Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN TANAH LIAT DENGAN ABU JERAMI PADI TERHADAP NILAI THERMAL PROPERTIES KARAKTERITIK FISIS DAN MEKANIK SEBAGAI UPAYA MEMETAKAN MATERIAL BATU BATA YANG RAMAH LINGKUNGAN Kusuma Narendra; Budi Siswanto; Ernawati Sri Sunarsih
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 4, No 1 (2018): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.913 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v4i1.22552

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh penggantian sebagian tanah liat oleh abu jerami padi terhadap nilai Thermal properties batu bata (2) nilai perbandingan karakteristik fisis dan mekanik yang di hasilkan oleh batu bata menggunakan metode eksperimen. Perencanaan pembuatan batu bata menggunakan SNI 15-2094-2000. Variasi persentase penggatian sebagian tanah liat menggunakan abu jerami padi adalah 0%,5%,10%,15% dan 20%. Karakteristik batu bata yang di uji pada penelitian ini adalah berat jenis, porositas, kuat tekan dan konduktivitas termal. Benda uji yang digunakan terbuat dari tanah liat dengan campuran abu jerami padi dengan dimensi 23cm x 11cm x 5cm. (3)persentase minimal penggantian sebagian tanah liat oleh abu jerami padi untuk mendapatkan batu bata dengan daya hambat panas yang maksimal. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ada pengaruh penggantian sebagian tanah liat oleh abu jerami padi batu bata terhadap nilaiThermal properties batu bata. Kedua nilai karakteristik fisis dan mekanik yang dihasilkan oleh batu bata dengan campuran abu jerami padi pada variasi campuran 0%, 5%, 10%,15% dan 20% masing-masing konduktivitas termalnya sebesar 0,362 W/m.K; 0,295 W/m.K; 0,343 W/m.K; 0,350 W/m.K; dan 0,291 W/m.K. dan nilai densitas sebesar 1207,4 kg/m3; 1337,3 kg/m3 ; 1306,0 kg/m3; 1226,7 kg/m3; dan 1329,5 kg/m3. Ketiga pada persentase 20% merupakan persentase minimal penggantian sebagian tanah liat oleh abu jerami padi batu bata dengan daya hambat panas sebesar 0,291 W/m.K
PENGARUH PENAMBAHAN POTONGAN LIMBAH PLASTIK KEMASAN SUSU DENGAN BENTUK POTONGAN MEMANJANG TERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Deny Priambodo, Roemintoyo, Ernawati Sri Sunarsih
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 2 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i2.53666

Abstract

Pembangunan dibidang konstruksi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini tidak lepas dari tuntutan dan kebutuhan masyarakat terrhadap infrastruktur yang semakin maju.Dalam bidang konstruksi terdapat berbagai macam material yang digunakan, salah satu material yang digunakan yaitu beton.sementara itu sisi sampah plastik kegiatan manusia jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya salah satunya plastik kemasan susu.Untuk dapat memanfaatkan limbah kemasan susu dan mutu beton maka diperlukan penelitian.Penelitian ini memanfaatkan limbah plastik kemasan susu guna meningkatakan karakteristik dan kualitas beton.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui(1)Pengaruh variasi penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap berat jenis beton,(2)Pengaruh variasi penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat tekan beton,(3)Pengaruh variasi penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat lentur beton,(4)Persentase optimal penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat tekan maksimal dan kuat lentur maksimal.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen.Perencanaan pembuatan campuran beton menggunakan metode Mix Design sesuai dengan SNI 03-3449-2002. Variasi persentase penambahan limbah plastik kemasan susu yang digunakan adalah 0,00%, 0,10%, 0,20%, 0,30%, 0,40%, dan 0,50% dari berat campuran beton.Dengan mutu beton yang direncanakan yaitufc’20 MPa.Karakteristik beton yang diuji dalam penelitian ini adalah berat jenis, kuat tekan, dan kuat lentur beton pada usia 28 hari.Benda uji untuk pengujian berat jenis dan kuat tekan berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm.Benda uji untuk pengujian lentur berbentuk balok dengan dimensi 150 x 150 x 600 mm.Hasil pengujian (1)Beton usia 28 hari denganvariasi persentase penambahan potongan plastik kemasan susu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap berat jenis beton.(2)Terdapat pengaruh yang signifikan pada variasi persentase penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat tekan beton.(3)Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada variasi persentase penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat lentur beton.(4)Persentaseoptimal penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat tekan beton maksimal yang dihasilkan yaitu berada pada persentase penambahan 0,10 % dengan kuat tekan maksimal 16,63 N/mm2. (5)Persentase optimal penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat kuat lentur maksimalbeton  yang dihasilkan yaitu berada pada persentase penambahan 0,40 % dengan kuat lentir maksimal 6,19 N/mm2.
PERILAKU KEGAGALAN GESER PADA BALOK LAMINASI JABON-BAMBU Kundari Rahmawati; Ernawati Sri Sunarsih; roemintoyo roemintoyo
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 1 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i1.58119

