Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Keterampilan Kader Posyandu dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita melalui APE (Alat Permainan Edukatif) Handayani, Dwining; Kusuma, Erik; Puspitasari, R.A Helda; Nastiti, Ayu Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17617

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan dan Perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda, yaitu tumbuh dan berkembang, dimana masa balita merupakan ”Golden Age Period” terutama di usia 0-2 tahun karena perkembangan otak telah mencapai 80%. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang telah dikelompokkan menjadi tiga yaitu Asah, Asih dan Asuh. Urgensi dari kegiatan ini yaitu mengoptimalkan peran kader posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat dalam meningkatkan tumbuh kembang balita. Keterampilan kader Posyandu di Kampung Pertanian dalam stimulasi tumbuh kembang balita dengan memanfaatkan permainan edukatif masih kurang, masyarakat merasa dimudahkan dengan game-game yang ada di gadged. Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan tumbuh kembang balita di kampung pertanian melalui penguatkan keterampilan kader posyadu melalui APE (Alat Permainan Edukatif). Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi deteksi dini tumbuh kembang dan membuat APE dari bahan bekas. Hasil yang capai dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stimulasi tumbuh kembang balita serta peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat serta memanfaatkan APE sebagai sarana stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu  kegiatan pengabdian masyarakat telah memberikan sumbangsih inovasi program dan intervensi yang tepat dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan komunitas dalam mengoptimalkan tumbuh kembang balita. Saran yang diberikan tetap menjalinnya kerjasama yang terprogram antara pihak desa dengan petugas kesehatan serta melakukan edukasi berkesinambungan baik di kepada kader kesehatan dan juga masyarakat. Kata Kunci: Tumbuh, Kembang, Balita  ABSTRACT Growth and Development are two different events, namely growth and development, where toddlerhood is the "Golden Age Period" especially at the age of 0-2 years because brain development has reached 80%. The basic needs of children to grow and develop have been grouped into three, namely Sharpening, Asih and Nurturing. The urgency of this activity is to optimize the role of posyandu cadres as the spearhead in the community in improving the growth and development of toddlers. The skills of Posyandu cadres in Agricultural Villages in stimulating the growth and development of toddlers by utilizing educational games are still lacking, the community feels facilitated by the games in gadged. This service aims to optimize the growth and development of toddlers in agricultural villages through strengthening the skills of posyadu cadres through APE (Educational Game Tools). The method used is a lecture and demonstration of early detection of growth and development and making APE from used materials. The results achieved from this service are an increase in public knowledge about stimulation of the growth and development of toddlers as well as an increase in the ability and skills of the community in making and utilizing APE as a means of stimulating children's growth and development. The conclusion in this community service is that community service activities have contributed to program innovations and appropriate interventions in improving the health of families and communities in optimizing the growth and development of toddlers. The advice given continues to establish programmatic cooperation between the village and health workers and carry out continuous education both to health cadres and the community. Keywords: Growth, Development, Toddlers
Dampak Edukasi PHBS terhadap Pencegahan ISPA pada Balita di Komunitas Pertanian Paraswati, Mareta Deka; Kusuma, Erik; Kurnianto, Syaifuddin; Widianto, Eko Prasetya; Wibowo, Suhendra Agung; Suroso, Heri
Journal of Health Management Research Vol 4 No 2 (2025): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/jhmr.v4i2.637

