Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Evaluasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pasca Pemberian Vaksin Astrazenecca dan Vaksin Sinovac: Evaluation of Post-Immunization Advanced Events (AEFI) After Administration of Astrazenecca Vaccine and Sinovac Vaccine Dwi Rieswinda Rahma Fiola; Ira Purbosari; Asri Wido Mukti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i6.1448

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ialah penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh subtipe virus corona. Salah satu upaya pemerintah yaitu pengenalan vaksinasi sebagai sarana pencegahan dan pengendalian COVID-19. Adapaun jenis vaksin yang digunakan adalah Astra Zeneca, dan Sinovac Biotech Ltd. Pengembangan vaksin pada umumnya membutuhkan waktu selama 10-15 tahun namun dengan adanya kebutuhan akan vaksin yang mengharuskan untuk disediakan maka denagn waktu 15 bulan vaksin tersebut bisa tersedia. Namun dengan waktu yang cepat menimbulkan kekhawatiran yang signifikan terkait vaksin tersebut untuk penggunaan umum secara global, serta efek samping maupun kejadian ikutan biasa disebut dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Penelitian ini menggunakan metode penelitian obeservasional dengan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah semua warga Surabaya yang telah selesai divaksinasi tahap I maupun tahap I & II. Hasil pengamatan pada form KIPI dariDinas Kesehatan Kota Surabaya terdapat KIPI vaksin AstraZeneca yaitu nyeri pada bekas suntikan 37 %, demam 21%, menggigil atau meriang 16%, badan pegal 7%, mual atau muntah 6%. Untuk laporan KIPI vaksin Sinovac menunjukkan persentase nyeri pada bekas suntikan 17%, demam 33%, pusing 12%, kemerahan/bengkak pada bekas suntikan 11%, dan mengantuk 6%.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON ARISTATUS) TERHADAP CANDIDA ALBICANS Oktavian, Satria; Purbosari, Ira; Hardani, Prisma Trida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33989

Abstract

Jamur menjadi salah satu penyebab penyakit infeksi di negara-negara tropis terutama di negara Indonesia. Kandidiasis merupakan salah satu infeksi jamur genus candida yang berkembang di mulut, disebabkan oleh jamur Candida albicans. Salah satu Tanaman yang dapat digunakan sebagai antijamur adalah kumis kucing (Orthosiphon aristatus), kumis kucing (Orthosiphon aristatus) memiliki kandungan senyawa yaitu flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dan perbedaan daya hambat antijamur ekstrak etanol 70% dan 96% daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) terhadap Candida albicans. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode maserasi selama 3x24 jam dengan remaserasi 1x24 jam. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan metode kirby bauer menggunakan kertas cakram dan Potato Dextrose Agar (PDA) sebagai media. Hasil ekstraksi yang diperoleh dengan menggunakan pelarut etanol 70% dan 96% secara berturut-turut didapatkan ekstrak kental sebanyak 54,437gram dengan persentase rendemen sebesar 13,60% dan 51,526gram dengan persentase rendemen sebanyak 12,88%. Hasil uji aktivitas antijamur secara berturut-turut terjadi penghambatan lemah pada konsentrasi 10%, 25%, dan 50% pada ekstrak etanol 70% dan 96% daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) yaitu sebesar 3,28 mm, 2,59mm, 2,47mm dan 3,06mm, 2,48mm, 0mm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Two Way Anova dan diperoleh nilai sig sebesar 0,000, sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan signifkan antara jenis pelarut dan konsentrasi ekstrak terhadap aktivitas antijamur.
Validation of RP-HPLC Method for Determination of Curcumin Content Obtained from E-Commerce Dwi Framono, Indra; Hardani, Prisma Trida; Purbosari, Ira
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Volume 21, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i2.6162

