Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strengthening Digital Literacy for Community-Based Marine Tourism Development on Untung Jawa Island, Thousand Islands Zulfikri; A. A. Ketut Budiastra; Ichwan; Danang Budi Setyawan; Mudayat; Ahmad Syaikhu
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1279

Abstract

Untung Jawa Island in the Thousand Islands has excellent potential for developing family-based marine tourism, including beaches, mangrove ecotourism, and fishing activities that are attractive to both local and international tourists. However, the low digital literacy of the community is a significant obstacle to optimizing tourism promotion and boosting the local economy. This condition leads to the community's dependence on external agents and limits the competitiveness of Untung Jawa Island as a tourist destination compared to other tourist islands in the Thousand Islands. Therefore, this Community Service activity aims to enhance the digital literacy capacity of tourism managers, fishermen, and local artisans through training on creating promotional content, utilizing social media, and managing sustainable family tourism packages. The implementation method uses a participatory approach, including coordination, training, mentoring, and evaluation stages. The activity intervention also includes the installation of eight fish aggregating devices (FADs) as family-friendly fishing spots and a means of restoring fish habitats degraded due to coral reef damage. The results of the activity show an improvement in participants' skills in creating digital content (photos, videos, and promotional narratives), the formation of a local creative group called Digital Ranger, and increased community involvement in online tourism promotion. In conclusion, the synergy between physical innovation through the development of marine tourism facilities and the strengthening of digital literacy can empower communities in managing tourism destinations. The novelty of this activity lies in the integration between the installation of artificial reefs as an ecotourism innovation and community-based digital literacy training, making Untung Jawa Island a model for developing competitive and sustainable coastal digital tourism villages.
Karakteristik Generasi Z Awal dalam Pembelajaran Sains Anak Usia Dini dan Pendekatan Pembelajaran yang Sesuai dengan Perkembangan Anak: Early Generation Z Characteristics in Early Childhood Science Learning and Developmentally Appropriate Instructional Approaches Ichwan; Ketut Budiastra
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/rcz09254

Abstract

Anak-anak Generasi Z awal memasuki pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan karakteristik pembelajaran yang berbeda yang dibentuk oleh paparan berkelanjutan terhadap media digital dan teknologi interaktif. Karakteristik ini menghadirkan peluang dan tantangan pedagogis untuk menumbuhkan literasi sains dini, khususnya terkait dengan perhatian yang terfragmentasi dan ketergantungan teknologi. Studi ini menggunakan tinjauan literatur sistematis kualitatif dari 30 studi internasional yang ditinjau sejawat yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2025 untuk mensintesis bukti yang muncul tentang ciri-ciri Generasi Z dan pengajaran sains yang sesuai dengan perkembangan. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran sains dini yang efektif paling baik didukung melalui penyelidikan terbimbing berbasis permainan, aktivitas STEM eksperimental, eksplorasi multimodal, dan penggunaan strategis alat digital sebagai kerangka kognitif daripada pengganti konten. Pendekatan instruksional yang menekankan pemodelan, pertanyaan, dan dialog reflektif ketika selaras dengan kesesuaian perkembangan sangat penting untuk memupuk penalaran ilmiah dini. Tinjauan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang lingkungan pembelajaran yang kaya sains yang responsif terhadap tuntutan era digital.
Literasi Digital Untuk Pengembangan Wisata Olahraga dan Wisata Bahari Berbasis Komunitas di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Zulfikri Zulfikri; A. A. Ketut Budiastra; Ichwan Ichwan; Danang Budi Setyawan; Mudayat Mudayat; Ahmad Syaikhu
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i2.128

Abstract

Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata olahraga berbasis keluarga, meliputi lapangan olahraga pantai, ekowisata mangrove, hingga aktivitas memancing dan surfing serta snorkeling yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, rendahnya literasi digital masyarakat menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan promosi wisata olahraga dan peningkatan ekonomi lokal. Kondisi ini menyebabkan ketergantungan masyarakat terhadap agen luar serta terbatasnya daya saing destinasi wisata olahraga pada Pulau Untung Jawa dibandingkan pulau-pulau wisata lainnya di Kepulauan Seribu. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital pengelola wisata olahraga, nelayan, dan pelatih lokal melalui pelatihan pembuatan konten promosi, pemanfaatan media sosial, serta pengelolaan paket wisata olahraga untuk keluarga yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, meliputi tahap koordinasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Intervensi kegiatan juga mencakup pemasangan delapan unit rumpon untuk memancing, selain itu spot memacu adrenalin, snorkeling, banana boat, padel berdiri yang ramah keluarga dengan keselamatan paling utama sekaligus sarana restorasi habitat ikan yang terdegradasi akibat kerusakan terumbu karang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam membuat konten digital olahraga yang menarik(foto, video, dan narasi promosi), terbentuknya kelompok kreatif lokal bernama Digital Ranger Sport, serta meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam promosi wisata daring. Kesimpulannya, sinergi antara inovasi fisik melalui pembangunan sarana wisata bahari dan penguatan literasi digital mampu memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola destinasi wisata olahraga keluarga dan wisata bahari. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada integrasi antara pemasangan rumpon sebagai inovasi ekowisata dan pelatihan literasi digital berbasis komunitas yang menjadikan Pulau Untung Jawa sebagai model pengembangan desa wisata olahraga berbasis digital pesisir yang berdaya saing dan berkelanjutan. Rekomendasi untuk pengabdian kedepan workshop pelatih surfing untuk meningkatkan keterampilan pengelola wisata.
Research Trends on the Use of Artificial Intelligence in Islamic Religious Education: A Systematic Review from 2021 to 2025 Ikhsan Ikhsan; Mudayat Mudayat; Ichwan Ichwan; Elpipres Niku
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v7i1.2214

Abstract

This study investigates research trends on the use of Artificial Intelligence (AI) in Islamic Religious Education (IRE) from 2021 to 2025. A systematic review methodology was employed following PRISMA 2020 guidelines, resulting in the inclusion of 34 peer-reviewed Scopus-indexed articles. The findings reveal that quantitative research approaches, particularly experimental and quasi-experimental designs, dominate the field. Higher education institutions serve as the primary research settings, while studies at the madrasah, Islamic boarding school (pesantren), and early childhood Islamic education levels remain underrepresented. The primary purposes of AI integration identified in the literature center on enhancing learning outcomes, personalizing instruction, and supporting assessment in educational contexts applicable to IRE. Most studies recommend broader AI adoption accompanied by strong ethical frameworks, teacher training, and institutional support recommendations directly relevant to the development of Islamic Religious Education learning environments. This review highlights a critical gap: very few studies explicitly contextualize AI integration within IRE settings, suggesting a significant opportunity for research that integrates Islamic values and pedagogical principles with AI-driven educational innovations. Findings provide a roadmap for Islamic education researchers, madrasah administrators, and IRE curriculum developers seeking to leverage AI responsibly and equitably