Abstract

Background: Acute Respiratory Infection (ARI) remains a leading cause of morbidity among children under five, particularly in agrarian areas characterized by exposure to kitchen smoke, limited ventilation, and agricultural activities that potentially increase ARI risk. Community health cadres for under-five children, as the front line of community empowerment, often have limited knowledge regarding the relationship between household environment and ARI prevention. Aims: To assess the effect of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB/PHBS) education on changes in the knowledge of child health cadres in preventing ARI among under-five children in agrarian areas. Methods: A pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted to evaluate the impact of a 90-minute CHLB education session. The intervention combined interactive lectures, discussions, and visual media. Knowledge was measured using a validated 15-item questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The mean knowledge score significantly increased from 6.20 ± 0.97 (pretest) to 12.97 ± 1.03 (posttest). Statistical analysis showed p = 0.000, indicating a significant difference. Before the intervention, 83.3% of cadres were in the low-knowledge category, whereas after the education, 90% achieved the high-knowledge category. Conclusion: CHLB education significantly improved the knowledge of child health cadres in preventing ARI among under-five children in agrarian areas. This approach proved to be effective and contextually relevant, with potential to serve as a model for cadre empowerment in ARI prevention.
Mitigasi Kesehatan Anak: Optimalisasi Air Bersih, Sanitasi, Nutrisi Mewujudkan Generasi Tangguh Bebas Stunting R. A. Helda Puspitasari; Ayu Dewi Nastiti; Dwining Handayani; Erik Kusuma
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.916

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan dimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat dikarenakan kekurangan gizi ataupun kekurangan akses kebersihan lingkungan pada anak. Kabupaten Pasuruan menempati urutan nomor 3 di Jawa Timur dengan prevalensi stunting 30,7% dan Desa Pager pada tahun 2024 menyumbang peningkatan prevalensi stunting sebesar 10%. Rendahnya penggunaan air bersih, sanitasi dan penyediaan nutrisi di area pertanian Desa Pager menjadi fokus pada pengabdian kali ini karena bakteri, virus, parasit yang tersebar melalui air yang terkontaminasi dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh anak. penyelesaian masalah yang diajukan adalah Pengembangan Desa Binaan (Probang Debi) yang akan diimplementasikan pada Mitra, yakni penekanan angka kejadian stunting melalui optimalisasi penggunaan air bersih, sanitasi dan nutrisi dalam mewujudkan generasi tangguh bebas stunting di area pertanian Desa Pager melalui program Mitigasi Kesehatan Anak. Program yang ditawarkan dalam kegiatan ini yaitu berupa pembentukan tim mitigasi, KIE dan juga kegiatan pelatihan. Dalam pelaksanaannya warga sangat antusias dan menerima kegiatan tersebut, dimana hal tersebut dapat dilihat dari keaktifan warga dalam mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan. Hasil evaluasi kegatan menunjukkan terdapat perubahan yang siginifikan dalam hal pengetahuan dan perilaku warga terkait dengan stunting dan cara pencegahannya.
PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST EPISIOTOMI DENGAN MENGGUNAKAN KOMPRES DINGIN DI KLINIK SAHARA KOTA PASURUAN: PAIN REDUCTION IN POST EPISIOTOMY PATIENTS USING COLD COMPRESS AT SAHARA CLINIC, PASURUAN CITY Nafi'a, Abidatun; Puspitasari, R.A Helda; Kurnianto, Syaifuddin; Kusuma, Erik
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.355

