Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH SERBUK KERAMIK SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS DAN ABU TERBANG (FLY ASH) SEBAGAI PENGGANTI 15% BERAT SEMEN TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN POROSITAS PADA BETON Sekarini, Dwitami; Sunarsih, Ernawati Sri; Siswanto, Budi
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 5, No 2 (2019): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v5i2.43485

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui (1) pengaruh variasi serbukkeramik sebagai pengganti agregat halus dan pengaruh abu terbang (fly ash)sebagai pengganti 15% dari berat semen terhadap kuat tarik belah beton, (2)pengaruh variasi serbuk keramik sebagai pengganti agregat halus dan pengaruhabu terbang (fly ash) sebagai pengganti 15% dari berat semen terhadap porositasbeton. (3) persentase penggunaan serbuk keramik sebagai pengganti agregat halusyang optimum untuk menghasilkan kuat tarik belah maksimum pada beton. (4)persentase penggunaan serbuk keramik sebagai pengganti agregat halus yangoptimum untuk menghasilkan porositas minimum pada beton. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif eksperimen. Analisa data menggunakan ujiregresi, dengan melakukan uji prasyarat normalitas, homogenitas, dan linearitasdengan bantuan program SPPS 16.0. Variabel yang terdapat pada penelitian iniadalah (1) Variabel terikat : kuat tarik belah dan porositas beton , (2) Variabelbebas : variasi serbuk keramik sebagai pengganti agregat halus pada beton.Keseluruhan anggota populasi yang menjadi sampel penelitian ini adalah 40sampel. Benda uji berupa silinder berdiametert150 mm dengan tinggi 300 mm,dan silinder dengan diameter 50,8 mmtdan tinggi 50 mm. Berdasarkan hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) adanya variasi serbuk keramik sebagaipengganti agregat halus dan 15% fly ash sebagai pengganti semen, berpengaruhsignifikan sebesar 74,1% terhadap kuat tarik belah beton. (2) Adanya variasiserbuk keramik sebagai pengganti agregat halus dan 15% fly ash sebagaipengganti semen, berpengaruh signifikan sebesar 51,5% terhadap porositas beton.(3) Kuatttariktbelah maksimal sebesar 2,75 Mpa pada variasi serbuk keramikoptimum sebesar 6,214%. (4) Porositastminimum sebesar 12,33% pada variasiserbuk keramik optimum sebesar 15%.
KAJIAN PENGARUH LIMBAH KERAMIK DAN ABU TERBANG SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN BAHAN PENYUSUN BETON TERHADAP BERAT JENIS DAN KUAT TEKAN BETON Alfatony, Mohammad Zein; Sunarsih, Ernawati Sri; agustin, rima sri
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 5, No 2 (2019): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v5i2.52409