Abstract

The development of engineering timber technology such as laminated veneer lumber, cross-laminated timber, and others proposes to satisfy the timber demand deficit in terms of both strength and material dimensions. In addition to being green and sustainable, timber has a higher mass strength ratio than concrete or steel materials. Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) is fast-growing species of timber produced by community plantations commonly used for furniture. Jabon timber including classified as strength timber IV causes this type of timber is not used as a structural element. To increase the strength of Jabon wood, researchers assembled the timber with Petung bamboo  (Dendrocalamus asper) which mechanically has a better toughness. This is what underlies the researchers made an innovation to make the timber laminated beam of bamboo-Jabon. The purpose of this research was to determine the mechanical behavior of bamboo-Jabon lamination due to shear failure. The method used in this study is experimental. The dimensions of the beam in this research are 60 x 120 mm with a length of 900 mm, a static bending test is performed. There are three variations in this research, namely variations in the thickness of timber slabs 10 mm, 15 mm, 20 mm, and bamboo thickness of 5 mm. The results of this research show that the shear stress of the laminated beam experimental results of jabon-bamboo is 1.9 times, 1.67 times, 1.71 times greater compared to the analysis of sequential appearance transformations for the thickness variation of 10 mm, 15 mm, and 20 mm. When compared with the analysis using SNI 7973:2013, the jabon-bamboo laminate beam has a greater shear stress value of 1.89 times, 1.45 times, and 1.31 times respectively for variations in the thickness of the blade of jabon timber 10 mm, 15 mm, and 20 mm.
MANFAAT PENAMBAHAN KARBON DARI MATERIAL LIMBAH PADA BATU BATA TRADISIONAL Anis Rahmawati; Ernawati Sri Sunarsih
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 16, No 2 (2015): Techno Volume 16 No 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v16i2.56

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan karbon dari material limbah berupa arang tempurung kelapa dan arang limbah kayu terhadap waktu pembakaran yang diperlukan batu bata untuk mencapai kuat tekan sesuai standar minimal. Disamping juga pengaruhnya terhadap karakteristik fisik dan mekanis batu bata. Karakteristik fisis yang ditinjau berupa porositas, berat jenis, dan susut bakar, sedangkan karakteristik mekanisnya berupa kuat tekan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan melakukan pengujian terhadap sampel yang berupa batu bata merah pejal dengan dimensi 23 cm x 11 cm x 5 cm. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 360 buah. Untuk masing-masing jenis arang yang digunakan, 6 buah benda uji digunakan untuk pengujian tekan dan 6 buah benda uji untuk pengujian fisis, untuk tiap lama pembakaran dan persentase penggunaan arang. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Semua pengujian kuat tekan batu bata memenuhi standar mutu bata SK SNI-S-04-1989-F yakni memenuhi standar batu bata kelas 25 dan kelas 50, 2) Semua pengujian berat jenis memenuhi standar berat jenis batu bata normal, dengan berat jenis dihasilkan kurang dari 1,8 gr/cm3, 3) Semua pengujian susut bakar bahan uji memenuhi standar susut bakar maksimal, yaitu masih dibawah 15%, dan 4) Pengujian porositas arang tempurung kelapa semua memenuhi syarat porositas maksimal, sedangkan pengujian porositas arang limbah kayu tidak memenuhi standar yaitu di atas 20%. Kata kunci: Batu bata, arang tempurung kelapa, arang limbah kayu, kuat tekan, berat jenis, susut bakar
Analisis Karakteristik Genteng Keramik Hasil Campuran Limbah Abu Ampas Tebu dan Abu Terbang Batubara sebagai Pengganti Sebagian Tanah Lempung Haryanto Adi Saputra; Ernawati Sri Sunarsih; Budi Siswanto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 8, No 2 (2022): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v8i2.70876

