Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Teknologika

The Presence technology system of textile production worker in pandemic context with hybrid model TAM-AHP Hendi Iskandar; Dian Noor Hayati; Rikzan Bachrul Ulum; Darmawan Yudhanegara
Jurnal Teknologika Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.836 KB) | DOI: 10.51132/teknologika.v11i1.99

Abstract

Production activities in the context of a pandemic are hampered by the spread of the corona virus, while the company's business must continue to run. The company that is being studied in this research is a textile company in the production sector. The results of this study were carried out by selecting the type of technology according to the company's conditions heuristically. The available technology variants in the market can be various types of technology, the more innovative and cheaper they are, but not all of them get optimal results according to the required conditions. The method used is hybrid model are technology acceptance model and analytical hierachy process. The results of the research obtained that the technology system needed is composed of several criteria, namely the detection of employees every arrival, data early detection of body temperature that can reject or accept employees into the production room, technology that is in accordance with the health and comfort of production employees in ergonomic standards, has a low price according to the company budget, and maintenance technology is easier to use with scoring 0,4050. All of these criteria are based on company needs according to field conditions and company policies in consistency ratio on value 0,0625.
Analisis Pengaruh Penggunaan Cangkang Telur Bebek Ras Petelur Sebagai Filler Pada Campuran Aspal Beton Yonas Prima Arga Rumbyarso; Rikzan Bachrul Ulum
Jurnal Teknologika Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.112 KB)

Abstract

Abstrak : Perkerasan jalan yang baik adalah perkerasan jalan yang mampu menahan beban lalu lintas. Perkerasan jalan yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah lapisan aspal beton atau Laston (AC atau Asphalt Concrete). Lapisan aspal beton banyak digunakan karena jenis perkerasan ini memiliki nilai stabilitas dan fleksibilitas yang baik. Lapis aspal beton merupakan suatu konstruksi perkerasan jalan yang mencampurkan aspal, agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler). Keberadaan cangkang telur bebek ras petelur yang melimpah belum dimanfaatkan dengan baik. Berbagai penelitian dengan menambahkan bahan tambah untuk meningkatkan nilai stabilitas telah banyak dilakukan, salah satunya dengan menambahkan cangkang telur bebek ras petelur dalam campuran aspal beton. Penelitian ini mengunakan metode Marshall dengan meninjau pengaruh cangkang telur bebek ras petelur terhadap nilai stabilitas, kelelehan (flow), VFA (Voids Filled Asphalt), VIM (Voids In Mix), dan VMA (Void Mineral Agregate). Dari hasil pengujian stabilitas didapat bahwa penggunaan filler cangkang telur bebek ras petelur lebih besar daripada penggunaan filler semen. Untuk pengujian flow nilai semua persentase masuk dalam spesifikasi yaitu minimal 3mm. Untuk nilai stabilitas Marshall Quontient didapat bahwa semakin banyak penambahan cangkang telur bebek ras petelur pada filler maka nilai MQ semakin tinggi. Nilai VIM yang didapat melebihi nilai VIM minimal 2,5%. Sedangkan untuk nilai VMA didapatkan yaitu berbanding lurus dimana semakin banyak persentase cangkang telur bebek ras petelur makan rongga didalam campuran aspal semakin besar. Untuk nilai VFA menunjukkan antara kadar aspal terhadap campuran dengan % rongga terisi aspal campuran tersebut masuk spesifikasi standar campuran aspal beton AC-WC dimana nilai VFA minimal 65%.
PENJADWALAN PROYEK MINI MARKET DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) DAN PERT DI PT INDOMARCO PRISMATAMA Tarman; Rikzan Bachrul Ulum; Gumilar Ramdhan
Jurnal Teknologika Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.48 KB)

Abstract

Penjadwalan proyek sebagai alat untuk menentukan kapan mulai dan selesainya kegiatan-kegiatan proyek. Penjadwalan pada proyek, secara umum terdiri dari penjadwalan waktu, tenaga kerja, material, peralatan dan anggaran. Teknik yang digunakan para manajer proyek untuk memprioritaskan aktivitas proyek. Metode CPM bisa membantu mereka menemukan tenggat waktu yang penting agar bisa dipastikan tugas tersebut selesai tepat waktu. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam penjadwalan pembangunan sebuah minimarket yang sudah memiliki penjadwalan waktu oleh departemen proyek untuk mengetahui durasi waktu pelaksanaannya. Dengan metode PERT didapatkan tambahan waktu dikarenakan adanya jam kerja tambahan (lembur) dari asumsi perhitungan metode CPM terlebih dahulu. Perhitungan waktu yang diinginkan untuk pembangunan proyek minimarket dikarenakan target dari perusahaan, bahwa pembangunan toko baru harus selesai terlebih dahulu sebelum toko lama ditutup, dimaksudkan untuk mengejar jatuh tempo masa kontrak toko lama berakhir. Durasi waktu normal pembangunan proyek minimarket selama 23 minggu dengan anggaran Rp.742.704.911,-. Setelah percepatan, durasi proyek tersebut menjadi 17 minggu dengan perhitungan anggaran yang bertambah menjadi Rp. 825.124.139,-.
Penetapan Key Performance Indicators Menggunakan Metode Performance Prism (Studi Kasus Program Studi Teknik Industri Universitas Krisnadwipayana) Rikzan Bachrul Ulum; Yonas Prima Arga Rumbyarso
Jurnal Teknologika Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v12iNo 2.240

