Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Etnopedagogi Maritim: Rekonstruksi Pola Pewarisan Keahlian Tradisional Panrita Lopi sebagai Praksis Pendidikan Informal Ilmar Andi Achmad; Yuli Artati; Muhammad Athar Asmas; Jumase Basra; A. Hasdiansyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.609

Abstract

Keahlian pembuatan perahu Pinisi oleh Panrita Lopi di Bulukumba telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia, namun keberlanjutannya kini terancam oleh krisis regenerasi dan diskontinuitas pewarisan budaya. Generasi muda pesisir cenderung meninggalkan tradisi ini demi sektor ekonomi modern, menyebabkan terputusnya transmisi pengetahuan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pola pewarisan pengetahuan dalam komunitas pembuat perahu sebagai sebuah praksis pendidikan informal yang sistematis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi pendidikan di Tanah Beru, penelitian ini menemukan bahwa proses pembelajaran berlangsung melalui mekanisme ethnopedagogy maritim yang unik. Pewarisan tidak terjadi melalui instruksi verbal formal, melainkan melalui tacit knowledge transfer (transfer pengetahuan diam) dengan metode magang kognitif (cognitive apprenticeship). Proses ini mencakup tahapan observasi pasif, imitasi terbimbing, hingga pencapaian kemandirian intuitif. Kurikulum tidak tertulis yang diterapkan secara ketat memadukan penguasaan teknik presisi (tekné) dan internalisasi nilai spiritual (psyche). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan informal berbasis kearifan lokal memegang peran vital dalam menjaga keberlanjutan budaya maritim, di mana bantilang (bengkel kerja) berfungsi efektif sebagai ruang belajar situasional (situated learning space). Temuan ini merekomendasikan perlunya rekognisi formal terhadap model pendidikan adat untuk menjembatani kesenjangan dengan pendidikan modern.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Pendapatan Melalui Sentra Pengolahan Kopi Di Kelurahan Banyorang Kabupaten Bantaeng Bayu Anugrah Putra; Ilmar Andi Achmad
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v4i1.111

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di UPT Sentra Pengolahan Kopi Banyorang Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan melalui sentra pengolahan kopi di Kelurahan Banyorang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.  Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan langkah reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberdayaan masyarakat melalui sentra pengolahan kopi banyorang dengan cara berkelompok dengan tahapan yakni; a. Motivasi b. Peningkatan Kesadaran dan Pelatihan Kemampuan c. Pembangun dan Pengembangan Jejaring. Adapun dampak yang ditimbulkan oleh UPT Sentra Pengolahan Kopi Banyorang yakni; a. Meningkatnya Kualitas SDM b. Meningkatnya Perekonomian.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu UPT Sentra Pengolahan Kopi Banyorang merupakan tempat produksi kopi yang memfasilitasi para petani kopi untuk belajar dan mengembangkan kemampuan atau potensi dalam pengolahan kopi dengan baik dan benar, mulai dari cara penanaman, perawatan, pasca panen, sortir kopi, penjemuran kopi hingga produksi bubuk kopi. Tujuan dari UPT Sentra Pengolahan Kopi Banyorang yaitu untuk meningkatkan kualitas kopi Banyorang dan mensejahterkan masyarakat petani kopi yang berada di Kelurahan Banyorang.
Pengaruh Program Wirausaha Merdeka Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bulukumba Widiantari Widiantari; Muhammad Athar Asmas; Ilmar Andi Achmad
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v4i1.114

Abstract

Program wirausaha Merdeka adalah program yang dapat mengembangkan keterampilan mahasiswa serta meningkatkan keberanian dalam mengambil resiko berwirausaha di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Program Wirausaha Merdeka Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner atau angket dan dokumentasi, sampel pada penelitian ini sebanyak 43 mahasiswa di fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bulukumba yang telah mengikuti program wirausaha merdeka pada tahun 2022. Teknik analisi data yang digunakan yakni uji validitas instrument dengan rumus Korelasi Product Moment dan uji reliabilitas dengan rumus alpha Cronbach. Sedangkan untuk menguji ada atau tidak adanya pengaruh terhadap minat berwirausaha peneliti menggunakan uji t dan uji f. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel program wirausaha merdeka (X) terhadap variabel minat (Y) mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Berdasarkan nilai yang didapatkan pada saat uji t yakni variabel pemahaman (X1) nilai thitung sebesar 7.505 dan variabel penerapan (X2) dengan nilai thitung sebesar 10.241 lebih besar dari pada nilai ttabel yakni 1.682, selain itu hasil yang diperoleh pada uji f yakni dengan nilai signifikan 0,000<0,05 yang artinya program wirausaha merdeka berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
Studi Kelayakan Ekonomi Budidaya Rumput Laut Sebagai Sumber Pendapatan Utama Di Togambang Kabupaten Bulukumba Awal Saputra Ramadhan; Muhammad Athar Asmas; Ilmar Andi Achmad
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v4i2.126

