Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceeding Biology Education Conference

Pengembangan Praktikum Biologi di Sekolah Menengah Berbasis Etnobiologi Sunariyati, Siti; Suatma, Suatma; Miranda, Yula
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local knowledge of the Dayak Ngaju community in Gunung Mas regency, Central Kalimantan there were believed that many species of plants, animals and their surroundings can be used as an indicator of a particular environtment. The local people experience is one example of local knowledge which needs to be studied scientifically through ethnobiology. Study of ethnobiology was confined to the local community's knowledge about the medicinal plants (ethnobotany), local community knowledge about the utilization of existed nearby animals (ethnozoology) and knowledge of the local community in ecosystems around their living quarters (ethnoecology). Afterwards these studies was arranged into biology practical work material. The purposes of the study are (1) to study the ethnobiology of local knowledge of Dayak Ngaju communities in Gunung Mas regency, (2) to inventory and identify several species that are used in foodstuffs, pharmaceuticals, industry and utilization of the environment for the practical work in high school. Research activities consists of two phases, the first phase is the study of ethnobiological research by using qualitative approaches. Data was collected after observation and in-depth interviews. The second phase is the development of research by using Hannafin and Peck development model. The results showed that the Dayak Ngaju in Gunung Mas have local knowledge about the uses of plants, animals and their environment for food, industrial materials, pharmaceuticals and mining. This should be well documented and to be taught to the next generations to avoid the extinction of local knowledges. Integrating the material ethnobiology into learning biology is one of the best ways to deliver local knowledge in formal education. It was suggested to teach ethnobiology in biology practical work, especially in high school who have forest environment as characteristic of their territory since ethnobiological material was very important.
Studi Etnomikologi Pemanfaatan Jamur Karamu (Xylaria Sp.) sebagai Obat Tradisional Suku Dayak Ngaju di Desa Lamunti Siti Sunariyati Arya Frantika; Titin Purnaningsih
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnomikologi (ethnomycology)merupakan cabang ilmu dari etnobiologi (ethnobiology). Studi etnomikologi mengkaji pemanfaatan jamur oleh masyarakat sebagai bahan makanan, obat-obatan, kerajinan, atau ritual. Studi etnomikologi jamur karamu di desa Lamunti, mengkaji tentang kehidupan masyarakat suku Dayak Ngaju dalam  memanfaatkan jamur karamu (Xylariasp.)sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit kanker payudara dan polip. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan Jamur Karamu (Xylaria sp.) sebagai obat tradisional oleh masyarakat Suku Dayak Ngaju di Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif (qualitative research) dengan metode survey, data dikumpulkan denganmenggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data.Penelitian ini dilakukan di Desa Lamunti yang terletak di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Data penelitian didapatkan langsung dari informan, yakni masyarakat Suku Dayak Ngaju di Desa Lamunti, melalui wawancara terstruktur menggunakan panduan wawancara dengan melibatkan 5 orang informan yang mengetahui informasi tentang jamur karamu dan merupakan suku Dayak Ngaju di Desa Lamunti.  Hasil penelitian yang diperoleh dari keterangan informan yang diwawancara dan pernah menggunakan jamur karamu, menyatakan bahwa jamur karamu yang tumbuhnya di tanaman karet dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit diantaranya, untuk mengobati penyakit kanker dan polip. Cara pemakaiannya yaitu seteh jamur diambil dan dicuci bersih, selanjutnya disangrai sampai kering dan berwarna hitam (seperti membuat kopi), jamur yang sudah kering kemudian dihaluskan dan diayak hingga menjadi serbuk halus seperti bubuk kopi. Kemudian serbuk yang sudah halus diseduh dalam air panasdengan dosis ½ (setengah) sampai 2 (dua) sendok the diminum 3 kali sehari. Selain itu cara pemakaian jamur karamu dapat juga dengan cara dioleskan langsung dibagian yang terkena kanker.Key Word         : Etnomikologi, Jamur Karamu (Xylaria sp.), Obat tradisional, Kanker