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengkaji pengaruh variasi limbahkeramik sebagai pengganti agregat halus dan abu terbang sebagai penggantisemen terhadap berat jenis dan kuat tekan beton; (2) mengkaji persentasemaksimal variasi limbah keramik sebagai pengganti agregat halus yangmenghasilkan berat jenis beton normal; (3) mengkaji persentase optimal variasilimbah keramik sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan kuat tekanoptimum pada beton. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimendan teknik analisa data menggunakan regresi. Variabel yang mempengaruhi dalampenelitian ini adalah (1) variabel bebas : variasi limbah keramik sebagai penggantiagregat halus yaitu 0%; 5%; 10%; dan 15% dengan penggunaan abu terbang 15%sebagai pengganti semen, (2) variabel terikat: berat jenis dan kuat tekan betondengan penggunaan variasi limbah keramik sebagai pengganti agregat halus. Hasilpenelitian sebagai berikut, (1) Adanya variasi limbah keramik sebagai penggantiagregat halus dan abu terbang sebagai pengganti semen berpengaruh kuatterhadap berat jenis dan kuat tekan beton; (2) Diperoleh persentase maksimalyang menghasilkan berat jenis beton normal pada variasi 15% dengan nilai ratarata 2247,398 kg/m3; (3) Pada kuat tekan beton diperoleh nilai optimal sebesar6,164% dengan kuat tekan 27,637 MPa.
TINJAUAN PENAMBAHAN LIMBAH STYROFOAM DAN FLY ASH TERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN STRUKTURAL Ernawati Sri Sunarsih; Taufiq Lilo Adi Sucipto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadapberat jenis beton ringan struktural; (2)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadap kuat tekan betonringan struktural dan (3)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadap kuat lentur beton ringanstruktural.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Variabel dari penelitian ini ada dua yaitu variabelbebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah variasi styrofoam 20%, 30%, 40% dari kebutuhan agregatkasar dan variasi fly ash 0%, 20%, 30%, 40% dari kebutuhan semen. Sedangkan variabel terikatnya adalah beratjenis, kuat tekan dan kuat lentur beton. Benda uji untuk uji berat jenis dan kuat tekan beton berbentuk silinderdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Sedangkan untuk uji kuat lentur berbentuk persegipanjang dengan sisi 15 cmdan panjang 60 cm. Mutu beton rencana 25 Mpa dan di uji pada umur 28 hari.Dari hasil pengujian diketahui bahwa: (1) Penggantian sebagian agregat kasar dengan styrofoammengurangi kuat tekan beton, semakin besar prosentase styrofoam maka semakin rendah kuat tekan beton.Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan kuat tekan beton. Namun setelah tercapai nilaioptimum maka penambahan fly ash kedalam campuran beton akan mengakibatkan penurunan kuat tekan beton.Dan dari semua kuat tekan beton yang dihasilkan, tidak satupun yang memenuhi persyaratan kuat tekan betonringan struktural, yaitu harus lebih besar dari 17,24 MPa; (2) Penggantian sebagian agregat kasar denganstyrofoam mengurangi berat jenis beton, semakin besar prosentase styrofoam maka semakin rendah berat jenisbeton. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan berat jenis beton, semakin besar prosentase flyash maka semakin besar pula berat jenis beton. Dan dari semua berat jenis beton yang dihasilkan , tidak satupunyang memenuhi persyaratan berat jenis beton ringan struktural, yaitu harus lebih kecil dari 1850 kg/m3; (3)Penggantian sebagian agregat kasar dengan styrofoam mengurangi kuat lentur beton, semakin besar prosentasestyrofoam maka semakin rendah kuat lentur beton. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkankuat tekan beton. Namun jika penambahan fly ash terlalu berlebihan maka akan mengakibatkan penurunankekuatan beton. Penggantian sebagian semen oleh fly ash yang
IMPLEMENTASI TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSTRUKSI BANGUNAN SISWA KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN (TGB) A SMK NEGERI 2 SUKOHARJO Wi dodo; Ernawati Sri Sunarsih; Taufiq Lilo Adi Sucipto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 2, No 1 (2016): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.326 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v2i1.22564

Abstract

Widodo. IMPLEMENTASI TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSTRUKSI BANGUNAN SISWA KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN (TGB) A SMK NEGERI 2 SUKOHARJO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Konstruksi Bangunan di kelas X Teknik Gambar Bangunan (TGB) A SMK Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Pada setiap siklus dilakukan Perencanaan Tindakan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Peneliti menggunakan instrumen yang telah digunakan oleh sekolah sehingga peneliti tidak melakukan validasi terhadap instrument yang digunakan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi teknik TSTS dapat meningkatkan hasil belajar pada ranah kognitif (prasiklus 58,33%, siklus I 83,33%, siklus II 91,67%), afektif(prasiklus 61,11%, siklus I 72,22%, siklus II 86,11%), psikomotorik (prasiklus 50,00%, siklus I 69,44%, siklus III 86,11%). Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif teknik TSTS dapat meningkatkan hasil belajar Konstruksi Bangunan siswa kelas XTGB A SMK Negeri 2 Sukoharjo.
DESAIN MODUL PENGAYAAN PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG SESUAI DENGAN SNI BETON UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN NILAI TIGA RANAH BELAJAR SISWA KELAS XI TEKNIK KONSTRUKSI BATU BETON SMK NEGERI 2 SURAKARTA DENGAN MODEL INQUIRY LEARNING Razan Ihtifazhuddan; Ernawati Sri Sunarsih; Su trisno
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 4, No 1 (2018): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.294 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v4i1.22548