Abstract

Among the curcuminoid compounds, curcumin is the dominant component and has promising hepatoprotective activity. Although the curcumin content in turmeric rhizomes varies, it is not less than 3.82%. The pharmacological effectiveness of curcumin is highly dependent on accurate and consistent dosage. Along with the rise of traditional medicine sales through e-commerce, determining curcumin levels is crucial to ensure product safety, efficacy, and quality. This study aims to measure the curcumin content in turmeric capsules obtained from e-commerce using the reversed-phase HPLC method with octadecylsilane stationary phase (C18), mobile phase HPLC grade methanol: 0.5% phosphoric acid (60:40), flow rate 0.8 ml/min with a wavelength of 425 nm. The validation parameters tested were selectivity, linearity, accuracy, precision, LOD and LOQ. The results showed that the reversed phase HPLC method has good selectivity with the same Rt value 2.624 and Rs ≥ 1.5 on curcumin standard obtained RS of 1.70 and 1.88 on the sample. The linearity test results obtained an R value of 0.9999 means that it meets the requirements of R > 0.99. The accuracy test with 80% addition is 96.141% ± 0.682, 100% addition is 94.081% ± 5.789 and 120% addition is 94.591% ± 5.723. In the repeatability test % RSD values obtained were 0.789%, 6.153%, and 5.500% respectively, which means that the %RSD < 8% is qualified. In the LOD and LOQ results obtained 0.917 µg/mL and 3.058 µg/mL. Validation of analytical methods in accordance with established requirements. The curcumin content produced in samples that have a BPOM license is higher at 12.757% ± 0.7177 than those that do not have a BPOM license which is 0.187633% ± 0.00583.
ANALISIS KADAR PB DAN CD PADA RIMPANG JAHE EMPRIT (ZINGIBER OFFICINALE VAR. AMARUM) Pramushinta, IAK; Purbosari, Ira; Ambarwati, Nadya; Sambada, Rahmaniyah Wulandari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39423

Abstract

Jahe emprit banyak digunakan sebagai bahan baku obat-obatan karena kandungan gizinya yang tinggi. Akibatnya, banyak dibudidayakan secara luas oleh masyarakat. Lingkungan pertumbuhan jahe emprit bervariasi seperti pada lingkungan terbuka dan lingkungan tertutup yang dapat mempengaruhi kualitas dari jahe emprit, sehingga membuatnya rentan terhadap kontaminasi logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar logam berat pada sampel rimpang jahe emprit untuk memastikan keamanannya. Metode uji yang dilakukan untuk mengetahui kadar logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) yaitu menggunakan instrumen Spektrofotometri UV-Vis dan analisis statistik, khususnya Uji Sampel Independen. Studi tersebut menemukan bahwa kandungan timbal (Pb) dalam jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan terbuka adalah 7,1751 ppm, sedangkan di lingkungan tertutup adalah 5,7570 ppm. Kandungan kadmium (Cd) pada jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan terbuka adalah 5,6411 ppm, sedangkan di lingkungan tertutup adalah 3.4888 ppm. Analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test mengungkapkan perbedaan yang signifikan dalam kadar timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan tertutup dibandingkan dengan yang dibudidayakan di lingkungan terbuka. Hal ini terbukti dari nilai signifikansi yang diperoleh untuk setiap logam berat (p < 0,05). Kesimpulannya, lingkungan budidaya secara signifikan mempengaruhi kadar timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dalam sampel jahe emprit. Kata kunci: Emprit Jahe, timbal (Pb), kadmium (Cd), Spektrofotometri UV-Vis.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON ARISTATUS) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira; Ambarwati, Nadya; Sari, Anita Dwi Prastika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40868

Abstract

Karies gigi merupakan masalah utama pada kesehatan gigi dan mulut yang terjadi akibat penumpukan plak pada permukaan gigi yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Perawatan bedah dan endodontik merupakan penanganan dini pada gigi yang terinfeksi, dilanjutkan dengan terapi antibiotik. Namun penggunaan antibiotik juga dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti reaksi hipersensitivitas, gangguan dermatologis dan alergi, sehingga dibutuhkan alternatif terapi tambahan untuk mecegah resistensi terhadap antibiotik seperti penggunaan obat herbal. Salah suatu tanaman herbal yang dapat digunakan  dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yaitu tanaman kumis kucing yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Dari permasalahan tersebut penelitian ingin mengetahui kemampuan daya hambat daun kumis kucing terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan perbandingan etanol 70% dan 96% dengan konsentrasi ekastrak daun kumis kucing sebesar 20%, 30%, 40%. Metode yang digunakan yaitu difusi cakram dengan kontrol positif berupa antibiotik eritromisin dan kontrol negatif etanol 70% dan 96%. Hasil uji Two-Way ANOVA pada ekstrak etanol 70% dan 96% daun kumis kucing didapatkan nilai sig. (p > 0.05) sebesar (0.173 > 0.05). Pada konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% diperoleh nilai signifikan (p > 0.05) yaitu (0.661 > 0.05). Setelah dilakukan pengujian disimpulkan tidak adanya perbedaan diameter zona hambat pada konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% daun kumis kucing yang digunakan juga tidak memiliki pengaruh terhadap aktivitas antibakteri.
SOSIALISASI JAMU SAINTIFIK UNTUK PANYAKIT DIABETES MELITUS Dewi perwito sari; Asti Rahayu; Ira Purbosari; Indra Dwi Framono; Fithri Farchah Frischah Sari
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 7 No 02 (2024): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol7.no02.a8064

