Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kajian Pengelolaan Kawasan Mangrove Pesisir Selatan Kabupaten Bangkalan Berdasarkan UU No 1 Tahun 2014 Daniel Mohammad Rosyid; Sujantoko Sujantoko; Haryo Dwito Armono; Eko Budi Djatmiko; Wisnu Wardhana; Rudi Walujo Prastianto; Yeyes Mulyadi; Nani Kurniati; Maulinna Kusumo Wardhani
Sewagati Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.925 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v5i3.26

Abstract

Implementasi UU No 1 tahun 2014 dan UU No 23 tahun 2014 terlihat dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove berada di bawah kewenangan Provinsi Jawa Timur. Namun demikian, masyarakat pesisir selatan Kabupaten Bangkalan dapat memanfaatkan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Penerapan Perpres No 80 tahun 2019 dapat menjadi pendorong terbangunnya kawasan wisata di pesisir Kecamatan Modung melalui pemanfaatan sumberdaya alamnya. Pesisir Selatan Kabupaten Bangkalan berupaya membangun desa pesisir dengan zona-zona wisata. Perencanaan pengelolaan kawasan mangrove di pesisir selatan Kabupaten Bangkalan dalam revisi RTRW tahun 2020 ini diharapkan dapat dilakukan kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah propinsi sebagai bentuk implementasi UU No 1 tahun 2014 dan UU No 23 tahun 2014 dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Produksi Batik Motif Kelautan di Kampung Jetis Sidoarjo Sujantoko Sujantoko; Mahmud Mustain; Haryo Dwito Armono; Wahyudi; Murdjito; Sholihin; Muhammad Zikra; Nani Kurniati
Sewagati Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3098.129 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v5i3.27

Abstract

Motif Batik merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia yang diekspresikannya melalui kegiatan membatik. Setiap motif yang dibuat pada kain Batik memiliki nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Guna menumbuh-kembangkan motif Batik di Kampung Jetis Sidoarjo sebagai pusat kegiatan Batik tulis di Jawa Timur, perlu dijaga kelestariannya dengan cara menumbuhkan minat dan gairah pada generasi muda. Salah satu upaya adalah melalui pengenalan variasi Batik motif kelautan, mulai proses desain dan produksi Batik tersebut. Harapannya agar pengrajin dan masyarakat tetap menjadikan Batik sebagai produk unggulan dan warisan budaya Nusantara.
Edukasi Sistem Jaminan Halal dan Urgensinya Bagi Masyarakat Pesisir Penggerak Ekonomi Kreatif Mukhtasor; Hasan Ikhwani; Widi Agus Pratikto; Shade Rahmawati; Dendy Satrio; Sujantoko
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.877 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.227

Abstract

Dalam masyarakat konsumen Indonesia yang sebagian besar adalah Muslim, produk bersertifikat halal menjadi standar yang awam diminta oleh stakeholder, sebagai contoh: distributor produk, karena berkaitan dengan penerimaan publik. Sayangnya, produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan home industry pada umumnya masih belum memperhatikan pentingnya pemenuhan standar halal atau memiliki keterbatasan untuk mengakses informasi mengenai sertifikasi halal. Menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan meningkatankan kesadaran akan pentingnya kehalalan produk dengan memberikan wawasan dan edukasi mengenai sistem jaminan halal. Objek yang menjadi fokusan adalah masyarakat pesisir penggerak ekonomi kreatif atau home industry untuk daerah-daerah pesisir.
Upaya Peningkatan Variasi Motif Batik Tulis di Sentra Batik Jetis Sidoarjo Melalui Motif Batik Teknologi Kelautan Haryo Dwito Armono; Sujantoko; Rudi Waluyo Prastianto; Hasan Ikhwani; Wahyudi; Sholihin; Shade Rahmawati; Nani Kurniati
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.317 KB)

Abstract

Sentra Batik Jetis, Sidoarjo telah lama dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan Batik Tradisional di Jawa Timur. Sebagai salah satu pusat kegiatan batik di Jawa Timur, perkembangan Batik di Sidoarjo, terutama di Kampung Jetis perlu tetap dijaga dan dilestarikan. Sementara itu minat generasi muda di kampung tersebut terhadap kerajinan Batik Tulis Tradisional mulai memudar. Perlu dilakukan upaya-upaya untuk menumbuhkan minat dan gairah untuk melestarikan Batik Tulis tradisional di Kampung Batik Sidoarjo. Departemen Teknik Kelautan ITS, selama ini masih belum banyak dikenal masyarakat luas, untuk itu perlu upaya-upaya sosialisasi dengan cara inkonvensional. Salah catu upaya sosialisasi adalah dengan memperkenalkan melalui motif-motif Batik. Dalam kegiatan ini telah dihasilkan motif Batik bercirikan Teknik Kelautan yang dapat diproduksi lebih banyak dan digunakan untuk mempromosikan Teknik Kelautan ke masyarakat.
Peningkatan Keselamatan Kapal Niaga dengan Sistem Pemuatan Berbasis Komputer Murdjito; Sujantoko; Setyo Nugroho; Eko Budi Djatmiko; Mahmud Mustain; Wisnu Wardhana; Wahyudi; Eka Wahyu Ardi
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6433.005 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.495

