Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PANGAN LOKAL SEBAGAI PILAR IDENTITAS BUDAYA: SOLUSI MENGATASI KRISIS PANGAN DI KALIMANTAN BARAT MELALUI SEMINAR DAN FORUM GROUP DISCUSSION (FGD) Dwi Surti Junida; Donatianus B.S.E. Praptantya; Lidya Arlini; Isye Aryani Mursalim; Inayatul Mutmainnah; Nur Ilmiah Rivai
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.44634

Abstract

Krisis pangan yang dialami masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) tiga tahun terakhir semakin memperburuk ketergantungan pada pangan impor. Hal ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga pada pelestarian budaya lokal yang terkait erat dengan keanekaragaman pangan. Seminar dan Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan pada 20 Januari 2025, mengundang partisipasi berbagai pemangku kepentingan lokal, termasuk Komunitas Rotan Kapuas (Restorasi Sungai dan Hutan Kapuas) Kalbar, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII, Dosen Antropologi Sosial Universitas Tanjungpura, serta beberapa komunitas lokal di Kalbar, untuk secara kolaboratif mencari solusi terhadap permasalahan ini. Dalam FGD tersebut, peserta mengemukakan beragam pandangan mengenai signifikansi pemberdayaan masyarakat dalam mengenali dan memanfaatkan pangan lokal sebagai pilar utama ketahanan pangan, serta upaya untuk melestarikan identitas budaya. Selain itu, mereka menekankan pentingnya peningkatan pemahaman generasi muda tentang nilai pangan lokal, serta penerapan kebijakan yang mendukung keberlanjutan produksi pangan lokal. Temuan dari FGD menunjukkan bahwa pendidikan dan penguatan kebijakan berbasis sumber daya lokal dapat mengurangi ketergantungan pada pangan impor dan meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan budaya di dalam masyarakat. Sehingga, peningkatan sistem pangan lokal tidak hanya berfungsi sebagai obat untuk mengatasi krisis pangan, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya yang merupakan identitas masyarakat Kalbar.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMUDA MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS EKONOMI KREATIF Alya Elita Sjioen; Syamsul Bahri; Chairil Akhyar; Inayatul Mutmainnah; Bungsu Keumala Sari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok masyarakat melalui program pemberdayaan kelompok pemuda melalui pelatihan kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif. Permasalahan yang dihadapi masyarakat mitra meliputi keterbatasan pengetahuan kewirausahaan, rendahnya kemampuan dalam mengembangkan inovasi produk, serta kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital sebagai media pemasaran. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis mengenai konsep kewirausahaan, pengelolaan usaha, strategi pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengembangan usaha. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan, penyampaian materi, pelatihan praktik, pendampingan, dan evaluasi hasil kegiatan. Peserta diberikan pelatihan mengenai penyusunan ide bisnis, pengembangan produk kreatif, manajemen usaha sederhana, serta strategi pemasaran berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola potensi usaha, meningkatkan kreativitas, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pemasaran. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya motivasi kewirausahaan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan ekonomi. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, program pemberdayaan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas peserta dalam bidang kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan agar manfaat kegiatan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Manajemen Pendidikan Karakter pada Remaja Generasi Z dalam Mengelola Kondisi Emosional: Character Education Management in Generation Z Teenagers in Managing Emotional Conditions Nur Andini Sudirman; Arum Putri Rahayu; Poltjes Pattipeilohy; Meriyati; Inayatul Mutmainnah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i8.1942

Abstract

Remaja Generasi Z seringkali menghadapi tekanan emosional dari berbagai sumber seperti stres akademik, interaksi sosial, dan harapan masyarakat, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk memberikan kontribusi analisis terbaru tentang manajemen karakter dan regulasi emosional yang disesuaikan dengan Generasi Z, dengan fokus pada nilai-nilai moral dan etika yang tinggi. Strategi seperti pendidikan emosional, penggunaan teknologi yang sehat, akses ke layanan kesehatan mental, dan lingkungan yang mendukung sangat penting untuk membantu. Keterlibatan orang tua, pelatihan guru, dan partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler juga diperlukan. Upaya kolaboratif dari para pemangku kepentingan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif Generasi Z. Manajemen pendidikan karakter menjadi kunci dalam memastikan kesejahteraan mental dan emosional. Dengan memahami tantangan yang dihadapi dan menerapkan strategi yang sesuai, kita dapat membantu Generasi Z mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi tekanan dan menjadi individu yang sehat dan kompetitif di era digital.