Ni Nyoman Wetty Suliani
Unknown Affiliation

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

POLA KALIMAT BERITA UTAMA LAMPUNG POST EDISI JANUARI 2013 DAN IMPLIKASINYA Reni Sofiani; Ni Nyoman Wetty Suliani; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.475 KB)

Abstract

The problem in this research is how is the pattern of sentence of Lampung Post headlines in January 2013 edition. The objectives are to describe the pattern of sentences used and its implication toward Indonesian learning in SMP. This research used descriptive design. The source of data of this research were the headlines sentences pattern. The amount of data sources were seven copies by using purposive sampling techniques. The results show that the amount of obtainable sentences are 158. 2 sentences in pattern S-P, 22 in the pattern S-P-O, 17 sentences in the pattern S-P-Pel, 34 sentences in the pattern S-P-K, 12 sentences in pattern S-P-O-Pel, and 10 sentences in pattern S-P-O-K. Meanwhile, according to the result of finding, there are 61 sentences pattern. The study of variations of sentence patterns implicates toward the learning of the aspect of writing skill.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pola kalimat berita utama Lampung Post edisi Januari 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kalimat yang digunakan dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif. Sumber data penelitian ini pola kalimat dalam berita utama. Sumber data berjumlah tujuh eksemplar dengan penggunaan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat yang diperoleh berjumlah 158. Pola S-P berjumlah 2 kalimat, pola S-P-O berjumlah 22 kalimat , pola S-P-Pel berjumlah 17 kalimat , pola S-P-Ket berjumlah 34 kalimat , pola S-P-O-Pel berjumlah 12 kalimat, dan pola S-P-O-Ket berjumlah 10 kalimat . Sementara untuk pola kalimat berdasarkan hasil temuan peneliti berjumlah 61 kalimat. Kajian variasi pola kalimat berimplikasi terhadap materi pembelajaran dalam aspek keterampilan menulis.Kata kunci: berita utama, implikasi, lampung post, pola kalimat.
KEMAMPUAN MEMPARAFRASAKAN PUISI KE DALAM BENTUK PROSA BEBAS Indah Mayasari; Ni Nyoman Wetty Suliani; Edi Suyanto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.902 KB)

Abstract

The problem discussed in this research is how the ability paraphrasing poetry into prose free of students of grade X in SMA Negeri 1 Ambarawa school year 2012/2013. This study aimed to describe the level of ability paraphrasing poetry into prose free grade X. This reasearch uses descriptive method. The population of this research were 280 students’ distributed in 8 classes, 40 (15%) of them were randomly chosen to be taken as the research sampel. The data were collected by using the technique of writing test. Based on the research results, the ability paraphrasing poetry into prose free of students of grade X in SMA Negeri 1 Ambarawa quite well with the average 68%.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan memparafrasakan puisi ke dalam bentuk prosa bebas siswa kelas X SMA Negeri 1 Ambarawa tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan memparafrasakan puisi ke dalam bentuk prosa bebas siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Ambarawa yang berjumlah 280 siswa yang tersebar dalam 8 kelas. Sampel yang diambil dalam penelitian ini 15% dari jumlah siswa setiap kelas, sehingga jumlah sampelnya 40 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes tertulis. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan memparafrasakan puisi ke dalam bentuk prosa bebas siswa kelas X SMA Negeri 1 Ambarawa tergolong baik dengan rata-rata 68%.Kata kunci: kemampuan, memparafrasakan, puisi.
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA KARTU GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PANTUN SISWA KELAS XI Reshky Thofan; Iqbal Hilal; Ni Nyoman Wetty Suliani
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.906 KB)