Abstract

Peningkatan kualitas keamanan dan keselamatan pelayaran Kementerian Perhubungan telah mencanangkan zero accident dengan mengeluarkan standar yang terkait dengan teknologi kapal, kelengkapan peralatan keselamatan di kapal, dan sertifikasi awak kapal. Untuk menjamin keselamatan pelayaran, maka kapal harus dinyatakan laik laut jika ingin belayar. Walaupun demikian tingkat kecelakaan kapal di laut masih tinggi. Dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran untuk mengatasi tingginya angka kecelakaan fatal maka diperlukan sarana pendidikan kepelautan yang memadai. Peningkatan mutu pendidikan formal dan sosialisasi tentang keselamatan pelayaran perlu disosialisasikan lebih luas dan lebih baik. Kecelakaan kapal sering disebabkan oleh tidak dilakukannya penataan muatan yang sistematis dan tidak dilakukannya perhitungan stabilitas secara akurat. Dengan alat perencanaan muatan berbasis komputer, maka perhitungan stabilitas kapal yang akurat dan otomatis dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran arti pemuatan dan stabilitas kapal pada operasi muat kapal. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini adalah membuat prototipe materi pelatihan dan pendidikan keselamatan kapal secara sistematis dan terstruktur dengan perangkat lunak yakni iStow. Urgensi peningkatan keselamatan kapal sangat tinggi, mengingat kecelakan kapal sering kali bersifat fatal. Sehingga dapat mengganggu kehidupan sosial dan kegiatan perekonomian. Pemanfaatan teknologi tinggi akan dapat berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan kesejahteraan awak kapal.
Hydrodynamic Model Simulation at the Port of Tanjung Rhu Belitung Sujantoko Sujantoko; Pramudya Adhi Pangestu; Dony Saputra; B. P. Putra Ekianto; Hasanudin Hasanudin; Nani Kurniati; Rindi Kusumawardhani; Dody Hartanto
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i2.16660

Abstract

Ports around Belitung Island have an essential role in supporting inter-island shipping activities, which positively impact economic growth. So that predictions to find out the condition of the waters need to be made early to anticipate disruption to the ship's shipping lanes. This study's prediction of these waters was carried out with a hydrodynamic model. Model accuracy (calibration) compares model results with survey data. Based on several iterations, the tidal model and current velocity are obtained with an accuracy rate of 5% and 7%, respectively. These results indicate the model's relatively good level of accuracy because it is below 10%. The model results also found that current velocity and wave height are always higher during high tide conditions than during low tide. In addition, along the Tanjung Rhu shipping channel, the current speed at point A1 experiences a significant difference during high tide conditions, namely 0.285 m/s at high tide, 0.102 m/s at low tide, 0.072 m/s at low tide, and 0.033 m/s s when heading for high tide, because of the narrowing of the water area due to the crush of two landmasses. In addition, areas far from shipping lanes (A1 and A2) have the lowest wave height compared to areas close to shipping lanes (A3). Because the surrounding land slightly covers the two points (A1 and A2), the wave height is smaller than point A3 in more open waters.
Experimental Study of Wave Reflection on A-Jack Armor Unit on Seawall Structure Sujantoko Sujantoko; Pramudya Adhi Pangestu; Widi Agus Pratikto; Mahmud Mustain; Wahyudi Wahyudi; Hasan Ikhwani
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i2.16749

Abstract

In planning the construction of a seawall, it is necessary to consider several things, such as incoming waves, types of defensive units, and economic factors. So planning for the type and size of the armor unit used, it is expected that the structure will only experience minimal damage. In addition, there are other considerations, such as wave reflection by the structure. In the port area, a structure with low wave reflection is needed to keep the anchored pool calm. In this study, experimentally, the effect of the reflection coefficient on the seawall structure with the A-Jack armor unit was carried out. The experiment was held in a wave flume with regular waves with variations in height (0,10 – 0,175 cm) and periods (1,4 seconds and 1,6 seconds) of waves with three variations of a structural slope, namely 1:1, 1:1,5, and 1:2. The reflection coefficient analysis was carried out using the two-point methods which were recorded with a wave probe. Based on experiments, it is known that the steeper the slope of the structure will result in a more significant increase in reflection. To improve the accuracy of the spectral variations of the incident and reflected waves, it is necessary to record with three-wave probes because the two-wave probe method has several weaknesses and is prone to interference in analyzing the data obtained
Kajian Pengembangan Pesisir Kota Surabaya dengan Metode SWOT Sujantoko, Sujantoko; Pratikto, Widi Agus; Prastianto, Rudi Waluyo; Maulana, Muhammad Ilham; Rosari Dewi, Anggie vebriyanti; Adha, Izdhihar Amany; Analiyah, Dinda Febriani; Hardian, Muhammad Akbar; Anggara, Dicha Ridho
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 1, JULI 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i1.43166

