Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Multi Representasi terhadap Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep IPA Siahaan, Kevin William Andri; Lumbangaol, Sudirman T. P; Marbun, Juliaster; Nainggolan, Ara Doni; Ritonga, Jatodung Muslim; Barus, David Patria
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.614

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mengetahui model pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing dengan multi representations terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa SMP Swasta Surya Pematangsiantar. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan post-test only control group design dengan melibatkan siswa kelas IX yang dipilih secara simple random sampling. Kelas eksperimen menggunakan pembelajaran inkuri terbimbing dengan multi representasi dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen tidak berbeda dengan siswa kelas kontrol, sementara penguasaan konsep IPA siswa kelas eksperimen berbeda dari siswa kelas kontrol, dan keterampilan proses sains siswa berkorelasi positif dengan penguasaan konsep IPA
Pelatihan Guru SMP Tentang Media Pembelajaran Matematika dan IPA Berbasis ICT Pada Kurikulum Merdeka Belajar Yoel Octobe Purba; Sudirman T.P. Lumbangaol
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v1i3.375

Abstract

This community service activity aims to improve the competency of junior high school mathematics teachers at UPTD SMP Negeri 1 Jorlanghataran in making ICT-based mathematics learning media that are in accordance with the independent learning curriculum. Making ICT-based mathematics learning media is an alternative that teachers must have to increase their competence. On the other hand, this activity can improve teacher skills in writing teaching materials using instructional media. The method used in this community service activity is a collaborative-participatory dialogic approach including socialization and in-house training (lectures, questions and answers, discussions) for delivering material, hands-on practice for making learning media. To ensure the sustainability of training results and to receive support in improving the quality of learning, participants were given the task of making learning media outside of training hours. The training participants in the community service program activities totaled 50 participants. The participants stated that this activity was very useful and a new experience. This community service activity could run smoothly, well and even for the next activity they asked to be included again.
Identifikasi Miskonsepsi Fisika Siswa Menggunakan Two Tier Diagnostic Test Sitinjak, Erni Kusrini; Marbun, Juliaster; Lumbangaol, Sudirman.T.P.; Panigrahi, Rashmi Ranjan
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 2 (2023): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i2.1092

Abstract

This study aims to determine the misconceptions of class X students on the concept of Temperature and Heat using a two-tier multiple choice diagnostic test at SMA Bersama Berastagi Private. This research is included in the descriptive qualitative research. The population in this study were students of class X MIA. The sample in this study were 68 people. Diagnostic test data were collected using a two-tier multiple choice to identify students' understanding of concepts into conceptual understanding, misconceptions, guessing and not understanding concepts. Based on the research results obtained from a two-tier multiple choice diagnostic test on students of class X MIA1 and X MIA3 SMA Bersama Berastagi Private High School, misconceptions were identified in each sub-concept of the concepts of Temperature and Heat. The sequence of sub-materials that identified misconceptions from those with the highest to the lowest proportions was as follows: black principle (77.94%) and the lowest misconception occurred in the heat sub-matter (4.41%).
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL SUMATERA UTARA Simarmata, Gayus; Pasaribu, Sunggul; Priyanti, Dwi; Siahaan, Anton Luvi; Simamora, Benjamin A; Hartati, Risma; Arisetya, Dian; Zulmawati, Zulmawati; Hutagalung, Insenalia Sampe Roly; Siahaan, Rina Devi Romauli; Lumbangaol, Sudirman TP.; Purba, Yoel Octobe; Siregar, Junifer; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32361

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan model pembelajaran yang terintegrasi dengan kearifan lokal Sumatera Utara. Pelatihan ini diikuti oleh 20 guru SMA HKBP Nommensen Pematangsiantar dan berlangsung selama lima hari di Pematangsianatr. Metode pelatihan meliputi workshop, diskusi kelompok, dan simulasi kelas yang menekankan pada penggunaan elemen budaya lokal seperti ulos, cerita rakyat, dan sejarah lokal dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi guru meningkat dari 60% pada pre-test menjadi 90% pada post-test, mencerminkan peningkatan sebesar 30%. Selain itu, 90% guru mulai mengimplementasikan kearifan lokal dalam pembelajaran sehari-hari setelah mengikuti pelatihan. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti kesulitan dalam memahami dan mengadaptasi kearifan lokal ke dalam kurikulum, serta keterbatasan waktu dan sumber daya masih dihadapi oleh para guru. Untuk memastikan keberlanjutan peningkatan kompetensi, direkomendasikan adanya pelatihan lanjutan, workshop berkala, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis kearifan lokal sangat efektif dan harus dipertimbangkan dalam kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta melestarikan budaya lokal.