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang memiliki indikasi peningkatan kadar glukosa darah. Selain mengobati diabetes dengan obat-obatan, banyak orang yang menggunakan bahan-bahan alami terutama tanaman untuk mengobati diabetes. Jamu Saintifik merupakan salah satu ramuan jamu yang secara ilmiah telah terbukti khasiatnya.  Jamu ini merupakan hasil riset dari B2P2TOOT (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional). Ramuan Jamu Saintifik Diabetes Melitus terdiri dari daun salam, herba sambiloto, kulit kayu manis, dan temulawak. Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari program penanganan penyakit tidak menular (PTM) jangka panjang yang bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan khususnya penyakit degeneratif DM tipe 2. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang jamu saintifik untuk penyakit diabetes melitus. Metode yang dilakukan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan menunjukkan dan menjelaskan secara ilmiah ramuan herbal penyakit DM tipe 2 kepada masyarakat Kampung Herbal Nginden Surabaya. Kemudian dilakukan simulasi pembuatan jamu saintifik yang disaksikan langsung oleh peserta, kemudian peserta diminta melakukannya sendiri di bawah pengawasan fasilitator. Berdasarkan hasil  kuesioner pre-test dan post-test kepada responden, didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sejumlah 26,19% pada responden kader Kampung Herbal Nginden Surabaya terkait jamu saintifik untuk penyakit diabetes melitus
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DAUN KUMIS KUCING TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Nia, Estevania; Purbosari, Ira; Mukti, Asri Wido
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32098

Abstract

Penyakit infeksi saluran kemih umumnya banyak disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Salah satu bahan alami  yang dapat dikembangkan sebagai alternatif antibakteri yaitu daun kumis kucing. Tujuan penelitian ini yaitu unturk merngertahuri konserntrasi erkstrak ertanol daurn kurmis kurcing (Orthosiphon aristaturs) yang paling optimal pada perrbandingan perlarurt ertanol 70% dan 96%  dalam mernghambat bakterri Erscherrichia coli dan urnturk merngertahuri daya hambat erkstrak ertanol daurn kurmis kurcing derngan perrbandingan perlarurt erkstrak ertanol 70% dan 96% daurn kurmis kurcing (Orthosiphon aristaturs) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada infeksi saluran kemih. Dilakukan penelitian eksperimental menggunakan metode uji difusi sumuran. Diperoleh hasil dan kesimpulan terdapat konserntrasi erkstrak ertanol daurn kurmis kurcing (Orthosiphon aristaturs) yang paling optimal pada perrbandingan perlarurt ertanol 70% dan 96% terrhadap perrturmburhan bakterri Erscherrichia coli diperrolerh pada hasil konserntrasi 100% erkstrak ertanol 70% daurn kurmis kurcing serbersar (12,73 ± 0,42 mm) derngan katergori daya hambat kurat serhingga dapat disimpurlkan bahwa sernyawa antibakterri yang berrsifat polar banyak terrtarik pada erkstrak ertanol 70% daurn kurmis kurcing dikarernakan mermiliki tingkat polaritas yang lerbih tinggi daripada erkstrak ertanol 96% daurn kurmis kurcing dan pada perrbandingan perlarurt dan konserntrasi erkstrak ertanol 70% dan 96% daurn kurmis kurcing dapat mermperngarurhi perrberdaan aktivitas antibakterri terrhadap bakterri Erscherrichia coli. Diturnjurkkan pada nilai P-valurer <0,05 serhinggga terrdapat perrberdaan signifikan aktivitas antibakterri pada perrbandingan erkstrak ertanol 70% dan 96% daurn kurmis kurcing terrhadap bakterri Erscherrichia coli.
PENGGUNAAN TERAPI BIFOSFONAT UNTUK PASIEN OSTEOPOROSIS DI RSUD R.T.NOTOPURO SIDOARJO Anggraini, Dini; Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32366

