehatan masyarakat. Penentuan kualitas air di sungai ciliwung berdasarkan Peraturan Pemerintah Lingkungan (PPLH) nomor 82 Tahun 2001di butuhkan untuk mengetahui kondisi dan kegunaan air dalam pemakaian sehari-hari dengan menguji parameter faktor abiotik yaitu adalah kimia fisika. Beberapa parameter yang di hitung adalah suhu, pH, TSS, TDS, DO, COD, BOD. Hasil yang di dapat, yaitu kualitas sungai Ciliwung Depok masuk dalam kelas dua yaitu air yang peruntukannya digunakan untuk rekreasi air, budidaya ikan air tawar, perternakan, dan mengairi tanaman.
Pengaruh Pemberian Pakan Kentang terhadap Laju Pertumbuhan Benih Ikan Sapu–Sapu (Pterygoplichthys pardalis) dan Kualitas Air Akuarium Pemeliharaan Amalia, Sheren Nur; Elfidasari, Dewi; Sugoro, Irawan
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.308 KB)

Abstract

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan ikan air tawar yang mampu bertahan hidup di lingkungan apapun. Ikan ini memiliki potensi untuk dibudidayakan, karena selain dapat digunakan sebagai pembersih akuarium juga bisa digunakan sebagai bahan pangan. Sejauh ini, bahan baku pakan yang digunakan untuk budidaya ikan masih mengandalkan impor. Pakan kentang digunakan oleh pembudidaya ikan sebagai alternatif untuk mengurangi bahan pakan impor, karena merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki kandungan nutrisi baik. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk menganalisa pengaruh pemberian pakan kentang terhadap laju pertumbuhan benih ikan sapu-sapu dan kualitas air akuarium pemeliharaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan kentang terhadap laju pertumbuhan benih ikan sapusapu dan kualitas air akuarium pemeliharaan. Metode kegiatan kerja praktik yang dilakukan meliputi pengambilan sampel ikan, pemberian pakan, pengukuran kualitas air dan analisis proksimat pakan. Hasil penelitian selama 1 bulan menunjukkan bahwa pemberian pakan kentang tidak menyebabkan peningkatan berat badan ikan, persentase mortalitas sebesar 20% dan kualitas air akuarium masih dalam kisaran optimal. Sementara itu, hasil analisis proksimat kentang diperoleh kadar lemak 26.36%, kadar abu 5.39%, kadar protein 0.14% dan kadar air 83.02%. Kadar lemak dan abu kentang telah memenuhi persyaratan pakan ikan dalam SNI 7473.2009, sedangkan kadar protein dan air pada kentang belum memenuhi persyaratan SNI.
Pengaruh Pemberian Pakan Mentimun terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys pardalis) dan Kualitas Air di Akuarium Pemeliharaan Nabilah, Dina; Elfidasari, Dewi; Sugoro, Irawan
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.238 KB)

Abstract

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan ikan yang termasuk dalam spesies Loricariidae. Pembudidayaan Pterygoplichthys pardalis saat ini cukup berkembang pesat karena ikan ini dapat berfungsi sebagai pembersih kaca akuarium dan sebagai ikan hias. Meningkatnya harga pakan pelet setiap tahunnya menyebabkan para petani banyak menghabiskan modal untuk pakan Pterygoplichthys pardalis. Salah satu alternatif pakan yang mudah dicari dengan harga yang ekonomis yaitu mentimun. Mentimun memiliki nilai kandungan gizi dan mineral yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan mentimun terhadap laju pertumbuhan Pterygoplichthys pardalis dan kualitas air di dalam akuarium. Metode yang digunakan adalah analisis proksimat pakan ikan, persentase mortalitas ikan, pertumbuhan berat badan, dan pengukuran parameter kualitas air akuarium. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan mentimun pada Pterygoplichthys pardalis diperoleh pertumbuhan berat ikan yang menurun, persentase mortalitas sebanyak 20%, kualitas air yang berada pada nilai optimum serta kandungan gizi mentimun yang belum memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk pakan ikan.
High-Dose Gamma Irradiation Reduces Pathogenic Bacteria While Preserving Beneficial Taxa in Indonesian Traditional Food ‘Gudeg’ Pratama, Indra Mustika; Benita, Ashri Mukti; Hermanto, Feri Eko; Lasmawati, Deudeu; Kadir, Idrus; Sugoro, Irawan
Journal of Tropical Life Science Vol. 15 No. 3
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.15.03.10

Abstract

Gudeg, a traditional Indonesian dish, is highly susceptible to microbial spoilage. Irradiation technology can be utilized to extend the shelf life of gudeg while preserving its nutritional value. However, the effects of gamma irradiation on the bacterial abundance in food products have not been widely researched. This study investigated how gamma irradiation influences its bacterial community. Vacuum-packed gudeg was gamma-irradiated in a frozen condition at a dose of 20 kGy, with a dose uniformity ratio (DUR) of 1.08. The resulting microbiome was characterized via 16S rRNA sequencing, using non-irradiated gudeg as a comparison. Gudeg samples were then amplified using the standard 16S rRNA V3-V4 primers. After taxonomic classification, alpha diversity indices—Shannon, Margalef, Chao1, and ACE—were applied to compare species richness and evenness in irradiated and non-irradiated samples. The research results showed that irradiation substantially reduced Proteobacteria, particularly staphylococcal species, while preserving beneficial lactic acid bacteria, such as Weissella sp. The overall diversity slightly decreased, but pathogenic risks diminished, indicating extended shelf stability. These findings suggest gamma irradiation as an effective strategy to enhance gudeg's safety and longevity. Furthermore, they offer insights into broader applications of irradiation for preserving high-moisture, ready-to-eat foods and indicate that sustainable research into the effects of irradiation on spoilage microbes and specific pathogens in various traditional food products is possible.