Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Isolasi dan Identifikasi Kurkumin Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dengan Metode Kromatografi Kolom Ramdan, Siti Rahmah Kurnia; Asih, Aas Catia; Yusuf, Anna L; Nugraha, Davit; Indriastuti, Marlina; Wahlanto, Panji
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.427

Abstract

Pendahuluan: Temulawak telah banyak digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan tradisional dengan berbagai manfaat. Rimpang temulawak mengandung kurkumin, serat, pati, kalium oksalat, minyak atsiri, flavonoid dan zat-zat tersebut berfungsi sebagai antimikroba, mencegah penggumpalan darah, immunostimulan, anti peradangan, melancarkan metabolisme dan fungsi organ tubuh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan isolasi kurkumin dari ekstrak etanol 95% temulawak dengan menggunakan kromatografi kolom, kemudian diidentifikasi spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 400-800 nm. Metode: Metode penelitian yaitu isolasi kurkumin dengan kromatografi kolom terhadap ekstrak etanol 95% temulawak dengan eluen kloroform:etanol:asam asetat glasial (94:5:1), selanjutnya dilakukan identifikasi dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 400nm-800nm. Hasil: Hasil isolasi senyawa kurkumin dari ekstrak temulawak dengan eluen kloroform:etanol:asam asetat glasial (94:5:1) diperoleh dengan menggunakan kromatografi kolom berupa cairan berwarna kuning pekat, kemudian identifikasi dengan spektrofotometri UV Vis dan diperoleh nilai absorbansi tertinggi pada panjang gelombang maksimum 425 nm. Kesimpulan: Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kurkumin dapat diisolasi dari ekstrak temulawak dengan metode kromatografi kolom dan diidentifikasi dengan Spektrofotometri Uv Vis.
Kajian Evaluatif Teknik Distribusi Obat pada Apotek di Kota Banjar Indriastuti, Marlina; Sutisna, Tatang
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.447

Abstract

Pendahuluan: Apotek merupakan salah satu fasilitas distribusi yang berhubungan langsung dengan konsumen, oleh karena itu harus melaksanakan prinsip-prinsip mengenai Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) agar mutu obat dapat terjaga sampai obat dikonsumsi oleh pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran pelaksanaan CDOB pada apotek di Kota Banjar. Metode: Merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian berupa lembar pemeriksaan yang diperoleh dari BPOM diisi secara daring oleh responden. Populasi adalah 31 apoteker yang terdaftar pada Dinas Kesehatan Kota Banjar dengan sampel sebanyak 100% dari jumlah populasi. Data yang didapat berupa informasi tentang pelaksanaan aspek-aspek CDOB. Objek penelitian adalah apoteker pada sarana apotek yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Banjar berdasarkan data pelaporan tahun 2020. Data primer didapatkan dari hasil survey berupa jawaban responden atas pelaksanaan aspek profil sarana, bangunan dan peralatan, pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, penyaluran, penanganan produk kembali dan kadaluarsa, pemusnahan, dan aspek lainnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif untuk dapat menentukan tindak lanjut yang mungkin diterapkan pada apotek-apotek yang belum melaksanakan CDOB dengan baik. Hasil: Berdasarkan tingkat kekritisan C (Critical) dari aspek yang diteliti diperoleh fakta bahwa CDOB telah dilaksanakan dengan tingkat kualitas 97,85 %. Untuk tingkat kekritisan M (Major) dari aspek yang diteliti diperoleh fakta bahwa CDOB telah dilaksanakan dengan tingkat kualitas 94% . Sementara untuk tingkat kekritisan m (Minor) dari aspek yang diteliti diperoleh fakta bahwa CDOB telah dilaksanakan dengan tingkat kualitas 88,71%. Kesimpulan: Pelaksanaan CDOB di Kota Banjar telah berjalan sesuai dengan Permenkes Nomor 73 tahun 2016. Dari perolehan data, implementasi CDOB di Kota Banjar pada saat dilakukan survey dalam kondisi membaik. Tindak lanjut bagi responden yang masih memiliki nilai negatif pada aspek dengan tingkat kekritisan C (Critical) adalah dengan diberikannya peringatan tertulis, sedangkan bagi temuan pada tingkat kekritisan Major maupun Minor cukup dengan dilakukannya pembinaan reguler dari instansi berwenang.
Usability of Mobile Application for Implementing Genetic Counselling Intervention among Thalassemia Patients and Caregivers: A Case Study of Cyber Gen Setiawan, Henri; Hidayat, Nur; Farihatun, Atun; Indriastuti, Marlina; Kurniawan, Rudi; Firmansyah, Andan; Andarini, Esti; Lutfi Sandi, Yudisa Diaz
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 8 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/elinvo.v8i1.55688