Abstract

The purpose of this research was to examine the effectiveness of using picture card media to their ability in verse writing at XI class student of SMA Negeri 1 Bandar Lampung. This research method used experimental method, method in terms of pre-test and post-test done by the experiment group and the control group. The result of the research showed that average score ability in verse writing from experiment group in the pre-test was 94,83 and 96,8 in the post-test. On the other hand, the average score of student ability in verse writing of the control group was 94,7 for the pre-test and 96,23 for the post-test. This finding revealed that there was improvement in the experiment group about 1,97 and 1,53 in the control group.Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penggunaan media kartu gambar terhadap kemampuan menulis pantun siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bandar Lampung. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan dengan cara pretes dan postes oleh kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan menulis pantun kelompok eksperimen pada kegiatan pretes sebesar 94,83 dan pada kegiatan postes sebesar 96,8, sedangkan skor rata-rata kemampuan menulis dilakukan dengan cara pretes dan postes dalam kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol pantun kelompok kontrol pada kegiatan pretes sebesar 94,7 dan pada kegiatan postes 96,23. Temuan tersebut, sekaligus membuktikan bahwa sudah terjadi peningkatan pada kemampuan menulis pantun kelompok eksperimen sebesar 1,97 dan kelompok kontrol sebesar 1,53.Kata kunci: kelompok eksperimen, kelompok kontrol, kemampuan menulis pantun.
PENGGUNAAN RELASI KOHESI GRAMATIKAL DALAM CERPEN PERADILAN RAKYAT KARYA PUTU WIJAYA Yuli Yanti; Mulyanto Widodo; Ni Nyoman Wetty Suliani
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research is using relasi cohesi grammatical in short story Peradilan Rakyat by Putu Wijaya and the implication on learning Indonesian language at SMA. The objective of the research was to know the implication of Indonesian language using relasi cohesi grammatical in short story Peradilan Rakyat by Putu Wijaya at SMA. The menthod of collecting data was descriptive menthod which explain situation the object research was story Peradila Rakyat by Putu Wijaya. In collecting the data, the researcher used reading and writing technique. Based on result of research short story by Peradilan Rakyat by Putu Wijaya, the total sentence that using relasi cohesi grammatical was 193, after than analysed based on using clarification cohesi grammatical is that found 503. Using relasi cohesi grammatical is that found including reference, subsitution, ellipsis, and conjunction. Relasi cohesi grammatical can be material adding on learning in standard competence writing, using relasi cohesi grammatical can be applicated as alternative materi on learning of writing and paragraph.Key words : grammatical, reference, subsitution, ellipsis, conjunction
STRUKTUR KALIMAT DALAM TEKS ANEKDOT PADA SURAT KABAR TEMPO EDISI NOVEMBER 2014 Gita Andriana; Wini Tarmini; Ni Nyoman Wetty Suliani
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.801 KB)

Abstract

The problem in this research is how the sentence structure based on form and meaning in an anecdotes text in the Tempo newspaper edition on November 2014 and the implication in learning Indonesian language. The aim is to describe sentence structure based on anecdote text form, the meaning of anecdote text, and the implication in learning Indonesian language. This research uses qualitative descriptive method. Based on the data analysis result, it is found that 5 anecdote texts which the sentence structure is divided into two based on form and meaning. Based on form, there are simple sentence, compound sentence (equivalent and multilevel) and in complete sentence, where as based on the meaning, there are declarative, interogative, imperative, and exclamative sentence. Tempo newspaper especially those anecdotes text can be used as a source of learning, for example in teaching about sentence structure. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah struktur kalimat dalam teks anekdot pada surat kabar Tempo edisi November 2014 dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur kalimat berdasarkan bentuk pada teks anekdot, makna pada teks anekdot, dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 5 teks anekdot yang struktur kalimatnya dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan bentuk dan berdasarkan makna. Berdasarkan bentuk ada kalimat tunggal, kalimat majemuk (setara dan bertingkat), kalimat tak lengkap, sedangkan berdasarkan makna ada deklaratif, interogatif, imperatif, dan eksklamatif. Surat kabar Tempo terutama yang ada teks anekdotnya dapat dijadikan sumber belajar, contohnya dalam membelajarkan tentang struktur kalimatnya.Kata kunci: pembelajaran, struktur kalimat, teks anekdot.
PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS X DI MA AL-FATAH Yanti Jelita; Ni Nyoman Wetty Suliani; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem presented in this research is about a learning process of writing short stories of X class’ students at MA Al-Fatah Natar Lampung Selatan Academic Year 2012/2013. Based on those issues this research aims to describe the learning process that includes planning, implementation, and evaluation of learning to write short stories based on self-experience. The method used in this research is descriptive method. resources of this research is the activities of learning to write short stories in class X MA Al-Fatah Natar Lampung Selatan there will be observation activities on planning of the learning process, and evaluation of the learning. the techniques that is used in data collection of this research is observation of the teacher and students.data analysis techniques that are used in this research is the analysis of data flow models, which refers to the theory of Miles and Huberman which consist of three activities, they are data reduction, data display, and conclusion. The learning process of the short story writing of class X MA Al-Fatah are focused on: the planing of learning, implementation activities of writing, the teacher will use writing test techniques Kata kunci: evaluasi, pelaksanaan, perencanaan pembelajaran
PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS VII SMP GLOBAL MADANI Try Wahyuni; Ni Nyoman Wetty Suliani; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.178 KB)