Abstract

Osteoporosis adalah jenis kelainan sistemik tulang yang disebabkan oleh massa tulang yang lemah sehingga mengakibatkan tulang rapuh dan meningkatkan resiko patah tulang. Masalah sebagian besar wanita dan pria usia lanjut adalah degenerasi sel-sel tulang yang menyebabkan terjadinya penurunan kepadatan tulang yang membuat tulang menjadi rawan terkena fraktur. Jika tidak ditangani dengan tepat pasien akan mengalami hambatan mobilitas dan nyeri sehingga penatalaksanaan osteoporosis yang tepat diperlukan untuk mencegah kerapuhan tulang lebih lanjut sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat osteoporosis golongan bifosfonat meliputi jenis, dosis, rute pemberian, dan lama pemberian obat. Metode pada penelitian ini dilakukan secara observasional dengan pengumpulan data yang didapat melalui rekam medis bersifat retrospektif dari bulan Januari-Desember 2023 dan di analisis secara deskriptif. Pada metode ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 31 pasien yang sesuai kriteria inklusi penelitian. Hasil yang diperoleh pada penelitian adalah pemberian obat osteoporosis golongan bifosfonat berupa risedronate dengan dosis 35mg/minggu selama 30 hari dengan rute pemberian oral. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa jenis pengobatan, dosis, rute pemberian, lama pemberian sudah sesuai dan tepat.
PROTON PUMP INHIBITOR SEBAGAI PROFILAKSIS STRESS ULCER PADA PASIEN BEDAH DIGESTIF DI RSUD R.T.NOTOPURO SIDOARJO Arsita Setyani, Endang Tri; Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37878

Abstract

Profilaksis stress ulcer diberikan pada pasien dengan kondisi kritis atau pada pasien pembedahan untuk mencegah perdarahan. Profilaksis stress ulcer yang digunakan salah satunya obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI). Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui pola penggunaan obat PPI sebagai profilaksis stress ulcer meliputi jenis obat, dosis obat dan lama pemberian. Metode penelitian dilakukan secara observasional dengan pengambilan data rekam medik retrospektif dari bulan Januari 2018 – Desember 2023 dan dianalisis secara deskriptif, di dapat 32 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian jenis obat yang digunakan sebagai profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif adalah monoterapi dengan obat omeprazole pada 28 pasien dan kombinasi berupa omeprazole dengan ranitidine pada 2 pasien. Dosis penggunaan profilaksis stress ulcer pasien bedah digestif yaitu omeprazole 2x40 mg/ml dan esomeprazole 1x40mg/ml. Lama pemberian profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif adalah kurang lebih 7 hari dan dapat dilanjutkan dalam dosis terapi. Dari penelitian ini disimpulkan pemberian profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif berdasarkan jenis, dosis dan lama pemberian sudah sesuai.
Studi Penggunaan Albumin pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di RSUD Sidoarjo: Drug Utilization Study of Albumin Use in Patients with Chronic Kidney Disease (CKD) at Sidoarjo Regional Hospital Bastari, Nadya Kirana Savira; Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2129