Abstract

Utilization of communication and information technology has been widely used in the health sector, especially nursing. As one of the nursing interventions for thalassemia patients and caregivers, genetic counseling is not only done face to face but can use android-based telenursing facilities through the complete features available in the Cyber Gen application. This study aims to measure the usability level of Cyber Gen application as an indirect genetic counseling medium for thalassemia patients. This application was developed with four main services: basic information about diseases, consultation rooms, social support, and direct surveys. This application is built using the Flutter Framework, the Dart programming language, and Cloud Firestore as the database. Usability was measured by using the System Usability Scale in two groups of 30 respondents each with an incidental sampling technique. The usability score shows 81.75 for personal users and 82.25 for counselor users with a 100% readiness level for use. These results indicate that the Cyber Gen application can be used to deliver genetic counseling intervention to thalassemia patients and caregivers.
Pelatihan Pembuatan Lulur Tradisional Daun Kelor dengan Kombinasi Kulit Jeruk pada Kelompok Ibu – Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Indriastuti, Marlina; Silfia, Risa; Novianty, Elisa; Dwi Elianti, Adis; Trilianti, Shindi; Yuliawati, Siti; Harun, Nurhidayati; Kurniasih, Nia
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.662

Abstract

Introduction: Lulur is a cosmetic care product used to treat and cleanse the skin of dirt and remove dead skin cells, made from moringa leaves and a combination of lime peel rough texture that is used by applying and rubbing slowly to the surface of the skin. Objective: the purpose of this extension activity is to improve the understanding and skills of the PKK mother Group in Batumalang Village regarding the processing of (moringa leaves) into traditional scrub products. The target of this service is the PKK mother Group on May 30, 2025 in Batumalang Village, Cimerak District, Pangandaran Regency. Method: counseling on making traditional scrub from (moringa leaves). Training on how to make a traditional scrub from (moringa leaves) with a certain formulation so that it can be done at home. Result: this extension activity was attended by PKK mothers in Batu malang Village, Cimerak District, Pangandaran Regency, which amounted to 17 people. Society. Implementation of training to PKK mothers in the manufacture of body scrub made from (moringa leaves) with a combination of lime peel, providing benefits to the skin, the community is very enthusiastic about this training activity on the use of body scrub made from natural ingredients. Conclusion: based on the results of the study it can be concluded that the preparation of (moringa leaf) scrub with a combination of lime peel that has been made can be used as a treatment to brighten and moisturize the skin.
Analisis masalah terkait obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi penyakit ginjal kronik Rahmawati, Sri; Harun, Nurhidayati; Kurniasih, Nia; Indriastuti, Marlina; Muliawati, Letin
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/9g7hxy46

