Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SOSIALISASI 3 DOSA BESAR DALAM DUNIA PENDIDIKAN SDN 2 NALU Saugadi Saugadi; Indri Indri; Amelia Amelia; Arpiani Arpiani; Sriyanti J. Jadad
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i4.1140

Abstract

Tiga dosa besar dalam dunia pendidikan dasar, yaitu perundungan, intoleransi, dan kekerasan, telah menjadi isu krusial yang mempengaruhi perkembangan karakter dan kualitas pendidikan siswa. Perundungan di sekolah dasar dapat mengakibatkan dampak psikologis yang serius bagi korban, mengganggu proses belajar, dan menciptakan lingkungan yang tidak aman. Intoleransi, yang sering kali muncul dalam bentuk diskriminasi dan prasangka, menghambat pembentukan sikap saling menghargai di antara siswa. Sementara itu, kekerasan, baik fisik maupun verbal, tidak hanya merusak hubungan antar siswa tetapi juga menciptakan atmosfer yang tidak kondusif untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab, dampak, dan strategi pencegahan terhadap tiga dosa besar tersebut dalam konteks pendidikan dasar. Melalui pendekatan yang melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter positif siswa. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi kebijakan pendidikan dan praktik di sekolah dasar untuk mengatasi dan mencegah tiga dosa besar dalam pendidikan
MENINGKATKAN LITERASI ANAK MELALUI BIMBINGAN BELAJAR (BIMBEL) MEMBACA PADA TINGKAT SD DI DESA MALOMBA Dela Maulana; Dini Fitriani; Ni kadek Sri Andini; Saugadi Saugadi
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i3.1229

Abstract

Literasi merupakan aspek fundamental dalam pendidikan karena berperan penting dalam mengembangkan kemampuan serta pemahaman masyarakat dalam membaca dan menginterpretasikan informasi, baik dalam bentuk teks maupun angka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu anak-anak di desa agar mampu memahami konsep literasi secara lebih baik. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam membaca serta menyelesaikan soal berhitung dengan tepat. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program ini. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, bertepatan dengan masa pengabdian mahasiswa di desa. Sasaran utama program adalah anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar lokasi pengabdian. Metode pelaksanaan mencakup pembelajaran secara langsung yang dipadukan dengan kegiatan sosialisasi serta pelatihan sesuai kebutuhan belajar anak. Program ini melibatkan mahasiswa dari empat program studi di bidang pendidikan, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Matematika. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak-anak dalam membaca serta dalam menyelesaikan operasi matematika dasar, meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, dengan cara yang lebih efektif dan efisien.
GERAKAN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH DASAR KELAS IV, V DAN VI Risaldi Nahar; Bella Puspita; Ikbal Ikbal; Saugadi Saugadi
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i4.1333

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi digital bagi siswa sekolah dasar sebagai upaya mempersiapkan generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif. Literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting di era teknologi informasi, karena perkembangan perangkat dan media digital memberikan peluang sekaligus tantangan bagi anak dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang dihadapi adalah masih terbatasnya pemahaman siswa mengenai penggunaan media digital secara tepat, etika berinternet, keamanan data pribadi, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, praktik langsung penggunaan media digital, serta pendampingan dalam pembuatan konten sederhana yang mendukung proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan dan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara positif. Siswa juga mulai mampu mengenali pentingnya menjaga data pribadi, menerapkan etika dalam berinteraksi di ruang digital, serta memanfaatkan media digital untuk mendukung kegiatan belajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan keterampilan abad ke-21, khususnya kemampuan menggunakan teknologi secara kritis, kreatif, aman, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, gerakan literasi digital melalui kegiatan pengabdian ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya penggunaan teknologi yang sehat di lingkungan sekolah dasar. Keberlanjutan program melalui pendampingan guru, orang tua, dan siswa diharapkan dapat memperkuat penerapan literasi digital dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
Digital human resource transformation in remote secondary schools: Implications for educational quality management in resource-constrained contexts Saugadi Saugadi; Marzuki Marzuki; Zaqueu Antonio Freitas
Bulletin of Educational Management and Innovation Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Rafandha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56587/bemi.v4i2.159

Abstract

Background: Digital transformation has become a strategic priority in education, yet research on digital human resource transformation in remote secondary schools remains limited. Existing studies have primarily focused on teaching and learning technologies, while less attention has been given to how digital transformation reshapes human resource management practices and supports educational quality management in resource-constrained contexts. Purpose: This study aimed to examine how digital human resource transformation is implemented in remote secondary schools, how it influences educational quality management, and the factors that facilitate or constrain its implementation. Method: A qualitative multi-site case study design was employed involving three remote secondary schools in Central Sulawesi, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis. Eighteen participants, including principals, vice principals, teachers, administrative staff, and school committee representatives, were selected using purposive sampling. The data were analyzed using thematic analysis. Findings: The findings revealed that digital human resource transformation was implemented through three main dimensions: digitalization of administrative and personnel management, digital professional development practices, and leadership-driven digital transformation. The transformation contributed to educational quality management by improving administrative efficiency and accountability, supporting teacher performance and professional learning, and facilitating data-informed decision-making. Leadership commitment and collaborative organizational culture emerged as key enabling factors, whereas infrastructure limitations, digital competency gaps, and the absence of formal policy frameworks constrained implementation. Conclusions: The study concludes that digital transformation in remote schools remains largely compliance-oriented and that its long-term sustainability requires the alignment of technological infrastructure, human capacity, leadership support, and institutional policy