Abstract

Pada saat ini pengukuran kinerja perusahaan di seluruh dunia menggunakan Key Performance Indicators. Salah satu diantaranya adalah pada Program Studi Teknik Industri Universitas Krisnadwipayana yang terus berupaya melakukan perbaikan kinerja untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan yang sesuai dengan visi dan misi program studi tersebut. Metode Performance Prism dipilih karena dapat mewakili kebutuhan terkait dengan penilaian kinerja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memilih KPI sebagai salah satu syarat penunjang utama dari pengukuran kinerja. Proses pembobotan perspektif dan indikator utama penyusun tabel KPI menggunakan analytical hierarchy processes. Penelitian ini menghasilkan sebanyak 15 KPI bagi Program Studi Teknik Industri Universitas Krisnadwipayana.
RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DALAM MENGANALISIS PADA PRECISION AIR CONDITIONING (PAC) DI PT XYZ Rikzan Bachrul Ulum; Tarman; Herry Firmansyah; Rizky Fajar Ramdhani
Jurnal Teknologika Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v13i1.239

Abstract

Kelancaran proses bisnis perusahaan sangat dipengaruhi oleh alat-alat produksi utama maupun alat-alat pendukung produksi yang handal, hal ini juga berlaku pada PT XYZ yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada jasa komunikasi. Salah satu bagian yang paling penting dari proses penyediaan jasa komunikasi tersebut adalah Precission Air Conditioning (PAC), yang memiliki fungsi untuk menjaga suhu server rack berada pada suhu optimal untuk bekerja, unit PAC bekerja selama 24 jam setiap harinya. Kegagalan pada unit PAC dapat mengakibatkan terganggunya server rack sehingga proses penyediaan jasa komunikasi dapat terhenti. Maka untuk menghindari terjadinya kegagalan tersebut, diperlukan usaha-usaha perawatan yang dilakukan oleh perusahaan. Salah satunya adalah dengan menerapkan Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk menerapkan sistem perawatan prediktif pada unit PAC dengan mencari komponen-komponen kritis dari PAC dan interval perawatannya. Dari hasil analisis RCM yang telah dilalukan, dapat diketahui terdapat 4 komponen yang memiliki risk priority number paling besar, komponen tersebut adalah fan dengan nilai RPN 576, compressor dengan nilai RPN 471, electric heater dengan nilai RPN 386 dan thermal expansion valve dengan nilai RPN 248. Untuk komponen fan, interval perawatan suku cadang v-belt adalah 155 hari dan bearing blade unit adalah 252 hari, sedangkan pada komponen compressor, interval perawatan untuk suku cadang sensor switch adalah 78 hari dan pelumas 42 hari, kemudian pada komponen electric heater, interval perawatan suku cadang komponen sensor temperatur adalah 182 hari dan sensor air flow 351 hari.
Analisis Line Balancing Menggunakan Metode Ranked Position Weight Pada Body Wuling Air Ev Abdullah, Kukuh Abdullah; Rizky Fajar Ramdhani; Rikzan Bachrul Ulum; Haris SAndi Yuda
Jurnal Teknologika Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v14i1.303

Abstract

ABSTRAKDalam membangun lini produksi baru pada suatu proses manufaktur harapan utama pada lini produksi tersebut adalah mampu membuat produk yang efektif dan efisien.Hal ini diterapkan pada system produksi pada PT SGMW Motor Indonesia pada lini produksi baru pada perakitan mobil lsitrik. Salah satu metode yang dilakukan dalam menganalisis efisiensi lini produksi tersebut adalah menganalisis dari segi keseimbangan lintasan (line balancing) yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi stasiun kerja, kondisi keseimbangan lintasan dan nilai smoothing index. Hal ini dilakukan agar tidak ada pemborosan proses pada lini produksi tersebut sehingga dari manajemen tidak ada biaya operasional produksi yang terbuang. Metode line balancing yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line balancing ranked position weight yaitu proses pengidentifikasi kegagalan pada dalam suatu proses produksi dengan menentukan bobot – bobot pada elemen kerja proses produksi tersebut.