Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Studi Kelayakan Ekonomi Budidaya Rumput Laut Sebagai Sumber Pendapatan Utama Di Togambang Kabupaten Bulukumba Ramadhan, Awal Saputra; Athar Asmas, Muhammad; Andi Achmad, Ilmar
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v4i2.126

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang studi kelayakan ekonomi budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama di Togambang Kabupaten Bulukumba. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana studi kelayakan ekonomi budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama di Togambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama di Togambang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budidaya rumput laut di Togambang memiliki potensi ekonomi yang layak dilihat dari beberapa faktor seperti; Ketersediaan sumber daya alam, Kondisi lingkungan, Potensi ekonomi, Harga jual rumput laut, Biaya, Metode budidaya rumput laut, Keuntungan, Pemanfaatan rumput laut.
Digital Blue-Pedagogy: Rekonstruksi Model Andragogi Berbasis Cloud-Community untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kepulauan Purnamawati, Frimha; A.Hasdiansyah; Andi Achmad, Ilmar; Asmas, Muhammad Athar; Nindiya, Devi Candra; Artati, Yuli
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v5i1.134

Abstract

Masyarakat kepulauan, khususnya di Pulau Liukang Loe, Bulukumba, menghadapi tantangan ganda: isolasi geografis dan keterbatasan akses pendidikan ekonomi formal. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi model andragogi melalui pendekatan Digital Blue-Pedagogy berbasis cloud-community. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi platform digital berbasis komunitas dapat memediasi proses pembelajaran mandiri bagi masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi model andragogi yang mengintegrasikan kearifan lokal kelautan (blue knowledge) dengan teknologi cloud mampu meningkatkan literasi digital dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui digitalisasi pemasaran produk olahan laut dan jasa pariwisata. Model ini menawarkan kerangka kerja baru dalam Pendidikan Non-Formal (PNF) yang bersifat adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.
Transformasi Karakter Anak Usia Dini lewat Pendidikan Nonformal di RTQ Al-Muwaffaq Kabupaten Bulukumba Ilmar Andi Achmad; Emirati Emirati; Muhammad Athar Asmas
Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jakap.v1i2.41

Abstract

Character formation and moral development for children are notonly obtained from formal institutions, but also non-formalinstitutions such as RTQ (Rumah Tahfidz Al-Qur'an) which havea role in forming good character. This study aims to determinethe Role of RTQ (Rumah Tahfidz Al-Qur'an) Al-Muwaffaq in theFormation of Early Childhood Character in Batukaropa Village,Bulukumba Regency. This study uses a qualitative method witha descriptive approach. Data collection techniques useobservation, interview and documentation techniques. Dataanalysis used is qualitative data analysis with data collectionsteps, data reduction, data presentation and drawingconclusions. Proof of data validity using triangulation techniques.The triangulation used is the combination of data sources withother data sources. The results of the study indicate that thereare several roles of the Al-Muwaffaq Al-Qur'an Tahfidz House inthe Formation of Early Childhood Character in BatukaropaVillage, Bulukumba Regency. First, the Al-Muwaffaq Al-Qur'anTahfidz House as a facilitator. Second, Al-Muwaffaq Al-QuranTahfidz House as a companion and supervisor. And third, AlMuwaffaq Al-Quran Tahfidz House as a motivator.
Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dan Kesenjangan Akses Pada Sekolah Nonformal: Studi Kasus PKBM Dalam Program Paket A Ilmar Andi Achmad; Emirati Emirati; Jumase Basra
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i4.318

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada Januari 2025 bertujuan meningkatkan status gizi dan semangat belajar peserta didik di seluruh Indonesia. Namun pelaksanaannya menuai pro dan kontra, termasuk adanya laporan kasus keracunan serta dugaan makanan tidak layak konsumsi. Studi kualitatif ini menganalisis polemik MBG khususnya di Bulukumba, Sulawesi Selatan, melalui tinjauan literatur, berita lokal maupun nasional, serta dokumen resmi. Metode analisis isi diterapkan pada sumber berita lokal seperti Fajar, Radar Selatan, dan Jawapos, serta pernyataan pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional. Temuan menunjukkan bahwa di Bulukumba sempat muncul insiden paket MBG dianggap basi di SMPN 2 Bulukumba, yang memicu penolakan siswa dan penangguhan sementara. Pemerintah kabupaten kemudian memperketat pengawasan kualitas makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi setempat. Persepsi publik beragam: sebagian khawatir atas mutu makanan, sementara sebagian lain mengapresiasi perhatian negara terhadap gizi. Dari sisi operasional, kendala logistik, kontrol mutu pemasok lokal, dan minimnya regulasi melalui peraturan presiden menambah kompleksitas pelaksanaan program. Artikel ini mengaitkan persoalan tersebut dengan konsep keadilan sosial menurut teori Rawls, nilai-nilai Pancasila, serta kerangka inklusif Amartya Sen yang menekankan pemerataan akses gizi dan pendidikan. Kesimpulannya, Bulukumba perlu menguatkan pengawasan program, melibatkan komunitas lokal seperti inisiatif “Bapak Asuh Stunting”, serta mereplikasi praktik baik nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Rekomendasi kebijakan mencakup audit program MBG, penguatan kapasitas dinas terkait, dan pengesahan payung hukum formal agar manfaat gizi dan sosial MBG dapat dirasakan secara optimal dan merata di Bulukumba maupun tingkat nasional.
Etnopedagogi Maritim: Rekonstruksi Pola Pewarisan Keahlian Tradisional Panrita Lopi sebagai Praksis Pendidikan Informal Ilmar Andi Achmad; Yuli Artati; Muhammad Athar Asmas; Jumase Basra; A. Hasdiansyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.609

Abstract

Keahlian pembuatan perahu Pinisi oleh Panrita Lopi di Bulukumba telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia, namun keberlanjutannya kini terancam oleh krisis regenerasi dan diskontinuitas pewarisan budaya. Generasi muda pesisir cenderung meninggalkan tradisi ini demi sektor ekonomi modern, menyebabkan terputusnya transmisi pengetahuan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pola pewarisan pengetahuan dalam komunitas pembuat perahu sebagai sebuah praksis pendidikan informal yang sistematis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi pendidikan di Tanah Beru, penelitian ini menemukan bahwa proses pembelajaran berlangsung melalui mekanisme ethnopedagogy maritim yang unik. Pewarisan tidak terjadi melalui instruksi verbal formal, melainkan melalui tacit knowledge transfer (transfer pengetahuan diam) dengan metode magang kognitif (cognitive apprenticeship). Proses ini mencakup tahapan observasi pasif, imitasi terbimbing, hingga pencapaian kemandirian intuitif. Kurikulum tidak tertulis yang diterapkan secara ketat memadukan penguasaan teknik presisi (tekné) dan internalisasi nilai spiritual (psyche). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan informal berbasis kearifan lokal memegang peran vital dalam menjaga keberlanjutan budaya maritim, di mana bantilang (bengkel kerja) berfungsi efektif sebagai ruang belajar situasional (situated learning space). Temuan ini merekomendasikan perlunya rekognisi formal terhadap model pendidikan adat untuk menjembatani kesenjangan dengan pendidikan modern.