Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI KEBUTUHAN RUANG PARKIR DI KAMPUS UNIVERSITAS BRAWIJAYA Wahyunita R, Nuzul; Sulistio, Harnen; Suharyanto, Agus
Media Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.648 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v13i1.2547

Abstract

Evaluasi Kebutuhan Ruang Parkir di Kampus Universitas BrawijayaEvaluation of Needs A Parking Space On The Campus Brawijaya UniversityNuzul Wahyunita R1, Harnen Sulistio2 , Agus Suharyanto31,2,3Jurusan Teknik Sipil, Fakultas TeknikUniversitas BrawijayaJln. MT. Haryono, Malang, Jatime-mail: nuzul_wr@yahoo.comAbstractAn increasing number of students, faculty and staff that occurred at UB will produce a number of traffic movements are quite large due to use of each vehicle to campus, so that the number of vehicles entering volume resulting difficulty in obtaining adequate parking. Therefore this study aims to find out what the existing parking capacity at UB Campus, knowing what the parking needs at the present time, how the model predictions parking needs for the purpose of parking for 5 years to come, and make recommendations to the parking arrangement of five years to come. Models obtained from multiple linear regression analysis are: Y1 = 132.437 + 0.068 X2 0,780 R2 value, and Y2 = 17.149 + 0249 X3 0,952 R2 value. The capacity of the existing car park at the Campus UB at this time in the amount of 624 SRP, while the capacity of the motorcycle that is equal to 5.312 SRP, and the need for car parking space at the moment at UB in the amount of 693 SRP, and to the needs of motorcycle parking space that is equal to 5.902 SRP. In order to meet the parking needs for the coming 5 years is the provision of alternative parking deck in 5 regions, with a total overall SRP for motorcycle with an area of 1.405 SRP of 2.107,5 m2 and parking for four-wheeled vehicles by 35 SRP with a land area of 437,5 m2 parkingKeywords : Parking capacity, SRP, Regression Analysis, Parking BuildingAbstrakPeningkatan jumlah mahasiswa, dosen dan karyawan yang terjadi di UB akan menghasilkan jumlah pergerakan lalu lintas yang besar karena menggunakan kendaraan pribadi menuju kampus, sehingga mengakibatkan kesulitan mendapatkan tempat parkir. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah kapasitas parkir, berapakah kebutuhan parkir pada saat sekarang , bagaimanakah model kebutuhan parkir untuk keperluan prediksi parkir untuk 5 tahun yang akan datang, membuat rekomendasi penataan parkir pada 5 tahun yang akan datang. Model yang didapatkan dari analisa regresi linier berganda adalah :Y1 = 132,437 + 0.068 X2 memiliki nilai R2 0.780, dan Y2 = 17,149 + 0.249 X3 memiliki nilai R2 0.952. Kapasitas parkir mobil yaitu 624 SRP, sedangkan kapasitas sepeda motor yaitu 5.312 SRP. Kebutuhan ruang parkir mobil yaitu 693 SRP, dan kebutuhan ruang parkir sepeda motor yaitu 5.902 SRP. Guna memenuhi kebutuhan parkir untuk 5 tahun yang akan datang adalah dengan penyediaan alternatif gedung parkir di 5 kawasan, dengan total SRP keseluruhan untuk sepeda motor 1.405 SRP dengan luas parkir 2.107,5 m2 dan untuk mobil sebesar 35 SRP dengan luas parkir sebesar 437,5 m2Kata Kunci: Kapasitas Parkir, SRP, Analisa Regresi, Gedung Parkir
EVALUASI RUTE ANGKUTAN KOTA BERBASIS KEBUTUHAN PERGERAKAN MASYARAKAT DENGAN METODE (GIS) DI KOTA MALANG M. K, Achendri; ., Wicaksono; Suharyanto, Agus
Media Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.1 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v13i1.2537

Abstract

EVALUASI RUTE ANGKUTAN KOTA BERBASIS KEBUTUHAN PERGERAKAN MASYARAKAT DENGAN METODE (GIS) DI KOTA MALANGEvaluation of Public Tramsportation Based on People Demand With (GIS) Methode In Malang CityAchendri M. K1, A. Wicaksono2, Agus Suharyanto31,2,3Jurusan Teknik SipilFakultas TeknikUniversitas BrawijayaAlamat korespondensi : Jln. MT. Haryono, Malang, Jatime-mail: 1)achendri.ac@Gmail.comAbstractThe problem of public transport in the city of Malang have much affect on the city , to prevent public transport issues are more complex , it is essential to be anticipated as early as possible with the ? Evaluation of City Transportation These Movement Needs a Community- Based Methods ( GIS ) in Malang ?. The total area of these villages through which the TST area of 36.86 km2 . Broad coverage area of 25.41 km2 . Broad coverage area clean without overlapping area of 11.68 km2 . The results show that the overlay