Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

QUALITY OF HAND SOAP WITH ADDITION KITOLOD LEAF EXTRACT (Isotoma longiflora (L.) C. Presi.): KUALITAS SEDIAAN SABUN CUCI TANGAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora (L.) C. Presi.) Romdani, Nurul Azila; Multazam; Mustariani, Baiq Ayu Aprilia
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 6 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v6i1.8879

Abstract

Menggunakan sabun cuci tangan adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit karena bakteri. Daun kitolod dipercaya mengandung antiseptik alami sebagai zat aktif yang memiliki khasiat antibakteri. Kandungan alkaloid, flavonoid dan saponin pada ekstrak daun kitolod dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sabun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kitolod terhadap kualitas sabun cuci tangan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Uji kualitas sediaan sabun cuci tangan yaitu organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa. Sampel daun kitolod diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak daun kitolod mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Hasil uji kualitas organoleptik tertinggi terdapat pada F0 dengan besaran 3,6; 3,85; dan 4 untuk masing-masing uji warna, uji aroma dan tekstur. Berdasarkan uji homogenitas, semua formulasi mengalami homogen, pH tertinggi didapatkan pada F0 yaitu 9,75, uji busa tertinggi didapat pada F3 sebesar 86,12%, viskositas tertinggi didapat pada F0 dengan nilai 16,071 cPs. Kualitas sabun yang didapatkan sudah sesuai dengan standar SNI kecuali pada uji viskositas. Adapun hasil yang didapatkan menunjukkan adanya pengaruh dari konsentrasi ekstrak daun kitolod terhadap kualitas sabun cuci tangan.
Studi Pembuatan Bioplastik dari Pati Tapioka dengan Pektin Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) dan Karagenan Baiq Ayu Aprilia Mustariani; Sulistiyana Sulistiyana; Putri Riska Fauziah; Miftahur Roifah
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 21, No 1 (2025): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.21.1.94003.121-129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat bioplastik berbasis pati tapioka dengan penambahan pektin dari limbah kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan karagenan. Penambahan kedua bahan tersebut untuk meningkatkan sifat fisika dan kimia bioplastik, termasuk ketebalan, opasitas, dan densitas. Uji ketebalan menunjukkan variasi antara 0,076 hingga 0,097 mm, dengan formulasi F2 yaitu bioplastik dengan variasi perbandingan karagenan 0,7 g dan pektin kulit buah naga 0,3 g memiliki ketebalan tertinggi. Pengujian opasitas memperlihatkan bahwa penambahan pektin cenderung meningkatkan opasitas, sementara karagenan menurunkannya. Nilai opasitas berkisar antara 3,020 hingga 5,976 mm⁻¹, dengan F0 memiliki nilai tertinggi. Densitas bioplastik berkisar antara 1,345 hingga 1,897 g/cm³, di mana formulasi F2 juga menunjukkan densitas tertinggi. Perolehan analisis statistik dari pengujian ANOVA bersamaan dengan Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa penambahan pektin dan karagenan memiliki pengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap ketiga parameter tersebut. Penelitian ini menampakkan bahwa kombinasi pektin dan karagenan efektif dalam memperbaiki sifat fisik dan optik bioplastik, menjadikannya kandidat yang potensial untuk aplikasi kemasan berkelanjutan.Study on the Production of Bioplastic from Tapioca Starch with Dragon Fruit Peel Pectin (Hylocereus polyrhizus) and Carrageenan. This study aims to synthesize tapioca starch-based bioplastics by adding pectin from dragon fruit (Hylocereus polyrhizus), peel waste, and carrageenan. Adding both materials to improve bioplastics' physical and chemical properties, including thickness, opacity, and density. The thickness test showed a variation between 0.076 to 0.097 mm, with formulation F2 namely bioplastic with a variation in the ratio of carrageenan 0.7 g and dragon fruit skin pectin 0.3 g having the highest thickness. The opacity test showed that adding pectin tended to increase opacity, while carrageenan decreased it. The opacity values ranged from 3.020 to 5.976 mm⁻¹, with F0 having the highest value. The density of bioplastics ranged from 1.345 to 1.897 g/cm³, where formulation F2 also showed the highest density. The statistical analysis results using the ANOVA and Kruskal-Wallis tests showed that adding pectin and carrageenan significantly (p < 0.05) affected the three parameters. This study shows that the combination of pectin and carrageenan effectively improves the physical and optical properties of bioplastics, making them potential candidates for sustainable packaging applications.
Phytochemical Screening of Bioactive Compounds and Antioxidant Activity of Different Extracts From the Fruits and Barks of Ficus racemosa Suryani, Novia; Damalianti, Yulia; Hidayanti, Baiq Rauhil; Mustariani, Baiq Ayu Aprilia; Dewi, Yuli Kusuma
Jurnal Kimia Riset Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v10i1.72078