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  ada  atau  tidaknya peningkatan keaktifan  dan nilai  pada  tiga  ranah  belajar  dengan  penerapan modul pengayaan  dengan  model  pembelajaran Inquiry  Learning pada  mata  pelajaran Konstruksi  Beton  Bertulang  siswa  kelas  XI  Teknik  Konstruksi  Batu  Beton  SMK Negeri  2  Surakarta. Subjek  penelitian  adalah siswa  kelas  XI  Konsentrasi  Teknik Konstruksi  Batu  Beton  SMK  Negeri  2  Surakarta, dalam  satu  kelas  yang  terdiri dari  31 siswa. Penelitian  ini  adalah  Penelitian  Tindakan  Kelas.  Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, teknik tes, dokumentasi, dan  wawancara. Teknik analisis  data  dilakukan  secara  deskriptif  kualitatif, alur yang  dilalui  meliputi  reduksi  data,  penyajian  data  dan  penarikan  kesimpulan. Hasil  penelitian  ini  adalah  nilai  ranah  kognitif  rata-rata  79,77  dengan  ketuntasan 90,32%.  Hasil  nilai  ranah  afektif  didapatkan  nilai  rata-rata  81,05  dengan ketuntasan  80,65%.  Sedangkan  nilai  ranah  psikomotorik  didapatkan  rata-rata 80,09  dengan  ketuntasan  84%.  Siswa  yang  aktif 87,10% dan  siswa  yang  belum aktif sebesar 12,90%. Kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran dengan modul pengayaan  dengan  model  pembelajaran Inquiry  Learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada mata pelajaran Konstruksi Beton Bertulang siswa kelas XI Teknik Konstruksi Batu Beton SMK Negeri 2 Surakarta.
PEMANFAATAN LIMBAH KACA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN VOLUME PASIR DAN FLY ASH 20% SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEMEN DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN BERAT JENIS BETON DALAM LINGKUNGAN AGRESI SULFAT 5% Muharram Wijaya Kusuma, Ernawati Sri Sunarsih, Taufiq Lilo Adi Sucipto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 2 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i2.53664

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pengaruh variasi penggunaan limbah kaca sebagai pengganti pasir dan fly ash 20% sebagai bahan pengganti semen terhadap kuat tekan dan berat jenis beton pada lingkungan agresi sulfat 5%. (2) persentase penggunaan limbah kaca sebagai pengganti pasir yang optimal dan fly ash 20% sebagai bahan pengganti semen terhadap ketahanan beton dalam agresi sulfat 5% agar diperoleh kuat tekan beton maksimal dan diperoleh berat jenis beton yang  normal. (3) ketahanan beton dengan bahan serbuk kaca sebagai pengganti pasir dan fly ash 20% sebagai pengganti sebagian semen dibandingkan dengan beton normal. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mengukur hasil perlakuan pada sampel penelitian di Laboratorium. Sampel pada penelitian ini adalah silinder berdiameter 150 mm dengan tinggi 300 mm sebanyak 48 buah sebagai benda uji kuat tekan dan 48 buah sebagai benda uji berat jenis. Variasi serbuk kaca dimulai dari beton normal 0%, 10%, 20%, 30% dan 40%. Pengujian kuat tekan menggunakan dasar SNI 1974:2011 dan berat jenis beton berdasarkan SNI 7656 – 2012. Masing-masing variasi berjumlah 4 buah sampel.  Analisis data menggunakan analisis regresi dengan bantuan aplikasi SPSS 21.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa : (1)Penggunaan limbah kaca sebagai pengganti pasir  dan fly ash 20% sebagai bahan pengganti semen berpengaruh secara signifikan terhadap kuat tekan pada lingkungan agresi sulfat 5% dengan pengaruh dari serbuk kaca sebesar 73% dan berpengaruh negatif secara signifikan menurunkan berat jenis dengan besar pengaruh dari serbuk kaca sebesar 22,9%. (2)Persentase penggunaan limbah kaca sebagai pengganti pengganti pasir memiliki nilai optimal penambahan sebesar 18,44% terhadap ketahanan beton dalam agresi sulfat dan diperoleh kuat tekan beton maksimal sebesar 21,07MPa sedangkan pada hasil uji berat jenis beton didapatkan hasil yang  normal pada setiap variasi. (3)Penambahan sebuk kaca 20% memiliki ketahanan yang lebih baik dari pada beton normal maupun beton dengan variasi lainnya dengan selisih kuat tekan dan berat jenis setelah perendaman beton dalam lingkungan agresi sulfat 5% masing-masing sebesar 0,32% dan 0,04%.
PENGARUH PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI PADA BATA BETON RINGAN FOAM TERHADAP KUAT TEKAN, BERAT JENIS, DAN DAYA SERAP AIR SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON (PADA MAHASISWA SEMESTER III PTB FKIP UNS) Ari Sri Wahyuni; Chundakus Habsya; Ernawati Sri Sunarsih
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 1, No 1 (2015): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.465 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v1i1.16908

