Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Karakteristik fisikokimia dan mutu hedonik es krim dengan penambahan bubur rumput laut: Physicochemical characteristics and hedonic quality of ice cream with the addition of Kappaphycus alvarezii Irawan, Irman; Ardhanawinata, Adlina; Khasanah, Uswatun; Diachanty, Seftylia; Zuraida, Ita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i2.48012

Abstract

Kappaphycus alvarezii telah banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan, salah satunya es krim. Aplikasi K. alvarezii pada es krim biasanya dalam bentuk karagenan dan tepung yang berfungsi sebagai pengemulsi dan penstabil. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan karakteristik fisikokimia dan tingkat penerimaan konsumen es krim dengan formulasi penambahan bubur K. alvarezii konsentrasi berbeda. Pembuatan es krim dilakukan dengan penambahan bubur K. alvarezii konsentrasi 0; 3,69; 7,09; 10,27; 13,25; dan 16,03%. Parameter yang diamati meliputi overrun, melting rate, viskositas, total solid, pH, dan hedonik. Uji hedonik dilakukan pada atribut ketampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubur K. alvarezii dengan konsentrasi berbeda pada es krim memberikan pengaruh nyata (p<0,05) pada parameter overrun, melting rate, viskositas, total solid, dan uji hedonik, namun tidak berbeda nyata pada nilai pH. Karakteristik es krim menunjukkan nilai overrun 45,98–80,89%; melting rate 5,21-8,55 menit; viskositas 42,55-79,00 dpa’s; total solid 46,90-53,53%; dan pH 5,74-5,88. Hasil uji hedonik es krim menunjukkan ketampakan dengan nilai 6,68 (agak suka)-7,55 (sangat suka); aroma 5,90 (agak suka)-7,43 (suka); rasa 6,30 (agak suka)-7,75 (sangat suka); dan tekstur 5,83 (agak suka)-7,68 (sangat suka).
Karakteristik fisikokimia kerupuk produk UKM Kabupaten Kutai Kartanegara: Physicochemical characteristics of crackers from Kutai Kartanegara SMEs product Asikin, Andi Noor; Diachanty, Seftylia; Rusdin, Ilmiani
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i5.50429

Abstract

Kerupuk merupakan camilan atau pelengkap makanan utama yang diproduksi dari ikan dan udang. Sumberdaya ikan Kabupaten Kutai Kartanagera yang melimpah memberi peluang usaha bagi UKM untuk membuat olahan kerupuk ikan dan udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik fisikokimia kerupuk dengan perbedaan bahan baku produksi UKM terbaik berdasarkan SNI. Sampel kerupuk yang diperoleh dari UKM terdiri atas 4 jenis, yaitu kerupuk ikan pipih, kerupuk ikan haruan, kerupuk udang, dan kerupuk ikan bandeng. Parameter yang dianalisis meliputi proksimat, warna, daya kembang, daya serap minyak, dan higroskopisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bahan baku kerupuk berpengaruh nyata (p<0,05) pada semua parameter uji. Komposisi kimia yang dihasilkan yaitu kadar air 9,99-12,91%, protein 6,63-7,90%, lemak 1,49-2,63%, abu 2,93-3,92%, dan karbohidrat 73,90-77,52%. Kerupuk memiliki nilai L* nilai 38,76-49,06, a* 3,39-3,52, b* 14,46-18,74 dan derajat putih 38,76-49,06%. Daya serap minyak 28,32-45,04%, daya kembang 35,26-40,09%, dan higroskopisitas selama 6 jam 4,77-5,70%. Sampel kerupuk udang memenuhi syarat mutu SNI terbaik (Grade II), dibandingkan kerupuk ikan pipih, ikan haruan, dan ikan bandeng (Grade III).
Kajian Parameter Fisik Dan Preferensi Mi Basah Kappaphycus alvarezii Arfaj, Mayang Nurul Hudayanti; Irawan, Irman; Diachanty, Seftylia; Zuraida, Ita; Sulistiawati, Septiana
Juvenil Vol 6, No 4: November (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i4.31589

Abstract

ABSTRAK Mi basah, peroduk pangan yang popular, memiliki kelemahan berupa kadar air yang tinggi, rendah serat dan tekstur kurang elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan rumput laut Kappaphycus alvarezii terhadap karakteristik fisik dan preferensi mi basah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan substitusi K.alvarezii : tepung terigu meliputi M0 (0%:100%), M1 (10%:90%), M2 (20%:80%), dan M3 (30%:70%). Parameter yang diamati meliputi daya serap air (DSA), daya pengembangan (DP), nilai L* dan derajat putih, serta uji hedonik (warna, aroma, rasa, tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan K. alvarezii berpengaruh nyata terhadap semua parameter fisik. Kandungan karagenan pada K.alvarezii meningkatkan DSA secara signifikan (0,98% hingga 9,65%) dan DP (29,80% hingga 37,75%), meskipun terjadi penurunan kecerahan warna (L* 73,57 hingga 62,68) dan derajat putih (69,34% hingga 59,49%). Mi basah yang diperkaya K.alvarezii memberikan hasil penerimaan konsumen terbaik. Perlakuan terbaik terdapat pada M2 (20%:80%), dengan skor hedonik warna 5,93 (suka), aroma 5,63 (suka), rasa 6,10 (suka), dan tekstur 6,03 (suka). Penambahan K.alvarezii 20% menghasilkan mi basah dengan karakteristik fisik dan penerimaan konsumen terbaik.Kata kunci: Evaluasi sensori, Daya pengembangan, Hidrokoloid, Mi basah, Rumput Laut Merah.ABSTRACTWet noodles,a popular food product, have weakness such as high water content, low fiber, and less elastic texture. This study aims to evaluate the effect of the addition of Kappaphycus alvarezii on the physical characteristics and preferences of wet noodles. The study used a Completely Randomized Desigh (CRD) with 4 (four) substitution treatments of K.alvarezii : wheat flour including M0 (0%:100%), M1 (10%:90%), M2 (20%:80%), and M3 (30%:70%). The parameters abserved included water absorption capacity (DSA), swelling power (DP), L* value and degree of whiteness, as well as hedonic tests (color, odor, taste, texture). The results showed that the addition of K.alvarezii significantly affected all physical parameters. The carrageenan content in K.alvarezii significantly increased DSA (0.98% to 9.65%) and DP (29.80% to 37.75%). Despite a decrease in color brightness (L* 73.57 to 62.68) and whiteness (69.34% to 59.49%), wet noodles enriched with K.alvarezii provided the best consumer acceptance results. The best treatment was M2 (20%:80%), with a hedonic score of color 5.93 (like), odor 5.63 (like), taste 6.10 (like), and texture 6.03 (like). The addition of 20% K.alvarezii produced wet noodles with the best physical characteristics and consumer acceptance.  Keywords: Hydrocolloid, Red seaweed, Sensory evaluation, Swelling power, Wet noodles.
Chemical and physical characteristics of Indo-Pacific Tarpon (Megalops cyprinoides) nugget with substitution of tapioca flour and Gracilaria sp. flour Rifani, Rizal; Irawan, Irman; Diachanty, Seftylia; Zuraida, Ita; Sulistiawati, Septiana
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.11916

Abstract

Indo-Pacific Tarpon (Megalops cyprinoides) is one of the marine fish commodities found in East Kalimantan and North Kalimantan. One of the uses of Indo-Pacific fish meat is by processing it into nuggets. Fillers such as tapioca flour cause the texture of the nuggets to be too chewy and rather hard, so alternatives binders such as Gracilaria sp. flour are needed. The purpose of this study was to determine the effect of tapioca flour and Gracilaria sp. flour substitution on the physicochemical characteristics of bulan-bulan fish nuggets. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) with treatment R0 (20% tapioca flour); R1 (15% tapioca flour :5% Gracilaria sp. flour); R2 (10% tapioca flour:10% Gracilaria sp. flour); R3 (5% tapioca flour: 15% Gracilaria sp. flour); R4 (20% Gracilaria sp. flour) and repeated 3 times. The results of the ANOVA test showed that the substitution of tapioca and Gracilaria sp. flour had a significant effect (p<0.05) on moisture content, protein, fat, ash, carbohydrates, brightness (L*), redness (a*), yellowness (b*), degree of whiteness and EMC (Expressible Moisture Content).  Nugget of bulan-bulan fish substituted with tapioca and Gracilaria sp. flour had a moisture content ranged from (51.89%-52.28%), ash (5.61-6.16%), fat (9.30%-11.29%), protein (32.72% -37.67%), carbohydrates (59.63%-55.77%), EMC (9.51%-25.26%). The results of the folding test Grade A (no cracks if folded in half a circle) and Grade B (cracked if folded in half a circle), with brightness (L*) (61.94-65.98), a* (4.62 - 4.33), b* (21.28 - 23.17) and whiteness (54,91%-56.37%). Based on chemical and physical characteristics, the R2 treatment was the best treatment in this study