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 dengan komplikasi Penyakit Ginjal Kronik merupakan kondisi kompleks yang memerlukan manajemen terapi serta evaluasi terhadap Masalah Terkait Obat (Drug Related Problems). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis Masalah Terkait Obat dan menentukan prevalensinya pada pasien tersebut.Metode: Penelitian retrospektif ini melibatkan 30 pasien dengan total 123 lembar resep selama periode 2022–2024. Teknik total sampling digunakan untuk memastikan relevansi hasil penelitian, meskipun jumlah populasi tidak memenuhi persyaratan rumus statistik.Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (60%), berusia 40–59 tahun (60%), dan memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar (40%). Sebanyak 11 kasus DRP (8,94%) berhasil diidentifikasi, dengan kejadian tertinggi berupa overdosis (4,88%), terutama pada penggunaan sitagliptin dan seftriakson. Reaksi obat yang merugikan ditemukan sebesar 2,44%, dan indikasi yang tidak diobati sebesar 1,63%, termasuk hipoglikemia berat dan nyeri kaki. Tidak ditemukan kasus pada kategori pemilihan obat yang tidak tepat, dosis subterapeutik, kegagalan menerima obat, interaksi obat, maupun penggunaan obat tanpa indikasi.Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar terapi sudah sesuai, evaluasi dosis berdasarkan fungsi ginjal tetap diperlukan untuk meminimalkan risiko terjadinya DRPs.
Penetapan Kadar Flavonoid Pada Salep Ekstrak Biji Mahoni (Swietenia macrophylla) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis nia kurniasih; Adis Dwi Elianti; Nurhidayati Harun; Susan Sintia Ramdhani; Marlina Indriastuti
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 2 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i2.1163

Abstract

Pendahuluan: Luka pada kulit merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terapi terus dikembangkan karena relatif aman dan memiliki aktivitas biologis yang potensial. Biji mahoni (Swietenia macrophylla) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi dikembangkan dalam sediaan topikal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan menentukan kadar flavonoid pada sediaan salep ekstrak biji mahoni menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: Ekstrak biji mahoni diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diformulasikan ke dalam sediaan salep dengan variasi konsentrasi ekstrak 30% (F1), 40% (F2), dan 50% (F3). Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Penetapan kadar flavonoid dilakukan menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi aluminium klorida (AlCl₃) dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil: Seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan salep. Kadar flavonoid meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 12,22 mg QE/g pada F1, 16,87 mg QE/g pada F2, dan 20,00 mg QE/g pada F3. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar formula (p = 0,002). Kesimpulan: Sediaan salep ekstrak biji mahoni memenuhi parameter evaluasi fisik dan mengandung flavonoid yang kadarnya meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar flavonoid dalam sediaan salep.
The Potency of Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera L.) In a Facial Treatment Mist Formulation Over Acne and Bacteria Marlina Indriastuti; Tia Listyani; Panji Wahlanto; Doni Setiawan; Nurhidayati Harun; Nia Kurniasih; Radhia Riski
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan (Oktober 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v12i2.864

Abstract

Background: It is often known that moringa leaves (Moringa oleifera L.) are a natural substance with many advantages, especially for their antibacterial qualities that prevent the growth of bacteria. Objectives: The main objective of this study was to evaluate the efficacy of particular face mist preparation made from Moringa leaf extract in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes, the bacteria that causes facial acne. Methods: A facial mist containing moringa extract was created, and its antibacterial qualities were assessed using the Kirby-Bauer technique in conjuction with the agar duffision method. Results: The face mist preparation effectively satiated the homogeneity, pH, viscosity, and spray pattern physical assesment criteria in the organoleptic test. Conclusions: Strong anti-acne and antibacterial properties were present in the face mist preparation made from moringa leaf extract, especially at a concentration of 45% that sucesfully stopped the growth of all test.
The effectiveness of website-based drug information services by pharmaceutical personnel on medication adherence in hypertensive patients: A Study at Lumbung Community Health Center Indriastuti, Marlina; Hani Fitriani; Muhammad Thesa Ghozali; Nisa Febrinasari; Muthia Dewi Marthilia Alim
Borobudur Pharmacy Review Vol. 6 No. 1 (2026): January- June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/27ckzx20

Abstract

This study was motivated by the suboptimal medication adherence among patients with hypertension, which may affect the success of therapy. The aim of this study was to determine the effectiveness of a web-based educational application on medication adherence and to assess the differences in adherence levels before and after the intervention among hypertensive patients at Lumbung Community Health Center, Ciamis Regency. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 57 respondents. Data were collected at Lumbung Community Health Center using questionnaires, and web-based educational interventions were provided in three stages with a three-day interval between each session. Medication adherence was measured before and after the educational intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant improvement in medication adherence following the web-based educational intervention, with a significance value of p = 0.00001 (p < 0.05). These findings indicate a statistically significant difference in medication adherence levels before and after the web-based educational intervention.