Abstract

Surabaya merupakan kawasan pesisir yang diproyeksikan sebagai kawasan strategis untuk perkembangan berkelanjutan wilayah pesisir sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah kota Surabaya 2016-2021. Kawasan strategis wilayah pesisir yang berfungsi sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi, dan penyelamatan lingkungan hidup sebagai upaya optimalisasi pembangunan kawasan pesisir, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui pengembangan wilayah tersebut. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada wilayah pesisir Surabaya. Peneliti melakukan pendekatan kualitatif pada analisis dan bersifat study case yang diperlukan. Analisis pada kegiatan ini menggunakan metode SWOT. Hasil Analisis SWOT adalah hasil perbandingan faktor internal dan eksternal, analisis dilakukan dengan matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan matriks EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary). Berdasarkan analisa SWOT dapat ditunjukkan bahwa pengelolaan wilayah pesisir Kota Surabaya sesuai dengan rencana tata ruang yang sudah dibuat, namun dalam realisasi harus memperhatikan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang dinilai belum optimal, serta penanggulangan dampak dan perawatan lingkungan secara berkala sehingga ancaman pesisir dapat diminimalkan..
Optimalisasi Potensi Eco-Wisata Susur Sungai Kejawan Putih Tambak Kecamatan Mulyorejo Surabaya Timur Frestiqauli, Santi; Sujantoko, Sujantoko; Murdjito, Murdjito; Djatmiko , Eko Budi; Mustain, Mahmud; Dhanistha, Wimala Lalitya; Silvianita, Silvianita; Rahmawati, Shade
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2436

Abstract

Eco-wisata Susur Sungai Kejawan Putih Tambak terletak di kecamatan Mulyorejo, Surabaya Timur. Merupakan lokasi wisata alam yang menyediakan pengalaman menyusui sungai menggunakan sampan/perahu nelayan dengan menyugguhkan pemandangan mangrove hingga pemandangan jembatan Suramadu. Diresmikan pada Kamis, 27 Juli 2023 oleh walikota Surabaya Eri Cahyadi. Wisata susur sungai di kawasan Kejawan Putih Tambak menjadi salah satu pilihan wisata air di Kota Surabaya. Selain sebagai sarana wisata, tempat itu juga untuk menunjang perekonomian masyarakat, khususnya bagi para nelayan di Kejawan Putih Tambak. Menurut walikota Surabaya ketika terdapat susur sungai, secara otomatis sepanjang sungai itu harus terjaga kebersihan dan keindahannya. Namun, hingga pada saat ini (2025) wisata susur sungai masih sepi peminat. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, terutama pada infrastruktur penunjang. Oleh karena itu, dengan adanya pengabdian masyarakat ITS, optimalisasi potensi wisata susur sungai Kejawan Putih Tambak dilaksanakan untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur yaitu dengan melakukan pendampingan desain pengembangan dermaga baru dan menghasilkan peta wisata susur sungai. Program ini sebagai wujud keberlangsungan komunitas yang berdampak pada masyarakat, lingkungan darat dan perairan
A Comparative Analysis of the Stability of Open-Deck River Boats Using Righting Moment and GM0 Based Criteria Hasanudin, Hasanudin; Saputra, Aditya Dwi; Yulianto, Ardi Nugroho; Sujantoko, Sujantoko
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 22, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kapal.v22i2.70447

Abstract

The Musi River is an important transportation route in Indonesia, where traditional boats such as Jukungs and Keteks are widely used. Both are open-deck vessels, making stability a crucial factor for safety and operability. This study analyses and compares the stability of a Jukung and a Ketek in order to provide insights for safer traditional boat design. The methodology involves calculating the stability moment (MGZ) at a given heel angle and the heeling moment (MKR) due to turning and passenger distribution, based on Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) and the GM₀ value specified by International Maritime Organization (IMO). Numerical simulations based on hull geometry are also applied for a more detailed assessment. Although similar in size, the Jukung has greater displacement owing to its flat U-shaped hull extending from top to bottom. Reducing passenger loads lowers the centre of gravity and increases the height of the righting lever. Both boats satisfy stability criteria across loading cases; however, the Jukung consistently demonstrates higher MGZ values, which increases further as the load decreases. Findings show that both vessels remain stable with MGZ exceeding MKR. The Jukung maintains a positive GM₀ under all loading conditions, whereas the Ketek fails to meet stability requirements at higher loads but is acceptable at reduced passenger levels. Overall, the Jukung proves more stable and safer, with its hull form providing a larger righting lever and greater safety margin than the Ketek. This highlights the critical role of hull design in ensuring traditional boat safety along the Musi River.