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian tanah lempung dengan abu ampas tebu dan abu terbang batubara pada karakteristik genteng keramik yang berupa berat jenis, porositas, kuat lentur, dan konduktivitas termal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen, untuk standar uji genteng keramik yang digunakan mengacu pada SNI 03-2095-1998. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai minimum berat jenis pada penggunaan 30% abu ampas tebu dan 0% abu terbang batubara sebesar 1,408 gr/cm3. Nilai minimum porositas pada penggunaan 0% abu ampas tebu dan 30% abu terbang batubara sebesar 13,924%. Nilai maksimum kuat lentur pada penggunaan 0% abu ampas tebu dan 30% abu terbang batubara sebesar 113,32 kgf. Nilai minimum konduktivitas termal pada penggunaan 15% abu ampas tebu dan 15% abu terbang batubara sebesar 0,114 W/m.K. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan variasi campuran yang sesuai dengan mutu III pada SNI 03-2095-1998 yakni pada penggantian sebagian tanah lempung dengan 15% abu ampas tebu dan 15% abu terbang batubara dengan nilai berat jenis 1,558 gr/cm3, porositas 15,169%, kuat lentur 91,53 kgf, dan konduktivitas termal sebesar 0,114 W/m.K.Abstract:The purpose of this study was to determine the effect of partially replacing clay with bagasse ash and coal fly ash to achieve a minimum value of specific gravity, minimum value of porosity, maximum value of flexural strength, and minimum value of ceramic tile thermal conductivity. This research is a quantitative experimental research, for ceramic tile test standards used refer to SNI 03-2095-1998. Based on the research results, the minimum specific gravity value for using 30% bagasse ash and 0% coal fly ash was 1.408 gr/cm3. The minimum value of porosity in the use of 0% bagasse ash and 30% coal fly ash is 13.924%. The maximum value of flexural strength using 0% bagasse ash and 30% coal fly ash was 113.32 kgf. The minimum value of thermal conductivity using 15% bagasse ash and 15% coal fly ash is 0.114 W/m.K. The conclusion from this study was that the mixture variations were in accordance with quality III on SNI 03-2095-1998, namely on the replacement of part of the clay with 15% bagasse ash and 15% coal fly ash with a specific gravity value of 1.558 gr/cm3, 15.169% porosity, flexural strength of 91.53 kgf, and a thermal conductivity of 0.114 W/m.K.
Properties of Fly Ash-Slag-Based Geopolymer Concrete with Low Molarity Sodium Hydroxide Ernawati Sri Sunarsih; Sholihin As'ad; Abdul Rahman Mohd Sam; Stefanus Adi Kristiawan
Civil Engineering Journal Vol 9, No 2 (2023): February
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2023-09-02-010

Abstract

Most geopolymer concrete is produced using low-calcium fly ash and cured at high drying temperatures. Additionally, the activator is prepared with a sodium hydroxide (SH) solution of high molarity. This research proposes using a low molarity SH solution to produce fly ash-slag-based geopolymer concrete cured at room temperature. The properties to be investigated include workability, water absorption, and compressive strength. The influence of mixture composition, i.e., slag content, sodium silicate to sodium hydroxide (SS/SH) ratio, and alkaline activator to binder (Al/Bi) ratio on those properties is of interest. The slag substituted fly ash at 10, 20, 30, 40, and 50% replacement levels. The SS/SH ratio is 1.0, 1.5, and 2.0, with the SH molarity determined at 2M. The Al/Bi ratio is 0.40, 0.45, and 0.50. The results show that a higher percentage of slag reduces slump and water absorption but increases the compressive strength of the geopolymer concrete. The mixtures suitable for use are at the percentages of slag 20, 30, and 40%. An increase in the SS/SH ratio decreases the slump and water absorption. Geopolymer concrete with an SS/SH ratio of 1.5 gives maximum compressive strength compared to the other ratios. Increasing the ratio of Al/Bi increases the workability of geopolymer concrete. At an Al/Bi ratio of 0.45, the compressive strength is maximum and the water absorption is minimum. The recommended mix design in terms of workability, water absorption, and compressive strength of geopolymer concrete is a mixture with slag contents of 20, 30, and 40%, a SS/SH ratio of 1.0 and 1.5, and an Al/Bi ratio of 0.45 and 0.50. Doi: 10.28991/CEJ-2023-09-02-010 Full Text: PDF
Peningkatan Kompetensi Desain Pemodelan Bangunan Berbasis Aplikasi Pendukung BIM bagi Guru Vokasi Abdul Haris Setiawan; Ryo Takaoka; Rima Sri Agustin; Eko Supri Murtiono; Aryanti Nurhidayati; Muhamad Aziz Proklamalatu; Lilis Trianingsih; Budi Siswanto; Ernawati Sri Sunarsih; Kundari Rahmawati; Azmi Wijayanti; Hiroyuki Mitsuhara
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.7325