Abstract

xt-stroke-width: 0px; "> The purposes of this research were to, (1) determine the influence of rice husk ash assmooth aggregate partial substitute and foam variation towards compressive strength,density, and absorption of lightweight foam concrete brick, (2) determine the percentage ofrice husk ash as smooth aggregate partial substitute and foam variation to achieve thecompressive strength which fulfilled SNI No. 03 – 0349 – 1989, (3) determine thepercentage of rice husk ash as smooth aggregate partial substitute and foam variation toachieve the density lightweight concrete which fulfilled SNI No. 03 – 0349 – 1989, (4)determine the percentage of rice husk ash as smooth aggregate partial substitute and foamvariation to achieve the absorption which fulfilled SNI No. 03 – 0349 – 1989, (5) producecourse material supplement of concrete technology on the influence of using rice husk ash inlightweight foam concrete brick toward compressive strength, density, and absorption.This research used experimental method and data analysis techniques used regressionanalysis. Variables in the study were (1) dependent variables: compressive strength, density,and absorption of lightweight foam concrete bricks, (2) independent variables: the substituteof smooth aggregate to rice husk ash with variation 0%, 25%, 35%, and 45% and foamvariation 0,2 and 0,3 of concrete volume.Based on the results of the study concluded that, (1) variation of rice husk ash andfoam was strongly influence towards the compressive strength, density, and absorption oflightweight foam concrete bricks, (2) There was no percentage of rice husk ash and foam toachieve the compressive strength of lightweight foam concrete brick which fulfilled SNI No.03 – 0349 – 1989, (3) All percentages of rice husk ash and foam variation produced thedensity value of lightweight foam concrete brick which fulfilled SNI No. 03 – 0349 – 1989, (4)All percentages of rice husk ash and foam variation produced the absorption value oflightweight foam concrete brick which fulfilled SNI No. 03 – 0349 – 1989, (5) the outputcourse materials was a course materials supplement about the influence of the use rice huskash as partly smooth agregate substitute of lightweight foam concrete brick to compressivestrength, density, and absorption.Keywords: rice husk ash, foam, lightweight foam concrete bricks.
PENGARUH VARIASI LEBAR BILAH BAMBU SUSUNAN HORIZONTAL TERHADAP PERILAKU MEKANIKA BALOK BAMBU LAMINASI YANG MENGALAMI KERUNTUHAN LENTUR Heru Aji Pradana; Ernawati Sri Sunarsih; Abdul Haris Setyawan
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 5, No 1 (2019): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.742 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v5i1.34600