area unserved area of 11.45 km2 . The majority of the people on the TST still willing to use public transportation with a maximum distance of 200m . The total area through which the village area of 21.325 km2 route ABH . Broad coverage area of 19.12 km2 . Broad coverage area clean without overlapping area of 0 km2 . So the overlay results show that the area of the unserved area of 2.208 km2 . The majority of the people on the route ABH still willing to use public transportation with a maximum distance of 100m . The total area through which the village area of 12.998 km2 HM service . Broad coverage area of 11.87 km2 . Broad coverage area clean without overlapping area of 1,496 km2 . So the overlay results show that the vast area covering 1,123 km2 unserved . Communities on the route HM still willing to use public transportation with a maximum distance of 200m.Key Word : GIS, coverage area, overlapping area, routeAbstrakMasalah angkutan umum di Kota Malang telah banyak mempengaruhi kegiatan kota, untuk mencegah timbulnya permasalahan angkutan umum yang lebih kompleks lagi, maka perlu kiranya diantisipasi sedini mungkin dengan ?Evaluasi Rute Angkutan Kota Berbasis Kebutuhan Pergerakan Masyarakat Dengan Metode (GIS) Di Kota Malang?. Luas wilayah kelurahan yang dilalui rute TST seluas 36,86 km2. Luas coverage area 25,41 km2. Luas coverage area bersih tanpa adanya overlapping seluas 11,68 km2. Hasil overlay menunjukkan bahwa luas area yang belum terlayani seluas 11,45 km2. Mayoritas masyarakat pada rute TST masih bersedia menggunakan angkot dengan jarak maksimal 200m. Luas wilayah kelurahan yang dilalui rute ABH seluas 21,325 km2. Luas coverage area 19,12 km2. Luascoverage area bersih tanpa adanya overlapping seluas 0 km2. Sehingga hasil overlay menunjukkan bahwa luas area yang belum terlayani seluas 2,208 km2. Mayoritas masyarakat pada rute ABH masih bersedia menggunakan angkot dengan jarak maksimal 100m. Luas wilayah kelurahan yang dilalui rute HM seluas 12,998 km2. Luas coverage area 11,87 km2. Luas coverage area bersih tanpa adanya overlapping seluas 1,496 km2. Sehingga hasil overlay menunjukkan bahwa luas area yang belum terlayani seluas 1,123 km2. Masyarakat pada rute HM masih bersedia menggunakan angkot dengan jarak maksimal 200m.Kata kunci : GIS, urban sprawl, transportation, route
ANALISIS KAPASITAS RUAS SUNGAI CILIWUNG HILIR (GUNUNG SAHARI) TERHADAP DEBIT BANJIR SERTA PENANGGULANGANNYA PADA DAS MARINA DKI JAKARTA Muhammad Hafis Adli Rahman, Muhammad Hafis; Suharyanto, Agus; Widjatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi DKI Jakarta memiliki luas daerah ± 661,52 Km2, kota DKI Jakarta merupakan dataran rendah yang dialiri oleh 13 sungai yang bermuara ke utara pulau jawa, aliran air di DKI Jakarta sebagian dibuang ke laut dengan sistem gravitasi dan sebagian lagi dengan sistem pompanisasi. Banjir yang setiap tahun yang terjadi di DKI Jakarta tidak lepas dari pengaruh sungai-sungai yang melintasinya. Sungai-sungai besar berhulu di bagian selatan DKI Jakarta yaitu daerah Bogor yang mempunyai ketinggian lebih dari 200 m dpl dan curah hujan tinggi, sehingga DKI Jakarta secara alamiah menjadi daerah tempat berakumulasi air dari hulu sungainya. Kawasan yang rentan terhadap banjir dan genangan adalah Jakarta Utara, khususnya untuk sungai ciliwung gunung sahari karena sungai ciliwung gunung sahari ini melewati beberapa kawasan penting seperti stasiun gambir, Istana Negara, Monas, Balaikota DKI Jakarta, Masjid Istiqlal. Oleh sebab itu di wilayah ini harus mempunyai penanganan khusus, sektor ini sangat vital untuk DKI Jakarta. Pintu Air Hai Lai Marina yang merupakan pintu air pengontrol drainase aliran Sungai Cilliwung serta sebagai pintu pasang surut (Tidal Gate) terletak di hilir aliran kali Cilliwung Gunung Sahari.Pintu Air ini merupakan pemisah antara Sungai Cilliwung dan Laut Utara Jakarta. Sistem kerja Pintu Air Hai Lai Marina ini tergantung perbedaan antara ketinggian muka air laut dengan muka air Sungai Cilliwung Gunung Sahari. Saat muka air laut tinggi pintu air ini ditutup agar air laut tidak masuk ke dalam aliran Sungai Cilliwung gunung sahari dan jika muka air laut lebih rendah maka pintu air dibuka agar aliran dari Sungai Cilliwung bisa masuk ke laut. Hasil pemodelan untuk kala ulang 5 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 50m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap, pemodelan untuk kala ulang 10 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 60m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap, pemodelan untuk kala ulang 25 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 70m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap. Kata kunci: Banjir, Jakarta, Ciliwung