Abstract

Latar Belakang: Persalinan merupakan proses alami yang dihadapi oleh ibu hamil, di mana pengeluaran bayi dan plasenta dari rahim dapat menyebabkan tekanan pada jaringan perineum. Tindakan episiotomi dilakukan untuk mencegah robekan perineum yang lebih parah, namun dapat menimbulkan nyeri yang mempengaruhi kenyamanan ibu. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu post episiotomi dengan masalah nyeri serta menilai efektivitas kompres dingin dalam menurunkan nyeri setelah tindakan episiotomi. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada 20 orang ibu post episiotomi dengan menggunakan media leaflet yang berisikan informasi mengenai episiotomi dan penggunaan kompres dingin. Selain edukasi, dilakukan praktik langsung penggunaan kompres dingin sebagai intervensi. Hasil: Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebanyak 80% peserta mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan setelah intervensi. Selain itu, 85% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik terkait manajemen nyeri post episiotomi. Kesimpulan: Kompres dingin terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post episiotomi. Intervensi ini merupakan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk mendukung kenyamanan ibu selama masa pemulihan. Dengan penerapan kompres dingin dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan kualitas hidup ibu pascapersalinan. Abstract Background: Childbirth is a natural process faced by pregnant women, where the release of the baby and placenta from the uterus can cause pressure on the perineal tissue. Episiotomy is performed to prevent more severe perineal tears, but can cause pain that affects the mother's comfort. Objective: This community service aims to increase the knowledge of post-episiotomy mothers with pain problems and assess the effectiveness of cold compress in reducing pain after episiotomy. Method: This community service was carried out through a health education or counseling method to 20 post-episiotomy mothers using leaflets containing information about episiotomy and the use of cold compress. In addition to education, direct practice of using cold compresses as an intervention was carried out. Results: This community service showed that 80% of participants experienced a decrease in pain to the mild category after the intervention. In addition, 85% of participants showed a good increase in knowledge regarding post-episiotomy pain management. Conclusion: Cold compress have been proven effective in reducing pain intensity in post-episiotomy patients. This intervention is a safe and easy-to-implement non-pharmacological therapy alternative to support maternal comfort during recovery. The application of cold compress can help speed up the healing process and improve the quality of life of postpartum mothers.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DAN TERAPI PIJAT LAKTASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MENGURANGI PERMASALAHAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN MASTITIS DI KLINIK SAHARA KOTA PASURUAN : THE EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION AND LACTATION MASSAGE THERAPY IN INCREASING KNOWLEDGE AND REDUCING BREASTFEEDING PROBLEMS IS NOT EFFECTIVE IN MASTITIS PATIENTS AT THE SAHARA CLINIC IN PASURUAN CITY Zahroh, Anisatuz; Puspitasari, R. A Helda; Kurnianto, Syaifuddin; Kusuma, Erik
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.363

Abstract

Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah yang sering dialami oleh ibu postpartum dan dapat menyebabkan komplikasi seperti mastitis, yaitu peradangan pada jaringan payudara yang menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu postpartum tentang terapi pijat laktasi dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada pasien mastitis. Metode: Pengabdian dilaksanakan di Klinik Sahara Kota Pasuruan dengan sasaran 20 ibu postpartum yang mengalami menyusui tidak efektif, termasuk 5 orang dengan mastitis. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung terapi pijat laktasi. Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai terapi pijat laktasi, dengan tingkat pemahaman mencapai 80% setelah edukasi. Peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Pemberian edukasi yang tepat dan informasi yang akurat mengenai manfaat pijat laktasi terbukti meningkatkan pemahaman ibu dalam mengatasi kesulitan menyusui akibat mastitis. Kesimpulan: Terapi pijat laktasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu postpartum mengenai upaya mengatasi menyusui tidak efektif akibat mastitis. Pijat laktasi dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan bermanfaat dalam mendukung keberhasilan menyusui serta kesehatan ibu dan bayi. Abstract   Background: Ineffective breastfeeding is a common problem experienced by postpartum mothers and may lead to complications such as mastitis, which is an inflammation of breast tissue that causes pain and discomfort. Objective: This community service activity aimed to improve postpartum mothers’ knowledge about lactation massage therapy in overcoming ineffective breastfeeding among patients with mastitis. Methods: The activity was conducted at Sahara Clinic, Pasuruan City, involving 20 postpartum mothers who experienced ineffective breastfeeding, including 5 mothers diagnosed with mastitis. The implementation methods included lectures, discussions, and direct demonstrations of lactation massage techniques. Results: The results showed a significant improvement in mothers’ knowledge about lactation massage therapy, with the level of understanding reaching 80% after the educational session. Participants demonstrated enthusiasm and active participation throughout the activity. Providing accurate information and proper education about the benefits of lactation massage proved effective in increasing mothers’ understanding of how to overcome breastfeeding difficulties caused by mastitis. Conclusion: Lactation massage therapy is effective in improving postpartum mothers’ knowledge about efforts to overcome ineffective breastfeeding due to mastitis. It can serve as a safe and beneficial non-pharmacological alternative therapy to support successful breastfeeding and promote maternal and infant health.