Abstract

This study aimed to describe the planning, implementation, and assessment of learning to write short story. Method which is used in this research is descriptive qualitative. The results showed that the teacher have done three stages of learning there is learning plan (the identity of subjects, core competencies and basic competencies, indicators, learning objectives, learning materials, teaching methods, learning media, learning scenarios, and assessment), the implementation of learning (teacher activity and activities of students), and assessment of learning. Activities that teachers doing include three phases of activity, namely preliminary activities, core activities, and closing activities. At the core activity occurs student activity which includes activities to observe, such as the trying activity, reasoning activity, and the activity of communicating. The evaluation of learning outcomes teachers evaluation also fulfill criteria in accordance with the curriculum learning in 2013.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis cerita pendek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahap pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran (identitas mata pelajaran, kompetensi inti dan kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media belajar, skenario pembelajaran, dan penilaian), pelaksanaan pembelajaran (aktivitas guru dan aktivitas siswa), dan penilaian pembelajaran. Aktivitas yang dilakukan guru seperti tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan inti terjadi aktivitas siswa yang meliputi aktivitas mengamati, aktivitas menanya, aktivitas mencoba, aktivitas menalar, dan aktivitas mengomunikasikan. Kegiatan penilaian pembelajaran hasil penilaian yang telah dilaksanakan guru juga telah memenuhi kriteria penilaian pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013.Kata kunci: cerita pendek, perencanaan, penerapan penilaian.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 BANDAR LAMPUNG Moli Ridodo; Siti Samhati; Ni Nyoman Wetty Suliani
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.109 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the learning of writing exposition at the first grade of SMA Negeri 3 Bandar Lampung. The research used descriptive qualitative design. The result of the research showed that the teacher had done three steps in learning. They were: lesson planning, implementating, and assessing. In lesson planning, the teacher made the lesson plan by including components in 2013 curriculum. In the implementation of learning, there were two activities: teachers activities and students activities. The activities that were done by teacher including three activities: pre activities, while activity and post activity. The assessment that was done by teacher including affective assessment through observation technique, cognitive assessment through oral and written test, and psychomotor assessment through practice test.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis eksposisi pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran, guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan mencantumkan komponen-komponen RPP pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua aktivitas, yaitu aktivitas guru dan siswa. Aktivitas yang dilakukan oleh guru meliputi tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi sikap dengan teknik observasi, penilaian kompetensi pengetahuan dengan teknik tes tulis dan tes lisan, dan penilaian kompetensi keterampilan dengan teknik tes praktik.Kata kunci: eksposisi, menulis, pembelajaran.
KEMAMPUAN MERANGKUM CERITA MELALUI AUDIO PADA SISWA KELAS X MAN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Anggun Fitri; Ni Nyoman Wetty Suliani; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 9 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.948 KB)

Abstract

The purpose of this reseach was to describe the students ability in summarizing the story of Sangkuriang by audio. There are 5 terms of aspects include, the length of summary, the contents of the summary, diction, sentence effectiveness, and spelling. The method used in this research is descriptive method. The population in this research were students of class X MAN Pringsewu 2012/2013 with total 175 students. The sample in this research 20% of the total population there are 35 students. Data collecting techniques in this research is a test technique. Source of stories is Sangkuriang the folklore. The results of this study demonstrate the ability of students classified simply summarizes the everage value of 66,14. The results of the data aspect, a long summary 70,00%, the contents of the summary 62,86%, diction 62,14%, effectiveness of sentences 63,57%, and spilling 72,14%.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan merangkum cerita melalui audio. Ditinjau dari 5 aspek, yakni panjang rangkuman, isi ramgkuman, diksi, keefektifan kalimat, dan ejaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MAN Pringsewu tahun pelajaran 2012/2013 dengan total 175 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 20% dari jumlah populasi sehingga jumlah sampel 35 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik tes. Sumber cerita diambil dari cerita rakyat yakni Sangkuriang. Hasil penelitian ini menunjukan kemampuan merangkum cerita siswa tergolong cukup dengan nilai rata-rata 66,14. Hasil analisis data ditinjau dari masing-masing aspek, panjang rangkuman 70,00%, isi rangkuman 62,86%, diksi 62,14%, keefektifan kalimat 63,57% dan aspek ejaan 72,14%.Kata kunci: audio, kemampuan, merangkum.
UNSUR-UNSUR PARAGRAF PADA BERITA MAJALAH TEMPO DAN IMPLIKASINYA Nani Gustina; Nurlaksana Eko Rusminto; Ni Nyoman Wetty Suliani
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems in this researchis elements in paragraph on news of Tempo magazine 25-31 March 2013 edition and implication of the Indonesian language learning in SMA. The research aims to descripe the elements of a paragraph on the news magazines Tempo. The research method is descriptive qualitative. The data source in this research was a news on Tempo magazine. Data colleting method of this study is engineering documentation. Data analysis refers to a theory by Milles and Huberma, with three stages: (1) redution of data, (2) the represetation of the data, (3) draw conclusions/verivication. The result of the research showed that elements of a paragraph which contained in the news magazine Tempo are elements of transition, a topic sentence, an improves sentence and confirmative sentence. The implication of learning about the elements of paragraph contained on (SK) and (KD) in SMA the study of deductive and inductive paragraph distinguishing. Masalah dalam penelitian ini adalah unsur-unsur paragraf pada berita dalam majalah Tempo edisi 25-31 Maret 2013 dan implikasi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur paragraf pada berita dalam majalah Tempo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah berita dalam majalah Tempo. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, dengan tiga tahapan yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur paragraf yang terdapat dalam berita majalah Tempo yaitu unsur transisi, kalimat topik, kalimat pengembang, dan kalimat penegas. Implikasi pembelajaran mengenai unsur-unsur paragraf tertuang pada (SK) dan (KD) SMA, yaitu pembelajaran membedakan paragraf deduktif dan induktif.Kata kunci: kalimat penegas, kalimat pengembang, kalimat topik, transisi