Evaluasi Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Perikanan Prigi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kabupaten Trenggalek Irawati, Emma; Waluyo, Budi Sugiarto; Suharyanto, Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter pertumbuhan ekonomi dari wilayah perikanan pesisir sebelum dan sesudah pembangunan dari PPN Prigi, untuk mengetahui pengaruh dan mengevaluasi perkembangan dari PPN Prigi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausal dengan metode evaluasi. Metode analisis yang digunakan, Analisa karakter pertumbuhan ekonomi kawasan pelabuhan perikanan (termasuk multiplier effect dengan multiply basic coefficient dan analisis korelasi, metode Shift-share dan untuk mengevaluasi proyek pemerintah (KSP dan pelabuhan Prigi implementasi rencana dengan syarat PKPA) dan evaluasi teoritis tentang kondisi ekonomi di daerah pelabuhan dengan metode skoring. Perikanan agrosystem dianalisis dengan metode deskriptif selanjutnya untuk formulasi rekomendasi agrosystem digunakan metode SWOT. Hasil dari penelitian ini adalah Karakter pertumbuhan ekonomi dari kawasan pelabuhan perikanan sebelum pengembangan PPN Prigi berfluktuasi dan berkecenderungan menurun, pada tahun 1999 pertumbuhan 165% menurun menjadi 0,27 (50%) pada tahun 2000. Dari hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang kuat antara dampak pembangunan PPN Prigi Trenggalek dengan pertumbuhan ekonomi (r = 0,74). Hasil evaluasi formal terhadap rencana strategis KSP Watulimo Prigi adalah rencana strategis KSP gagal mencapai sasaran. Hasil keputusan teoritis pengembangan pelabuhan terhadap proram PKPA adalah: kondisi eksisting berada pada fase standar maksimal. Hal tersebut menjelaskan kodisi eksisting melampaui target yang diproyeksikan dalam pengembangan pelabuhan Prigi periode 1999-2004. Hasil evaluasi kawasan pelabuhan sebagai growth center terhadap pengembangan wilayah Kabupaten Trenggalek adalah kecenderungan percepatan pertumbuhan ekonomi yang menurun dapat mengancam proses polarisasi terhadap eksistensi kutub pertumbuhan.Kata kunci: pertumbuhan ekonomi, evaluasi, kawasan pelabuhan perikanan
Pengaruh Aksesibilitas Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Udara (Studi Kasus Bandara Abdurachman Saleh Malang-Bandara Juanda Surabaya) Akhriadi, Akhriadi; Djakfar, Ludfi; Suharyanto, Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pengguna moda transportasi pesawat Udara di Bandara Abdulrachman Saleh Malang dan di Bandara Juanda Surabaya, mengetahui pengaruh faktor aksesibiltas dan kualitas pelayanan terhadap pemilihan Bandara dengan mengunakan moda transportasi udara di Bandara Abdulrachman Saleh Malang dan di Bandara Juanda Surabaya serta mengetahui model pemilihan Bandara antara Bandara Abdulrachman Saleh Malang dan Bandara Juanda Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Stated Preference. Hasil metode Importance Performance Analysis didapatkan pengaruh faktor aksesibilitas dan kualitas pelayanan di Bandara Abdulrachamn Saleh Malang dipengaruhi 8 (delapan) faktor dengan kinerja rendah dengan kepentingan tinggi, yaitu ruang tunggu yang luas, kebersihan ruang tunggu dan area bandara, suhu udara ruang tunggu, Jumlah Tempat duduk ruang tunggu, luas ruang check in, waktu pelayanan di antrian check in, fasilitas penunjang bandara, adanya cctv di area parkir bandara, di Bandara Juanda Surabaya di pengaruhi 5 (lima) faktor yang kinerjanya kurang baik yaitu ongkos menuju Bandara, harga tiket pesawat, kemudahan menuju Bandara, waktu tempuh menuju Bandara, tersedianya angkutan umum menuju Bandara, sedangkan model probabilitas Berdasar 0,812 0,00000667 e 4 ΔX1 − atribut biaya perjalanan adalah PBMlg = , PBsby =1- PBMlg, model probabilitas, 0,812 0,00000667 e1 4 ΔX1 + − -0,635 0, 171 e ΔX2 + berdasarkan atribut frekuensi perjalanan adalah PBMlg = PBSby= 1- PBMlg, model 0,- 35 0,171 e1 ΔX2 + + -1,923 0,00000 e 4367 ΔX1 0,230 ΔX2 − + berdasarkan biaya perjalanan dan frekuensi perjalanan PBMlg= PBSby= 1- - 1,923 e1 0,00000 4367 ΔX1 0,230 ΔX2 + − + PBMlgKata Kunci : kualitas pelayanan, metode IPA, metode stated preference, bandara abdulrachman saleh Malang.