Abstract

Profesionalitas guru sangat penting untuk menjamin mutu pendidikan. Guru harus berkompeten dan terus mengembangkan keterampilan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Dalam menggambar konstruksi bangunan, guru vokasi perlu menguasai strategi desain pemodelan bangunan berbasis Building Information Modelling (BIM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru melalui pelaksanaan pelatihan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan melaksanakan pelatihan kepada guru vokasi untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru sebelum dan setelah pelatihan. Analisis data dilakukan secara deskriptif, paired sample t-test, dan N-gain. Analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata kompetensi guru pada pre-test 49,17 dan post-test 92,33 pada skala 100. Selanjutnya, berdasarkan uji N-gain dihasilkan nilai rata-rata N-gain 0,8482 yang berada pada interval N-gain g ≥ 0,7 kategori tinggi, yang berarti kompetensi desain pemodelan bangunan berbasis aplikasi pendukung BIM guru vokasi meningkat sebesar 84,82% setelah pelatihan selama 7 hari. Analisis uji-t sampel berpasangan menemukan peningkatan kompetensi yang signifikan dengan hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan t-hitung 19,896 > t-tabel 2,093 dan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 probabilitas, artinya ada perbedaan rata-rata kompetensi guru saat pre-test dan post-test. Berdasarkan semua uji analisis, dapat disimpulkan bahwa pelatihan desain pemodelan bangunan berbasis aplikasi pendukung BIM secara signifikan dapat meningkatkan kompetensi guru vokasi dalam pemodelan 3D bangunan.
Kajian Variasi Rasio Alkali Aktivator dengan Binder (Al/Bi) Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash-Slag Sunarsih, Ernawati Sri; Umam, Nur Khotibul; Rahmawati, Kundari
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 17, No 2 (2024): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v17i2.76735

Abstract

Peningkatan kebutuhan semen mengakibatkan peningkatan jumlah karbon dioksida (CO2) yang terlepas di lingkungan. Alternatif penekanan penggunaan semen dengan dengan menggunakan material geopolimer berupa fly ash dan slag sebagai pengganti semen pada beton konvensional. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio alkali aktivator dengan binder (Al/Bi) terhadap sifat fisis dan mekanis beton geopolimer berbasis fly ash-slag. Metode yang digunakan yakni metode eksperimen dengan sampel berbentuk silinder dengan variasi rasio Al/Bi 0,40; 0,45; 0,50; dan 0,55. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Pengujian kuat tarik belah sesuai SNI 2491: 2014 dengan sampel berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm serta pengujian daya serap air dan porositas sesuai ASTM C642-06 dengan sampel berdiameter 100 mm dan tinggi 50 mm. Hasil penelitian didapatkan beton geopolimer berbasis fly ash-slag variasi rasio Al/Bi 0,40; 0,45; 0,50; dan 0,55 berpengaruh pada nilai kuat tarik belah, daya serap air, dan porositas beton yang bervariasi. Variasi rasio Al/Bi optimal pada rasio Al/Bi 0,50 dengan kuat tarik maksimum sebesar 2,534 MPa, nilai daya serap air minimum sebesar 2,65% dan nilai porositas minimum sebesar 8,05%.
Digitalisasi Ekonomi Lokal sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Desa Kepuh Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo Altiroy Raden Maruli Pardede; Andreas Domenico Situmorang; Arga Octo Hasian Simbolon; Ashyah Azzahra; Camisha Deviana Ghaisani; Danis Elina Tantri; Ihdafi Choiri Amri; Maria Desy Gunari; Muammar Haidar Hakim; Salma Anisa; Ernawati Sri Sunarsih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital, inovasi teknologi telah mempengaruhi berbagai sektor, termasuk keuangan. Salah satu inovasi tersebut adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran elektronik. Tulisan ini mengeksplorasi kegiatan sosialisasi QRIS di Desa Kepuh, yang dilakukan oleh KKN UNS Kelompok 224. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat lokal, khususnya UMKM, Ikatan Remaja Masjid, dan pemuda-pemudi desa, mengenai manfaat dan penggunaan QRIS. Kegiatan sosialisasi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi langsung di lapangan. Hasil dari sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai sistem pembayaran digital ini, dengan partisipasi aktif dari para peserta serta dukungan dari pegawai pemerintahan dan Bank BRI. QRIS terbukti mampu mempercepat dan mempermudah transaksi keuangan di desa, sekaligus mendorong inklusi keuangan di daerah yang sebelumnya kurang terlayani oleh sistem perbankan konvensional. Kesimpulannya, implementasi QRIS di desa-desa, termasuk Desa Kepuh, dapat meningkatkan efisiensi ekonomi lokal dan mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah.