Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Terapi Murottal Al – Qur’an Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dalam Menghadapi Proses Persalinan Ayu Rahmadhani; Tutik Agustini; Yusrah Taqiyah
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v2i2.831

Abstract

Kehamilan merupakan satu periode reproduksi perempuan yang memerlukan adaptasi secara fisik maupun psikologis. Reaksi psikologis dalam kehamilan yang terjadi yaitu reaksi cemas, gangguan ini ditandai dengan rasa cemas dan kebutuhan yang berlebihan. Terapi murottal Al – Qur’an memiliki pengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al – Qur’an terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi proses persalinan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kolakaasi Kab.Kolaka, dengan menggunakan quasi eksperimen desain. Adapaun rancangan penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Postest Design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling sebanyak 20 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, dimana bivariat menggunakan analisa uji Wilcoxon. Instrumen yan digunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi murottal Al – Qur’an terhadapat tingkat kecemasan pada ibu hamil (=0,000) dimana terdapat perbedaan hasil sebelum dan setelah pemberian terapi murottal Al – Qur’an terhadapat tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III dalam menghadapi proses persalian di Puskesmass Kolakaasi Kab.Kolaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh terapi murottal Al – Qur’an terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi proses persalinan. Oleh karena itu, diharapkan agar dalam mengatasi kecemasan menjelang persalinan bisa menerapkan teknik relaksasi dengan terapi murottal Al – Qur’an tanpa langsung mengkonsumsi obat – obatan farmakologis, kemudian penelitian ini juga dapat menjadi tambahan informasi terkhususnya terkait ilmu keperawatan maternitas.
Faktor yang Berhubungan dengan Akseptor dalam Memilih Jenis Kontrasepsi di Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar Nurgahayu; Nurul Ulfah Mutthalib; Yusrah Taqiyah
Window of Public Health Journal VoL. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i1.9

Abstract

Kumulatif peserta Keluarga Berencana baru premix kontrasepsi Provinsi Sulawesi Selatan untuk daerah Kota Makassar target pengguna Keluarga Berencana baru adalah 40.099 orang pasang usia subur, ternyata data di lapangan lebih dari 100% dari target pasangan usia subur yang menggunakan Keluarga Berencana baru. Data di Puskesmas Kassi-Kassi Tahun 2014 yaitu 711 akseptor Keluarga Berencana yang menggunakan suntikan sebanyak 573 peserta (80.59%), dan Intra Uterine Device sebanyak 19 peserta (2.67%), MOW sebanyak 50 peserta (7.03%), kondom sebanyak 22 peserta (3.09%) dan pil 47 peserta (6.61%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi akseptor dalam memilih jenis kontrasepsi yang digunakan dan efek samping yang dirasakan para akseptor di wilayah kerja Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitan ini adalah wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi buatan sebanyak 239 orang, jumlah sampel sebesar 81 diambil menggunakan tenik Isacc dan Michael. Teknik pengambilan sampel digunakan accidental sampling yaitu sampel yang diambil di lokasi penelitian ketika penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara usia, jumlah anak yang diinginkan, pengalaman dengan kontrasepsi yang lalu. Disarankan  setiap ibu perlu memperhatikan usia yang paling tepat untuk hamil, karena dapat menyebabkan risiko tinggi jika hamil pada usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun, pemilihan jenis kontrasepsi yang berjenjang dapat membantu akseptor di dalam mengatur jarak dan jumlah anak yang diinginkan, pengalaman dapat dijadikan acuan seorang akseptor dalam memilih jenis kontrasepsi yang tepat. 
Efektivitas Terapi Spiritual Relaksasi Benson terhadap Kecemasan  Ibu Pre Sectio Caesarea Helvia; Wa Ode Sri Asnaniar; Yusrah Taqiyah; Wan Sulastri Emin
Window of Nursing Journal Vol 6 No 1 (June, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/bfqrnb49