Pengaruh Guna Lahan Terhadap Penurunan Infiltrasi di Kota Batu Permanasari, Puspa; Bisri, M.; Suharyanto, Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to evaluate the condition of existing land use in years 2010 with the Spatial Plan Batu years 2003 to 2013 to determine the effect of land use on infiltration in Batu City. The method used in this study is regression analysis and Analysis Hierarky Proces. The results showed there is a dominant influence of land use on infiltration and analysts have a different outcome each district. Existing land use conditions in 2010 have an influence on the decline in power of absorbing rainwater into the soil. It can be seen from the declining value of the infiltration in Batu declined 34.915.235 m³ / year or 13% of land use in 2003. To ensure the conservation of water resources in terms of preventing the destructive force of water, the ground water reserves in 3 (three) districts in the town of Batu need to consider land use contained in the spatial plan that no longer have the conversion of land to land up which can lead to reduced capacity and water potential capacity.Keywords: conservation, land use, infiltration.
Correlation Between Mobility and COVID-19 Cases in Surabaya City, Indonesia Alawy, Gholiqul Amrodh; Wicaksono, Achmad; Suharyanto, Agus
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 4, No 2 (2021): IN PRESS
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of COVID-19 cases in Surabaya was one of the highest in Indonesia at the beginning of the pandemic. This study aims to determine the mobility and activity patterns of the people of Surabaya during the COVID-19 pandemic and find a correlation between people mobility and the number of COVID-19 cases in Surabaya City using Pearson’s Coefficient of Correlation (PCC). The data used are mobility data at Gubeng Station, Purabaya Terminal, Waru Utama toll gate, and COVID-19 Community Mobility Reports. The mobility pattern of the people of Surabaya City in 2020 is divided into 5 phases, namely the normal condition phase (F0), the pandemic’s initial phase (F1), the PSBB phase (F2), the transition of AKB phase (F3), and the AKB phase (F4). This study indicates that the number of people in transit stations and residential areas has a high correlation with the number of COVID-19 cases. In addition, the type of mobility that has the most effect on increasing the number of COVID-19 cases is the mobility of bus transportation.