Abstract

In patients with Chronic Renal Failure (CKD), protein loss in urine results in albumin levels <2.5 g/dL, requiring albumin therapy. The purpose of this study was to assess the accuracy of albumin therapy in patients with CKD, including: albumin concentration, albumin dose, duration of administration, therapy outcome, and to determine the presence or absence of Drug Related Problems (DRPs). The research conducted refers to the time limited sampling method, descriptive analysis, using non-experimental observation, and relevant data collected through retrospective methods for the period 01 October-31 December 2022 at Sidoarjo Regional Hospital. In this study, there were 23 patients who met the inclusion criteria. Albumin used two types of concentrations, 20% and 25% (100 ml preparation) with a dose of 1×1 intravenous route (IV) drip and duration of administration <4 hours. Therapeutic outcomes that reached the target were 48% and did not reach the target 52%. The 4 DRPs analysed included: drug interaction, drug indication, dose appropriateness, and untreated indication. Of the 4 DRPs, 3 DRPs including: drug interactions, drug indications, and dose conformity were declared no DRPs and 1 DRPs in the category of untreated indications had DRPs. The results of the study showed that the use of  20% and 25% albumin in hypoalbuminemia CKD patients at Sidoarjo Regional Hospital was appropriate and could increase albumin levels in CKD patients. Keywords:          Albumin, Chronic Kidney Disease (CKD), Drug Utilization Study (DUS)   Abstrak Pada pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) kehilangan protein dalam urine mengakibatkan kadar albumin <2,5 g/dL, sehingga memerlukan terapi albumin. Tujuan penelitian ini menilai ketepatan terapi albumin pada pasien GGK, mencakup : konsentrasi albumin, dosis albumin, durasi pemberian, outcome terapi, dan untuk mengetahui ada atau tidaknya Drug Related Problems (DRPs). Penelitian yang dilakukan mengacu metode time limited sampling, dianalisis deskriptif, menggunakan observasi non-eksperimental, dan data 23 pasien yang memenuhi kriteria inklusidikumpulkan melalui metode retrospektif periode 01 Oktober-31 Desember 2022 di RSUD Sidoarjo. Albumin yang digunakan dua jenis konsentrasi, 20% dan 25% (sediaan 100 ml) dengan dosis 1x1 rute intravena (IV) drip dan durasi pemberian <4 jam. Outcome terapi yang mencapai target sebesar 48% dan tidak mencapai target 52%. Untuk 4 DRPs yang dianalisis, meliputi: interaksi obat, indikasi obat, kesesuaian dosis, dan indikasi yang tidak diobati. Dari keempat DRPs tersebut, terdapat 1 DRPs yang teridentifikasi yaitu tidak diobati. Hasil dari penelitian menunjukkan penggunaan albumin 20% dan 25% pada pasien GGK hipoalbuminemia di RSUD Sidoarjo sudah sesuai dan dapat meningkatkan kadar albumin pada pasien GGK. Kata Kunci:         Albumin, Gagal Ginjal Kronik (GGK), Studi Penggunaan Obat
Co-Authors , Fatmawati Adella Eka Berliyanti Agnis Pondineka Ria Aditama Amalia, Sri Hidayati Amanda Safirtri Sinulingga Amanda Safithri Sinulingga Andarwulan, Setiana Arsita Setyani, Endang Tri Asri Wido Mukti Asri Wido Mukti Asti Rahayu Asti Rahayu Asti Rahayu Astrid Kusuma Putri Aulia Mei Tsabitah Bastari, Nadya Kirana Savira Burhan Ma’arif Burhan Ma’arif Danang Prasetya Eka Saputra Denis Mery Mirza Dewi Perwito Sari Dewi Perwito Sari Dewi perwito sari Dian Viciennsia Sigalingging Dini Anggraini, Dini Dwi Framono, Indra Dwi Rieswinda Rahma Fiola Efendi, Mochammad Faisal Akhmal Muslikh Faqihuddin Faqihuddin Fatmawati Fatmawati Fithri Farchah Frischah Sari Framono, Indra Dwi Hardani, Prisma Trida Hening Laswati Putra Hidayatunnikmah, Nina IAK Pramushinta Indra Dwi Framono Indria Nuraini Indriani , Novamei Intan Ayu Kusuma Pramushinta Jamaluddin Sandhori, Fajar Kusuma Wardhany, Fara Lailatul Badriyah M. Nushron Ali Mukhtar M. Nusron ali Mukhtar Mangestuti Agil Marfuatin Nur, Fikria Maulidiyah, Zahro Al Mufidah, Rofikatul Muhamad Handoyo Sahumena Muhamad Handoyo Sahumena Muhammad Wahyono Wahyono Mukti, Asri Wido Mukti, Ria Andriani Mukti, Ria Andriani Nadya Ambarwati Nia, Estevania Oktavian, Satria Pramushinta, IAK Prasmita Dian Wijayanti Prasmita Dian Wijayati Prisma Trida Hardani Prisma Trida Hardani Prisma Trida Hardani Rahayu, Asti Rifqi Prasetyawan, Hanif Rika Alifianti Hafsah Rismawati Rizal Adi Saputra Robiatul Adawiyah Sambada, Rahmaniyah Wulandari Sari, Anita Dwi Prastika Sari, Dewi Perwito Setiana Andarwulan Sherly Sumarnita Yolanda Sinulingga, Amanda Safithri Suko Hardjono TATANG SOPANDI Tatang Sopandi Vibrianita Nidom, reviany Wahyudi Wahyudi Wido Mukti, Asri Yurika Sastyarina