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang studi kelayakan ekonomi budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama di Togambang Kabupaten Bulukumba. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana studi kelayakan ekonomi budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama di Togambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama di Togambang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budidaya rumput laut di Togambang memiliki potensi ekonomi yang layak dilihat dari beberapa faktor seperti; Ketersediaan sumber daya alam, Kondisi lingkungan, Potensi ekonomi, Harga jual rumput laut, Biaya, Metode budidaya rumput laut, Keuntungan, Pemanfaatan rumput laut.
Digital Blue-Pedagogy: Rekonstruksi Model Andragogi Berbasis Cloud-Community untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kepulauan Frimha Purnamawati; A. Hasdiansyah; Ilmar Andi Achmad; Muhammad Athar Asmas; Devi Candra Nindiya; Yuli Artati
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v5i1.134

Abstract

Masyarakat kepulauan, khususnya di Pulau Liukang Loe, Bulukumba, menghadapi tantangan ganda: isolasi geografis dan keterbatasan akses pendidikan ekonomi formal. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi model andragogi melalui pendekatan Digital Blue-Pedagogy berbasis cloud-community. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi platform digital berbasis komunitas dapat memediasi proses pembelajaran mandiri bagi masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi model andragogi yang mengintegrasikan kearifan lokal kelautan (blue knowledge) dengan teknologi cloud mampu meningkatkan literasi digital dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui digitalisasi pemasaran produk olahan laut dan jasa pariwisata. Model ini menawarkan kerangka kerja baru dalam Pendidikan Non-Formal (PNF) yang bersifat adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.
Dinamika Pendidikan Masyarakat Kajang Antara Tradisi Dan Modernisasi Di Kabupaten Bulukumba Ilal fitri sulfianti; Ilmar Andi Achmad; Muhammad Athar Asmas
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v5i1.147

Abstract

Dinamika Pendidikan Masyarakat Kajang Antara Tradisi dan Modernisasi di Kabupaten Bulukumba. Dibimbing oleh Ilmar Andi Ahcmad S.Pd.,M.Pd dan Dr.Hj.Andi Sumrah,Ap.,M.Si. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bulukumba. Penelitian ini menganalisis dinamika pendidikan masyarakat Kajang di Kabupaten Bulukumba, dengan fokus pada interaksi antara pendidikan adat Kajang dan pendidikan formal di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap Kepala Desa Tanah Toa, Galla, Orang Tua, dan Pemuda. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Kajang hidup dalam dua sistem pendidikan yang berdampingan. Ada pendidikan adat yang berlandaskan pada Pasang ri Kajang, yaitu ajaran lisan dan nilai-nilai filosofis yang menjadi pedoman hidup masyarakat adat Kajang, serta pendidikan formal yang mengadopsi kurikulum nasional. Kehadiran modernisasi, terutama melalui pendidikan formal dan teknologi seperti gawai, menimbulkan ketegangan nilai. Namun, masyarakat Kajang tidak menolak modernisasi. Sebaliknya, mereka berupaya mempertahankan budaya sambil mengambil hal-hal modern yang dianggap bermanfaat.Tantangan utama adalah menjaga agar generasi muda tidak melupakan akar budayanya. Disarankan adanya inovasi dalam metode pendidikan adat, penguatan peran orang tua, kolaborasi antara sekolah dan adat dalam pengembangan kurikulum lokal, serta peran aktif pemuda sebagai agen pelestarian dan inovasi budaya. Penelitian lanjutan disarankan untuk mendalami model integrasi pendidikan.