PERENCANAAN BENDUNG SEBAGAI PENGENDALI GERUSAN LOKAL (LOCAL SCOURING) PADA PILAR JEMBATAN MAJAPAHIT MALANG Ibrahim, Tsabita Imania; Pujiraharjo, Alwafi; Suharyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung merupakan bangunan air yang melintang pada sungai dengan fungsi utama mengatur muka air pada sungai tersebut. Selain berfungsi menaikkan muka air, bendung juga memiliki fungsi untuk mengendalikan gerusan lokal, misalnya pada pilar jembatan dengan mengatur kecepatan aliran. Studi ini bertujuan mengatasi gerusan lokal pada pilar jembatan dengan membuat bendung di hilir pilar. Lokasi penelitian adalah Jembatan Majapahit di Kota Malang yang melintasi Sungai Brantas dimana pada pilarnya terjadi gerusan lokal. gerusan lokal ini disebabkan karena adanya penyempitan pada lokasi pilar jembatan sehingga menyebabkan efek pembendungan di hulu pilar yang mengakibatkan keceapatan aliran yang besar pada lokasi pilar jembatan. Bendung direncanakan di hilir jembatan pada lokasi dan elevasi yang mempertimbangkan pengaruh kenaikan muka air di hulu dan stabilitas tubuh bendung serta kondisi hidrolika aliran setelah adanya bendung pada kondisi banjir rencana. Debit banjir rencana yang digunakan adalah debit banjir dengan kala ulang 50 tahun sebesar 285,45 m3/det yang diperoleh dari analisis data pengukuran debit selama 13 tahun.  Tujuan pembangunan bendung adalah untuk mengurangi kecepatan aliran di hulu bendung sehingga tercipta sedimentasi di hulu bendung yaitu pada pilar jembatan. Kenaikan muka air di hulu bendung diharapkan tidak mempengaruhi kondisi tanah di kanan dan kiri sungai yaitu tidak terjadi limpasan ke tebing sungai sehingga tidak mengganggu pemukiman di kanan dan kiri sungai. Elevasi puncak bendung direncanakan mampu menaikkan muka air di hulu sehingga mengurangi gerusan pada pilar namun tidak menyebabkan banjir di kanan kiri sungai. Dari hasil analisis hidrolika dengan mempertimbangkan kondisi tersebut maka direncanakan bendung dengan pusat pada jarak 15 meter dari hilir jembatan dan elevasi puncak +446,62 m dimana diperlukan bendung setinggi 2,5 m. Di hilir bendung dibuat peredam energi dengan kolam olak USBR Tipe III, dasar kolam olak diturunkan 1 meter dari elevasi sungai di hilir untuk menjaga tinggi loncatan hidrolik tidak melebihi kedalaman normal alirin di hilir bendung. Kata Kunci: debit banjir, aliran kritis, kolam olak, stabilitas
Optimalisasi Daerah Irigasi Bendung Baru Dengan Memanfaatkan Suplai Dari Waduk Tugu, Kabupaten Trenggalek Dengan Metode Analisis Kesetimbangan Air Dwi Yanti, Anggi Ayu; Pujiraharjo, Alwafi; Suharyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Tugu yang terletak di aliran Sungai Keser memiliki kapasitas 12 juta meter kubik dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk wilayah seluas 1.200 hektar. Namun, belum ada kajian yang memastikan apakah ketersediaan air waduk mencukupi untuk luas lahan irigasi yang direncanakan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis kebutuhan air irigasi Bendung Baru berdasarkan pola tanam tahunan, debit andalan dari Sungai Keser, keseimbangan air di Bendung Baru, dan kebutuhan suplai air dari Waduk Tugu untuk menutupi kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan suplai air dari Waduk Tugu untuk mengaliri daerah irigasi Bendung Baru di Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan metode keseimbangan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi di Bendung Baru untuk sawah adalah 2,11 lt/dt/ha dan 3,73 lt/dt/ha untuk intake. Debit andalan yang masuk ke Bendung Baru dari sungai-sungai terhubung mencapai 1,82 m³/det dengan debit andalan sebesar 1,10 lt/det. Analisis keseimbangan air pada lahan potensi kiri menunjukkan kebutuhan 331,36 lt/det, sedangkan lahan potensi kanan membutuhkan 401,78 lt/det. Kebutuhan suplai air untuk mencukupi kekurangan mencapai 1.257,24 lt/det, yang dapat dipenuhi dengan ketersediaan air setelah suplesi sebanyak 3.758,89 lt/det.
Implementation of Circular Economy Principles in Building Construction Waste Khiyana, A'izzatul; Suharyanto, Agus; Devia, Yatnanta Padma
ASTONJADRO Vol. 13 No. 1 (2024): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v13i1.14547

Abstract

Building projects often generate significant amounts of waste. This happens because the building projects mostly adopts a linear economic model of “take, make, dispose of”, using materials to the construction of buildings and disposing them at the end of life. This linear economic model only focuses on human activities because the disposal of materials ultimately does not become a sustainable practice in the future. For this reason, an alternative is needed in reducing and processing the construction waste by implementing circular economy principles. This study aims to identify type of construction waste in building project, provide recommendations for handling it with circular economy principles, and calculating the cost savings. The method that used in this study are field observation and interview for collecting data. The result showed that steel reinforcement, ready-mix concrete, light brick, ceramic, multiplex, spun pile, and anchor can be handled with circular economy principles are reduce, reuse, recycle, recovery, and repair. The cost savings from handled it in project A, B, and C are Rp. 68.252.490,65, Rp. 84.182.684,96, and Rp. 31.794.238,51, respectively.