Abstract

Pre-operative anxiety in patients is a psychological response associated with excessive worry perceived by the patient as a threat when undergoing surgical procedures. This study aims to determine the effect of Benson's relaxation spiritual therapy on the anxiety of mothers before Cesarean section at RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Branch, Makassar. The research design used in this study is a Quasi Experiment design with a Non-Equivalent control group Pretest and Posttest method. Sampling was determined using Purposive Sampling based on inclusion and exclusion criteria with a sample size of 58 respondents. The statistical test used was the paired sample T test with a significance α < 0.005. The results of anxiety before the provision of Benson's relaxation therapy showed mild anxiety in 30%, moderate in 61.9%, and severe in 6.9%. After the provision of Benson's relaxation therapy, anxiety levels changed to moderate in 20.6%, mild in 68.8%, and no anxiety in 10.3% in mothers preSC. The research results show that there is an effect of Benson's spiritual relaxation therapy on anxiety in mothers preCesarean Section, with the statistical analysis using the paired T-test at a 95% confidence level showing a value of ρ= 0.000 < 0.005. The conclusion of this study is that Benson's spiritual relaxation therapy has an effect on anxiety in mothers preCesarean Section at RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Branch Makassar. The recommendation is for nurses and other healthcare providers to implement Benson's spiritual relaxation therapy as part of the non-pharmacological management in addressing anxiety in patients undergoing pre-operative Cesarean Section.
PENERAPAN TERAPI BRANDT DAROFF DALAM MENURUNKAN  GEJALA PASIEN VERTIGO DI IGD RSUP TADJUDDIN CHALID MAKASSAR Atimah Atimah; Yusrah Taqiyah; Suci Hardiyanti Suharto; Hj. Sajekti Tjahjaningrum
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada pasien vertigo dengan gejala nyeri akut, mual muntah serta resiko jatuh yaitu dengan penerapan terapi Brandt Daroff. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan terapi Brandt-Daroff dalam mengurangi gejala vertigo pada pasien di IGD RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, wawancara, dan observasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu satu orang pender vertigo di IGD RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Instrumen yang digunakan yaitu  SOP terapi Brandt Daroff yang diberikan sebanyak 3 x 8 jam  serta menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur skala nyeri pasien sebelum dan sesudah intervensi serta menggunakan skala MORSE untuk menilai resiko jatuh pasien.  Studi kasus ini menunjukkan bahwa sebelum intervensi diberikan pasien mengalami gejala vertigo berupa nyeri, pusing, sakit kepala, mual muntah, serta mengalami gangguan keseimbangan dan setelah pemberian intervensi berupa terapi Brandt Daroff sebanyak 5 siklus selama 10 menit dalam 3 kali pemberian dalam periode waktu 8 jam didapatkan hasil bahwa pasien mengalami penurunan gejala vertigo yaitu tingkat nyeri pasien menurun, nausea menurun serta tingkat jatuh menurun. Disarankan agar penderita vertigo rutin melakukan terapi  Brandt Daroff sebagai bagian dari penanganan non-farmakologi untuk menurunkan gejala vertigo serta meningkatkan kualitas hidup. Penerapan terapi Brandt Daroff efektif dalam menurunkan gejala pada pasien vertigo.
PENERAPAN UAP HANGAT DENGAN MINYAK KAYU PUTIH UNTUK MENURUNKAN SESAK PADA PASIEN TUBERCULOSIS DI IGD RSUP. DR. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR Nur Rizka Musliawati Polapa; Ernasari; Yusrah Taqiyah; Rochfika Rochfika
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dan menyebar lewat batuk atau bersin. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui evektifitas uap air hangat dengan minyak kayu putih dalam menurunkan sesak pada pasien TB di IGD Tadjudhin Chalid. Penelitian ini menggunakan metode desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Salah satu cara untuk membantu meredakan sesak napas pada pasien TB adalah dengan terapi uap air hangat yang dicampur minyak kayu putih sebayak 2-3 tetes. Minyak ini mengandung zat yang bisa mengencerkan dahak dan mengurangi peradangan. Di IGD RS Tadjuddin Chalid, terapi ini diberikan selama 10–15 menit setiap 8 jam. Hasilnya, napas pasien jadi lebih lega dan frekuensi napas menurun dari 26 menjadi 24 kali per menit. Kesimpulan Terapi ini terbukti bisa membantu mengurangi sesak napas untuk sementara waktu. Saran diharapkan intervensi dengan uap minyak kayu putih dapat menjadi alternatif sementara untuk mennurunkan sesak pada pasien dengan masalah pernapasan.
Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Balita Usia 1-3 Tahun dalam Pemberian Imunisasi di Posyandu Nurfadhillah; Tutik Agustini; Rizqy Iftitah Alam; Idelriani; Yusrah Taqiyah
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.1066

Abstract

Basic immunization services for children in Indonesia have been integrated starting from Posyandu, Puskesmas and hospitals, but the overall coverage of basic immunization is still below the target set by the government. This study aims to determine the factors that influence the compliance of mothers of toddlers aged 1-3 years in administering immunizations in Watubangga District, Kolaka Regency. This type of research used quantitative research methods with a cross-sectional study design which was carried out in the working area of ​​the Puskesmas in Watubangga District, Kolaka Regency. Sampling using probability sampling technique using simple random sampling with a total sample of 55 Ibuts. Data collection was carried out using a questionnaire. Data were analyzed using the Chi Square test at a 95% confidence level (alpha=0.05). The results of this study indicate that there is a significant effect between knowledge (p=0.000) and maternal adherence in immunization, and there is no effect between perception (p=0.571), quality of immunization services (p=0.654), number of children (p=0.771), the distance between health services (p=0.653) and maternal adherence in administering immunizations in Watubangga District, Kolaka Regency. It can be concluded that there is an effect of knowledge on maternal compliance in administering immunizations at Posyandu, Watubangga District, Kolaka Regency. Based on the research results obtained, it is hoped that health workers can be more aggressive in providing health services in the form of health education which can be carried out routinely and can also be accompanied by distribution of brochures, placing banners or billboards, especially regarding the importance of immunization in children, with the hope that all layers of society get information evenly about the immunization.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Kebersihan Alat Genetalia Fera Nur Ramadhani; Tutik Agustini; Jama, Fatma; Yusrah Taqiyah; Wan Sulastri Emin
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.1121

Abstract

Genital infection is a health problem that is often experienced by women. Every year, around 100 million women worldwide are exposed to genital infections which can cause vaginitis, cervicitis and urethritis, and trichomoniasis which can affect pregnancy. Adolescents' lack of knowledge and access to reproductive health services is important for their physical and psychosocial well-being. This study used a Pre-experimental Design with the type of design used One Group Pretest-Postest Design. The samples were taken by simple random sampling technique with a sample size of 59 young women. Data collection used an instrument in the form of a questionnaire on the knowledge of young women about genital hygiene before and after health education. The analysis uses the Wilcoxon test as a test tool with a significance level of α=0.05. The results of this study indicate that of the 59 people before being given health education, it was found that 28.0% had good knowledge, 45.8% had sufficient knowledge, and 25.4% had less knowledge, while after being given health education all female adolescents have good knowledge. The Wilcoxon test results obtained a value of p = 0.000, which means that the p value is smaller than the value (α) of 0.05. The conclusion in this study is that there is an effect of health education on increasing knowledge of young women about genital hygiene at SMA Negeri 09 Makassar, where the more often adolescents get health education about genital hygiene, the more knowledge students have about genital hygiene. For this reason, it is hoped that the school, especially the Guidance and Counseling teacher, is expected to motivate female students to improve their personal health, especially genital hygiene with a health education approach.
Pelatihan Senam Ibu Hamil terhadap Penurunan Low Back Pain Ibu Hamil Trimester III Di Klinik Bidang Titiek Makassar Yusrah Taqiyah; Fatma Jama
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v3i1.1664

Abstract

Complaints of pregnant women back pain (back pain) 60-80%. Low Back Pain in pregnancy at 13 weeks to 30 weeks of gestation it was found that the older the pregnancy the stronger the back pain. Gymnastics is a coping method that can prevent physical stress due to pregnancy, reduce lower extremity and back cramps, increase the mother's ability to adapt to changes in her body. The method used in this service activity is in the form of lectures, demonstrations and training. The stages in this activity start from preparation, implementation to closing. Evaluation of the success of the training is assessed through a pre test and post test through a questionnaire. The results obtained on the back pain scale before doing exercise for pregnant women were 3 people with a mild pain scale, 4 people with a moderate pain scale, and 3 other mothers. pregnant, improving blood circulation, reducing complaints of cramps or aches, and preparing breathing, muscle activity and the pelvis to face the birth process. So it is recommended for pregnant women and health workers to apply the exercise method for pregnant women in reducing complaints of back pain during the third trimester.
Penerapan Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen dan Respirasi Rate Pada Pasien Asma Bronkial di RSUD Labuang Baji Makassar Moh. Taufiq Manto; Yusrah Taqiyah; Nurwahidah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global Initiative for Asthma (GINA) memperkirakan hampir 300 juta orang menderita asma. Asma bronkhial dapat menyerang anak-anak dan kematian terjadi pada orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen jalan napas pada pasien asma bronkhial di ruang IGD RSUD Labuang Baji Makassar dengan metode observasi dan studi kasus deskriptif. Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1x24 jam, asma bronkhial teratasi berdasarkan hasil pengkajian dan asuhan keperawatan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi semi fowler efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan laju napas pada pasien asma bronkhial di ruang IGD RSUD Labuang Baji Makassar.
Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Dalam Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Ruang IGD RS TK II Pelamonia Makassar Firmansyah Ismail; Yusrah Taqiyah; Muhajirin; Wan Sulastri
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2378

Abstract

Diabetes melitus adalah ketidakcukupan produksi insulin atau terjadinya resistensi insulin sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan penderita diabetes melitus untuk menurunkan kadar glukosa darahnya adalah dengan melakukan terapi relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini, yaitu menjelaskan pengaruh dari penerapan terapi relaksasi otot progresif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Metode : Menggunakan studi kasus dengan melakukan intervensi pemberian terapi relaksasi otot progresif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Asuhan keperawatan dilakukan kepada pasien diabetes melitus dengan keluhan luka pada kaki kanan. Ditetapkan dua diagnosa keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah dan kerusakan integritas kulit. Intervensi keperawatan pemberian terapi relaksasi otot progresif yang sesuai dengan SOP selama 10 menit . Evaluasi menunjukkan adanya perubahan kadar glukosa darah sebelum di lakukan terapi relaksasi otot progresif dengan sesudah di lakukan terapi relaksasi otot progresif. Untuk penurunan kadar glukosa darah menggunakan terapi relaksasi otot progerisf mempunyai pengaruh. Penerapan terapi relaksasi otot progresif pada pasien diabetes melitus dapat menurunkan kadar glukosa darah.