Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Sokoyoso Tahun 2019 Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Merliana, Fanny; Suhardiyanto, Andi
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.46757

Abstract

Pemilihan kepala desa merupakan salah satu bentuk partisipasi politik sebagai perwujudan terselenggaranya proses demokrasi yang baik di tingkat lokal. Penelitian ini meneliti tentang partisipasi politik masyarakat di Desa Sokoyoso dalam Pilkades 2019 Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Bentuk-bentuk partisipasi politik dalam Pilkades Sokoyoso yaitu : menjadi Calon Kades bagi masyarakat yang bersedia dan memenuhi persyaratan, menjadi Panitia Pemilihan Kepala Desa, diskusi politik dengan keluarga, teman, membahas mengenai Pilkades, menjadi tim sukses serta pemberian suara. Pemberian suara merupakan bentuk partisipasi politik masyarakat yang paling dominan. Adapun faktor-faktor penyebab partisipasi politik Masyarakat Desa Sokoyoso dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor internal (kesadaran politik, kepercayaan politik, karakteristik pribadi) dan faktor eksternal (sejauh mana menerima rangsangan politik atau lingkungan politik melalui ikatan hukum formal yang mewajibkan warga negara berpartisipasi politik).
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS KONSTRUKTIVISTIK Suhardiyanto, Andi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v38i1.498

Abstract

One of the recent main instructional problems at schools is the students’ lowachievement as shown by the very poor average result. One of the causing factors isthe instruction which is still conventional and teacher centered. Therefore, theinstruction does not touch the students. This means it does not really consider howlearning actually takes place. The implementation of the Competence BasedCurriculum which was then revised with the School Based Curriculum requires aparadigm change in education in the learning process at schools. The change is inessence to improve the quality of education in terms of the process and result. One ofthe efforts is the change of the teaching style with a more innovative instructionalmodel. Constructivism-based cooperative learning is one of alternatives which can beused. The constructive learning concept emphasizes the students to construct newknowledge with the preexisting knowledge. Cooperative learning is oriented towardschildren’s knowledge building through group works. It is hoped that with theconstructivism-based cooperative learning model students will further optimize theirskill in the learning process.Kata kunci : kualitas, pembelajaran kooperatif, dan konstruktivistik
Exploring the concept of cultural divinity in supporting religious moderation in Indonesia Suhardiyanto, Andi; Wijayanti, Tutik; Irawan, Hendri
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a diverse nation, Indonesia often experiences clashes regarding diversity in life. The culturally embedded concept of divinity is believed to be a driving force in supporting religious moderation in Indonesia. This concept is crucial in religious pluralism in Indonesia, a country with diverse cultural and religious backgrounds. This study adopts a qualitative approach through a literature review referencing national and international journals indexed in Scopus. The research findings indicate that maintaining harmony among religious communities and religious moderation serves as a strong foundation. Culturally embedded divinity refers to understanding cultural and religious diversity, a noble heritage of the Indonesian nation. Through this understanding, it is hoped that society can appreciate differences and strengthen tolerance among religious communities. This article also explores the implementation of culturally embedded divinity in public policies, efforts to enhance interfaith dialogue in Indonesia, and the public perception of moderate attitudes. The research trend on religious moderation in Indonesia is still very low. Thus, it is concluded that a profound understanding of this concept can strengthen the foundation of religious harmony and unity amidst Indonesia's diversity.
Pendidikan Kecakapan Hidup sebagai Upaya Pengembangan Jiwa Wirausaha di Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Pati Diningrum, Mike Meida; Suhardiyanto, Andi
Integralistik Vol. 36 No. 1 (2025): Januari : 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/189e2n57

Abstract

Pendidikan life skill merupakan solusi bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan dan mengembangkan keterampilan tenaga kerja tanpa memandang latar belakang waktu, usia, situasi dan kondisi peserta didik yang ada. Nilai kewirausahaan yang terdapat pada pendidikan life skill di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati dapat membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan, kewirausahaan, dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pelaksanaan pendidikan life skill sebagai upaya pengembangan jiwa entrepreneur di SKB Pati. (2) Mendiskripsikan jenis-jenis keterampilan yang diajarkan pada pendidikan life skill di SKB Pati. (3) Mengetahui nilai kewirausahaan yang diajarkan pada pendidikan life skill di SKB Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder melalui informan, foto, dan kepustakaan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk pengembangan jiwa entrepreneur pada pelaksanaan program pendidikan life skill dilakukan melalui kegiatan entrepreneur dan mata pelajaran kewirausahaan. (2) Jenis keterampilan yang terdapat di SKB Pati yaitu hantaran, menjahit dan komputer. (3) Nilai kewirausahaan yang terdapat dalam program pendidikan life skill diantaranya nilai kemandirian, kreatifitas, inovatif, leadership, disiplin, tanggung jawab, dan komunikatif.
Implementation of the “SANTRI” moral movement as an effort to realise the Pancasila student profile Wijayanti, Tutik; Suhardiyanto, Andi; Irawan, Hendri
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v22i2.87552

Abstract

Education, apart from being an effort to transform knowledge, is expected to be able to transform good values in life. Currently, various moral problems in the world of education, especially among students in schools, are increasing, ranging from simple to complex issues. Strengthening the Pancasila Student Profile at school is seen as a strategic foundation to shape students with noble character aligned with the six dimensions of lifelong learners. One approach to instilling good character is through moral movements, where the method of habituation allows students to gradually apply values in their daily lives. Using a qualitative approach with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review, this study explores how such movements operate in practice. Within this framework, the SANTRI moral movement emerges as a meaningful initiative that embodies politeness, independence, and excellence values that harmonise with the essence of the Pancasila Student Profile. When embedded into the school culture, these efforts subtly but powerfully influence students’ behaviour and mindset, offering a sustainable path toward cultivating strong moral foundations in education. 
Persepsi Guru PPKn terhadap Teknologi Artificial Intelligence ChatGPT dalam Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Tijan; Abdilah, Yan Amal; Suhardiyanto, Andi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2024): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i3.2180

Abstract

Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan guru. Teknologi tersebut dapat membantu guru PPKn yang sering mengeluh tentang keterbatasan waktu yang dimiliki, yang mana tidak sebanding dengan beban kerja guru yang semakin bertambah. Untuk itu, dilaksanakan pelatihan pemanfaatan teknologi AI guna membantu berbagai kegiatan guru, terutama dalam pengembangan perangkat pembelajaran seperti bahan ajar, media belajar, RPP, LKPD, dan lembar observasi. Langkah pelatihan terdiri dari: 1) Pelatihan pemanfaatan ChatGPT. 2) Praktik pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan ChatGPT. 3) Pengisian kuesioner Technology Acceptance Model (TAM). Hasil analisis deskriptif dari data kuesioner menunjukkan bahwa para guru merasa pemanfaatan ChatGPT untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sangat mudah dan sangat bermanfaat. Mereka pun memiliki sikap yang sangat positif dalam menggunakannya. Sehingga mereka sangat berniat untuk terus menggunakannya setelah pelatihan.
Social Education Campaign Through Studi Independen of a Better World Academy in Central Java Khomsani, Ima; Tijan, Tijan; Suhardiyanto, Andi; Saputro, Iwan Hardi
Unnes Political Science Journal Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v7i2.71264

Abstract

This research was motivated by the declining quality of Indonesian education and educational challenges due to the Covid-19 pandemic. This problem gave birth to various educational innovations, one of which is the A Better World Academy Study to improve the quality of education and the implementation of social campaigns in Jawa Tengah. The social campaign in Jawa Tengah aims to help provide facilities and infrastructure for Sanggar Genius Yatim Mandiri and provide awareness of the importance of education. This research uses qualitative methods in activities. Research data collection is obtained through primary and secondary data sources. Data validity techniques in this study use source triangulation and data analysis techniques and techniques. The results of this study show: 1) The platforms used in activities are Thinkific, Slack, Zoom Meeting, Google Drive, Email, and Whatsapp which use concepts and provisions as needed. 2) The learning process of activities has a clear flow, types and indicators ranging from Welcoming Students to Graduation Day. 3) The implementation of this educational social campaign seeks to increase awareness of education, especially the education of orphans and duafa and improve facilities and infrastructure 7 Orphan Genius Workshops in Jawa Tengah.
Implementation of Anti-Corruption Villages Based on Local Wisdom: A Study in Banyubiru Village, Semarang Regency Rahayu, Slamet Sugi; Suhardiyanto, Andi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 43 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v43i1.42766

Abstract

The increasing prevalence of corruption poses a serious challenge, as the increasing authority and allocation of village funds have not been fully balanced by accountable governance. The Anti-Corruption Village Program, initiated by the Corruption Eradication Commission (KPK), is a corruption prevention effort based on strengthening governance and community participation. This study aims to analyze the implementation of the Anti-Corruption Village Program based on local wisdom in Banyubiru Village, Semarang Regency, and examine the role of community awareness and the division of functions between the village government and traditional institutions in supporting the program's success. The study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving the village head, village secretary, village officials, traditional institutions, the Village Consultative Body, and community representatives. The results show that the Anti-Corruption Village Program in Banyubiru Village was implemented effectively because it was integrated with local wisdom values such as prasaja, honesty, mutual cooperation, and deliberation. Collective community awareness serves as social capital that encourages active participation in planning, program management, and village budget oversight. Village governments provide a space for community aspirations and trust in budget management, while carrying out control, monitoring, and evaluation functions transparently. This study recommends strengthening the integration of local wisdom as a sustainable strategy for preventing corruption at the village level.
Strategi Guru Pendidikan Pancasila Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa di SMP Negeri 22 Semarang Rifani, Rifani; Suhardiyanto, Andi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa serta mengidentifikasi kendala pelaksanaannya di SMP Negeri 22 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Pancasila dan siswa SMP Negeri 22 Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pembelajaran di kelas wawancara mendalam dengan guru dan siswa serta dokumentasi sebagai data pendukung penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi diskusi tanya jawab kerja kelompok serta pemanfaatan media pembelajaran sederhana. Strategi tersebut mampu meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran perbedaan karakteristik siswa serta keterbatasan sarana pendukung pembelajaran di sekolah. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah menengah.