Abstract

Ficus racemosa, also known as the fig plant, is renowned for its diverse medicinal properties. In light of this, our research aims to study the phytochemical compounds present in several extracts of fruits and barks of Ficus racemosa, as well as the antioxidant activity explored in the gradual solvent polarities (methanol, ethyl acetate, and hexane). The dried fruit and bark of Ficus racemosa were utilized, and extraction was obtained through successive extraction at room temperature following the cold maceration technique. Preliminary phytochemical screening of fruit and bark extracts revealed the presence of alkaloids, flavonoids, and tannins. The extracts were subjected to antioxidant activities by the 2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl (DPPH) assay. Antioxidant capacity revealed the IC50 value of the methanol and ethyl acetate fruit extract of Ficus racemosa, which offered a strong capacity of 67.114 μg/mL and 69.149 μg/mL. These results indicate that the crude extract from Ficus racemosa fruit could serve as a candidate for a natural antioxidant against free radicals.
Kontekstualisasi Pembelajaran Ipa Melalui Ekowisata Mangrove Pantai Cemara Lombok: Tinjauan Ontologis, Epistemologis, Dan Aksiologis Raehanah; Taufik, Muhammad; Mustariani, Baiq Ayu Aprilia; Ahmadi; Idrus, Agil Al
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13132

Abstract

Tantangan pendidikan sains Abad 21 menuntut pembelajaran yang kontekstual, relevan secara ekologis, dan mampu membangun literasi ilmiah serta kepedulian terhadap keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran IPA melalui kegiatan ekowisata mangrove di Pantai Cemara, Lombok, dengan meninjau aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis untuk melihat relevansinya terhadap penguatan pendidikan sains masa kini. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan potensi lokal ekosistem mangrove sebagai sumber belajar IPA; (2) menjelaskan proses konstruksi pengetahuan peserta didik melalui pengalaman empiris dan aktivitas ilmiah; serta (3) mengungkap nilai, sikap, dan orientasi keberlanjutan yang terbentuk melalui kegiatan pembelajaran berbasis ekowisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek peserta didik yang terlibat dalam kegiatan lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, ekosistem mangrove menyediakan objek nyata yang merepresentasikan konsep-konsep ekologi pesisir dan dapat dijadikan laboratorium alam bagi pembelajaran IPA. Secara epistemologis, peserta didik membangun pengetahuan melalui kegiatan penyelidikan ilmiah, pengamatan langsung, dan refleksi kritis. Secara aksiologis, kegiatan ekowisata mangrove menumbuhkan eco-literacy, kesadaran keberlanjutan, dan tanggung jawab ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran IPA berbasis potensi lokal dan ekowisata mendukung prinsip Education for Sustainable Development (ESD) serta memperkuat pembelajaran kontekstual yang bermakna bagi peserta didik.
Potent Antioxidant Activity of Renggak (Amomum dealbatum Roxb.) Fruit and Its Antibacterial Effect Against Klebsiella pneumoniae Mustariani, Baiq Ayu Aprilia; Dewi, Yuli Kusuma; Raohani; Sulistiyana
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i6.18926

Abstract

This study investigates the antioxidant and antibacterial activities of ethanolic extracts of renggak fruit (Amomum dealbatum Roxb.), an edible plant traditionally consumed in Lombok, Indonesia. The novelty of this research lies in the evaluation of fruit extracts of A. dealbatum, which have been rarely studied compared to other plant parts, particularly in relation to antioxidant potency and antibacterial activity against Klebsiella pneumoniae, a clinically relevant pathogen associated with severe pneumonia and antibiotic resistance. Extraction was carried out using a maceration method with 96% ethanol under controlled temperature and duration to preserve thermolabile compounds. Phytochemical screening revealed the presence of flavonoids, tannins, and terpenoids. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH radical scavenging assay, yielding an IC₅₀ value of 10.33 ppm, indicating very strong antioxidant activity compared to other reported Amomum species. Antibacterial activity was assessed using the agar well diffusion method at extract concentrations of 20–100%, showing moderate inhibitory effects against K. pneumoniae with inhibition zones ranging from 7.34 to 9.48 mm. These findings highlight renggak fruit as a promising natural source of antioxidant and antibacterial agents, supporting their potential application as functional food ingredients or natural therapeutics.