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisika dan mekanika bambupetung, yaitu kadar air, kerapatan, kuat tarik sejajar serat, kuat tekan sejajar serat, kuattekan tegak lurus serat, kuat lentur, kuat geser dan modulus elastisitas, mengetahuipengaruh variasi lebar bilah bambu yang disusun horizontal terhadap MOR dan MOE, danmengetahui nilai MOR dan MOE yang dihasilkan jika dibandingkan dengan kelas kuatkayu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif ekperimen dan teknik analisa datamenggunakan analisis Regresi linier sederhana. Pengambilan sampel dilakukan dengansampling jenuh yaitu sebanyak 9 sampel,masing-masing variasi terdiri dari 3 sampel. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa, hasil uji sifat fisika dan mekanika bambu petung sesuaidengan sifat fisika dan mekanika yang terdapat pada kayu kelas kuat II. Kuat lentur baloklaminasi susunan bilah horizontal dengan variasi lebar bilah 10 mm, 15 mm dan 20 mmberpengaruh signifikan terhadap nilai MOR yang dihasilkan. Semakin besar lebar bilahbambu yang digunakan maka semakin besar nilai MOR yang didapatkan. Namun tidakberpengaruh signifikan terhadap nilai MOE yang dihasilkan. Nilai MOR dan MOE ratarata balok bambu laminasi susunan horizontal termasuk kelas kuat kayu I.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG KELAS XI TGB SMK GANESHA TAMA BOYOLALI TAHUN AJARAN 2017/2018 Euis Lailatul Fauziah; Ernawati Sri Sunarsih; Budi Siswanto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 5, No 1 (2019): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.542 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v5i1.34594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan keaktifanbelajar siswa pada mata pelajaran Gambar Interior Dan Eksterior BangunanGedung. (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaranGambar Interior Dan Eksterior Bangunan Gedung. Penelitian ini merupakanpenelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran ProjectBased Learning pada kelas XI TGB SMK Ganesha Tama Boyolali. Data penelitianini diperoleh dari observasi, wawancara, dan tes evaluasi. Penelitian inimenggunakan analisis data secara statistik deskriptif untuk menilai hasilpembelajaran yang kemudian ditarik kesimpulan sebagai akhir proses penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran ProjectBased Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dari setiap siklus, yaitudengan persentase sebesar 9,09% pada pra siklus menjadi 27,27% pada siklus I, dankemudian kembali meningkat menjadi 63,63% pada siklus II (2) Penerapan modelpembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa padaranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor yaitu dilihat pada peningkatan hasil nilaisiswa dari tahap pra siklus, siklus I, dan Siklus II. Persentase pada ranah Kognitifyaitu dari 9,09% pada tahap Prasiklus menjadi sebesar 59,1% pada Siklus I, dankemudian kembali meningkat menjadi 72,73% pada Siklus II. Pada ranah Afektifdengan kriteria lebih dari sama dengan (≥) baik yaitu dari 9,09% pada Prasiklusmenjadi 27,27% pada Siklus I, dan kemudian kembali meningkat menjadi 63,64%pada Siklus II. Sedangkan pada ranah Psikomotor dengan kriteria lebih dari samadengan (≥) baik yaitu dari 9,09% pada Prasiklus menjadi sebesar 22,73% padaSiklus I, dan kemudian kembali meningkat menjadi 81,82% pada Siklus II.
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH KACA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS DAN FLY ASH 30% DARI BERAT SEMEN DITINJAU DARI KUAT TARIK BELAH, DAYA SERAP DAN POROSITAS BETON Cahyo Didit Prasetyo, Ernawati Sri Sunarsih, Taufiq Lilo Adi Sucipto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 2 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i2.53672

Abstract

Perkembangan IPTEK di Indonesia semakin maju, terutama di bidang bangunan, hal ini memunculkan ide untuk menciptakan bahan bangunan yang relatif murah dan tidak merusak keseimbangan alam.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui, 1)  pengaruh limbah kaca sebagai bahan pengganti agregat halus terhadap kuat tarik belah beton 2)  pengaruh limbah kaca sebagai bahan pengganti agregat halus terhadap daya serap air beton 3) pengaruh limbah kaca sebagai bahan pengganti agregat halus terhadap porositas beton 4) persentase kuat tarik belah makisimal yang dihasilkan  dari penggantian agregat halus dengan kaca 5) persentase daya serap air minimal yang dihasilkan  dari penggantian agregat halus dengan kaca 6) persentase porositas minimal yang dihasilkan  dari penggantian agregat halus dengan kaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium dengan pengujian sampel. Adapun pengujian yang dilakukan berupa pengujian kuat tarik belah, daya serap dan porositas beton.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, variasi penggantian serbuk kaca sebagai agregat halus berpengaruh negatif sebesar 46,2% terhadap kuat tarik belah. Variasi penggantian serbuk kaca sebagai agregat halus berpengaruh negatif sebesar 63,9% terhadap daya serap air beton. Variasi penggantian serbuk kaca sebagai agregat halus berpengaruh negatif sebesar 73% terhadap porositas beton. Persentase serbuk kaca optimal sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan kuat tarik belah beton maksimal terdapat pada persentase penggantian serbuk kaca 10% yaitu sebesar 2,258 MPa, Persentase serbuk kaca optimal sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan daya serap beton minimal terdapat pada persentase penggantian serbuk kaca 10% yaitu sebesar 6,407%, Persentase serbuk kaca optimal sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan porositas beton minimal terdapat pada persentase penggantian serbuk kaca 10% yaitu sebesar 14,006%.